Abstract:Mengurangi frekuensi kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan kerja merupakan tujuan dari suasana keselamatan atau perspektif bersama. Iklim keselamatan dapat berubah berdasarkan karakteristik tenaga kerja. Tujuan utama…
tama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik tenaga kerja mempengaruhi suasana keselamatan dan mengidentifikasi aspek-aspek yang masuk dalam kategori baik dan masih memerlukan perbaikan. Penelitian cross-sectional ini menggunakan desain kuantitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. bengkel PKM. Sebanyak 56 pekerja dilibatkan dalam teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis regresi ordinal dilakukan terhadap data. Karakteristik tenaga kerja yang diteliti meliputi usia, masa kerja, tingkat pendidikan, jabatan, dan status perkawinan. NOSACQ-50 digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan iklim keselamatan. Analisis regresi ordinal dilakukan terhadap data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, berbeda dengan usia (p-value=0.137) dan status perkawinan (p-value=0.556), yang tidak berpengaruh terhadap iklim keselamatan kerja pekerja, masa kerja (p-value=0.013), pekerjaan jabatan (p-value=0.00), dan tingkat pendidikan (p-value=0.021) berdampak pada iklim tersebut. Dengan demikian, penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa masa kerja, jabatan, dan pencapaian pendidikan merupakan faktor-faktor tenaga kerja yang mempengaruhi iklim keselamatan mereka.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) efektivitas proses pembelajaran Google Classroom, 2) efektivitas aplikasi Google Classroom dalam pembelajaran daring dan 3) kendala pembelajaran daring menggunakan media Google…
oogle Classroom. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Contoh penelitian ini adalah ruang kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Efektivitas pembelajaran Google Classroom, diukur sebesar 75,50% untuk pembelajaran daring di Google Classroom, 2) Efektivitas Google Classroom Aplikasi Classroom untuk pembelajaran daring 79,28% menyatakan sangat efisien digunakan untuk pembelajaran daring, 3) terkait jaringan internet Kegagalan pembelajaran daring dengan media Google Classroommencapai 92,90%.
Abstract:Kebijakan moneter memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari kebijakan moneter terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Metode…
yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengambil data dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang tepat dapat membantu mengendalikan tingkat inflasi, mengatur suku bunga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya koordinasi antara bank sentral dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan moneter yang efektif untuk mencapai stabilitas ekonomi yang diinginkan.
Abstract:Masih banyak masyarakat Indonesia yang menikmati film bajakan dengan cara mengakses melalui website ilegal. Hal inilah yang pada akhirnya memicu banyak masalah hukum dan ekonomi terutama yang berkaitan dengan hak cipta.…
Dalam penulisan penelitian ini, peneliti menggunakan metodologi yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, menilai suatu fenomena hukum melalui analisis normatif berdasarkan undang-undang, norma, dan literatur dalam bentuk jurnal dan makalah penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perlindungan hukum dan dampak pembajakan film illegal. Berdasarkan temuan penelitian ini, pemerintah melakukan perlindungan hak cipta dibidang sinematografi baik secara preventif maupun represif melalui arbitrase atau penyelesaian hukum. Penjahat pembajakan menggunakan program Telegram karena kemudahan penggunaan, kebebasan, dan tidak adanya pengelolaan saluran yang ketat. Pemegang hak cipta sinematografi yang dirugikan akibat pembajakan di Telegram dapat mengajukan laporan kepada polisi atau penyidik tentang penggandaan dan/atau pelanggaran tersebut.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik pada siswa di SMAS Budi Agung Medan. Prokrastinasi akademik didefinisikan sebagai kecenderungan untuk menunda-nunda penyelesaian…
lesaian tugas akademik, yang dapat berdampak negatif bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Variabel yang dikaji adalah faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, yang terdiri dari faktor internal (kondisi fisik dan psikologis) dan faktor eksternal (gaya pengasuhan orang tua dan kondisi lingkungan). Populasi dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas XI SMAS Budi Agung Medan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi masing-masing faktor terhadap prokrastinasi akademik adalah: (a) kondisi fisik 28%, (b) gaya pengasuhan orang tua 25%, (c) kondisi lingkungan 24%, dan (d) kondisi psikologis 23%. Faktor kondisi fisik merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi prokrastinasi akademik, dengan 62,5% siswa menyatakan kontribusi sedang dan 22,5% kontribusi tinggi. Sedangkan faktor kondisi psikologis memiliki kontribusi terendah, dengan 62,5% siswa menyatakan kontribusi sedang dan 27,5% kontribusi tinggi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pihak sekolah, orang tua, dan siswa untuk memahami dan mengatasi permasalahan prokrastinasi akademik melalui upaya perbaikan kondisi fisik, gaya pengasuhan orang tua, kondisi lingkungan, serta penguatan aspek psikologis siswa.
Abstract:Literasi merupakan fondasi utama untuk menghadapi tantangan pendidikan di jenjang selanjutnya. Literasi tidak berarti hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan pemahaman, interpretasi, dan apresiasi berbagai…
bagai bentuk komunikasi, termasuk bahasa lisan, tulisan, dan media digital. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kegiatan pojok literasi dapat mengatasi peserta didik yang belum lancar dalam membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dimana data dikumpulkan dalam bentuk berupa paragraf dan gambar, sehingga peneliti perlu mengkaji data tersebut terlebih dahulu yaitu melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, obsevasi dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini ialah seluruh peserta didik kelas 1 sampai kelas 6 di SDN Kaloran Kidul yang mengikuti program pojok literasi. Hasil dari penelitian ini yaitu guru memiliki peran yang cukup vital untuk menumbuhkan kemampuan membaca peserta didik dengan menjadi pendamping & motivator. Program wajib pojok literasi yang dilaksanakan di SDN Kaloran Kidul cukup sukses untuk dapat mendukung peserta didik menjadi lebih percaya diri, meningkatkan minat baca, kelancaran dalam membaca, serta berpikir lebih kritis.
