Search Articles & Publications

Showing 66 articles found for "Pengurus"

PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI DENGAN MEMANFAATKAN SOFTWARE APPLICATION

Simanjuntak, Pastima, Realize, Realize, Handoko, Koko
Abstract: Abstract: The guidance on the use of application software for administration and documentation aims to ensure that organizational managers and members of the Hanglekir Batam Center Housing PKK in Riau Islands can understand… and and utilize the application software and find out how to use the application software in the future. Therefore, the development of this application software will be very necessary for organizers and PKK members who are interested in learning it. The main target of this coaching can be to produce people who can technology and understand the use of the application software. The type and capacity of the application program required will certainly be different from each other. Not a few people use the application program as an ingredient to obtain search results from a subject matter. These applications can be done in various ways including computerized systems that aim to improve the quality and quality of an application, the results provide solutions and make decisions for some organizational managers and PKK members who do not understand the use of computer applications and use computer applications for administration and documentation. The method used by guiding the management and PKK members with two meetings for a month. The results of this coaching are administrators and members of the Batam Hanglekir Housing PKK who already know how to use and use software applications.             Keywords: Coaching, Software, Application, Administration, Documentation     Abstrak: Pembinaan pemanfaatan software aplikasi untuk administrasi dan dokumentasi ini bertujuan agar pengurus organisasi dan anggota PKK Perumahan Hanglekir Batam Center Kota Batam  Kepri bisa memahami dan memanfaatkan software aplikasi tersebut dan mengetahui cara penggunaan software aplikasi di kemudian hari. Oleh karena itu, pembinaan software application ini akan sangat dibutukan bagi pengurus Organisasi dan anggota PKK yang berminat untuk mempelajarinya. Target utamanya dari pembinaan ini bisa menghasilkan masyarakat yang bisa akan teknologi dan memahami penggunaan Software aplikasi tersebut. Jenis dan kapasitas program aplikasi yang diperlukan tentu akan berbeda satu sama lain. Tidak sedikit orang menggunakan program aplikasi sebagai bahan untuk memperoleh hasil pencarian dari suatu pokok permasalahan. Pengaplikasian tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah sistem terkomputerisasi yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas suatu aplikasi, hasilnya memberikan solusi serta mengambil keputusan untuk beberapa pengurus organisasi dan anggota PKK yang belum mengerti pemanfaatan aplikasi komputer serta menggunakan aplikasi komputer untuk administrasi dan dokumentasi. Metode yang digunakan dengan melakukan pembinaan pada pengurus dan anggota PKK dengan dua pertemuan selama sebulan. Hasil dari pembinaan ini adalah pengurus dan anggota PKK Perumahan Hanglekir Batam Kepri sudah mengetahui cara penggunaan dan pemanfaatan software application.     Kata kunci: Pembinaan, Software, Aplication, Administrasi, Dokumentasi

DESIGN AND EVALUATION OF MOSQUE SYSTEM USING RAD AND CSI

Effendi, Diana, Dhaniawaty, Rani Puspita, Hidayat, Rahmat, Alghani, Muhammad
Abstract: Abstract: Mosques are places of jamaah and centers of social and economic activity for Muslims. Still, in the process of managing their activities, DKM administrators often face challenges related to efficiency, integration,… ion, and transparency of information. This research aims to develop a web-based Mosque Management Information System (SIMMAS) that integrates the management of ZISWAF (zakat, infaq, sadaqah, waqf), qurban, inventory, activity information, and digital payments via QRIS. Using the Rapid Application Development (RAD) method, the system was designed to be developed quickly and in alignment with user needs. The evaluation was conducted using the Customer Satisfaction Index (CSI) approach, involving 60 respondents comprising mosque administrators and congregants. The results show that all SIMMAS services received CSI scores above 85%, indicating a high level of user satisfaction, particularly with the religious lecture scheduling feature. Nevertheless, there remains room for improvement, especially in the responsiveness and empathy aspects of financial and inventory services. This research is expected to serve as a foundation for the continued development of SIMMAS to become more effective, efficient, and digitally integrated in mosque management.   Keywords: user satisfaction; mosque information system; CSI; SIMMAS; ZISWAF   Abstrak: Masjid merupakan tempat ibadah, pusat aktivitas sosial dan ekonomi umat Islam, namun dalam proses pengelolaan kegiatannya, pengurus dkm kerap menghadapi tantangan terkait efisiensi, integrasi, dan transparansi informasi Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIMMAS) berbasis web yang mengintegrasikan pengelolaan ZISWAF, qurban, inventaris barang, informasi kegiatan, serta pembayaran digital melalui QRIS. Dengan menerapkan metode Rapid Application Development (RAD), sistem ini dirancang agar dapat dikembangkan secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI), yang melibatkan 60 responden dari kalangan pengurus dan jamaah masjid. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh layanan SIMMAS memperoleh nilai CSI di atas 85%, mencerminkan tingkat kepuasan yang tinggi, khususnya pada fitur jadwal kajian. Meski demikian, masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama pada aspek responsivitas dan empati dalam layanan keuangan dan pengelolaan inventaris. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan berkelanjutan SIMMAS dalam mendukung tata kelola masjid yang lebih efektif, efisien, dan berbasis digital.   Kata Kunci: kepuasan pengguna; sistem informasi masjid; CSI; SIMMAS; ZISWAF

SERVQUAL ON SIM SERVICE AT TANJUNG BALAI POLICE STATION

Maharani, Sri, Fauziah, Rizky, Syahputra, Abdul Karim
Abstract: Abstract : The demand for a driving license is increasing every year, making the Tanjungbalai Police, especially the Satlantas, continue to try to take new steps in the field of driving license processing services. To overcome… ercome this problem the researcher uses the Servqual Method, Service Quality There is a technique that assesses service quality based on the attributes of each dimension, producing a difference value that represents the difference between the customer's impression of the service it receives. The information used in this study's processing came from distributing it to 30 respondents who are members of the public who are currently obtaining a driver's license at the Tanjungbalai Traffic Traffic Unit. It is evident from this study's findings that satisfaction at Tanjungbalai Traffic Traffic Unit seen from the 5 dimensions of Servqual has a reality value of 4.00 an and expectation worth of 4.62 resulting in a void -0.62. This void occurs since cmmunity's expectations not being met with the services provided by the Tanjungbalai Traffic Unit for. Keywords-: service quality; service quality; tanjungbalai traffic police    Abstrak-: Permintaan pembuatan surat izin mengemudi yang terus naik setiap saat tahunnya, menjadikan-Polres Tanjungbalai khususnya Satlantas pertahankan komitmen terhadap inovasi di sektor jasa pengurusan surat izin mengemudi. untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan Metode Servqual, Service Quality yaitu teknik untuk mengevaluasi kualitas layanan berdasarkan kualitas masing-masing dimensi. Hasil akhirnya yaitu nilai kesenjangan, yang merepresentasikan variasi dalam cara pelanggan memandang layanan yang mereka terima. Informasi yang digunakan dalam pengolahan penelitian ini berasal dari rilis data ke 30 responden yang sedang melakukan pengurusan Surat Izin Mengemudi pada Satlantas Tanjungbalai. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa kepuasan masyarakat di Satlantas Tanjungbalai dilihat dari lima dimensi servqual yaitu  didapatkan jumlah nilai kenyataan sebesar  4,00 kemudian jumlah 4,62 lalu-gap -0,62. Gap-perbedaan hasil dari harapan yang tidak terpenuhi masyarakat terhadap pelayanan pada Satlantas Tanjungbalai.   Kata kunci: kualitas pelayanan; service quality; satlantas tanjungbalai

Pertanggung Jawaban Pidana Dalam Kasus Korupsi Pengadaan Buku Adat Oleh Lembaga Adat Di Aceh

Rahma Kuvita Wulandari, Rahayu Sri Utami
Abstract: Pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana korupsi merupakan salah satu aspek penting dalam upaya penegakan hukum yang adil dan efektif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus dugaan korupsi dalam pengadaan buku adat… dat oleh lembaga adat di Aceh, yang menimbulkan persoalan hukum mengenai status lembaga adat sebagai subjek hukum pidana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap lembaga adat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, serta menelaah bagaimana hukum diterapkan terhadap pelaku yang berasal dari struktur kelembagaan non-pemerintah. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kasus, yaitu dengan mengkaji secara langsung kasus yang sedang diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun lembaga adat bukan subjek hukum pidana konvensional seperti individu atau korporasi, namun dapat dipersamakan dengan korporasi berdasarkan Pasal 20 UU Tipikor karena memiliki struktur organisasi, menerima dana publik, dan menjalankan fungsi publik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lembaga adat dapat dimintai pertanggungjawaban pidana melalui pengurusnya yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara, dengan tetap mempertimbangkan asas legalitas dan prinsip keadilan restoratif.

Harmonisasi Hukum Nasional dan Hukum Adat Dalam Penanganan Delik Adat Asusila di Bali

Nur Azizah, Rahayu Sri Utami
Abstract: Indonesia adalah bangsa dengan masyarakat yang beragam banyak suku,bangsa,ras,agama serta adat istiadat yang tersebar di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Hukum dan masyarakat merupakan dua entitas yang saling berkaitan… erat dan tidak dapat dipisahkan. Prinsip Ubi Societas Ibi Ius menegaskan bahwa keberadaan hukum senantiasa mengikuti keberadaan masyarakat. Awig-awig merupakan sebuah aturan tersendiri yang dibentuk oleh desa adat dalam menjalankan pemerintahannya. Tindakan-tindakan yang melanggar hukum adat kerap disebut sebagai 'delik adat' atau 'tindak pidana adat'. Tindak pidana adat mencakup segala bentuk perbuatan atau peristiwa yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai kerukunan, ketertiban, keamanan, rasa keadilan, serta kesadaran hukum masyarakat adat, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok, maupun oleh aparat atau pengurus adat itu sendiri.. Aturan hukum ada yang tertulis dan tidak tertulis. Hukum adat Bali adalah seperangkat aturan yang memuat ketentuan mengenai perintah dan larangan guna mengatur perilaku masyarakatnya mayarakat itu sendiri. Dalam hukum adat di Bali banyak terdapat tindak pidana adat yang menyangkut kesusilaan salah satunya yaitu Drati Krama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif normatif  yaitu pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis konsep-konsep hukum yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk delik adat asusila yang diakui dan ditangani oleh hukum adat di Bali

Multiple Burden Perempuan dalam Perspektif Tafsir al-Qurthubi dan al-Maraghi: Studi Komparatif

Ma'rifah, Imroatul, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Tafsir al-Qurthubi dan al-Maraghi tentang "Multiple Burden Women" adalah topik yang menarik untuk melihat bagaimana dua ulama besar ini memaknai dan menafsirkan peran dan tanggung jawab perempuan dalam konteks sosial dan… religius. Tafsir al-Qurthubi dan Tafsir al-Maraghi adalah dua tafsir Al-Qur'an yang signifikan yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis beban ganda yang dihadapi perempuan dalam masyarakat. Tafsir al-Qurthubi, yang menggunakan pendekatan tradisional, menekankan peran penting perempuan dalam keluarga, seperti mendidik anak dan menjaga rumah tangga. Ia mengakui bahwa banyak perempuan mengalami kesulitan ketika harus menyeimbangkan tanggung jawab rumah tangga dengan keinginan untuk melakukan kontribusi di luar rumah. Sebaliknya, Tafsir al-Maraghi menawarkan perspektif yang lebih kontemporer dan progresif. Al-Maraghi menekankan betapa pentingnya mempertahankan hak-hak perempuan dan mendukung keadilan gender. Ia percaya bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam masyarakat dalam berbagai bidang sosial dan ekonomi, bukan hanya sebagai pengurus rumah tangga. Dia percaya bahwa perubahan sosial dan dukungan masyarakat dapat membantu perempuan mengatasi dua tantangan yang mereka hadapi. Studi ini menunjukkan bahwa, dengan membandingkan kedua tafsir ini, ada perbedaan yang signifikan dalam cara masing-masing tafsir memahami dan menawarkan solusi untuk masalah yang dihadapi perempuan. Hasil penelitian ini juga memberikan wawasan yang berharga untuk membangun pendekatan yang lebih adil dan mendukung perempuan di era modern, serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya peran perempuan dalam kehidupan sosial dan keluarga. Fokus penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang perspektif al-Qurthubi tentang perempuan dalam kaitannya dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan perempuan, khususnya tentang kedudukan dan hak perempuan yang dibahas dalam kitab tafsir al-Qurthubi.

Peran Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dalam Membentuk Karakter Santriwati di Pesantren Darunnajah 2

Mahdiyyah, Anjaludin, Arizqi Ihsan Pratama
Abstract: Peran Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) Putri dalam membentuk karakter santriwati di Pesantren Darunnajah 2 Cipining yaitu OSDC Putri berpotensi menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama,… disiplin, dan akhlak mulia kepada para santriwati. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa OSDC Putri memiliki peran yang strategis dalam membentuk karakter santriwati. Perencanaan program kerja OSDC Putri telah melalui tahap yang cukup matang dan pelaksanaan program juga diawasi dengan baik. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor penghambat seperti kurangnya fasilitas teknologi dan kendala dari internal pengurus. Di sisi lain, dedikasi pengurus dan bimbingan dari musyrifah menjadi faktor pendukung yang signifikan dalam keberhasilan program. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa OSDC Putri memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, disiplin, dan akhlak mulia pada santriwati. 

Keterlibatan Masyarakat Terhadap Program Jemput Bola Di Gampong Lampulo

Hasrul Nizam, Bukhari, Phonna Nurdin, Ibnu
Abstract: Program Jemput Bola di Gampong Lampulo merupakan salah satu pelaksanaan program yang membantu masyarakat gampong dalam kemudahan pengurusan administrasi. Program ini dijalankan diprakarsai oleh Dinas Kependudukan dan Registrasi… istrasi Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Aparatur Gampong Lampulo. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peran Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh menciptakan partisipasi pada masyarakat Gampong Lampulo dan mengetahui keterlibatan masyarakat gampong dalam mengikuti kegiatan program jemput bola.  Penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teori AGIL yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Penelitian ini berlokasi di Gampong Lampulo. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memiliki jumlah informan 6 orang. Teknik analisa yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 4 komponen AGIL yang terbentuk di lokasi penelitian yaitu : 1. Adaptation, Disdukcapil Kota Banda Aceh dan Aparatur Gampong Lampulo saling beradaptasi mulai dari penentuan jadwal pelaksanaan serta pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, 2. Goal Attainment, tujuan yang dituju bagi Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh dan Aparatur Gampong Lampulo memiliki kesamaan tujuan yaitu memudahkan proses administrasi bagi masyarakat, 3. Integration, diwujudkan dalam komunikasi dan konsolidasi Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh beserta Aparatur Gampong Lampulo yang solid. Selanjutnya, 4. Latent Maintenance, adanya komunikasi yang masih berlangsung antara Disdukcapil Kota Banda Aceh, Aparatur Gampong Lampulo, dan masyarakat Gampong Lampulo secara berkelanjutan.

Manajemen Kepengurusan Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Fernanda Al Welery, Mustofa, Nur Rochmat
Abstract: Lembaga yang sudah ada sejak dahulu, bahkan sebelum kemerdekaan adalah pondok pesantren. Di Pondok Pesantren Darunnajah 02 Cipining sendiri menerapkan sistem Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC), dalam penerapannya… ya peneliti menemukan masalah yang terjadi dalam  kedisiplinan santri, seperti banyaknya santri yang telat jama’ah shalat fardu, banyaknya pelanggaran bahasa, dan melanggar tata tertib bagian keamanan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 cipining yang akan membahas tentang manajemen kepengurusan (OSDC) dalam meningkatkan kedisiplinan santri. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dapat terlibat langsung dengan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam proses pengumpulan data dan sumber informasi yang sesuai dengan fokus penelitian manajemen kepengurusan Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining 2 Bogor. Dalam penerapannya OSDC dibagi menjadi beberapa bagian atau divisi dengan perencanaan mengawas kedisiplinan santri dalam kegiatan sehari-hari. dalam pengorganisasian Kepengurusan OSDC dibagi menjadi beberapa divisi yaitu Divisi Keamanan, Divisi Ibadah, Divisi Pengajaran, dan Divis Bahasa, dan Divisi-divisi tersebut bekerja sama untuk mendisiplinkan santri selama 24 jam, dan dalam pengontrolannya setiap divisi terjun langsung kelapangan untuk mengontrol keseharian santri. Mereka telah diberiakan wewenang oleh pimpinan pesantren dan di bawah naungan Departemen Pengasuhan Santri langsung untuk menjalankan amanah ini. Adapun faktor penghambatnya diantaranya kurangnya tanggung jawab pengurus OSDC dan kesadaran santri.

Manajemen Dakwah Remaja Masjid Usman Yakub Dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Jamaah Di Kelurahan Karunrung Kota Makassar

Laode Andibale, M. Zakaria Al Anshori, Syahruddin, Muhammad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen… n remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data secara objektif yang bersifat alami dan disajikan secara naratif. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berlokasi di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Adapun hasil penelitian ini memiliki tujuan untuk mempersatu umat dengan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah, yang di antaranya saling menghormati antara jamaah dengan pengurus masjid ataupun masyarakat setempat. Oleh karena itu, diantara-nya melakukan musyawarah jika apabila ada persoalan yang harus di selesaikan dengan baik. Dengan adanya itu jamaah masjid usman yakub lebih meningkatkan kualitas ibadah jamaahnya. Dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah tentu memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung manajemen remaja masjid adalah adanya dorongan dari jamaah atau masyarakat dengan kepemimpinan yang efektif, mengarahkan dan memotivasi anggota remaja masjid untuk bekerja dengan baik, seperti kegiatan yang bernilai ibadah, baca qu’ran berjamaah dan remaja masjid mengajari anak-anak mengaji, baik iqro maupun al qur’an. Adapun faktor penghambat remaja masjid ialah perbedaan pendapat antar anggota.