Abstract:Natasya Putri. 2024. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Pendekatan Saintifik di Kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Pembimbing Esa Yulimarta, S.Pd.I, M.Pd. Dan…
n Isnaniah, S.Si, M.Pd.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS disebabkan pembelajaran terfokus pada guru, kurangnya motivasi peserta didik, penggunaan pendekatan pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran IPAS.
Jenis penelitian setiap siklus ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak II siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025.
Penelitian ini berhasil, terbukti dari peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik. Peningkatan hasil belajar ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. Pada siklus I diperoleh hasil belajar IPAS sebesar 43,75%, sedangkan pada siklus II sebesar 81,25%, maka terjadi peningkatan 37,5%. Pada pengamatan aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dilihat pada siklus I aspek guru sebesar 77% dan siklus II 94,50% sehingga terjadi peningkatan sebanyak 17,5%, sedangkan pada aspek peserta didik siklus I sebesar 66,77% dan siklus II 83,22% sehingga terjadi peningkatan aspek peserta didik sebanyak 16,45%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan saintifik terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.
Abstract:Rocki Elan Saputra. 2024. Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Berbasis TPACK pada Peserta Didik Kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan. Pembimbing Ade Marlia, M.Pd. dan Lili…
Ratnasari, S.Hum., M.Pd.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS Kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan. Solusi dari pemecahan tersebut adalah menggunakan model pembelajaran Inquiry Berbasis TPACK. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik.
Jenis penelitan ini adalah Penelitian Tindakakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan selama II siklus, masing masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Hasil penelitian silkus I terdapat peningkatan hasil belajar IPAS Pertemuan 1 adalah 30%, pertemuan 2 sebanyak 20%, meningkat pertemuan 3 sebanyak 40%. Pada siklus II pertemuan I adalah 60%, meningkat pertemuan 2 sebanyak 80% meningkat pertemuan 3 sebanyak 90%.
Penelitian aktivitas guru siklus 1 pertemuan 1 adalah 71,0%, pertemuan 2 sebanyak 71,0%, meningkat pertemuan 3 sebanyak 73,3%. Pada silkus II pertemuan 1 adalah 76,3%, pertemuan 2 sebanyak 84,2%, meningkat pertemuan 3 sebanyak 90,7%. Selanjutnya pada aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 43,7%, dan pertemuan 2 sebanyak 47,5%, meningkat pada pertemuan 3 sebanyak 58,7%. Pada siklus II pertemuan 1 sebanyak 71,2% meningkat pertemuan 2 sebanyak 82,5% meningkat pada pertemuan 3 sebanyak 90,6%. Dapat disimpulkan bahwa PTK dengan menerapkan model pembelajaran Inquiry berbasis TPACK berhasil meningkatkan hasil belajar IPAS Kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan.
Abstract:Damris. 2024. Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) Pada Kelas IV SDN 133/III Pondok Siguang Kabupaten Kerinci. Pembimbing Rosi Satria Ardi, MA, dan…
an Rosma Diana, M.Pd.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik, serta penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat pertemuan. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Inquiry Based Learning. Subjeknya adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 133/III Pondok Siguang, Kecamatan Danau Kerinci, pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik. Pada siklus I pertemuan 1 mencapai 43,75% dan pertemuan 2 mencapai 62,5%, sedangkan pada siklus II pertemuan 1 mencapai 75% dan pertemuan 2 mencapai 87,50%. Aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan, pada siklus I pertemuan 1 sebesar 73,75% dan siklus I pertemuan 2 sebesar 81,25% meningkat pada siklus I pertemuan 1 sebesar 80% dan 87,50% pada siklus II pertemuan 2. Sedangkan untuk aspek peserta didik, dari 71,87% pada Siklus I pertemuan 1 dan 75% pada siklus I pertemuan 2 lalu pada siklus II pertemuan 1 sebesar 81,25% dan 85,62% pada siklus II pertemuan 2.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi remaja di Desa Simpang Perak Jaya dalam menggunakan media sosial TikTok. TikTok menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh remaja untuk berinteraksi,…
mengungkapkan kreativitas, serta berbagi informasi. Namun, penggunaan media sosial juga dapat memengaruhi cara berkomunikasi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 20 remaja aktif pengguna TikTok di Desa Simpang Perak Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja di desa ini menggunakan TikTok tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi dan interaksi sosial. Mereka membangun pola komunikasi yang interaktif dan kreatif, namun juga menghadapi tantangan terkait dampak negatif penggunaan media sosial seperti misinformasi dan kurangnya privasi. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pembimbingan dalam penggunaan media sosial untuk remaja.
Abstract:Narapidana merupakan individu yang telah dijatuhi hukuman sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan, yang sah secara hukum, dan sedang menjalani sanksi pidana di lembaga pemasyarakatan. Undang-Undang Nomor…
22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan. Meskipun terdapat undang-undang yang mengatur hak para narapidana, akan tetapi pada implementasinya dinilai tetap memerlukan perbaikan dan pengawasan yang ketat agar dapat efektif dalam memperbaiki perlakuan terhadap narapidana. Maka dari itu, untuk mengoptimalkan perlindungan HAM terhadap para narapidana di Indonesia, dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain peningkatan sarana dan prasarana di lembaga pemasyarakatan, peningkatan pengawasan dan pengendalian terhadap hal-hal diskriminatif, peningkatan pelatihan dan pembinaan bagi petugas lapas, pengoptimalan partisipasi masyarakat, serta peningkatan kerjasama antara lembaga pemasyarakatan dengan lembaga lain.
Abstract:Penelitian ini didasari keinginan untuk mengetahui Strategi Pengembangan Public Speaking yang digunakan oleh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk Membentuk Kepercayaan Diri Santri dalam Berdakwah. Bagaimana penyusunan strategi…
rategi tersebut, penerapannya serta faktor penghambat dan juga pendukung yang dihadapi oleh Pesantren Ar- Raudlatul Hasanah dalam mengembangkan Public Speaking para santri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Karena penelitian ini menjelaskan fenomena yang terjadi di kalangan para santri dan alumni pesantren saat ini. Sumber data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan informan atau narasumber dari Ustadz dan Ustadzah Pesantren Ar- Raudlatul Hasanah, santri dan para alumni.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa: Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyusun beberapa strategi dalam mengembangkan public speaking para santri dan membentuk kepercayaan diri mereka saat berdakwah melalui proses berikut, penekanan bagi santri/wati untuk memahami pesan dakwah yang ingin mereka sampaikan, mengobservasi para mad’uw sebelum didakwahi, melakukan latihan rutin untuk meningkatkan kepercayaan diri, serta teliti dalam mempersiapkan materi.
Langkah-langkah penerapan dari pada perencanaan tersebut ialah membentuk kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler dan pemberian tanggung jawab sebagai pengurus asrama. Selanjutnya kegiatan pelatihan tersebut dilakukan secara bertahap dari kelas 1 tsanawiyah hingga kelas 1 aliyah. Beberapa faktor pendukung dalam penerapan strategi tersebut ialah lingkungan pesantren yang mendukung, adanya pelatihan public speaking, pemberian reward dan apresiasi. Adapun faktor penghambat dari strategi tersebut ialah kurangnya motivasi ekstrinsik dari pengajar ahli, kurangnya bekal kakak pembimbing muhadhoroh serta keterbatasan waktu.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dalam mengembangkan kompetensi guru sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data yang diperoleh dari banyak sumber ilmiah, salah satu…
sumber yang diperoleh yaitu dari buku tahun 2014-2020, sedangkan untuk jurnal dari tahun 2019-2024. Perkembangan kompetensi guru sejarah menjadi peran penting dalam meningkatkan suatu kualitas pendidikan dan hasil belajar para siswa. Di era Globaliasi, guru sejarah harus sudah memiliki kemampuan yang lebih luas lagi dan lebih dalam untuk mengajar materi sejarah yang kompleks dan dinamis. Kompetensi guru sejarah ada empat yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan juga kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik meliputi kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, serta juga menggunakan teknologi dalam peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi kepribadian meliputi kemampuan guru untuk menjadi contoh teladan bagi siswa, dan juga memiliki integrasi, dan juga memiliki kemampuan dalam mengelola kelas yang efektif. Kompetensi sosial yaitu melibatkan kemampuan guru untuk memperlakukan para siswa secara adil dan juta tidak membedakan dalam jenis kelamin atau dalam suku dan ras. Kompetensi profesional yaitu meliabatkan para guru-guru untuk memiliki kemampuan dalam mengajar materi sejarah secara mendalam kepada para siswa dan juga bisa memiliki variasi metode dalam mengajar. Jadi, dalam pengembangan kompetensi guru sejarah, peran guru sebagai otoritas, pembimbing, dan juga menjadi stimulus kreativitas sangatlah penting.
Abstract:Persaingan di dunia kerja yang begitu ketat menuntut berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Satu diantara berbagai cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan SDM sesuai kompetensi keahliannya…
nnya ialah melalui pendidikan pada jenjang SMK. Praktik Kerja Lapangan atau yang lebih dikenal dengan singkatan PKL merupakan perwujudan nyata link and match SMK dengan dunia kerja. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab dari dosen pembimbing lapangan yang ditunjuk oleh institusi dan juga sejalan dengan tugas wajib seorang dosen yaitu untuk melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), maka dalam konteks ini dilakukan sebuah PkM kepada siswa yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan. Tujuan kegiatan PkM ini yaitu agar siswa PKL memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bidang atau kompetensinya, maka pada program PKL tersebut pelatih atau dosen pembimbing lapangan memberikan pelatihan terkait dengan praktik instalasi jaringan komputer. Kegiatan PkM ini secara umum telah berhasil memberikan penyuluhan dan pendampingan terkait dengan instalasi jaringan komputer kepada siswa SMKN 3 Padang Pariaman pada program Praktik Kerja Lapangan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari peserta pelatihan berdasarkan analisis hasil post-test. Selain itu, berdasarkan analisis terkait saran dan masukkan yang disampaikan oleh peserta pelatihan menunjukkan bahwa terdapat harapan dan keinginan untuk pengembangan dan keberlanjutan dari program PkM ini ke depannya.
Abstract:Salah satu sumber utama pendapatan masyarakat Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh adalah beternak ayam pedaging. Nilai jual yang fluktuatif dari distributor menyebabkan ketidakstabilan pendapatan masyarakat. Hilirisasi…
ilirisasi daging ayam menjadi produk olahan pangan sehat dan bergizi merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha kuliner yang dapat menyerap tenaga kerja. Pelatihan teknologi pengolahan produk pangan berbahan baku daging ayam bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Koto Tangah Simalanggang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan melahirkan jiwa wirausaha di bidang kuliner produk olahan daging ayam. Metode pelatihan dilakukan melalui 3 tahapan yaitu persiapan kegiatan, diskusi dan demonstrasi, evaluasi dan pembimbingan yang berlangsung selama 10 pertemuan. Kegiatan pelatihan dilakukan di Kantor Wali Nagari Koto Tangah Simalanggang. Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa KWT Koto Tangah Simalanggang telah memiliki keterampilan hilirisasi produk pangan berbasis daging ayam dan mampu menerapkan teknologi pengolahan pangan dalam pengolahan abon, bakso dan nugget ayam. KWT juga telah memiliki rencana membuka usaha kuliner di bidang produk olahan ayam pedaging guna meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja.