Search Articles & Publications

Showing 5905 articles found for "Akan"

Pengembangan Media Busy Book pada Pembelajaran IPS Materi Kegiatan Ekonomi untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Ririn Indah Sari, Arya Setya Nugroho, Nanang Khoirul Umam
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Busy Book pada pembelajaran IPS materi kegiatan ekonomi untuk peserta didik kelas IV MI Al Hidayah dan menguji kelayakan, kepraktisan, serta efektivitasnya. Penelitian ini… ni menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas IV MI Al Hidayah Banjarsari. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli media dan materi, angket respon peserta didik, dan tes pemahaman konsep. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) media Busy Book yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan validasi ahli media (97,2% dan 91,6%) dan ahli materi (94,4%); (2) media sangat praktis berdasarkan respon peserta didik sebesar 95,8%; dan (3) media efektif digunakan dalam pembelajaran dengan rata-rata pemahaman konsep peserta didik 96,79% dan ketuntasan belajar klasikal 80%. Media Busy Book layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran IPS materi kegiatan ekonomi di sekolah dasar karena mampu menjembatani konsep abstrak menjadi konkret melalui aktivitas manipulatif, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran tematik yang berpusat pada peserta didik.

Pengembangan Pemahaman Konsep Bangun Ruang melalui Jaring-Jaring Kubus dan Balok

Nailah Zahiyyah, Safrida Napitupulu, Isnan Nisa Nasution, Nurmairina, Hizmi Wardani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman konsep bangun ruang melalui pembuatan jaring-jaring kubus dan balok dalam proses pembelajaran. Pembelajaran bangun ruang pada mahasiswa PGSD membutuhkan cara yang dapat… pat membantu mereka memahami bentuk secara lebih nyata dan mudah dibayangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang bersumber dari kajian literatur serta pengalaman pembelajaran di kelas. Pembuatan jaring-jaring kubus dan balok digunakan sebagai kegiatan belajar yang membantu mahasiswa memahami hubungan antara sisi, rusuk, dan titik sudut dengan lebih runtut. Melalui aktivitas ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bangun ruang secara teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana bentuk tiga dimensi dapat dibentangkan menjadi dua dimensi. Pembahasan dalam artikel ini menunjukkan bahwa penggunaan jaring-jaring sebagai media pembelajaran dapat membantu memperkuat pemahaman konsep, membuat mahasiswa lebih aktif saat belajar, serta menjadikan proses pembelajaran geometri terasa lebih bermakna. Dengan demikian, pembuatan jaring-jaring kubus dan balok dapat menjadi salah satu alternatif cara mengajar yang efektif untuk memperdalam penguasaan materi bangun ruang pada mahasiswa PGSD.

Analisis Konseptual Pembelajaran Geometri Bangun Datar Melalui Pendekatan Etnomatematika di Sekolah Dasar

Dinda Agustina Nasution, Safrida Napitupulu, Dinda Yarshal, Isnan Nisa Nasution, Sutarini
Abstract: Pembelajaran geometri bangun datar pada jenjang sekolah dasar berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir spasial, visualisasi, dan pemahaman struktur matematis siswa. Dalam praktiknya, penyampaian materi masih sering… ering berfokus pada penerapan rumus dan prosedur perhitungan sehingga siswa kurang memperoleh pemahaman terhadap makna konseptual dari setiap bentuk geometri. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah etnomatematika, yaitu pendekatan yang memanfaatkan unsur budaya sebagai konteks dalam menjelaskan konsep matematika formal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis konseptual terhadap pembelajaran geometri bangun datar melalui pendekatan etnomatematika di sekolah dasar. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional yang relevan dengan tema kajian. Analisis difokuskan pada landasan teoretis, bentuk implementasi pembelajaran berbasis budaya, serta tantangan yang muncul dalam penerapannya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berbagai artefak budaya, seperti struktur bangunan tradisional, kerajinan anyaman, motif tekstil daerah, dan permainan tradisional, memiliki keterkaitan dengan konsep bangun datar dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman konseptual siswa. Meskipun demikian, keberhasilan penerapan pendekatan ini bergantung pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang sistematis dan kontekstual.

