Search Articles & Publications

Showing 4574 articles found for "Elit"

Konstruksi Makna Budaya Komunikasi di Perusahaan (Studi Fenomenologi Kosntruksi Makna Budaya Komunikasi di Perusahaan pada Karyawan Suara Surabaya Media)

Maharani, Ananda, Nurannafi Farni Syam Maella, Harliantara, Harliantara, Sugeng, Didik, Slow, Ahmadi
Abstract: Penelitian ini menggambarkan penyelidikan mendalam terhadap konstruksi makna budaya komunikasi di lingkungan perusahaan, khususnya pada karyawan Suara Surabaya Media. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana… mana karyawan Suara Surabaya Media memahami, membentuk, dan menerapkan budaya komunikasi perusahaan serta bagaimana perilaku komunikasi budaya tercermin dalam interaksi sehari-hari mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, dan pendekatan fenomenologi dalam pengumpulan dan analisis data. Penelitian ini berlandaskan pada teori konstruksi sosial dan teori kode bicara sebagai dasar untuk memahami pembentukan makna komunikasi dan penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi makna budaya komunikasi di perusahaan dengan fokus pada karyawan Suara Surabaya Media. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman dan persepsi karyawan tentang budaya komunikasi di perusahaan tempat mereka bekerja. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan analisis data dilakukan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya komunikasi di Suara Surabaya Media sangat penting dalam membentuk identitas perusahaan dan hubungan antar karyawan. Konstruksi makna budaya komunikasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor termasuk nilai-nilai organisasi, norma-norma, dan pengalaman individu. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya komunikasi memengaruhi hubungan dalam lingkungan kerja. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya perusahaan Suara Surabaya Media mengembangkan strategi yang lebih kuat untuk mengelola dan mengintegrasikan budaya komunikasi yang positif dan efektif. Pemahaman tentang teori konstruksi sosial dan teori kode bicara dalam konteks organisasi, sedangkan saran praktis mencakup pengembangan program pelatihan komunikasi budaya, penerapan pedoman komunikasi internal, serta pendekatan inklusif terhadap perbedaan budaya.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Project Based Learning (PJBL) berbasis TPACK di Kelas IV C SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan

M Stian Refotanabi, Ade Marlia, Rosi Satria Ardi, Animar Fauziah, Rosma Diana
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kualitas dan hasil belajar, solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini… ni untuk medeskripsikan peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah  peserta didik kelas V SDN 02 Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama II siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, yang terdiri dari  perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setelah dilakukan penelitian selama dua siklus diperoleh hasil  belajar Matematika siklus I pertemuan 1 59,1% pada siklus I pertemuan 2 68,1%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 77,2%  pada siklus II pertemuan 2 90,9%. Hasil pelaksanaan aktivitas pendidik siklus I pertemuan 1 75,7% pada siklus I pertemuan 2 81,8%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 87,8% pada siklus II pertemuan 2 93,9%. Aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 69,6% pada siklus I pertemuan 2 75,7%. Meningkat pada siklis II pertemuan 1 84,8% pada siklus II pertemuan 2 87,8%.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat  disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Lanjut Usia

Setyo Anggoro, Luke
Abstract: Abstrak Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering dialami oleh individu lanjut usia (lansia) dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas… itas intervensi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari delapan lansia berusia 60–80 tahun yang menjalani perawatan di Rumah Perteduhan Efata, Kabupaten Semarang. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI) versi Indonesia, yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi dilakukan selama lima sesi dalam satu minggu dengan durasi 15–20 menit per sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat kecemasan setelah intervensi, dengan rata-rata skor pretest sebesar 33.00 dan rata-rata skor posttest sebesar 28.25. Uji paired samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai p = 0,000. Selain itu, wawancara singkat subjek mengungkapkan bahwa subjek merasa lebih tenang, tidur lebih nyenyak, dan mengalami penurunan ketegangan fisik setelah intervensi. Penelitian ini membuktikan bahwa PMR efektif dalam menurunkan kecemasan pada lansia melalui mekanisme pengurangan aktivasi sistem saraf simpatik dan stimulasi sistem saraf parasimpatik. Temuan ini memberikan implikasi penting dalam pengembangan intervensi psikologis yang holistik dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, terutama dalam konteks budaya dan sosial di Indonesia.   Kata Kunci: kecemasan, lansia, relaksasi otot progresif,

