Search Articles & Publications

Showing 1584 articles found for "Mampu"

Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun di KB Adduriyah 3

Rahmawati, Maimon Sumo
Abstract: The cognitive development of early childhood requires appropriate stimulation, one of which is through color recognition. Color block media serves as an educational tool that not only introduces various colors but also familiarizes… amiliarizes children with geometric shapes, numerical concepts, and trains their thinking and memory skills. This study aims to implement color block media as an innovative learning method to effectively improve early childhood abilities in color recognition. Early childhood is a stage of exploration, where the learning process must be concrete, engaging, and enjoyable. Color block media combines visual and manipulative approaches that can foster curiosity and active involvement in the learning process. This learning-through-play activity encourages children to naturally identify, differentiate, and name colors. The study used a quantitative method with a pretest-posttest design to determine the effectiveness of the media. The research was conducted at KB Adduriyah 3 on October 29, 2024, and data analysis was performed using a t-test through SPSS 18 for Windows. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.00. Since this value is smaller than the significance level (α = 0.05), the null hypothesis is rejected, and the alternative hypothesis is accepted. The results of the study demonstrate that color block media has a significant impact on improving children's color recognition skills. Additionally, the media also enhances children's active participation in learning activities. Therefore, color block media is highly recommended as a creative and effective learning strategy for educators and parents in supporting the cognitive development of early childhood.

Meta-analisis Kemampuan Kognitif Siswa dalam Pembelajaran Fisika dengan Model Problem Based Learning (PBL)

Analiatus Shofiyah, Suprianto, Riskiyana Vajari, Moh. Nawafil Zain Robiz
Abstract: Physics education in schools often faces challenges in terms of student engagement and understanding due to the abstract nature of the concepts and the high analytical skills required. Conventional, non-interactive teaching… ing approaches tend to be ineffective in addressing these issues. This study aims to evaluate the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model in enhancing students’ cognitive abilities in learning Physics through a meta-analysis. The PBL model emphasizes student-centered learning, where students are invited to solve real and relevant problems, thus increasing engagement and deeper conceptual understanding. Data were collected from 20 research articles published between 2017 and 2024, which discuss students’ cognitive abilities and the PBL approach. The meta-analysis results show that PBL has a significant effect on improving students’ cognitive abilities in Physics, with 13 articles showing high effect sizes, 3 articles moderate effect sizes, and 4 articles low effect sizes. PBL has proven effective in developing students’ critical, creative, and analytical thinking skills. Additionally, PBL enhances students’ active participation in the learning process and facilitates the understanding and application of Physics concepts in various practical situations. This study asserts that PBL is an effective method for improving students’ cognitive abilities in learning Physics at the high school level, by fostering critical thinking, communication, and practical knowledge application skills. These findings underscore the importance of using innovative learning models such as PBL to advance Physics education and improve student learning outcomes.

Analisis Kemampuan Thermal Overload Relay pada Panel Kemudi KM. Dharma Rucitra VII saat Kandas di Pelabuhan Wae Kelambu

Khabib, Muhammad, Wiweko, Albert, Siregar, Muhammad Sapril
Abstract: The shipping activity seeks to combine various perspectives such as quality, quantity, welfare satisfaction and safety and security prerequisites related to transportation through the port to the waters.  However, when sailing,… sailing, the KM. Dharma Rucitra VII ran aground, causing the heavy steering leaf to be moved and resulting in overload, so the ability of the Thermal Overload Relay (TOR) is needed as an electric motor safety from overload. This study aims to analyze the performance of the Thermal Overload Relay (TOR) as a safety for the electric motor driving the rudder leaf from overload due to the ship running aground. The research uses qualitative methods with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation and then analyzed through three stages, namely reducing data, presenting data and drawing conclusions. The result of the research shows that: 1) The rudder leaf is stuck on the seabed because the ship ran aground, causing the Thermal Overload Relay (TOR) on the rudder panel to work; and 2) Thermal Overload Relay (TOR) on the rudder panel when the ship ran aground works in the current range of 7.5A to 10A.

Analisis Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas VIII MTs Jamilurahman As-Salafy Putri Yogyakarta Tahun Ajaran 2022/2023

Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi, Nuhla Tazkiyyatu Tsaqifa
Abstract: The aims of this study is to determine the ability of class VIII students at MTs Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta in Arabic. Arabic is one of the main subjects in this madrasah, and the mastery of four Arabic language… skills. The four skills are listening (istima'), speaking (kalam), reading (qiroah), and writing (kitabah) are very important in the learning process. The research method used was my research with a descriptive approach. Data were obtained through written and oral Arabic tests conducted on students of class VIII. The test results were categorised into several score ranges, and the students' Arabic language skills were analysed based on the predicates obtained. The results showed that most of the students had deficient Arabic language skills, with 48% of the total students being at the predicate of "Deficient". A total of 21% of students got the predicate "Very Good," 19% of students got the predicate "Good," and 12% of students got the predicate "Fair." The study also noted factors that influence students' Arabic language proficiency, including learning methods, textbooks, materials, educational institutions and time. Madrasah Tsanawiyah Jamilurrahman As-Salafy Putri Yogyakarta plays an important role in shaping students' Arabic language skills, but there are challenges in improving overall Arabic language skills. This study provides an understanding of the status of students' Arabic language skills at MTs Jamilurrahman As-Salafy Putri Yogyakarta and shows the importance of developing Arabic language learning at the madrasah.

Tantangan-Tantangan Sosial dan Emosional Siswa: Fokus pada Peran Penting Guru Bimbingan dan Konseling di Tingkat SMP dan SMA

Sa'adah, Nailis, Rosidi, Rofiqah
Abstract: Bimbingan dan konseling adalah sebuah layanan yang ada di sekolah dimana tugasnya membantu siswa menemukan karakter dan identitas dalam mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Selain itu layanan bimbingan dan konseling… nseling juga membantu siswa dalam mengoptimalkan pegembangan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meneliti terkait permasalahan siswa yang sering ditangani guru bimbingan dan konseling di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif Penelitian ini menggunakan wawancara, wawancara yang digunakan yakni wawancara semi terstruktur. Wawancara semi terstruktur mengacu pada inti bahasan yang sudah ditentukan oleh peneliti untuk semua responden dalam penelitian. Hasil, a) Siswa SMP memililki beberapa masalah pribadi yakni, masalah pribadi dan sosial yang meliputi: kepercayaan diri rendah dan memiliki kecenderungan memilih kelompok pertemanan. Di sekolah lain ditemukan masalah terkait keluarga, dimana siswa berasal dari keluarga yang broken home. Selanjutnya di SMP terakhir ditemukan masalah terkait kurangnya kemampuan bersosialisasi pada siswa. b). Siswa SMA memiliki beberapa masalah yakni, masalah pribadi dan sosial meliputi, gaya berpacaran yang kurang pantas, siswa dengan kasus broken home, dan masalah pengaturan emosi.

Komparasi Teori Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adlerian

Permadi, Wahyu
Abstract: Bahwa konseling adalah suatu bentuk hubungan tolong-menolong, arti pendampingan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk membantu orang lain agar mereka berkemampuan berkembang menjadi bentuk yang mereka pilih sendiri, mampu… pu menghadapi krisis yang dialami dalam kehidupannya. Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adler Metode dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian ini adalah kajian pustaka. Selanjutnya setelah data yang diperoleh dianalisis dengan teknik content analysis Hasil penelitian menunjukan 1) Konseling realitas adalah bentuk terapi yang diarahkan pada perilaku saat ini dan konseling adalah proses realitas pikiran. Konseli diarahkan untuk memupuk tanggung jawab bagi dirinya sendiri. 2) Dalam melakukan pendekatan konseling yang dicetuskan oleh Adler, ialah bagian terpenting yang perlu dirubah untuk membantu individu dari permasalahan. 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik

Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Hipertensi di Desa Banggina Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara

Akib, Nurhijrianti, Hariati Lestari, Devi Savitri Effendy, Febriana Muchtar, Jusniar Rusliafa, Putu Eka Meiyana Erawan, Rastika Dwiyanti Liaran, Paridah, Siti Nurfadilah H, Wa Ode Nur Adawiyah Yusryah
Abstract: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang menetap di atas batas normal dan termasuk masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan&#8230; uan masyarakat Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tentang hipertensi. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 25 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, lalu dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, dengan rata-rata meningkat dari 6,56 menjadi 8,56, nilai t sebesar 5,225, dan p-value < 0,001. Temuan ini menunjukkan penyuluhan mampu memperbaiki pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, dampak, dan cara pencegahan hipertensi, sekaligus berperan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendorong pola hidup sehat. Penyuluhan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat, serta didukung media edukasi yang mudah dipahami.

Edukasi Pencegahan Filariasis pada Siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari

Handayani, Listy
Abstract: Filariasis atau penyakit kaki gajah masih menjadi penyakit tropis terabaikan yang dapat menimbulkan kecacatan kronis, stigma, dan kerugian sosial. Penyuluhan berbasis sekolah penting dilakukan karena infeksi dapat terjadi&#8230; i sejak usia anak, sedangkan remaja berpotensi menjadi agen pencegahan di keluarga dan kelompok sebaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari mengenai pencegahan penyakit filariasis. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari dengan peserta 30 siswa. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi tahap perencanaan (koordinasi dengan sekolah, penyusunan leafleat yang memuat materi edukasi), pelaksananaan dan evaluasi (membandikan skor pengetahuan sebelum dan sesudah menyuluhan dengan menggunakan kuesioner pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan kategori pengetahuan baik meningkat dari 24 siswa (80,0%) sebelum penyuluhan menjadi 29 siswa (96,7%) sesudah penyuluhan, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 6 siswa (20,0%) menjadi 1 siswa (3,3%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis leaflet yang disertai diskusi mampu meningkatkan pengetahuan awal siswa tentang pencegahan filariasis. Implikasi kegiatan adalah perlunya edukasi berulang di sekolah, penguatan perilaku menghindari gigitan nyamuk, kebersihan lingkungan, dan kolaborasi sekolah, puskesmas, serta perguruan tinggi.

Pendampingan Penyusunan Strategi Peningkatan Daya Saing UMKM Kue Balok Boga Rasa Melalui SWOT dan QSPM

Sofi Esha Putri, Alia Angginie, Nenden Nur Asiah Jamil, Herwati Fuji Lestari, Febrianti Enjelina Dewi, Ridlwan Muttaqin
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Kue Balok Boga Rasa dalam menyusun strategi peningkatan daya saing melalui pendekatan analisis SWOT dan Matriks QSPM. UMKM Kue Balok Boga Rasa merupakan&#8230; salah satu pelaku usaha oleh-oleh khas Bandung yang membutuhkan pendampingan strategis agar mampu menghadapi dinamika persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendampingan langsung berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta penyusunan analisis strategis. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Kue Balok Boga Rasa memiliki kekuatan pada kualitas produk premium, variasi rasa lebih dari 20 varian, dan citra sebagai oleh-oleh khas Bandung. Nilai Matriks IFE sebesar 3,04 dan Matriks EFE sebesar 3,00 mengindikasikan kondisi internal dan eksternal yang kuat. Berdasarkan Matriks IE, usaha berada pada posisi pertumbuhan intensif. Melalui analisis QSPM, strategi penetrasi pasar direkomendasikan sebagai prioritas utama dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,47. Pendampingan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang siap diterapkan untuk memperluas pangsa pasar, mengoptimalkan pemasaran digital, dan memperkuat branding sebagai oleh-oleh khas Bandung.

Pelatihan Appreciative Inquiry untuk Meningkatkan Service Excellence Awareness Pada Karyawan PT Haramainku Kota Palembang

Ilham Prawidi Sakti, Sunanto, Asep Suhendar
Abstract: Pelayanan prima merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pada industri jasa, termasuk agen perjalanan umrah. Namun, karyawan PT Haramainku Palembang belum memiliki pemahaman yang sistematis mengenai&#8230; nilai-nilai perusahaan terkait pelayanan kepada jamaah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan service excellence awareness karyawan melalui pelatihan berbasis Appreciative Inquiry. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan metode 4D Appreciative Inquiry yang meliputi tahap Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Metode ini dipilih karena berfokus pada identifikasi kekuatan, pengalaman positif, serta perumusan visi bersama untuk pengembangan organisasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pelayanan prima. Pada setiap tahapan 4D, peserta mampu mengidentifikasi praktik pelayanan terbaik yang telah dimiliki perusahaan, merumuskan harapan pelayanan di masa depan, menyusun strategi penguatan budaya layanan, serta berkomitmen untuk menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Luaran utama kegiatan ini adalah tercapainya kesepakatan bersama mengenai nilai pelayanan prima perusahaan, yaitu menjadi perusahaan yang melayani jamaah sepenuh hati dan sesuai sunnah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Appreciative Inquiry efektif dalam membangun kesadaran dan komitmen karyawan terhadap budaya pelayanan prima.