Abstract:Kolaborasi antara universitas, industri, dan pemerintah memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM). Penelitian ini menyoroti pentingnya sinergi antara ketiga pihak ini dalam menciptakan…
program pengembangan SDM yang efektif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif, setiap pihak dapat menyumbangkan keahlian unik mereka, di mana universitas menyediakan pengetahuan teoritis dan riset, industri menawarkan keterampilan praktis, dan pemerintah berfungsi sebagai pengatur dan fasilitator kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi dan produktivitas SDM. Selain itu, implementasi kebijakan pemerintah yang mendukung, dukungan infrastruktur dari industri, dan inovasi kurikulum di universitas menjadi faktor kunci keberhasilan program ini.
Abstract:Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus, dengan gejala demam berlangsung lebih dari seminggu disertai dengan masalah dalam ganggaun pencernaan dengan atau tanpa adanya kehilangan kesadaran. Pemeriksaan…
tubex adalah salah satu uji serologi yang menguji aglutinasi kompetitif semikuantitatif untuk mendeteksi adanya antibodi IgM terhadap antigen lipopolisakarida (LPS) O9 Salmonella typhi dan tidak mendeteksi IgG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Hasil Pemeriksaan Tubex Pada Penderita Demam Tifoid di RSI Malahayati Medan. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium RSI Malahayati Medan. Waktu penelitian dilaksanakan pada Februari – Mei 2024. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI). Sampel dalam penelitian ini adalah serum darah dari 73 orang pasien yang melakukan test tubex demam tifoid di RSI Malahayati Medan. Hasil penelitian mennjukkan bahwa dari 73 sampel yang diperiksa diperoleh hasil 28 sampel negatif (38,4%), 23 sampel positif kuat (31,5%) dan 22 sampel positif lemah (30,1%). Berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 39 orang (53,4%) dan laki-laki 34 orang (46,6%). Usia yang paling tinggi terkena demam tifoid yaitu usia 12-25 tahun sebanyak 31 orang (42,5%). Skor yang paling sering ditemukan adalah skor 0-2 (Negatif) dengan frekuensi 28 orang (38,4%).
Abstract:Penelitian ini mengkaji efektivitas pelatihan karyawan dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui studi literatur. Masalah yang diangkat adalah bagaimana organisasi dapat mengoptimalkan program pelatihan untuk menghadapi…
api tantangan bisnis yang semakin kompetitif. Studi ini mengidentifikasi karakteristik program pelatihan yang efektif, termasuk kesesuaian dengan kebutuhan organisasi, variasi metode, dan integrasi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang terencana dengan baik dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas, keterlibatan karyawan, dan daya saing organisasi. Solusi yang diusulkan meliputi implementasi program pelatihan yang komprehensif, mencakup on-the-job training, pembelajaran jarak jauh, dan metode berbasis teknologi. Penelitian ini juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas program pelatihan dalam jangka panjang.
Abstract:Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis dan mengevaluasi proses pelatihan dan pengembangan sumber daya…
manusia (SDM) di sebuah organisasi. Dengan mempertimbangkan berbagai tahapan pelatihan dan akan mengeksplorasi bagaimana setiap tahapan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja pegawai. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif dan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan studi literatur dengan mencari informasi dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan literatur lain yang berkaitan dengan topik yang dikaji. Hasil analisis menunjukkan Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis kompetensi sangat penting dalam memperkuat pertumbuhan dan daya saing organisasi di tengah tantangan globalisasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran dari variabel pelayanan pajak, pengetahuan perpajakan, ketetapan SPPT dan kepatuhan masyarakat serta menguji pengaruh pelayanan pajak, pengetahuan perpajakan dan ketetapan…
SPPT terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu explanatory research. Explanatory research adalah metode penelitian yang menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh variabel satu dengan variabel lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran dari variabel pelayanan pajak berkategori baik dengan rata-rata skor 4,29 dan TCR 85,9%, pengetahuan perpajakan berkategori baik dengan rata-rata skor 4,25 dan TCR 85,4%, ketetapan SPPT berkategori baik dengan rata-rata skor 4,12 dan TCR 82,5% serta variabel kepatuhan masyarakat berkategori baik dengan rata-rata skor 4,19 dan TCR 82,6%. Pelayanan pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung 8,322 > t tabel 1,986, pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan tingkat signifikansi 0,032 < 0,05 dan t hitung 2,178 > t tabel 1,986 dan ketetapan SPPT berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan tingkat signifikansi 0,033 < 0,05 dan t hitung 2,163 > t tabel 1,986 serta secara simultan pelayanan pajak, pengetahuan perpajakan dan ketetapan SPPT berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan F hitung 42,640 > F tabel 2,7047.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi inklusif dalam pelatihan dan pengembangan karyawan yang dapat meningkatkan kinerja di tengah keberagaman. Di era globalisasi, keberagaman dalam organisasi semakin meningkat,…
ingkat, dan menjadi tantangan untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Oleh karena itu, penting untuk merumuskan strategi pelatihan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga mendorong keterlibatan, komunikasi efektif, dan kolaborasi antarbudaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan studi literatur atau library research. Temuan menunjukkan bahwa program pelatihan berbasis kesadaran budaya, pelatihan komunikasi antarbudaya, dan lokakarya inklusi dapat secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan dengan menciptakan suasana kerja yang lebih inklusif. Dukungan manajemen, komitmen karyawan, dan fleksibilitas dalam desain program pelatihan merupakan faktor kunci keberhasilan strategi ini. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan mengintegrasikan pendekatan pelatihan inklusif sebagai bagian dari kebijakan pengembangan sumber daya manusia, guna meningkatkan produktivitas dan inovasi dalam lingkungan yang beragam.
