Search Articles & Publications

Showing 387 articles found for "Internal"

Pendekatan Konseling Individual dalam Meningkatkan Kehadiran Siswa: Studi Kasus di SMP Erlangga Pematangsiantar

Tiodor Sihotang, Yola Tio Roselina Butar Butar, Elina Rosa Sihotang, Fizka Yulia Justin Saragih, Vinnyta Cechylia Sinurat
Abstract: Ketidakhadiran siswa merupakan masalah kritis yang memengaruhi kualitas pembelajaran, keterlibatan akademis, dan tanggung jawab belajar. Dalam konteks sekolah menengah pertama swasta, masalah ini sering dipengaruhi oleh… faktor internal dan eksternal yang saling terkait, sehingga memerlukan intervensi khusus melalui layanan konseling individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konseling individual dapat meningkatkan kehadiran siswa di SMP Erlangga di Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga siswa dengan tingkat ketidakhadiran tinggi, serta konselor bimbingan, guru wali kelas, dan orang tua sebagai informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual diimplementasikan melalui tahapan terstruktur, dimulai dari membangun hubungan yang mendukung antara konselor bimbingan dan siswa, eksplorasi mendalam terhadap sumber masalah, dan perencanaan langkah-langkah untuk perubahan perilaku. Ketidakhadiran siswa diketahui berhubungan dengan motivasi belajar yang rendah, tekanan emosional, kondisi keluarga, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Proses konseling juga menghadapi hambatan seperti keterbatasan waktu, penolakan awal dari siswa, dan keterlibatan orang tua yang kurang optimal. Meskipun demikian, layanan konseling menghasilkan perubahan positif dalam pola kehadiran siswa, motivasi, dan pengaturan diri. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa konseling individual, jika dilakukan secara konsisten dan disertai dengan kolaborasi aktif dengan guru wali kelas dan orang tua, dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kehadiran siswa dan mendukung perkembangan pribadi mereka secara keseluruhan

The Role Of Nalanda Students As Buddhist Religious Education Teachers In Influenced Buddhist Pancasila Values

Ratna Pudi Chinsia, Ida Ayu Gde Yadnyawati, Sulan
Abstract: The background of this study is based on the increasing tendency of deviant behavior and delinquency among elementary school students, which demands an early approach to character education. Nalanda students who serve as… Buddhist Religious Education teachers have a strategic role in shaping the character and behavior of students through the internalization of Buddhist Pancasila values, which are expected to prevent potential delinquency and foster students who are morally and spiritually grounded. This study aims to analyze the roles, effectiveness, and strategies employed by Nalanda students in instilling Buddhist Pancasila values in elementary schools as a preventive effort against juvenile delinquency. This research applies a qualitative approach with a descriptive method. The study was conducted at Mutiara 17 August Elementary School, Edelweiss School, and Bina Pelita Bangsa Elementary School. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving Nalanda students, principals, and homeroom teachers in five elementary schools. The data analysis technique employed was the interactive model of Miles and Huberman. The results reveal that Nalanda students act as value educators by instilling principles such as loving-kindness (mettā), responsibility, discipline, and respect for parents and teachers. The strategies used include role modeling, habituation in Buddhist spiritual practices, integration of values in learning, and personal approaches to students. The effectiveness of these roles is reflected in students' behavioral changes, such as becoming more orderly, polite, and the declining incidence of violations and social conflicts. The role of Nalanda students as Buddhist Religious Education teachers has proven to contribute significantly to the prevention of juvenile delinquency through character education based on Buddhist Pancasila values.

Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Ditinjau Dari Asesmen Pembelajaran Terhadap Kurikulum Merdeka

Hesty Wahyuningrum
Abstract: Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis gaya belajar peserta didik ditinjau dari asesmen pembelajaran terhadap kurikulum merdeka. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan kategori studi kepustakaan (library… rary research). Studi kepustakaan dilakukan dengan menggunakan berbagai macam jurnal kepustakaan serta buku untuk dikaji dan disimpulkan. Dari hasil penelusuran artikel penelitian, didapatkan bahwa gaya belajar dibagi menjadi tiga, yaitu visual, auditori, dan kinesterik. Gaya belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik berbeda-beda tergantung pada karakteristik kepribadian. Dengan perubahan di era modern, terdapat peserta didik yang memiliki lebih dari satu gaya belajar. Hal ini sesuai dengan kajian kepustakaan yang dilakukan, bahwa gaya belajar peserta didik sangat beragam dan berbeda-beda, memiliki ciri khas yang unik. Pemetaan gaya belajar pada Kurikulum Merdeka digunakan dan dimanfaatkan guru dalam membuat asesmen dengan menyesuaikan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Sehingga hasil yang didapatkan memenuhi capaian pembelajaran yang diinginkan.