Edukasi dan Simulasi TKA Bagi Siswa Asli Papua Kelas XII

Ika Trisni Simangunsong, Prima Lestari Situmorang, Desmina Kristiani Hutabarat, Erwin Pandapotan Silalahi, Hermanto Tinambunan
Abstract: Peningkatan sumber daya manusia, salah satunya melalui pendidikan. Terselenggaranya TKA sejak 2025 menjadi catatan penting bagi pihak-pihak terkait, untuk mengoptimalkan serta mendukung siswa dalam pemecahan masalah soal.… . Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu, simulasi (try-out). Penyelenggaraan simulasi secara akbar di Merauke, cukup minim. Pengabdian ini mengimplementasikan hal tersebut dalam tahapan edukasi dan simulasi. Sasarannya yaitu siswa asli papua, dan siswa umum di tingkat SMA-SMK kota Merauke. Tujuan utama kegiatan ini, siswa mengetahui potret kondisi ujian, dan memahami ukuran kesiapan masing-masing. Kegiatan di selenggarakan di SMA Negeri 1 Merauke, 25 Oktober 2025, jumlah kehadiran siswa lebih dari 400 siswa asli papua.

Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Kewajiban Zakat Fitrah Di Kelurahan Medan Tenggara

Rambe, Afrianda, Hawani Harahap, Intan, Husain Arosyid, Muhammad, Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kewajiban zakat fitrah di Kelurahan Medan Tenggara. Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan… an untuk menunaikannya menjelang Hari Raya Idulfitri. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap hukum, syarat, waktu pelaksanaan, serta tujuan zakat fitrah menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah tersebut secara benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan wawancara kepada masyarakat yang berprofesi sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Medan Tenggara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat pengetahuan responden terkait zakat fitrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memahami kewajiban zakat fitrah secara umum, namun masih terdapat beberapa aspek yang belum dipahami secara optimal, terutama mengenai ketentuan nisab, waktu wajib pembayaran, dan golongan penerima zakat. Faktor pendidikan, usia, serta akses terhadap informasi keagamaan turut memengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan sosialisasi mengenai zakat fitrah melalui lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan media informasi agar pemahaman masyarakat menjadi lebih baik dan pelaksanaan zakat fitrah dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN DATA DIGITAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BANK DATA MENGGUNAKAN GOOGLE DRIVE BAGI KELOMPOK PKK RW 01 CIBUBUR

Aloysius Rangga Aditya Nalendra, Agus Priadi
Abstract: Perkembangan teknologi digital menuntut organisasi masyarakat untuk mengelola data dan informasi secara lebih efektif dan efisien. Namun, pengelolaan data pada PKK RW 01 Cibubur masih dilakukan secara manual sehingga menimbulkan… imbulkan berbagai permasalahan, seperti kesulitan pencarian data, risiko kehilangan dokumen, duplikasi arsip, dan kurang efektifnya proses penyusunan laporan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota PKK dalam mengelola data digital melalui pelatihan pembuatan bank data berbasis Google Drive. Kegiatan melibatkan 20 anggota PKK RW 01 Cibubur denga metode pendidikan masyarakat, pelatihan, konsultasi, dan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman tentang manajemen data digital meningkat dari 34% menjadi 93%, kemampuan membuat struktur folder dan bank data digital meningkat dari 21% menjadi 93%, kemampuan mengunggah dan mengelola dokumen meningkat dari 21% menjadi 93%, serta kemampuan mengatur hak akses dan berbagi dokumen meningkat dari 18% menjadi 90%. Selain itu, kegiatan ini berhasil menghasilkan satu sistem bank data digital terpusat yang terdiri atas enam kategori arsip utama. Tingkat kepuasan peserta mencapai 93%, menunjukkan bahwa pelatihan sesuai dengan kebutuhan mitra dan efektif dalam meningkatkan literasi digital serta kualitas tata kelola organisasi.

Manajemen Wakaf Masjid Berbasis Profesionalisme Nadzir: Studi Kualitatif di Masjid Jamik Medan

Aulia, Rizka, Winata, Hendi, Hikmah Pasaribu, Nurul, Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Wakaf memiliki potensi strategis yang besar bagi kesejahteraan umat, namun realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan akibat pengelolaan yang masih tradisional dan konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji… aji manajemen wakaf masjid berbasis profesionalisme nadzir di Masjid Jamik Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data utama berupa wawancara mendalam, dipadukan dengan observasi langsung serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen wakaf di Masjid Jamik Medan saat ini berada dalam fase transisi dari pola konvensional menuju tata kelola modern yang lebih akuntabel. Secara struktural organisasi nadzir sudah terbentuk secara formal, namun implementasi fungsi manajemen ilmiah seperti perencanaan strategis yang terdokumentasi dan sistem akuntansi yang terstandar belum diterapkan secara menyeluruh. Profesionalisme nadzir masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi teknis, kurangnya pemahaman mendalam terhadap regulasi perwakafan nasional (UU No. 41 Tahun 2004), serta keterbatasan waktu akibat status kerja sukarela dan paruh waktu. Meski demikian, terdapat kesadaran yang kuat mengenai tuntutan transparansi dan digitalisasi, serta dimulainya inisiasi pemanfaatan aset secara produktif melalui kerja sama usaha lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas nadzir melalui pelatihan manajerial, pendampingan regulasi, dan penguatan kelembagaan menjadi kebutuhan mutlak untuk mengintegrasikan karakter moral dengan keahlian teknis modern secara berkelanjutan.

Peningkatan Keterampilan Teknologi Informasi Siswa SMA melalui Pelatihan Sistem Informasi Berbasis Web di SMAN 2 Bone

Karanita, Nursakti, Ghina Raodatul Jannah, Alfhiandi Saputra
Abstract: Kemajuan teknologi informasi menuntut siswa jenjang SMA untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengelola teknologi secara optimal. Namun, di SMAN 2 Bone masih ditemukan kesenjangan keterampilan siswa dalam… mengoperasikan sistem informasi berbasis web, ditambah dengan pengelolaan data akademik yang saat ini masih dilakukan secara manual. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknologi informasi siswa melalui pelatihan praktis dalam pembuatan dan pengelolaan aplikasi web sederhana. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Active Learning (pembelajaran aktif), di mana siswa terlibat langsung dalam praktikum pembuatan aplikasi untuk memecahkan masalah nyata di sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan teknis siswa dalam penguasaan HTML, CSS, JavaScript, dan sistem manajemen basis data MySQL. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan sistem informasi akademik berbasis web (SIAK-SMAN 2 BONE) yang berfungsi memfasilitasi pengelolaan data nilai, absensi, dan pengumuman secara digital bagi siswa, guru, dan admin. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa serta mentransformasi sistem administrasi sekolah menjadi lebih efisien, cepat, dan akurat.

PENYULUHAN TENTANG MENSTRUASI DAN PENANGANANNYA PADA SISWI SMPN 1 BADAR KECAMATAN BADAR KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2026

Rohani, Devi Susanti, Herlitawati
Abstract: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman serta sikap remaja putri mengenai menstruasi dan penanganannya di SMPN 1 Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh… h terbatasnya akses informasi kesehatan reproduksi yang benar serta masih kuatnya kepercayaan terhadap mitos menstruasi di kalangan siswi. Pendekatan yang digunakan adalah Problem Based Learning dengan model tutorial seven jump yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk melihat perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah dan sikap yang kurang tepat, sedangkan setelah kegiatan terjadi peningkatan yang cukup signifikan, meskipun masih terdapat sebagian kecil peserta yang belum mengalami perubahan optimal akibat faktor individu dan lingkungan.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI PROGRAM BIMBINGAN MEMBACA PADA SISWA SDN BANASARE 1

Nur Azizah, Bella Helliyana Febria, Wirdatul Hasanah, Moh. Yanto, Ach. Kanzil Fikri Hadi, Faishal Akbar
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar melalui program bimbingan membaca. Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa dalam menunjang… nunjang keberhasilan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bimbingan membaca mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali huruf, suku kata, dan kalimat sederhana. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam memahami isi bacaan. Dengan demikian, program bimbingan membaca dapat dijadikan sebagai alternatif solusi dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar.