Search Articles & Publications

Showing 4781 articles found for "Data"

Pengaruh Terapi Familiar Auditory Sensory Training (FAST) Terhadap Tingkat Kesadaran Pasien Stroke di Ruang ICU RSUP Surakarta

Wahyuni, Niken Sari, Vitri Dyah Herawati, Etty Eriyanti
Abstract: Stroke merupakan penyakit neurologis yang dapat menyebabkan penurunan tingkat kesadaran. Pasien stroke dengan penurunan kesadaran dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan memerlukan intervensi yang tepat untuk membantu&#8230; antu meningkatkan kesadaran. Terapi familiar auditory sensory training (FAST) dapat digunakan sebagai terapi stimulasi untuk merangsang aktivitas otak dan meningkatkan tingkat kesadaran menggunakan rekaman suara familiar bagi pasien. Mengetahui pengaruh terapi familiar auditory sensory training (FAST) terhadap tingkat kesadaran pasien stroke di ruang ICU RSUP Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental pretest - posttest design one group without control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 21 pasien stroke. Instrumen penelitian menggunakan Glascow Coma’s Scale. Pengukuran tingkat kesadaran dilakukan sebelum dan setelah diberikan intervensi terapi familiar auditory sensory training (FAST). Analisa data menggunakan analisis univariat meliputi distribusi frekuensi dan tendensi sentral serta dilakukan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil uji wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p-value sebesar 0,041 < α 0,05 sehingga disimpulkan ada pengaruh terapi familiar auditory sensory training (FAST) terhadap tingkat kesadaran pasien stroke. Terapi familiar auditory sensory training (FAST) dapat meningkatkan tingkat kesadaran pasien stroke di ruang ICU RSUP Surakarta.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MI NURUL HUDA PENDEM SUMBERLAWANG

Ajeng Maulana Hapsari, Ida Nur Imamah
Abstract: Latar Belakang : Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih sering terjadi, terutama karies gigi yang dipengaruhi oleh perilaku menyikat gigi. Anak usia 6–8 tahun berada pada fase gigi campuran dengan&#8230; n kemampuan motorik dan pemahaman yang belum optimal, sedangkan anak usia 9–12 tahun memiliki kemampuan yang lebih baik namun tetap berisiko karies akibat kebiasaan konsumsi makanan manis dan kurangnya konsistensi menyikat gigi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan menyikat gigi pada anak usia sekolah. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 59 anak dari total populasi 143 siswa yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia 6–8  tahun sebanyak 35 responden (59,3%) dan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan menyikat gigi kategori sedang sebanyak 38 responden (64,4%). Kesimpulan : Tingkat pengetahuan menyikat gigi pada anak usia sekolah di MI Nurul Huda Pendem Sumberlawang mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 36 responden (61%).

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMK NEGERI 3 SUKOHARJO

Arnetta Ekaputri Nareswari, Ida Nur Imamah
Abstract: Latar Belakang : Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena pengaruh pergaulan, perilaku berisiko, serta kurangnya pemahaman yang benar mengenai penularan dan pencegahan. Meskipun informasi&#8230; masi tentang HIV/AIDS sudah banyak tersedia, kesenjangan antara pengetahuan dan sikap pencegahan pada remaja masih sering ditemukan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 91 siswa yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif. Namun, masih ditemukan beberapa responden dengan pemahaman yang kurang pada aspek jalur penularan dan upaya pencegahan. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif.  

Analisis Keterkaitan Tingkat Stres terhadap Kejadian Emesis gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Puskesman Beruntung Raya

Firnanda, Fifi, Meldawati, Palimbo, Adriana, Suhartati, Susanti
Abstract: Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam terjadinya emesis gravidarum, yang berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) selama kehamilan. Data pra-penelitian&#8230; enelitian di Puskesmas Beruntung Raya menunjukkan bahwa dari 190 ibu hamil trimester I pada tahun 2024, sebanyak 133 orang (70%) mengalami emesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 48 ibu hamil trimester I dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan tingkat stres sedang sebagian besar mengalami emesis gravidarum sedang (56,3%), sedangkan ibu hamil dengan stres berat cenderung mengalami emesis gravidarum berat (6,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya.

EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN

Kharis Meiwan K. Telaumbanua, Halimatussakdiyah Lubis
Abstract: Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Medan. Wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan merupakan salah satu daerah&#8230; aerah dengan kerentanan gizi balita yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, pola konsumsi keluarga, serta keterbatasan pengetahuan gizi ibu. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi intervensi gizi yang dinilai efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan budaya makan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 30 balita usia 12–59 bulan dengan status gizi kurang berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Intervensi berupa pemberian PMT berbasis pangan lokal dilakukan selama 60 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata berat badan dan skor Z BB/U balita setelah intervensi PMT (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita dan direkomendasikan sebagai intervensi gizi berbasis masyarakat di wilayah perkotaan.

Studi literatur tentang Infeksi Sistem Saraf Pusat pada Populasi Anak (Meningitis, Ensefalitis dan Meningoensefalitis)

Natasha, Messya, Roro Rukmi Windi Perdani, Muhammad Maulana, Prambudi Rukmono
Abstract: Infeksi Sistem Saraf Pusat (SSP) pada anak, seperti meningitis, ensefalitis, dan meningoensefalitis, masih menjadi ancaman serius di dunia dan di Indonesia dengan catatan ribuan kasu di tiap tahun serta risiko kematian dan&#8230; an kecacatan otak yang tinggi. Studi literatur ini menjelaskan data epidemiologi dari WHO dan rumah sakit di Indonesia, etiologi yang berasal dari virus herpes hingga bakteri Streptococcus pneumoniae, faktor risiko seperti usia bayi atau keadaan imun yang lemah, serta patofisiologi yang memicu pembengkakan otak dan tekanan tinggi di kepala. Gejala khas dari infeksi sistem saraf pusat yaitu demam, leher kaku, kejang, dan perubahan sadar dengan penegakkan diagnosis menggunakan analisis cairan otak (CSF) untuk membedakan penyebab dari penyakit tersebut seperti bakteri (peningkatan neutrofil  dan kadar glukosa rendah) dan  viral (yang didominasi limfosit). Pengkbatan empiris dapat diberikan ceftriaxone-vancomycin atau acyclovir agar hasil kondisi pasien anak lebih baik dan mengurangi komplikasi permanen.

Analisis Determinan dan Ketepatan Kode Diagnosis Penyakit Sistem Respirasi Berbasis ICD-10: Studi Evaluasi di Puskesmas X Kota Malang

Prima Soultoni Akbar, Anggi Ardhiasti
Abstract: Validitas data klinis merupakan fondasi utama dalam keberlanjutan sistem pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan penentuan kebijakan kesehatan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi kode diagnosis&#8230; nosis penyakit respirasi dan faktor penyebab ketidaktepatan di Puskesmas X Kota Malang. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif ini mengaudit 90 rekam medis yang dipilih secara acak dari periode Agustus 2025. Analisis akar masalah dilakukan menggunakan pendekatan manajemen 5M (Man, Material, Method, Management dan Money). Hasil ditemukan tingkat akurasi kode sebesar 67% dan ketidaktepatan 33%. Faktor penyebab utama meliputi defisiensi kompetensi koder, kualitas input diagnosis dokter yang rendah, ketidakpatuhan SOP, serta absennya evaluasi mutu internal dan sistem insentif. Kesimpulan penelitian ini terdapat tingkat ketidaktepatan sebesar 33% berimplikasi pada risiko finansial dan manajerial. Diperlukan intervensi melalui pelatihan spesifik dan penegakan SOP untuk optimalisasi mutu data.

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI MEDIA DIGITAL TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Nani Sri Rezeki
Abstract: Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penyakit infeksi seperti diare dan ISPA. Namun, tingkat kepatuhan siswa sekolah dasar masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui&#8230; hui pengaruh edukasi kesehatan melalui media digital (video animasi edukatif) terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku CTPS pada siswa SD. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest–posttest dan kelompok kontrol. Sampel berjumlah 80 siswa kelas IV–V, masing-masing 40 siswa untuk kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan, lembar observasi perilaku, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa setelah intervensi (p = 0,000) serta peningkatan perilaku CTPS (p = 0,001). Dibandingkan kelompok kontrol, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan lebih besar (p < 0,05). Kesimpulannya, edukasi kesehatan menggunakan media digital efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku CTPS pada siswa SD. Disarankan sekolah menerapkan media digital sebagai bagian dari program PHBS.

Peran Data dalam Meningkatkan Kinerja Sistem Informasi melalui Pengelolaan, Kualitas, dan Pemanfaatan Data

Nur Hasan, Nazwa, Irwan Padli Nasution, Muhammad
Abstract: Data memiliki peran penting dalam mendukung kinerja sistem informasi karena menjadi dasar dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengelolaan data, kualitas&#8230; tas data, dan pemanfaatan data dalam meningkatkan kinerja sistem informasi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 20 jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk melihat hubungan antarvariabel yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan data yang baik mampu meningkatkan keakuratan informasi, kualitas data yang tinggi mendukung keandalan sistem informasi, dan pemanfaatan data yang optimal membantu proses pengambilan keputusan organisasi. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam meningkatkan efektivitas kinerja sistem informasi. Oleh karena itu, pengelolaan dan pemanfaatan data yang tepat perlu menjadi perhatian utama agar sistem informasi dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung tujuan organisasi.

Analisis Risiko Keamanan Data Pribadi Pada Sistem Clound Computing

Fadila, Beby, Irwan Padli Nasution, Muhammad
Abstract: Perkembngan pesat teknologi clound computing telah mendorong berbagai sektor untuk beralih dari infrastuktur lokal ke platfrom berbasis awan. Perpindahan ini memberikan kemudahaan pengelolaan data, namun di sisi lain memunculkan&#8230; unculkan risiko keamanan yang kompleks, terutama berkenaan dengan perlindungan data pribadi pengguna. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis berbagi risiko keamanan data pribadi pada sistem clound computing, serta meruuskan rekomendasi mitigasi yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis yang berfokus pada keamanan clound, pemasaran digital, dan transformasi teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ancaman utama meliputi kebocoran data, akses tidak sah, serangan Dos/DDoS, snooping, attack, dan penyalahgunaan infrastruktur multi-tenancy. Mekanisme keamanan efektif mencakup enkripsi tingkat lanjut (AES-256, TLS 1.3), manajeman akses berbasis peran, autentikasi multi faktor,serta pemanatauan ancaman secara real-time. Kolaborasi atara penyediaan layanan clound dan pengguna terbukti menjadi faktor kunci dalam menurunkan insiden keamanan hingga 30%. Penelitian ini memberikan kerangka analitis yang dapat diadopsi oleh organisasi dalam merencanakan tata kelola keamanan informasi berbasis clound.