Pembelajaran Akidah-Akhlak Dengan Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta

Wafiq Azizah, M. Ridwan Nur, Rita Puspita, Abdullah Abdullah
Abstract: Degradasi moral peserta didik di era digital yang ditandai meningkatnya intoleransi, perundungan, krisis empati, serta melemahnya integritas sosial menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam praktik pendidikan nilai. Dalam… lam pembelajaran Akidah Akhlak, orientasi yang masih dominan pada aspek kognitif dan normatif belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan dimensi afektif dan internalisasi nilai secara sistematis dalam desain kurikulum. Kesenjangan antara penguasaan konsep keagamaan dan manifestasi moral dalam kehidupan nyata menjadi problem epistemologis dan pedagogis yang memerlukan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma alternatif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik terhadap konsep mahabbah dalam tradisi intelektual Islam, khususnya pemikiran Al-Ghazali, serta dikomparasikan dengan teori pendidikan humanistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki legitimasi teologis dan koherensi pedagogis dalam mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara utuh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemosisian cinta bukan sekadar sebagai nilai moral, melainkan sebagai prinsip epistemologis dan kurikuler yang menstrukturkan tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan transformatif. The moral decline of students in the di’Ital era, reflected in rising intolerance, bullying, diminished empathy, and weakened social integrity, indicates a fundamental problem in contemporary value education. In Akidah Akhlak instruction, learning practices remain predominantly cognitive and normative, while affective development and systematic value internalization are insufficiently integrated into curricular design. This gap between conceptual mastery of religious teachings and their moral enactment in lived experience represents an epistemological and pedagogical challenge requiring reconstruction. This study aims to formulate a conceptual framework for a Love-Based Curriculum as an alternative paradigm in Akidah Akhlak education. Employing a qualitative library-based approach, the study applies hermeneutic analysis to the concept of mahabbah within the Islamic intellectual tradition, particularly in the thought of Al-Ghazali, while comparatively engaging modern humanistic educational theory. The findings demonstrate that a Love-Based Curriculum possesses theological legitimacy and pedagogical coherence in integrating cognitive, affective, and spiritual dimensions of learning. The novelty of this study lies in positioning love not merely as a moral value but as an epistemological and curricular principle that structures the aims, processes, and evaluation of Akidah Akhlak instruction in a systematic and transformative manner.

Laporan Kasus Terapi Generalis Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Pada Pasien S

Tri Rahayu Nur Jannah, Mamnuah
Abstract: Gangguan jiwa merupakan perubahan persepsi terhadap stimulus baik internal maupun eksternal yang disertai dengan respon yang berkurang, berlebihan atau terdistorsi. gejala gangguan jiwa kadang-kadang bisa kembali atau memburuk… mburuk yang lebih dikenal dengan istilah "kambuh". Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan melakukan asuhan keperawatan pada pasien jiwa dari tahap pengkajian sampai dengan tahap evaluasi. Subjek laporan ini adalah pasien dengan gangguan jiwa dengan diagnosa gangguan persepsi sensori pendengaran. Instrumen yang digunakan dalam asuhan keperawatan ini adalah format ceklist kemampuan pasien dalam terapi generalis (menghardik, bercakap-cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat). Jumlah populasi pada asuhan keperawatan adalah 1 pasien dengan kriteria pasien bersedia menjadi subjek, pasien kooperatif, mau mengikuti kegiatan dan pasien tidak memiliki keterbatasan fisik. Hasil penelitian menunjukan setelah dan sebelum dilakukan intervensi terdapat perbedaan pada pasien halusinasi pendengaran. Setelah dilakukan intervensi terapi generalis (menghardik, bercakap cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat) terjadi peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran dan penurunan tanda gejala. Penanganan yang dilakukan menunjukkan tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Setelah dilakukan intervensi mengalami penurunan tanda gejala dan peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi serta mampu memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi pasien setelah melakukan terapi yang sudah diajarkan. Saran untuk penelitian lebih lanjut agar melakukan penelitian lebih dari 1 pasien, bina hubungan saling percaya (BHSP) lebih lama dengan pasien, mengkaji permasalahan yang dialami pada pasien dengan masalah halusinasi pendengaran, serta bisa melakukan pendekatan jangka panjang yang melibatkan dukungan keluarga dalam proses penyembuhan pasien.

Government Collaboration in Combating Schistosomiasis in Bada

Nur Alamsyah, M., Nawawi, Muhammad, Sisrilnardi, Sisrilnardi
Abstract: Schistosomiasis is an endemic disease in Indonesia which is only found in the province of Central Sulawesi, namely in Poso and Sigi Regencies. The area where the distribution of sichistosomes was found was in Kab. Poso in… n three places namely Bada, Lore and Napu. Although the policy for handling schistosomiasis snails and the impact of the disease has been handled since the colonial era, the Indonesian government has only taken serious action since 1982, which has not been completed until now. The absence of a common view on the problem of schistosomiasis has resulted in an asynchronous implementation of programs and activities related to the alleviation of schistosomiasis. This primary data collection technique also uses secondary data that comes from the Poso health office, the Bada schistosomiasis laboratory and the implementation of triangulation of actors, methods and data through focus group discussions which are expected to be able to map out the issues of involvement and the similarity of viewing problems in the management of schistosomiasis control in the context of the study This takes the area of Bada which is relatively successful although not yet complete. The collaboration model by collaborating with various internal institutional elements of the local government in each related regional apparatus organization, involving the community as an important part by becoming stool collectors, the presence of teachers and priests who provide strengthening information regarding the urgency of participation and collaboration to solve schistosomiasis has a broad impact on program achievements this.

The Advantage of Adopting Risk-Based Internal Auditing in Manufacturing Company

Fedelia, Jeslyn, Te, Jennifer, Anderson, Anderson
Abstract: The activities of a company will continue to change following the changes that occur in the internal environment and the community environment. It will pose a risk and can even be an opportunity for the company to increase… se its profitability. So from that, all companies including manufacturing companies implement Risk Based Audit (RBA). The purpose of this study is the author will describe what are the advantages of a manufacturing company implementing a risk-based internal audit. The research method used in this study is a qualitative method and secondary data. Risk-based audit is a way or method used in carrying out audit tasks by internal auditors to ensure that existing risks are properly and effectively controlled and managed by company management. In the results of this study, the authors will explain risk-based internal audit in general and the advantages of applying a risk-based audit approach to manufacturing companies.

Implementation of Fraud Risk Management to Minimize Fraud Risk in Wanda Putra Kencana Surabaya

Rosliana, Rosliana, Elliany, Elliany, Handayani, Wiwin
Abstract: The purpose of this study is to identify the factors that lead to fraud in a commercial entity. The company that manufactures food, is the subject of this study. You will undoubtedly discover fraud done by connected parties… ies when carrying out producing operations until sales. The owners and staff of production, sales, and delivery companies were observed, and interviews with them were conducted as major data sources for this study. This study provides evidence of fraud. The company should take early preventative measures to avoid risks (risks that are not anticipated by the company) from emerging. And with it, perhaps, the use of fraud risk management will help the business reduce current fraud. Implementing fraud risk management involves a number of processes, beginning with an analysis of the internal environment of the corporate organization, followed by the identification of the hazards (risks) that frequently occur so that risk identification and risk mapping may be done. The final point is how to control those risks. Overall, Wanda Putra Kencana's risk management has been fairly effective; the company has implemented physical control, monitoring, and enforcement, as well as rewards and penalties.

Risk Based Internal Auditing and Implementation on Organization

Ng, Judson, Juwenni, Juwenni, Chandrawati, Meliesa
Abstract: In recent years, risk-based internal audit has become increasingly important because it is considered an effective method to be applied in a business environment where risks are always changing. The purpose of this study… is that the authors want to describe the process and stages of risk-based internal audit and the implementation of risk-based internal audit in organizations. Therefore, the method used by the authors to collect data is a qualitative method. Qualitative method is research that focuses on the use of descriptive data from the results of secondary data observations. Secondary data is information that already exists from before and is a collection of data by researchers to complete data needs for research. In this study, risk-based internal audit is a way of thinking from internal audit, which in this study tries to explain the most important stages of the study process.

Change Management PT. PAL Indonesia (Persero) Dealing with A Strategic Environment in The Vuca Era

Nofriza, Dodi, Simbolon, Luhut, Susanto, Susanto
Abstract: Changes that occur very quickly and dynamically in the VUCA Era encourage the need for an effective management system to achieve company goals and solve all challenges, both internal and external. PT PAL Indonesia (Persero)… ro) is a strategic industry that produces the main tools of the Indonesian defense system, especially for the marine dimension. It also needs to have strategies in dealing with the strategic environment in the VUCA Era. The purpose of this study is to analyze how change management is carried out by PT PAL Indonesia (Persero) in dealing with the Strategic Environment in the VUCA Era. The method of writing scientific articles is using qualitative research methods and data collection techniques in the form of Literature Studies and Library Research. The results of the study explain that the Maritime Industry Transformation 4. 0 is PT PAL Indonesia's effort in responding to VUCA's challenge to increase the company's business competition. PT PAL Indonesia's HR management through increasing core capability and people competency is an important capital in realizing Maritime Industry Transformation 4.0.