Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi (kompetensi intelektual dan fisik) baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten…
n Lampung Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang telah menerima pelayanan dari para pegawai kantor Kelurahan Karang Anyar yang berjumlah 105 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 83 orang. Alat analisis data yang digunakan untuk menguji kuesioner adalah uji validitas reliabilitas serta normalitas, sedangkan untuk menguji sampel menggunakan uji hipotesis dan koefisien determinasi. Hasil uji simultan menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan nilai F tabel, yaitu 88,427 > 3,11 sehingga variabel kompetensi intelektual dan fisik secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Hasil uji parsial untuk variabel kompetensi intelektual adalah sebesar 5,127 dan variabel kompetensi fisik sebesar 3,656 keduanya lebih besar dibandingkan dengan t tabel yaitu 1,990. Hal ini berarti variabel kompetensi intelektual dan fisik memberikan pengaruh sebesar 51,2% dan 36,5% terhadap kinerja pegawai. Besar koefisien determinasi kedua variabel adalah 0,689, hal ini menunjukkan bahwa 68,9% kinerja pegawai dipengaruhi oleh kompetensi intelektual dan fisik sedangkan sisanya 31,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Abstract: Kelompok melati putih yang terletak di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru merupakan salah satu kelompok keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang menjadi bagian dalam pelaksanaan kegiatan Pertemuan Peningkatan…
atan Kemampuan Keluarga (P2K2). Dalam peningkatan kemampuan ini perlu adanya pelatihan keterampilan bagi ibu- ibu kelompok PKH. Namun, terdapat beberapa keterbatasan yang menjadi masalah dalam pengoperasiannya. Yang pertama, keterbatasan sumber daya manusia sebagai pelatih atau tutor dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan pembuatan produk sabun. Yang kedua, Sarana dan prasarana berupa bahan – bahan yang diperlukan dalam membuat produk sabun cuci piring seperti bahan- bahan kimia, air galon, dll dinilai masih kurang. Yang ketiga, masalah kurangnya informasi dan pengetahuan bagaimana menambah pendapatan. Kegiatan pengabdian dimulai dari tahap observasi lapangan, pemaparan materi ekonomi kreatif, pengadaan bahan – bahan pembuatan sabun cuci piring. Hasil dari kegiatan ini anggota kelompok melati putih terlihat antusias dengan mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring serta sangat senang karena adanya bantuan yang telah diberikan. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini juga memenuhi keterampilan softskill ibu – ibu kelompok melati putih dan kiranya bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.
Kata Kunci : pelatihan, ekonomi kreatif, sabun cuci piring
Abstract:Sebelum buku siswa digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas, guru sebaiknya sudah membaca dan melakukan analisis buku terlebih dahulu. Sehingga jika di dalam buku tersebut ditemukan adanya kekeliruan atau ketidaktepatan,…
tepatan, guru dapat mengatasinya dengan melakukan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa pentingnya melakukan analisis buku siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap Buku Guru dan Buku Siswa tema “Selalu Berhemat Energi” (edisi revisi tahun 2016) untuk menganalisis dan mendeskripsi apakah buku yang telah direvisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut sudah sesuai dengan Kurikulum 2013 atau masih perlu diperbaiki. Jenis penelitian analisis konten deskriptif. Dari hasil penelitian buku guru SD kelas IV tema 2 dengan judul selalu berhemat energi. Penulis buku adalah Angi St.Anggari, Dara Retno Wulan dkk. Penelaah buku adalah Widia Pekerti dkk. Penerbit adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Buku terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 pembelajaran. Subtema 1 adalah sumber energi, subtema 2 adalah manfaat energi, dan subtema 3 adalah energi alternatif. Tahun terbit buku 2013 dan buku siswa SD kelas IV tema 2 dengan judul selalu berhemat energi. Penulis buku adalah Angi St.Anggari, Dara Retno Wulan dkk. Penelaah buku adalah Widia Pekerti dkk. Penerbit adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Buku terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 pembelajaran. Subtema 1 adalah sumber energi, subtema 2 adalah manfaat energi, dan subtema 3 adalah energi alternatif. Tahun terbit buku 2013. Kesimpulannya sebagai berikut. Kesesuaian dengan SKL adalah 100%. Kesesuaian dengan KI adalah 100%. Kesesuaian dengan KD adalah 100%. Kesesuaian materi dengan tema adalah 100%. Kecukupan materi ditinjau dari cakupan konsep/materi esensial alokasi waktu adalah 88,9%. Kedalaman materi ditinjau dari Pola pikir keilmuan Karakteristik siswa adalah 100%. Keterpaduan berbagai mata pelajaran adalah 100%. Penerapan Pendekatan Scientific adalah 94,4%. Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa adalah 83,3%. Kolom interaksi antara guru dengan orangtua adalah 100%.