Abstract:Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Namun, penerapan pendidikan inklusi bukanlah…
ukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Artikel ini mengeksplorasi pentingnya membangun kolaborasi dan kemitraan yang efektif dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusi.Pertama, artikel ini menekankan kolaborasi antara guru, staf sekolah, dan orang tua sebagai kunci utama. Keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak-anak mereka sangat penting untuk memahami kebutuhan individual dan menyediakan dukungan yang diperlukan. Di sisi lain, kolaborasi antar guru dan staf memungkinkan berbagi pengalaman, strategi, dan sumber daya yang bermanfaat.
Selanjutnya, artikel ini menyoroti peran penting kemitraan dengan profesional dan organisasi di luar lingkungan sekolah. Kerja sama dengan ahli terapi, psikolog, dan penyedia layanan masyarakat dapat memperkaya layanan pendukung bagi siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, kemitraan dengan lembaga pendidikan tinggi dan penelitian berpotensi meningkatkan pengembangan profesional guru dan memajukan praktik terbaik dalam pendidikan inklusi. Terakhir, artikel ini mengeksplorasi tantangan dalam membangun kolaborasi dan kemitraan yang efektif, seperti hambatan komunikasi, perbedaan perspektif, dan keterbatasan sumber daya. Dengan memberikan rekomendasi dan strategi praktis, artikel ini bertujuan untuk membantu sekolah, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengatasi tantangan tersebut dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua siswa.
Abstract:Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Namun, penerapan pendidikan inklusi bukanlah…
ukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Artikel ini mengeksplorasi pentingnya membangun kolaborasi dan kemitraan yang efektif dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusi.Pertama, artikel ini menekankan kolaborasi antara guru, staf sekolah, dan orang tua sebagai kunci utama. Keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak-anak mereka sangat penting untuk memahami kebutuhan individual dan menyediakan dukungan yang diperlukan. Di sisi lain, kolaborasi antar guru dan staf memungkinkan berbagi pengalaman, strategi, dan sumber daya yang bermanfaat. Selanjutnya, artikel ini menyoroti peran penting kemitraan dengan profesional dan organisasi di luar lingkungan sekolah. Kerja sama dengan ahli terapi, psikolog, dan penyedia layanan masyarakat dapat memperkaya layanan pendukung bagi siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, kemitraan dengan lembaga pendidikan tinggi dan penelitian berpotensi meningkatkan pengembangan profesional guru dan memajukan praktik terbaik dalam pendidikan inklusi. Terakhir, artikel ini mengeksplorasi tantangan dalam membangun kolaborasi dan kemitraan yang efektif, seperti hambatan komunikasi, perbedaan perspektif, dan keterbatasan sumber daya. Dengan memberikan rekomendasi dan strategi praktis, artikel ini bertujuan untuk membantu sekolah, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengatasi tantangan tersebut dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua siswa.
Abstract:Bank Syariah di Indonesia pertama kali didirikan tahun 1992 yang bernama Bank Muamalat. Meskipun perkembangan perbankan syariah di Indonesia lebih lambat dari pada Negara lain namun Perbankan Syariah akan semakin berkembang.…
ang. Pada tahun 1992-1998 di Indonesia hanya memiliki satu bank syariah yaitu Bank Muamalat yang terus eksis sampai sekarang. Kebijakan Pengembangan Perbankan Syariah yang dilaksanakan berdasarkan Strategi Pengembangan Perbankan Syariah adalah untuk mencapai Kepatuhan dengan prinsip-prinsip syariah yang dilakukan dengan menerbitkan panduan; Menerapkan aturan praktis untuk mendorong tata kelola perusahaan yang baik; Produktivitas dan daya saing untuk melakukan perubahan kegiatan usaha bank konvensioanal menjadi bank umum berbasis syariah dan membuka cabang; Dalam rangka melindungi sistem dan menciptakan manfaat ekonomi guna meningkatkan kontribusi sektor perbankan syariah; Pengembangan sumber daya insani (SDI); Rencana aksi untuk meningkatkan kinerja sosial bank syariah yang dilakukan melalui peran perbankan syariah dalam memfasilitasi hubungan Valuntary Sector (dana sosial) dan perkembangan ekonomi masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah meta analisis dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.…
a. Penelitian ini menggunakan metode sintesis kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Project Based Learning pada hasil belajar siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menelusuri jurnal melalui Google Cendekia. Dari model Problem based learning dipilih 6 hasil penelitian untuk dianalisi lebih lanjut dalam bentuk %. Dari 6 penelitian dapat, disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik peningkatan hasil belajar dari yang terendah 10,23 % sampai yang tertinggi 73,73 % dengan rata – rata 31,56 % . Rata –rata hasil belajar peserta didik sebelum menggunakan medel pembelajaran Project Based Learning 65,66 dan setelah dilakukan dan menerapkan model Project Based Learning terjadi peningkatan menjadi 83,20 dapat diartikan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.