Abstract:Bagian Administrasi Pimpinan dalam melaksanakan tugas pokok: Protokol, serta penyiapan materi dan Administrasi Pimpinan; Menyiapkan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bindang Komunikasi Pimpinan, Protokol, serta Materi…
teri dan Administrasi Pimpinan dan; Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh Pimpinan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya; Melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya. Kurangnya pemahaman pegawai terhadap tupoksi, banyak pegawai yang bekerja tanpa panduan yang memadai, sehingga tugas yang seharusnya dikerjakan dengan baik sering kali mengalami keterlambatan atau kesalahan. Minimnya supervisi dari atasan memperburuk kondisi belum ada evaluasi yang jelas terhadap kinerja pegawai. Tujuan penelitian menganalisis Kinerja Bagian Administrasi Pimpinan. Dan Faktor mempengaruhi Kinerja Pegawai Bagian Administrasi Pimpinan Pada Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan. Metode penelitian deskripstif kualitatif, Teknik analisis data merupakan langkah strategis dalam penelitian, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian Kinerja pegawai Bagian Administrasi Pimpinan secara signifikan ditentukan oleh efektivitas komunikasi internal, terutama kejelasan informasi, ketepatan disposisi pimpinan, dan kecepatan penyelesaian tugas administratif, yang secara langsung memengaruhi mutu layanan. Pola komunikasi terbuka meningkatkan organizational trust dan konsistensi kinerja, namun masih terhambat oleh kompleksitas birokrasi, rendahnya komunikasi informal, serta perbedaan persepsi lintas unit. Kepatuhan tinggi terhadap SOP berperan sebagai instrumen performance control yang menekan kesalahan kerja, meskipun berpotensi mengurangi fleksibilitas apabila tidak diimbangi ruang diskresi. Pemanfaatan teknologi meningkatkan efisiensi, tetapi belum optimal akibat kesenjangan kompetensi digital dan keterbatasan pelatihan. Selain itu, motivasi kerja dan ketahanan psikologis menjadi determinan utama keberlanjutan kinerja, sehingga penguatan aspek komunikasi, kapasitas teknologi, dan pembinaan mental kerja merupakan prasyarat strategis bagi peningkatan kualitas layanan administrasi pimpinan secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ekspositori perikop 2 Raja-raja 6:8-9 untuk memahami strategi Kristen dalam menghadapi konflik. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana umat Kristen dapat menyusun strategi…
egi yang berlandaskan pewahyuan dan hikmat ilahi, bukan hanya pada pertimbangan rasional manusia. Teks ini menampilkan dua pendekatan yang kontras: strategi Raja Aram yang mengandalkan perencanaan manusiawi dan strategi Raja Israel yang bertumpu pada pewahyuan Tuhan melalui nabi Elisa. Penelitian ini menggunakan metode ekspositori dengan analisis teologis-kontekstual, memperhatikan struktur teks, latar belakang historis, dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kristen lahir dari relasi intim dengan Tuhan, kepekaan terhadap suara-Nya, serta ketaatan dalam melaksanakan kehendak-Nya. Strategi ini bukan sekadar respons taktis, melainkan tindakan yang dipimpin oleh hikmat ilahi untuk menghadapi tantangan rohani maupun praktis. Penelitian ini menegaskan relevansi teks 2 Raja-raja 6:8-9 bagi kepemimpinan dan pelayanan Kristen kontemporer, khususnya dalam merespons konflik internal, membangun visi pelayanan, serta mengintegrasikan pewahyuan ilahi dalam pengambilan keputusan strategis. Kebaruan kajian ini terletak pada pendekatan ekspositori yang memadukan dimensi biblika, teologis, dan praktis dalam merumuskan paradigma strategis Kristen yang transformatif.
Abstract:Kegiatan psikoedukasi tentang etika dan cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas dilakukan di PT Bumi Karsa sebagai upaya meningkatkan pemahaman karyawan terhadap komunikasi inklusif di lingkungan kerja. Berdasarkan…
kan hasil need assessment melalui penyebaran kuesioner dan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar karyawan masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan rekan penyandang disabilitas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim BKP melaksanakan intervensi psikoedukasi menggunakan media poster karena mampu menyampaikan informasi secara ringkas, visual, dan mudah dipahami. Poster memuat materi mengenai pengertian disabilitas, jenis-jenis disabilitas, serta etika komunikasi yang tepat. Poster dipasang pada area strategis dan diunggah melalui portal internal perusahaan. Hasil observasi lanjutan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman karyawan mengenai komunikasi inklusif, ditandai dengan respons positif serta meningkatnya kepercayaan diri karyawan dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam memperluas wawasan karyawan, mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, dan memberikan pengalaman pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa BKP dalam merancang intervensi berbasis kebutuhan lapangan.
Abstract:Pelaksanaan Program Pemantapan Kemampuan Mengajar ini bertujuan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran di sekolah. Kretivitas memang bukan faktor utama dalam pendidikan tapi pendidikan mampu memberikan…
n stimulus kepada peserta didknya untuk mengembangkan kreativitasnya. Kretivitas berpegang teguh pada rasa keingintahuan dan menumbuhkan kemampuan cipta berkreasi pada lingkungan sekelilingnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara dan pengumpulan data yang diperoleh selama masa penugasan. Dalam pelaksanaan Program Pemantapan Kemampuan Mengajar, mahapeserta didik telah melaksanakan program, seperti mengajar, mengembangkan administrasi kelas dan pemanfaatan teknologi digital. Pogram yang telah dilaksanakan memperoleh hasil yang baik untuk peserta didik, mahasiswa dan sekolah.
Abstract:Tujuan utama dari penggunaan media video dalam pembelajaran. 1) Mengembangkan kemampuan kognitif. 2) Mengembangkan kemampuan efektif. 3) Mengembangkan kemampuan psikomotorik. 4) Meningkatkan motivasi belajar. 5) Meningkatkan…
tkan pemahaman materi. Lokasi tempat penulis melaksanakan pengabdian adalah SD Negeri 26 Pulakek. Lokasi ini dipilih sebagai tempat pengabdian karena di lokasi tersebut dalam pembelajaran Unsur Intrinsik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Subjek dalam pengabdian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 26 Pulakek tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 20 peserta didik, dengan metode pelaksanaa ceramah, praktek dan tanya jawab denagn siswa. Berdasarkan tabel 1 di atas, dapat dideskripsikan sebagai berikut. Pertama, siswa berada pada kategori sangat menyimak sebanyak 6 orang, dengan persentase 30% dengan nilai 90-100. Kedua, siswa berada pada kategori menyimak sebanyak 10 orang, yaitu: dengan pesentase 50% dengan nilai 80-89. Ketiga, siswa berada pada kategori cukup menyimak sebanyak 4 orang, yaitu dengan persentase 20% dengan nilai 70-79.
Abstract:Adapun tujuan dari pelaksanaan KLM ini yaitu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi STIE Widyaswara Indonesia (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), dengan 1. Mengimplementasikan ilmu manajemen yang…
dipelajari dan didapat proses perkuliahan dengan dunia kerja didalam hal ini pada Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat dan 2. Memberikan kontribusi pada Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat dengan ikut berpartisipasi pada bagian-bagian penempatan kerja didalam merealisasikan anggaran serta memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Adapun metode yang digunakan didalam KLM ini adalah dengan diawali dari Tahap persiapan, selanjutnya tahap pelaksanaan dan terakhir tahap penulisan laporan KLM. Dengan berkontribusinya kita dalam melakukan pekerjaan dengan membantu memberika pelayanan dibeberapa bagian seperti di bagian Keuangan, bagian informasi, bagian pelayanan masyarakat dan bagian kegiatan yang dilakukan oleh Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat. maka tujuan kita dari pelaksanaan KLM sudah tercapai.
Abstract:Sumber daya manusia adalah individu yang memiliki sumber daya dan potensi dalam melakukan kegiatan positif. Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam perusahaan, maka penting bagi perusahaan melakukan…
analisis jabatan. Pada artikel ini analisis jabatan dilakukan di perusahaan PT. Inti Karsa Persada dengan tujuan untuk menganalisis kompetensi karyawan yang dibutuhkan diberbagai posisi, khususnya pada posisi cook dan server di dua unit dari PT. Kalla Inti Persada, yaitu Bikin-Bikin Creative Hub dan Timur Resto. Metode pada artikel ini adalah metode wawancara dan observasi. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa setiap posisi memerlukan berbagai hard competency yang berbeda-beda. Analisis jabatan ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk melaksanakan pelatihan secara rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Dengan adanya analisis jabatan maka perusahaan memiliki panduan yang jelas mengenai tugas, tanggung jawab, dan persyaratan jabatan, Selain itu, Perusahaan juga dapat memastikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) secara efektif, termasuk dalam perekrutan, pelatihan, dan pengembangan karyawan.
Abstract:Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan pelayanan informasi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi permasalahnnya, seperti kurangnya ASN…
di Bidang Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi, keterbatasan alat dokumentasi dan minimnya pengumuman atau bahan konten untuk media informasi. Temuan ini menjadi dasar bagi penulis untuk memaksimalkan peran dalam peningkatan kualitas layanan informasi di BKD Provinsi Kalimantan Tengah melalui kolaborasi mahasiswa magang MBKM Prodi MPI bersama ASN Bidang Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan kualitas layanan informasi di BKD Provinsi Kalimantan Tengah dengan mengoptimalkan peran kolaborasi mahasiswa magang MBKM Prodi MPI bersama ASN dalam manajemen sistem layanan informasi dan proses kerja, serta memaksimalkan sistem layanan informasi, meningkatkan pelayanan informasi, dan menciptakan pola kerja yang lebih efektif dan efisien. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Kolaborasi mahasiswa magang MBKM Prodi Manajemen Pendidikan Islam dengan ASN di BKD Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya ASN Bidang Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi terbukti berhasil dalam meningkatkan kualitas layanan informasi di BKD Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan tenaga kerja tambahan di Bidang Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi, serta menghasilkan produk unggulan seperti template media informasi, famplate kepegawaian, dan video dokumenter serta back up data yang baik dengan memenuhi standar institusi pemerintahan, terkhusus di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Mahasiswa juga mampu melaksanakan tugas dengan baik melalui pendampingan dan bimbingan ASN, menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis dan manajerial.
Abstract:Program Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) adalah suatu program dalam pendidikan prajabatan guru, yang dirancang untuk melatih mahasiswa atau calon guru menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi, sehingga…
setelah menyelesaikan pendidikannya mahasiswa siap secara mandiri mengemban tugas sebagai guru. Kemampuan untuk melaksanakan tugas inilah yang dibentuk melalui PKM. PKM dapat dideskripsikan sebagai suatu program yang merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam rangka pembentukan profesionalisme guru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sesuai tuntutan Undang-Undang Pendidikan Nasional. PKM adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikasi dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya ke dalam program pelatihan, berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Kegiatan-kegiatan itu diselenggarakan secara bertahap dan terpadu dalam bentuk orientasi lapangan, pelatihan terbatas, pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri, yang terjadwal secara sistematis yang difasilitasi oleh Dosen Pembimbing dan Guru Pamong secara kolaboratif. Dengan demikian, pemantapan kemampuan mengajar mahasiswa di sekolah dasar merupakan langkah penting dalam mempersiapkan calon guru yang berkualitas dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan.
Abstract:Dalam rangka memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran dan managerial di sekolah, untuk melatih dan mengembangkan keguruan, serta keterampilan mengajar. Maka diadakan sebuah program untuk meningkatkan…
ingkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon guru yakni program PKM (Pemantapan Kemampuan Mengajar). Program ini bertujuan untuk melatih calon guru melalui praktek mengajar secara nyata di sekolah. Program PKM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yakni tahap pengamatan proses pembelajaran, latihan terbimbing dan latihan mandiri. Hasil dari program PKM umumnya berjalan dengan baik sesuai dengan program dan kegiatan yang telah dirancang. Mahasiswa mampu mengetahui proses pembelajaran secara langsung, dapat merencanakan pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar di kelas serta meningkatkan keterampilan mengajar. Dapat disimpulkan bahwa melalui program PKM, mahasiswa mampu meningkatkan hard skill maupun soft skill dalam mengajar.