Abstract:Simatorkis merupakan salah satu Kabupatenyang berada di Tapanuli Selatan,kecamatan angkola barat provinsi ,Sumatera Utara .Mata pencarian dari desa si matorkis kebanyakan bertani,berkebun,dan berdagang ,dan kegiatan…
tan sosial yang di lakukan oleh masyarakat simatorkis sangat baik dalam menjaga hubungan sesame masayarakat yaitu dengan cara mengadakan kegiatan yang bersifat sosial didesa,seperti acara kegiatan penyambutan bulan suci romadan ,penyambutan msaulid nabi dan DLL. Pada dasarnya tujuan dari dilaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakatadalah dapat meberikan memberikan ide-ide baru tentang Peran masyarakat dalam memajukan madrasah bagi ibu –ibu supaya mau menyekolahkan anaknya ke madrasah .Target yang ingin dicapai adalah masyarakat menjadi mempunyai pemikiran yang lebih luas lagi karena madrasah itu berfungsi sebagai mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai ajaran agamanya atau menjadi ahli ilmu agama.. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pemberian pemikiran dan diskusi mengenai bahwa pentingnya sebbuah sekolah madrasah .Sedangkan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat pada semester genap2021/2022. Hasil dan Luaran yang ditargetkan oleh pengabdian adalah denganadanya pelatihantukar fikiran masyarakat.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pengenalan model pembelajaran untuk materi matematika perkalian bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar. Tujuan dari penggunaan metode pembelajaran ini adalah untuk membantu…
ntu Peserta didik memahami dan meningkatkan prestasi peserta didik pada materi matematika perkalian dengan menggunakan matode gasing dan membuat Peserta didik lebih partisipatif dalam pembelajaran. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Peserta didik sekolah dasar negeri 100206 Pintu Padang kelas V yang berjumlah 30 Peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan model Quantum Teaching, yakni guru dan siswa melakukan pembelajaran dengan cara bermain sambil belajar. Metode yang digunakan dalam penyampaian pembelajaran adalah dengan metode Gasing, yaitu dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ini, Pengajar menyampaikan sekilas tentang materi perkalian. Selain untuk mereview kembali ingatan Peserta didik, hal ini juga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan Peserta didik pada materi ini. Metode Gasing yaitu pelibatan Peserta didik dalam , dimulai dari membangun pertanyaan yang mengarahkan Peserta didik mendefinisikan sendiri konsep pangkat dua, melibatkan Peserta didik secara aktif dalam pengoperasian media pembelajaran, hingga menilai sendiri jawaban Peserta didik dalam pemberian soal dan menyimpulkan hasil pembelajaran Peserta didik. Manfaat yang dapat diperoleh oleh peserta didik dari kegiatan PKM ini antara lain dapat menciptakan suasana belajar yang berbeda, karena biasanya pembelajaran matematika di sekolah dasar disampaikan dengan ceramah saja, sementara pada pembelajaran ini digunakan media pembelajaran yang mendukung Peserta didik untuk menyentuh, merasakan sendiri dan mencari solusi secara mandiri. Proses pembelajaran yang melibatkan Peserta didik secara langsung dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Peserta didik dan secara otomatis hasil belajar Peserta didik juga akan meningkat.
Abstract:Academic achievement is a measure of students' learning outcomes, encompassing aspects of knowledge and skills. Academic performance serves as a crucial indicator in evaluating students' learning progress. MAS Al-Wasliyah…
h Petatal is committed to providing quality education but still faces limitations in applying technology to evaluate student learning. The current evaluation process relies on teachers' subjective assessments, which restricts the information about students' progress. Therefore, the implementation of machine learning is proposed as a solution to enhance objectivity in student learning evaluation through more effective data processing. The method used is the K-Means Clustering algorithm, which can group or classify data based on specific patterns. This study aims to evaluate the extent to which machine learning can process student learning evaluation data through the analysis results obtained from the clustering process, which are then used as benchmarks to improve the evaluation system and provide feedback for students needing improvement in their academic performance. The data used comprises students' grades from the odd semester of the 2024/2025 academic year, with a total of 210 data points. The clustering results produced three clusters: the "good" cluster with 60 students, the "average" cluster with 99 students, and the "low" cluster with 51 students.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efektivitas pemasaran digital UMKM Pasar Bengkel yang memproduksi ceker ayam siap konsumsi melalui pemanfaatan fitur TikTok Live. Permasalahan yang dihadapi…
i mitra meliputi sistem pemasaran yang masih konvensional, rendahnya jangkauan promosi, terbatasnya interaksi dengan konsumen, serta penurunan penjualan akibat perubahan pola pasar. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi selama 30 hari yang dibagi menjadi enam periode. Evaluasi dilakukan menggunakan analisis Growth Rate, Sales Growth Ratio (SGR), dan Conversion Rate (CR). Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata jumlah penonton TikTok Live meningkat dari 18 menjadi 166 orang atau sebesar 822,2%. Jumlah transaksi meningkat dari 4 menjadi 28 transaksi (600,0%), sedangkan omzet meningkat dari Rp520.000 menjadi Rp3.960.000 (661,5%). Nilai SGR menunjukkan penjualan meningkat 3 kali lipat, transaksi 7 kali lipat, dan omzet 7,62 kali lipat, sedangkan CR mencapai 16,87% yang termasuk kategori sangat baik. Hasil tersebut membuktikan bahwa TikTok Live efektif memperluas jangkauan promosi, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta mendorong peningkatan penjualan dan pendapatan UMKM secara berkelanjutan.
Abstract:Infeksi yang berkaitan dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) ialah permasalahan kesehatan yang bersifat global, termasuk di Indonesia yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,74%. Kondisi tersebut menegaskan bahwasannya…
wasannya pelaksanaan upaya pencegahan serta pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya melalui penerapan penggunaan masker secara tepat serta benar sesuai prosedur. Sementara itu, kegiatan pengabdian ini dimaksudkan guna meningkatkan kesadaran serta pengetahuan pengunjung terkait penggunaan masker yang benar, sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap penularan infeksi nosokomial di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026, dengan sasaran pasien serta keluarga atau pendamping pasien di Instalasi Rawat Jalan, sehingga didapatkan sebanyak 60 pengunjung. Pada studi ini metode yang dipakai ialah edukasi kesehatan secara langsung (tatap muka) dengan media leaflet. Dari hasil Hasil pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai P-Valeu=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hal tersebut, mengindikasikan bahwasannya sehinga ada perbedaan pengetahuansignifikan sebelum serta sesudah edukasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen organisasi digital terhadap kinerja pelayanan publik pada pemerintah daerah di Indonesia. Transformasi digital dalam sektor publik menjadi salah satu strategi…
i pemerintah untuk meningkatkan efektivitas organisasi, efisiensi birokrasi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, implementasi manajemen organisasi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN), kesiapan infrastruktur teknologi informasi, serta budaya organisasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah aparatur sipil negara pada beberapa organisasi perangkat daerah, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 120 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata setiap indikator untuk menggambarkan tingkat penerapan manajemen organisasi digital dan kinerja pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen organisasi digital berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 4,12, sedangkan kinerja pelayanan publik memperoleh nilai rata-rata 4,17 yang juga berada pada kategori baik. Indikator kepemimpinan digital memperoleh nilai tertinggi, sedangkan kompetensi digital ASN menjadi indikator dengan nilai terendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin baik penerapan manajemen organisasi digital, semakin tinggi pula kualitas kinerja pelayanan publik. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat kompetensi digital ASN, meningkatkan infrastruktur teknologi informasi, mengembangkan inovasi pelayanan berbasis digital, serta membangun budaya organisasi yang adaptif guna mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelestarian nilai keramat Kanemoton pada masyarakat adat Suku Wambon di Kampung Tinggam, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Kanemoton merupakan warisan…
isan budaya yang memiliki makna sakral sebagai pedoman kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, leluhur, alam, dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat adat Suku Wambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Kanemoton masih dilakukan melalui pewarisan nilai secara lisan, pelaksanaan ritual adat, penghormatan terhadap kawasan keramat, penerapan hukum adat, serta pembinaan oleh tokoh adat kepada generasi muda. Tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penyelesai konflik adat. Namun demikian, pelestarian Kanemoton menghadapi berbagai tantangan berupa modernisasi, globalisasi, masuknya budaya luar, berkurangnya regenerasi pemangku adat, serta minimnya dokumentasi budaya. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya menjadi peluang untuk menjaga keberlangsungan nilai Kanemoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Kanemoton memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan adat agar nilai budaya tersebut tetap lestari sebagai identitas masyarakat Suku Wambon di tengah dinamika perubahan sosial