Abstract:The purpose of this study was to find out how MAN 1 Banjarmasin implements character education in learning, and to determine the factors that influence character education in MAN 1 Banjarmasin learning. This research is…
descriptive and qualitative research. The object of this research amounted to 6 people, including the head of the madrasa, waka of the course, several teachers, and several students. Using data collection techniques from interviews, observation, and recording. The results of the research of MAN 1 Banjarmasin on the implementation of character education in learning include learning planning and learning implementation. At the lesson plan stage, the teacher includes various characters in the lesson plan to be applied in learning. At the implementation stage of learning, the teacher internalizes character values in the initial, core, and final activities aimed at developing student character. There is a kind of stimulus or interactive stimulus in the learning process, its function is to instill personality in the learning process. In the implementation stage of learning, teachers also use various methods to shape students' character, namely exploring children's knowledge and skills through lectures, discussions, demonstrations, and questions and answers, and they use scientific methods to make the learning process more focused on student activities. student character formation. Only then can the implementation of character education in language learning be carried out properly. There are two factors that influence the implementation of character education learning at MAN 1 Banjarmasin, namely supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors include activities carried out in religious schools to support the successful formation of student character and school environmental conditions. Inhibiting factors include the time of learning implementation, students or students from different backgrounds, and lesson plans.
Abstract:Evaluasi kinerja pegawai honorer di instansi publik seringkali bergantung pada penilaian linguistik yang subjektif, sehingga memicu bias penilai dan keterbatasan akuntabilitas. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian…
n ini mengusulkan model hibrida Fuzzy-Weighted Product. Logika Fuzzy diterapkan untuk mentransformasikan istilah linguistik menjadi Triangular Fuzzy Numbers (TFN) dan skor tegas (crisp), sementara metode Weighted Product digunakan untuk mengagregasikan skor tersebut berdasarkan bobot multi-kriteria. Model ini dievaluasi melalui studi kasus yang melibatkan sepuluh pegawai honorer berdasarkan lima kriteria: disiplin, tanggung jawab, kualitas kerja, kerja sama, dan inisiatif. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model hibrida ini berhasil meminimalkan subjektivitas penilai dan menghasilkan perengkingan yang dapat direproduksi secara matematis. Analisis sensitivitas mengonfirmasi stabilitas hasil peringkat akhir, sehingga model Hibrida Fuzzy Weighted Product yang diusulkan ini sangat sesuai untuk digunakan sebagai kerangka kerja utama dalam sistem pendukung keputusan untuk penilaian kinerja di sektor publik.
Performance evaluation of honorary employees in public institutions often relies on subjective linguistic assessments, leading to evaluator bias and limited accountability. To address this, this paper proposes a Hybrid Fuzzy-Weighted Product (Fuzzy-Weighted Product) model. Fuzzy Logic is adopted to transform linguistic terms into Triangular Fuzzy Numbers (TFN) and crisp scores, while the Weighted Product method aggregates these scores based on multi-criteria weights. The model was evaluated using a case study of ten honorary employees across five criteria: discipline, responsibility, work quality, cooperation, and initiative. The experimental results demonstrate that the hybrid model successfully minimizes evaluator subjectivity and delivers mathematically reproducible rankings. A sensitivity analysis confirms the stability of the final rankings, making the proposed Hybrid Fuzzy–Weighted Product model highly suitable as a core framework for decision-support systems in public sector performance appraisal.
Abstract:This study aims to determine the role of mothers as agents of masculinity enculturation for Nias ethnic boys. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach, data collected through participatory observation,…
vation, in-depth interviews, and documentation of Nias ethnic mothers and boys. The results show that the role of mothers as agents of masculinity enculturation in Nias ethnic boys in Tegal Sari Mandala II Village emphasizes the instilling of masculine values through daily care that is appropriate to the context of urban life. Mothers instill the value of courage by accustoming children to dare to speak, appear, and defend the truth, while building strength through emotional control and assertiveness to be able to face pressure, develop resilience through independence, discipline, and adaptability, and teach leadership through responsibility, decision-making, and the application of traditional leadership values such as si'ulu and si'ila. The main challenges faced by mothers include the stubbornness of children, the limited role without a husband figure for single parents, and the negative influence of social media and diverse urban environments. Mothers make various efforts to overcome these obstacles by implementing a firm but loving parenting style, providing motivation when children experience failure, and involving other male family members such as uncles or church members to provide advice. The implementation of traditional Nias ethnic masculinity values is still attempted through oral narratives, the use of digital technology to demonstrate the Fahombo (Stone Jumping) tradition, and the involvement of boys to attend and witness various Nias ethnic traditions in urban areas to maintain their ethnic identity amidst modernity
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Raya dalam memahami dan mengimplementasikan teknologi Cloud Computing berbasis Docker.…
r. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep cloud, rendahnya keterampilan praktis dalam penggunaan teknologi containerization, serta belum tersedianya modul pembelajaran yang aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung penggunaan Docker Desktop dan Docker CLI. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep Cloud Computing, prinsip containerization, instalasi Docker, serta pembuatan container aplikasi web sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan penilaian ketercapaian kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta mampu memahami konsep dasar Cloud Computing dan menjalankan container aplikasi sederhana menggunakan Docker. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul pembelajaran berbasis Docker yang dapat digunakan sebagai panduan pengajaran di sekolah. Dengan demikian, kegiatan bimtek ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas guru SMK dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi dan tuntutan dunia industri.
Abstract:Teknologi (Internet of Things) IoT dalam kehidupan sehari-hari semakin menjadi sorotan karena besarnya potensi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi…
di kalangan siswa SMKN 4 Payakumbuh, terkusus dalam menghadapi era digital dan Revolusi Industri 4.0. Melalui kegiatan ini siswa dikenalkan dengan konsep IoT, manfaat IoT dan juga penerapan IoT dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi dilakukan melalui presentasi interaktif, demonstrasi perangkat berbasi IoT, dan diskusi terbuka sehingga siswa dapat memahami teknologi secara langsung dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukan bahwa sebagian besar peserta memiliki minat yang tinggi untuk mempelajari IoT lebih lanjut dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang cara kerja serta potensi pengaplikasiannya. Sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong semangat inovasi dan kesiapan siswa dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi IoT di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Abstract:Perkembangan teknologi digital menuntut peserta didik untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas serta jiwa wirausaha yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Siswa Madrasah Aliyah sebagai generasi…
asi muda perlu dibekali keterampilan praktis yang dapat mendukung kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kreativitas dan menumbuhkan jiwa wirausaha siswa Madrasah Aliyah Al Washliyah Kisaran melalui pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan pembuatan produk desain seperti poster promosi, konten media sosial, dan desain kemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep desain visual, kemampuan menghasilkan karya kreatif berbasis digital, serta munculnya minat untuk memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi digital siswa, tetapi juga menanamkan pola pikir kreatif, inovatif, dan berorientasi pada peluang, sehingga mendukung pembentukan karakter wirausaha sejak dini.
Abstract:Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kebutuhan akan keterampilan teknologi yang relevan di dunia kerja. Salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan adalah…
pengembangan aplikasi mobile. Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan teknologi mobile menggunakan Flutter, yang ditujukan untuk memberdayakan siswa SMK Swasta Amal Bakti. Flutter dipilih karena kemampuannya sebagai framework pengembangan aplikasi lintas platform yang efisien dan ramah pemula. Pelatihan ini dirancang untuk mengenalkan dasar-dasar Flutter, seperti instalasi, pembuatan antarmuka sederhana, hingga simulasi aplikasi dasar. Metode pelatihan meliputi pemaparan teori, demonstrasi praktik, dan pendampingan langsung kepada siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap pengembangan aplikasi mobile, dengan 85% peserta mampu menyelesaikan tugas praktik secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menyiapkan siswa SMK Swasta Amal Bakti untuk bersaing di dunia kerja, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi generasi muda di era digital. Selain itu, pelatihan ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan Flutter untuk proyek-proyek inovatif di lingkungan sekolah.
Abstract:Teknologi informasi dan komunikasi telah memengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi…
ogi ini. Saat ini penerapan teknologi sudah mulai pesat, tidak ada satupun kegiatan yang tidak melibatkan penggunaan komputer. Salah satu software gratis yang dapat digunakan untuk manajemen referensi pada penulisan karya ilmiah atau tugas akhir. Pelatihan manajemen referensi merupakan kebutuhan penting bagi mahamahasiswa, khususnya dalam mendukung penyusunan karya ilmiah yang terstruktur dan terorganisir. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan manajemen referensi bagi mahamahasiswa organisasi Al-Makki Universitas Al-Azhar, Mesir. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan perangkat lunak manajemen referensi, seperti Mendeley dan Zotero, yang memungkinkan mahamahasiswa untuk menyimpan, mengelola, serta menyusun daftar pustaka secara efisien. Metode pelatihan meliputi pembekalan teoretis, demonstrasi, dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami cara mengintegrasikan aplikasi manajemen referensi dalam penulisan ilmiah mereka. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola referensi secara otomatis, mengurangi kesalahan pengutipan, serta meningkatkan produktivitas dalam penulisan karya ilmiah. Program ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya akademik yang lebih profesional di kalangan mahamahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Dari 40 peserta baik secara offline maupun online yang mengikuti kegiatan ini, sebanyak 83% berhasil memahami penggunaan aplikasi Mendeley, sementara sisanya (17%) masih mengalami kesulitan, terutama karena keterbatasan, seperti tidak memiliki laptop. Berdasarkan hasil tersebut, aktivitas ini dinilai berhasil mencapai tujuan yang diharapkan dalam program pengabdian kemitraan masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi pelatihan penggunaan website informasi bagi tenaga pendidik di Brainfor Islamic School. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis…
dalam memanfaatkan website sebagai alat efektif dalam mendukung pembelajaran dan pengelolaan informasi di sekolah. Metode pelatihan meliputi penyampaian teori, demonstrasi praktis, dan sesi interaktif di mana peserta dapat berlatih langsung. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas pelatihan berdasarkan peningkatan pemahaman dan penerapan praktik menggunakan website informasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang manfaat dan potensi website dalam konteks pendidikan Islam di Brainfor Islamic School. Diharapkan bahwa pelatihan ini akan membawa perubahan positif dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi, kualitas pembelajaran, dan interaksi antara stakeholder di Brainfor Islamic School. Kesimpulannya, pelatihan penggunaan website informasi membuktikan efektif dalam meningkatkan penggunaan teknologi informasi di lingkungan pendidikan Islam.
Abstract:Salah satu sumber utama pendapatan masyarakat Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh adalah beternak ayam pedaging. Nilai jual yang fluktuatif dari distributor menyebabkan ketidakstabilan pendapatan masyarakat. Hilirisasi…
ilirisasi daging ayam menjadi produk olahan pangan sehat dan bergizi merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha kuliner yang dapat menyerap tenaga kerja. Pelatihan teknologi pengolahan produk pangan berbahan baku daging ayam bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Koto Tangah Simalanggang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan melahirkan jiwa wirausaha di bidang kuliner produk olahan daging ayam. Metode pelatihan dilakukan melalui 3 tahapan yaitu persiapan kegiatan, diskusi dan demonstrasi, evaluasi dan pembimbingan yang berlangsung selama 10 pertemuan. Kegiatan pelatihan dilakukan di Kantor Wali Nagari Koto Tangah Simalanggang. Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa KWT Koto Tangah Simalanggang telah memiliki keterampilan hilirisasi produk pangan berbasis daging ayam dan mampu menerapkan teknologi pengolahan pangan dalam pengolahan abon, bakso dan nugget ayam. KWT juga telah memiliki rencana membuka usaha kuliner di bidang produk olahan ayam pedaging guna meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja.