Abstract:Emping is a sort of dish prepared from melinjo fruit, which is highly common in Indonesia due to its distinct flavor and ease of production. In Bernung Village, Pesawaran Regency, it is also a home industry. The potential…
l for the emping snack business in Bernung Village is quite large, but this is not matched by the community's knowledge and skills in mastering technology and using the right information technology, particularly digital marketing, which truly helps home industries expand their marketing reach and increase their sales results. The strategy employs a participative approach through training partners. In order to optimize marketing, the stages of this program are based on field conditions in the emping melinjo house business in Bernung village, specifically in Taman Rejo hamlet. Material supply, mentoring, and development are among the steps. The educational results from the post-test results obtained that 70% of participants were able to answer questions correctly, were able to demonstrate operational applications using social media, and participants were already practicing the use of digital content on social media were said to be successful, as seen in the enthusiasm and motivation of the participating business actors to continue marketing online.
Keywords: emping melinjo; home industry; social media; tiktok content
Abstract:Competition in today's business world is getting tighter, causing increasing competition for business people in today's very open market era. Activities and businesses carried out must be able to have a high selling value…
e and have creativity to attract the attention of consumers. UMKM ARI TEMPE is one of the MSMEs located in Serdang Village, Meranti District, Asahan Regency that produces food. The problem faced by these MSMEs is that the production process is still very minimal, and the way of marketing products still uses a house-to-house system. The problem solving provided from this service program is to offer training and mentoring to increase production, providing assistance with tools and goods that can maximize production, and marketing training. The method of implementing this service activity is through Community Education, the core activities are training, and mentoring and evaluation. Implementation of training activities and production assistance to increase revenue through improving production quality and marketing. It can be concluded that there is a transfer of knowledge, especially on how to improve the quality of production and marketing with test results that show improvement. Through this training, it is expected to have a positive impact, especially improving performance in Ari Tempe MSMEs so that they can increase income from the products produced and increase customer satisfaction.
Keywords: increased; production; quality; marketing; tempeh
Abstrak: Persaingan di dunia bisnis saat ini semakin ketat, sehingga menyebabkan semakin meningkatnya persaingan para pelaku usaha di era pasar yang sangat terbuka saat ini. Kegiatan dan usaha yang dilakukan harus bisa memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki kreativitas untuk menarik perhatian konsumen. UMKM ARI TEMPE adalah salah satu UMKM yang berada di Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan yang memproduksi bidang pangan. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM ini adalah proses produksi yang masih sangat minim sekali, dan cara pemasaran produk masih memgunakan sistem rumah ke rumah. Pemecahan masalah yang diberikan dari program pengabdian ini adalah menawarkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan produksi, pemberian bantuan alat dan barang yang dapat memaksimalkan produksi, dan pelatihan pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melalui Pendidikan Masyarakat, kegiatan inti berupa pelatihan, dan pendampingan serta evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan produksi untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatakn kualitas produksi dan pemasaran. Dapat disimpulkan bahwa terjadi transfer pengetahuan khususnya tentang cara meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran dengan hasil tes yang menunjukkan peningkatan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif khususnya memperbaiki kinerja di UMKM Ari Tempe sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari produk yang dihasilkan serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
Abstract:Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Peyek is a small-scale business that focuses on production and sales, peyek traditional Indonesian snacks that all people can consume, rempeyek business is a potentially profitable…
able business idea supported by simple products and small capital made from materials such as flour, peanuts, or salted fish grouse. Peyek MSME businesses can be run by individuals or small groups with limited resources. This business can be run from home or a small pro-duction site with the aim of meeting local or regional market demand. It is important to maintain product quality, promote products productively and keep up with the times so that they can adapt to market developments so that the business can be sus-tainable. Given the importance of PIRT permits and halal certificates in marketing a product, we were given the opportunity to serve in Serdang village regarding PIRT permits and halal certificates. With the intention of wanting to help MSMEs in Ser-dang Village.
Keywords:micro, small and medium enterprises (msmes); pirt permits; halal certificates
Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) Peyek merupakan bisnis skala kecil yang berfokus pada produksi dan penjualan, peyek makanan ringan tradisional indonesia yang semua kalangan dapat mengkonsumsi, usaha rempeyek merupakan ide bisnis yang berpotensi menguntungkan dengan di dukung oleh produk yang sederhana dan modal kecil yang terbuat dari bahan seperti tepung, kacang tanah, atau ikan asin belibis. Usaha UMKM peyek dapat dijalankan oleh individu atau kelompok kecil dengan sumber daya terbatas. Bisnis ini dapat dijalankan dari rumah atau tempat produksi kecil dengan tujuan memenuhi permintaan pasar lokal atau regional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan UMKM, memperbaiki legalitas usaha, menggunakan media social untuk pemasaran, meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang produk local, pemberdayaan social ekonomi dan mendorong inovasi produk serta edukasi berkelanjutan. Mengingat pentingnya izin PIRT dan sertifikat halal dalam pemasaran sebuah produk kami diberi kesempatan mengabdi di desa Serdang mengenai izin PIRT dan sertifikat halal. Dengan maksud ingin membantu UMKM yang ada di Desa Serdang.
Kata kunci:usaha mikro kecil dan menengah ( umkm ); izin pirt; sertifikat halal
Abstract:The magnitude of the role of MSMEs as the backbone of the national economy is evidenced from data from the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises for 2022 that the number of MSMEs in South Sulawesi has…
experienced a significant increase and in 2022 it will reach 268,299 units. However, this condition contrasts with Mr. Rahman Robin's MSMEs Mie Basah Manga Tiga, which does not provide optimal results, and sales sometimes experience a decline. The purpose of this service is to develop the Mangga Tiga wet noodle business through digital utilization. One of the government's newest programs in supporting MSME growth is "Ministry of Finance One Supports MSMEs Growing through Digitalization and Globalization Towards Advanced Indonesia". Based on this program, we consider it important to increase the wet noodle business through digitization. The method used is the provision of materials as well as training and assistance regarding the preparation of financial reports, digital marketing and packaging innovation. The results of the activity show that partners are able to compile simple financial reports, partners are able to carry out digital marketing through several online applications, and the new packaging of mangga tiga wet noodles is equipped with a product label which already contains a business license and halal certificate.
Keywords: MSMEs; Wet noodle; Digitization
Abstrak: Besarnya peranan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional dibuktikan dari data Kemenkop UKM tahun 2022 bahwa jumlah UMKM di Sulawesi Selatan mengalamai peningkatan yang signifikan dan di tahun 2022 mencapai 268.299 unit. Namun kondisi demikian kontras dengan pelaku UMKM Mie Basah Manga Tiga milik Bapak Rahman Robin yang tidak memberikan hasil yang optimal bahkan penjualan terkadang mengalami penurunan. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan usaha mie basah Mangga Tiga melalui pemanfaatan digital. Salah satu program terbaru pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM adalah “Kemenkeu Satu Mendukung UMKM Tumbuh melalui Digitalisasi dan Globalisasi Menuju Indonesia Majuâ€. Berdasar dari program tersebut kami menganggap penting meningkatkan usaha mie basah melalui digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pemberian materi serta pelatihan dan pendampingan mengenai penyusunan laporan keuangan, pemasaran digital dan inovasi packaging. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra sudah mampu menyusun laporan keuangan sederhana, mitra mampu melakukan pemasaran digital melalui beberapa aplikasi online, serta kemasan baru dari mie basah mangga tiga sudah dilengkapi label produk yang di dalamnya sudah terdapat izin usaha dan sertifikat halal.
Kata kunci: UMKM; Mie Basah; Digitalisasi
Abstract:Teachers are facilitators and are responsible for creating a learning process that can foster initiative and motivation for students in learning in the classroom. In addition, teachers in the learning process are also able…
le to develop interaction patterns for various parties involved in learning. State Defense Education taught by teachers in class is one of the means in fostering students' awareness in understanding Bela Negara. Awareness of Bela Negara that cannot grow and develop by itself in every citizen, so planned efforts are needed in instilling the values of State Defense in citizens. Based on the results of observations carried out in kindergartens in Pakal District, Surabaya City shows that the learning process carried out by teachers still lacks learning processes related to Bela Negara, so that students lack insight into Bela Negara. In carrying out the learning process related to national defense, it can be through educational game tools (APE) which are specifically created and designed creatively to students using the superhero puppet character Panca Satria. This activity is expected to produce teachers who are able to create and apply educational game tools (APE) in introducing the spirit of Bela Negara in the classroom.
Keywords: teacher; bela negara; educational game tools (ape); puppet.
Abstrak: Guru merupakan fasilitator dan bertanggung jawab dalam terciptanya proses pembelajaran yang dapat menumbuhkan Prakarsa dan motivasi bagi peserta didik dalam belajar di dalam kelas. Selain itu, guru pada proses pembelajaran juga mampu mengembangkan pola interaksi bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pembelajaran. Pendidikan Bela Negara yang diajarkan oleh guru di kelas menjadi salah satu sarana dalam membina kesadaran peserta didik dalam memahami Bela Negara. Kesadaran terhadap Bela Negara yang tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan sendirinya dalam setiap warga Negara, sehingga diperlukannya Upaya-upaya yang terencana dalam menanamkan nilai-nilai Bela Negara pada di warga Negara. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan di Taman Kanak-kanak se Kecamatan Pakal Kota Surabaya menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru masih minimnya proses pembelajaran yang berkaitan dengan bela negara, sehingga peserta didik kurang memiliki wawasan tentang bela negara. Dalam menjalankan proses pembelajaran yang berkaitan dengan bela negara dapat melalui alat permainan edukatif (APE) yang secara khusus dibuat dan didesain secara kreatif kepada peserta didik dengan menggunakan karakter wayang superhero Panca Satria. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan guru yang mampu membuat dan menerapkan alat permainan edukatif (APE) dalam mengenalkan jiwa Bela Negara di kelas.
Kata kunci: guru; bela negara; alat permainan edukatif (ape); wayang.
Abstract:The lack of public awareness and knowledge about technological advances, especially the Village Information System and the use of information and communication technology is the main problem of Pitra Tabanan Village. Most…
t bureaucratic activities in Pitra Village are still carried out conventionally. Villagers continue to use strategic conventions for everything from information dissemination to administration and even data collection. Therefore, we initiated counseling, education, and mentoring programs for Village Information Systems Based on Technology, Information, and Communication. This activity program aims to introduce transparent, effective, and efficient work systems and methods. The people of Pitra Village are increasingly aware of the importance of technological progress as a result of this work program. because it helps and relieves conventional human work. It is hoped that this ICT-based village information system can serve as an example for Pitra Village to continue to develop and develop into a more advanced community and village.
keywords : socialization, information and technology systems, village development
Abstract:The use of graphic design in business in the digital era has great potential. Therefore, it is important to organize training on making graphic designs using simple and easy applications. The problems faced by the students…
ts of SMK Karya Utama Tanjungbalai are experiencing a lack of interest in learning because they focus too much on the process of determining the design and background. In addition, students are also less aware that graphic design can be a business opportunity in this digital era. For example, graphic design for making logos, online stores/olshops can increase their attractiveness and selling points, as well as food sales posters and others. One alternative to this design is using the Canva application, a tool that supports the learning process visually and helps train visual literacy skills students quickly and easily. The purpose of this service is for students to quickly and easily master using the Canva application for designing, while improving their business skills in the digital era. This service is carried out with the observation stage, followed by direct training/practice using the Canva application and directions to improve the quality of graphic design. The results of this dedication are that students can improve their skills in using the Canva application and can be applied in the business world in the digital era.