Abstract:Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang berkembang pesat dan memiliki berbagai aplikasi, termasuk di bidang pendidikan. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mendalami penerapan teknologi VR sebagai media pembelajaran…
aran alternatif di lembaga pendidikan. Dalam penelitian ini, jenis teknologi VR yang digunakan, jenjang pendidikan yang memanfaatkannya, serta metode evaluasi pembelajaran berbasis VR dibahas secara mendalam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan VR pada pendidikan mampu menambah pemahaman materi, minat belajar, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan dinamis. VR juga mendukung kolaborasi, interaksi sosial, dan pembelajaran jarak jauh. Secara keseluruhan, implementasi VR terbukti efektif dalam membantu siswa memahami konsep yang abstrak serta meningkatkan retensi pengetahuan mereka.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi strategi-strategi efektif dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan. Dengan metode kajian…
literatur yang komprehensif, penelitian ini mengungkap bahwa penerapan pelatihan berbasis teknologi, seperti e-learning, tidak hanya meningkatkan fleksibilitas waktu tetapi juga efektivitas pelatihan dalam penyampaian materi. Selain itu, evaluasi kinerja yang dilakukan dengan pendekatan Management by Objectives (MBO) dan Human Resource Scorecard (HRSc) terbukti efektif dalam mendorong kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi. Demikian, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kendala yang umum dihadapi, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya dukungan dari manajerial, yang berpotensi menghambat keberhasilan program pelatihan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pelatihan berkelanjutan yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan perusahaan tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan dinamika dan tantangan globalisasi. Melalui strategi yang tepat, pelatihan SDM dapat menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.
Abstract:Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan aspek penting dalam meningkatkan kinerja organisasi dan mencapai tujuan bisnis. Penelitian ini membahas strategi profesionalisme SDM untuk meningkatkan profesionalisme dalam…
am lingkungan kerja, dengan fokus pada faktor-faktor kunci yang mendorong pertumbuhan individu dan organisasi. Penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai pendekatan, metode, dan program yang efektif dalam meningkatkan kompetensi, keahlian, dan etika profesional SDM. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan SDM, serta mengidentifikasi strategi yang optimal untuk mencapai hasil yang positif bagi individu dan organisasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para pemimpin dan praktisi SDM dalam merancang dan menerapkan strategi pengembangan profesionalisme yang efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Keterampilan interpersonal, etos kerja, dan sikap profesional sangat penting untuk menciptakan tempat kerja yang bahagia dan efektif. Pengabdian seseorang terhadap pekerjaannya ditunjukkan dalam sikap profesionalnya, yang…
g tidak hanya mencakup perilaku yang pantas tetapi juga menumbuhkan lingkungan kerja yang memberdayakan. Dengan bertindak sebagai kompas moral dan memotivasi orang untuk bekerja secara terhormat dan bertanggung jawab, etika kerja menumbuhkan kepercayaan di antara rekan kerja. Sebaliknya, pengembangan keterampilan antarpribadi sangat penting untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi anggota tim, yang meningkatkan semangat kerja dan meningkatkan hasil. Ketiga unsur tersebut saling berhubungan dan saling memperkuat; di satu sisi, keterampilan interpersonal yang kuat dapat membentengi etos kerja dan sikap profesional yang kuat, dan di sisi lain, sikap profesional dan etos kerja yang kuat akan meningkatkan keterampilan interpersonal. Oleh karena itu, dalam dunia kerja yang kejam, mengembangkan ketiga bidang ini sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan baik pada tingkat individu maupun organisasi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan literatur review, yang mengumpulkan referensi dari junal buku, dan penelitian terdahulu untuk melengkapi artikel ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sikap profesional, etika kerja, dan keterampilan interpersonal dalam meningkatkan produktivitas karyawan.