Sarana Berpikir Ilmiah

Rismah, Muhammad Nasir Siola, Marillang
Abstract: Di era informasi yang sangat terbuka saat ini, pemahaman tentang cara berpikir ilmiah menjadi semakin penting. Kemampuan ini memungkinkan seseorang berpikir secara kritis, analitis, dan sistematis ketika menghadapi informasi… masi baru atau kompleks. Dengan penguasaan ini, individu dapat membedakan antara informasi yang valid dan yang bias atau tidak berdasar. Oleh karena itu, berpikir ilmiah bukan hanya relevan bagi ilmuwan atau peneliti, tetapi juga bagi masyarakat umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan memahami dunia secara lebih objektif serta terukur. Penguasaan sarana berpikir ilmiah membuka peluang untuk memperluas pengetahuan dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi yang lebih berdampak dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sarana berpikir ilmiah adalah kumpulan metode dan alat yang digunakan untuk memahami fenomena secara objektif dan sistematis. Pemikiran ilmiah menuntut adanya struktur yang dapat diuji, diulang, dan diukur sehingga menghasilkan kesimpulan yang dapat dipercaya. Sarana ini melibatkan berbagai aspek penting dalam proses penalaran dan analisis. Salah satu aspek utamanya adalah logika, yang menjadi dasar menjaga konsistensi dalam penalaran ilmiah. Logika deduktif, yang bergerak dari prinsip umum ke kasus khusus, dan logika induktif, yang berawal dari kasus khusus menuju kesimpulan umum, membantu ilmuwan menarik kesimpulan yang koheren dan bebas dari kontradiksi. Sebagai ilustrasi, melalui logika deduktif, seorang ilmuwan dapat memahami fenomena tertentu berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang telah terbukti benar.

Amsal Al-Qur’an

Rismah, Muhammad Amin Shihab
Abstract: Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep amsal al-qur’an dalam studi ilmu al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pustaka (liblary research). Sumber… Sumber data penelitian ini berasal dari teori ilmu alqur’an dan beberapa literatur yang membahas tersebut. Data yang terkumpul kemudian di analisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Amṡal al-Qur’ān merupakan ungkapan yang menggambarkan adanya tasybih atau tamsil, yaitu penyerupaan antara sesuatu dengan lainnya berdasarkan kesamaan atau kemiripan tertentu. Amṡal memiliki empat rukun utama, yaitu wajah syabbah, alat tasybih, musyabbah, dan musyabbah bih. Berdasarkan bentuknya, amṡal al-Qur’ān terbagi menjadi tiga jenis: pertama, amṡal musharrahah, yaitu perumpamaan yang secara eksplisit menggunakan kata maṡal atau maknanya, seperti dalam QS. An-Nur: 35 tentang perumpamaan cahaya; kedua, amṡal kaminah, yaitu perumpamaan yang tidak secara langsung menyebut lafazh tamsil, namun mengandung makna indah dan padat yang relevan dengan hal serupa; ketiga, amṡal mursalah, yaitu ungkapan yang secara zahir tidak menggambarkan tasybih, tetapi digunakan sebagai perumpamaan yang berisi pelajaran atau peringatan bagi manusia. Ketiga jenis ini menunjukkan keindahan bahasa al-Qur'an dalam menyampaikan pesan. Hikmah mempelajari amṡal al-Qur’ān sangat beragam, antara lain membantu menjelaskan konsep rasional melalui gambaran konkret, mengungkapkan hakikat sesuatu yang tidak tampak, menyatukan makna mendalam dalam ungkapan singkat, memotivasi amal baik, serta memberikan peringatan agar manusia menjauhi keburukan.

Pemikiran Hukum Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Nur Hikmah Anugrah Ramadan, Lomba Sultan, Fatmawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awal mula pemikiran hukum Islam pada masa Khulafaurrasydin serta menjelaskan perkembangan pemikiran hukum Islam pada masa Khulafaurrasydin. Penelitian ini bersifat kualitatif,… f, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan historis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Dapat dipahami bahwa kaum Anshar merupakan awal mula lahirnya pemikiran hukum Islam mengenai penerus Nabi sebagai pemimpin negara dan agama, hal ini dapat dilihat pada peristiwa pertemuan di Saqifah Bani Sa'idah dalam pembahasan tentang penerus Nabi. 2) Perkembangan pemikiran hukum Islam pada masa Khulafaurrasyidin dapat dilihat pada capaian empat periode pemerintahan dimulai dari khalifah Abu Bakar, 'Umar bin Khattab, 'Uṡmān bin 'Affan, dan 'Ali bin Abi Thalib.

Perkembangan Keagamaan Pada Remaja Remaja

Atika Hasna, Rafiatul Afidah, Jannatun Makwa, Anwar Najmullah, Selfa Nafidza Hasanah, Hentina Putri Simamora, Rizki Arsalan, Muhammad Faruq Karsita, Adi Alfirah Siregar, Safiatuddinni
Abstract: Studi ini meneliti perkembangan keagamaan remaja, khususnya berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan spiritual mereka dalam konteks masyarakat modern dan multikultural. Melalui penelitian kualitatif yang… melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, studi ini menyelidiki peran keluarga, pendidikan, kelompok sebaya, dan media dalam membentuk keyakinan dan praktik keagamaan remaja. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keluarga memainkan peran penting dalam membangun fondasi identitas keagamaan, sementara pendidikan, pengaruh teman sebaya, dan paparan media menghadirkan peluang dan tantangan. Studi ini menyoroti perlunya pendekatan komprehensif yang membahas interaksi kompleks dari faktor-faktor ini untuk mendukung remaja dalam perjalanan spiritual mereka.

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Pendekatan Saintifik Pada Mata Pelajaran IPAS

Natasya Putri, Esa Yulimarta, Isnaniah, Animar Fauziah, Yelly Martaliza
Abstract: Natasya Putri. 2024. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Pendekatan Saintifik di Kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Pembimbing Esa Yulimarta, S.Pd.I, M.Pd. Dan… n Isnaniah, S.Si, M.Pd.   Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS disebabkan pembelajaran terfokus pada guru, kurangnya motivasi peserta didik, penggunaan pendekatan pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran IPAS. Jenis penelitian setiap siklus ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak II siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini berhasil, terbukti dari peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik. Peningkatan hasil belajar ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. Pada siklus I diperoleh hasil belajar IPAS sebesar 43,75%, sedangkan pada siklus II sebesar 81,25%, maka terjadi peningkatan 37,5%. Pada pengamatan aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dilihat pada siklus I aspek guru sebesar 77% dan siklus II 94,50% sehingga terjadi peningkatan sebanyak 17,5%, sedangkan pada aspek peserta didik siklus I sebesar 66,77% dan siklus II 83,22% sehingga terjadi peningkatan aspek peserta didik sebanyak 16,45%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan saintifik terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Analisis Hukum Pengecualian Risiko, Harta Benda, Dan Kepentingan Menurut Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSKI)

Salsabila Athirah.R, Wina Aswita, Nadiyah Roihanah Ritonga, Rabiatul Adawiyah Siregar, Sarmila Munthe, Adrian Ibrahim
Abstract: Artikel jurnal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengecualian risiko, harta benda, dan kepentingan menurut Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSKI) berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Metode penelitian… n yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data-data dari berbagai sumber kepustakaan yang berhubungan dengan materi penelitian berjudul analisis hukum pengecualian risiko, harta benda, dan kepetingan menurut Polis Standar Asuransi kebakaran Indonesia (PSKI). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengecualian risIko menurut PSKI dan bagaimana pengecualian harta benda dan kepentingan menurut PSKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Polis Standar Asuransi kebakaran Indonesia(PSKI)  menjamin kerugian atau kerusakan pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggung jawabkan yang secara langsung  yang disebabkan oleh : kebakaran, yang terjadi karena kekuranghati-hatian atau kesalahan pihak lain dari  tertanggung,  ataupun  karena  sebab  kebakaran lain  sepanjang tidak dikecualikan dalam polis termasuk akibat dari: menjalarnya api yang timbul sendiri (self combustion), hubungan arus pendek (short circuit),  atau  karena  sifat  barang  itu  sendiri  dan  kebakaran  yang terjadi karena kebakaran benda lain yang berdekatan, yaitu kerusakan atau  berkurangnya  harta  benda  dan  atau  kepentingan  yang dipertanggungkan  atas  perintah  yang  berwenang  dalam  upaya pencegahan menjalarnya kebakaran itu.

Analisis Zakat Profesi Aparatur Negara Menurut Hukum Islam

Dendi Aditya Graciano, Abdussalam Alhanif, Muhiban
Abstract: Zakat profesi merupakan kewajiban bagi individu yang memiliki penghasilan tetap, termasuk aparatur negara, sebagaimana diatur dalam Al-Qur'an, Hadis, dan kajian fikih kontemporer. Penelitian ini menganalisis zakat profesi… i aparatur negara dalam perspektif hukum Islam, dengan tujuan untuk memahami dasar hukum, mekanisme pelaksanaan, serta implikasinya terhadap kesejahteraan umat. Studi ini menggunakan pendekatan normatif dengan analisis terhadap dalil-dalil syar'i, termasuk konsep nishab, haul, dan metode penghitungan zakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan aparatur negara yang melebihi nishab wajib dikenakan zakat sebesar 2,5% tanpa menunggu haul, mengingat sifat penghasilan tersebut bersifat langsung dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya peran lembaga zakat dalam pengelolaan dana zakat profesi guna memastikan distribusinya tepat sasaran dan berdampak positif pada pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, zakat profesi aparatur negara tidak hanya menjadi kewajiban individu, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi dan solidaritas sosial dalam masyarakat