Keywords: graphic design; canva application; digital.
Abstrak: Penggunaan desain grafis dalam bisnis di era digital memiliki potensi besar. Oleh karena itu, penting untuk menyelenggarakan pelatihan tentang pembuatan desain grafis dengan menggunakan aplikasi yang sederhana dan mudah. Permasalahan yang dihadapi siswa/i SMK Karya Utama Tanjungbalai mengalami kurangnya minat belajar karena terlalu banyak fokus pada proses menentukan desain dan background. Selain itu, siswa juga kurang menyadari bahwa desain grafis dapat menjadi peluang bisnis di era digital ini. Misalnya, desain grafis untuk pembuatan logo, toko online/olshop dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jualnya, begitu juga poster penjualan makanan dan lainnya, Salah satu alternatifnya design ini menggunakan aplikasi Canva, alat yang mendukung proses pembelajaran secara visual dan membantu melatih kemampuan literasi visual siswa dengan cepat dan mudah. Tujuan pengabdian ini agar siswa dapat dengan cepat dan mudah menguasai penggunaan aplikasi Canva untuk mendesain, sekaligus meningkatkan keterampilan berbisnis di era digital. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tahapan observasi, dilanjutkan dengan pelatihan/praktek langsung dengan menggunakan aplikasi canva dan pengarahan untuk meningkatkan kualitas desain grafis. Hasil dari pengabdian ini harapannya siswa/i dapat meningkatkan keterampilan siswa/i dalam menggunakan aplikasi canva dan dapat diterapkan dalam dunia bisnis di era digital
Kata kunci: desain grafis; aplikasi canva; digital
Abstract:Abstract: Scientific work can be used by teachers as a facility for communicating new information, ideas, studies, and research results to the general public. The preparation of scientific papers is very meaningful for the…
he professional development of teachers, but in reality, the culture of writing scientific papers among teachers is still low. Meanwhile, the teacher can write scientific papers based on the implementation of the teacher's creativity and criticality in the daily activities that are observed and experienced in creating a better quality of education to achieve maximum learning results. This program aims to conduct training in the preparation of scientific papers in this matter scientific postings for teachers of SMA Kartikatama Metro. This program is carried out using a classical approach which is tried by giving lectures and delivering modules and individual approaches are tried when accompanying participants in writing scientific papers. Achievement of the target number of participants as well as the objectives of this training can be assessed as good. Within 2 weeks as many as 3 teachers have tried to write scientific posts. All the modules that have been planned can be informed to the participants, even though there are many time constraints there are some modules that are informed in an outline. The expertise of the participants can be seen from the ability to compose scientific papers that can be considered good.
Keywords: scientific work; teacher; training.
Abstrak: Karya ilmiah dapat digunakan guru sebagai fasilitas mengomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, serta hasil riset kepada khalayak umum. Penyusunan karya ilmiah sangat berarti untuk pengembangan keprofesionalan guru, tetapi pada kenyataannya budaya menulis karya ilmiah di kalangan guru masih rendah. Sementara itu guru bisa menulis karya ilmiah bersumber pada implementasi kreatifitas serta kekritisan guru terhadap kegiatan tiap hari yang diamati serta dialaminya dalam menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik sehingga menggapai hasil belajar yang maksimal. Tujuan program ini merupakan melakukan pelatihan penyusunan karya tulis ilmiah dalam perihal ini postingan ilmiah untuk guru SMA Kartikatama Metro. Program ini dilaksanakan memakai pendekatan klasikal yang dicoba dengan membagikan ceramah serta penyampaian modul serta pendekatan individual dicoba pada saat mendampingi peserta dalam menulis karya ilmiah. Ketercapaian sasaran jumlah partisipan serta tujuan pelatihan ini bisa dinilai baik. Dalam kurun waktu 2 pekan sebanyak 3 orang guru sudah berupaya menulis postingan ilmiah. Seluruh modul yang sudah direncanakan bisa di informasikan kepada paserta, walaupun terdapat banyak keterbatasan waktu terdapat sebagian modul yang di informasikan secara garis besar. Keahlian paserta dilihat dari kemampuan menyusun karya ilmiah yang dapat dinilai baik.
Kata kunci: guru; karya ilmiah; pelatihan.
Abstract:The process of planting corn using conventional methods that have been happening in the community so far has become a problem faced by partners. As a result, the corn planting process takes a long time due to the stages…
of land preparation, seed placement, and corn covering not occurring simultaneously. By providing training and direct assistance to partners on the use of corn seed planting tools, it can improve their understanding and skills in using the tool effectively. By conducting socialization methods to provide understanding to partners with the aim of the community understanding the use of corn seed planting tools based on the double seed hopper and understanding how to maintain the tool. Thus, with this tool, the corn seed planting process becomes faster. Corn planting is the most widely produced crop in the world, and corn seed plants are most suitable for planting in high-temperature areas. Especially in Indonesia, corn plants cover more than 100 million hectares, consisting of 70 countries and even 53 developing countries. The tool being socialized is a simple tool that is used with human power by pushing without the use of motorized equipment. In the planting process, the spacing between corn seed plants and the number of corn seeds can be adjusted during the planting process. The vessel or container supplying corn seeds is a hopper located at the top, and a hole is provided at the bottom of the hopper, which is the outlet channel. Thus, the results of this socialization can shorten the time in the corn seed planting process.
Keywords : corn seed; produktif; corn seed planting tool; hopper; maintenance
Abstract:This community service activity is used to assist teachers in citing scientific work. This activity is based on the needs of teachers at SDN Sumur Welut III Surabaya who do manual citations of scientific articles so that…
they do not show consistency of citations. The reference manager training used in community service is Mendeley's application. Participants in this activity were 20 teachers at SDN Sumur Welut III Surabaya with a series of mentoring activities for creating accounts and installing Mendeley, installing Plugins for Microsoft Office Word, installing Plugins for Web Browsers, using the Mendeley application, adding references from files , adding manual references, adding references from Web Browsers, changing reference details, adding citations to documents, adding references, adding citation styles, and changing citation styles. It can be concluded that this mentoring activity makes a good contribution to teacher professionalism in utilizing reference managers when writing scientific papers, this is evidenced by the teacher's ability to use reference managers of more than 95% in the minimal category quite well.
Keywords: mendeley; reference manager; teacher competency.
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk membantu guru agar dapat mensitasi karya ilmiah. Kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan para guru di sekolah sasaran yang masih menggunakan sitasi karya ilmiah secara manual sehingga tidak memperhatikan konsistensi pengutipan. Pendampingan reference manager yang diajarkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa aplikasi mendeley. Peserta pendampingan adalah para guru di SDN Sumur Welut III Surabaya sebanyak 20 orang dengan rangkaian kegiatan pembimbingan mendaftarkan akun, menginstalisasi Mendeley, menginstal plugin untuk Microsoft Word, menginstal plugin untuk Web Browser, mempraktikkan penggunaan perangkat lunak Mendeley, menginput referensi dari arsip file, menginput referensi manual, menginput referensi dari Web Browser, mengganti detail referensi, menginput kutipan pada dokumen, menginput daftar pustaka, menginput gaya pengutipan, dan mengganti gaya pengutipan. Berdasarkan hasil kegiatan pendampingan, dapat memberikan kontribusi yang baik kepada profesionalitas guru dalam memanfaatkan reference manager saat menulis karya ilmiah. Hal ini terbukti dengan kemampuan guru dalam menggunakan reference manager lebih dari 95% dalam kategori minimal cukup baik.
Kata kunci: mendeley; reference manager; kompetensi guru.