Abstract:The aim of this study is to assess whether the application of the three-step interview method affects the ability to write observation report texts among 10th-grade students at Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Binjai…
Serbangan. This research is an experimental study using a posttest-only design. The population consists of three 10th-grade classes, with two classes selected as samples: X IPA 1 and X Agama, chosen randomly using simple random sampling. The X Agama class was taught using the three-step interview method, while the X IPA 1 class served as the control group with conventional teaching methods. After the completion of the instruction, the post-test results showed an average score of 87.5 for the experimental class and 61.29 for the control class. The t-test results revealed a Thitung value of 79.15, exceeding the Ttabel value of 2.00, which means the null hypothesis (H0) can be rejected and the alternative hypothesis (Ha) accepted. This indicates that the three-step interview method has a significant effect on the ability to write observation report texts among 10th-grade students at Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Binjai Serbangan.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) terhadap hasil belajar matematika siswa pada topik perbandingan di Sekolah Dasar Swasta AlWashliyah 80 Kisaran. Metode penelitian…
nelitian yang digunakan Adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang dipilih adalah pengambilan sampel klaster, yang melibatkan siswa dari kelas VI B dan VI C sebagai subjek penelitian.Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji-T untuk pengujian hipotesis. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data dari kedua kelas tersebut berdistribusi normal, dengan nilai signifikansi sebesar 0,052 untuk kelas eksperimen dan 0,693 untuk kelas kontrol; kedua nilai tersebut melebihi 0,05. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai Sig. (dua sisi) sebesar 0,000 < 0,05; oleh karena itu, H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam prestasi belajar matematika antara siswa yang menggunakan model PBL dan mereka yang belajar secara konvensional. Oleh karena itu, model Pembelajaran Berbasis Masalah telah terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.
This study was conducted to examine the impact of implementing the Problem-Based Learning (PBL) on students’ mathematics learning outcomes in the topic of ratios at AlWashliyah Private Elementary School 80 Kisaran. The research method used was an experiment with a quantitative approach. The sampling technique selected was cluster sampling, involving students from classes VI B and VI C as research subjects. The data analysis techniques used included the Shapiro-Wilk normality test and the t-test for hypothesis testing. The results of the normality test indicated that the data from both classes were normally distributed, with significance values of 0.052 for the experimental class and 0.693 for the control class; both values exceeded 0.05. The results of the hypothesis testing showed a Sig. (two-tailed) value of 0.000 < 0.05; therefore, H₀ was rejected and H₁ was accepted. This proves that there is a significant difference in mathematics achievement between students who used the PBL model and those who learned conventionally. Therefore, the Problem-Based Learning model has been proven effective in improving students’ mathematics achievement.
Abstract:Abstract: Student satisfaction with teacher performance plays a crucial role in improving the quality of education. Teacher performance evaluation is necessary to understand how well teaching meets student expectations.…
This study evaluates student satisfaction with teacher performance at MAS Alwashliyah Petatal using the COmplex PRoportional ASsessment (COPRAS) method, which effectively handles multi-criteria comparisons objectively. Data were collected through questionnaires completed by 66 out of 209 students (31.58% response rate), assessing 16 teachers based on four competency aspects: pedagogical, personality, social, and professional, with 12 sub-criteria. Despite the low participation rate, the data remained representative based on response distribution analysis. The results indicate that the COPRAS method accurately ranks teacher performance, with teacher Lia Novia, S.Pd achieving the highest satisfaction score (100%). These findings can be integrated into school policies, such as annual teacher evaluations and teacher development programs. The implementation of this evaluation system can also serve as a basis for designing teacher training that better aligns with student needs. Thus, the COPRAS method not only helps schools assess teacher performance more objectively but also supports more effective decision-making to enhance teaching quality and overall student satisfaction.
Keywords: COPRAS; evaluation; decision support system, student satisfaction; teacher performance
Abstrak: Kepuasan siswa terhadap kinerja guru berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Evaluasi kinerja guru diperlukan untuk memahami sejauh mana pengajaran memenuhi harapan siswa. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja guru di MAS Alwashliyah Petatal menggunakan metode COmplex PRoportional ASsessment (COPRAS), yang mampu menangani perbandingan multi-kriteria secara objektif. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh 66 dari 209 siswa (tingkat respons 31,58%), menilai 16 guru berdasarkan empat aspek kompetensi, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, dengan 12 sub-kriteria. Meskipun partisipasi rendah, data tetap representatif berdasarkan analisis distribusi jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode COPRAS memberikan pemeringkatan kinerja guru secara akurat, di mana guru Lia Novia, S.Pd memperoleh nilai kepuasan tertinggi (100%). Hasil ini dapat diintegrasikan dalam kebijakan sekolah, seperti evaluasi tahunan guru dan program pengembangan tenaga pendidik. Implementasi sistem evaluasi ini juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan pelatihan guru yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, metode COPRAS tidak hanya membantu sekolah dalam menilai kinerja guru secara lebih objektif tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan mutu pengajaran dan kepuasan siswa.
Kata kunci: COPRAS; evaluasi; kepuasan siswa; kinerja guru; sistem pendukung keputusan
Abstract:In the ever-evolving digital era, technological advancements have affected various aspects of life, including data security. Personal data protection has been crucial, especially for students who actively use the internet…
net and they are vulnerable to cyber threats. However, many students at MA Al Washliyah Kisaran are not fully aware of the digital security risks and the importance of their personal information protection. Therefore, an educational activity was conducted to enhance students’ understanding and skills in maintaining digital security. The methods used in this program were socializing and educating about digital threats such as phishing, data breaches, and social media security. This avticity aims to raise awareness and encourage responsible internet usage among students. Through this activity, students are expected to have better understanding of digital threats and the preventive measures needed to protect their personal data.
Keywords: digital security; personal data protection; MA Al washliyah kisaran
Abstrak: Di era digital yang terus berkembang, kemajuan teknologi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk keamanan data. Perlindungan data pribadi menjadi sangat penting, terutama bagi siswa yang aktif menggunakan internet dan mudah terkena ancaman siber. Namun, banyak siswa di MA Al Washliyah Kisaran yang belum sepenuhnya menyadari risiko keamanan digital serta pentingnya melindungi informasi pribadi mereka. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menjaga keamanan digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan edukasi mengenai berbagai ancaman digital seperi phishing, kebocoran data, dan keamanan media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong penggunaan internet secara bijak di kalangan siswa. Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan dapat lebih memahami potensi ancaman digital serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi data pribadi mereka.
Kata kunci: keamanan digital; perlindungan data pribadi; MA Al washliyah kisaran
Abstract:Pengabdian kepada masyarakat (PkM) program kemitraan masyarakat ini dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran sebagai upaya untuk meningkatkan aspek keterampilan berbahasa siswa, agar keterampilan berbahasa…
rbahasa mereka lebih meningkat dengan memanfaatkan aplikasi digital. Tujuan dilakukannya PkM ini adalah untuk menciptakan hasil bahan bacaan yang sesuai dengan usia anak SD dalam bentuk softcopy dengan memanfaatkan aplikasi canva. Metode yang digunakan adalah pengajaran, pendampingan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa siswa SD lebih tertarik belajar membaca, mendengarkan, berbicara dan menulis yang merupakan aspek keterampilan berbahasa berbasis digital.
Abstract:Islam merupakan agama rahmatan lil’alamin, yang tidak hanya bisa dilihat dari aspek ritual maupun teologis semata. Ormas Islam lahir dan didirikan untuk menjawab kebutuhan umat pada bidang keberagamaan. Penelitian ini ingin…
ingin mengetahui peran ormas pada bidang pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ormas Islam didirikan dengan tujuan mulia yaitu menjawab keresahan dan melayani kebutuhan masyarakat pada aspek keberagamaan. Untuk mengeksplor lebih dalam tentang perilaku keberagamaan dalam konteks sosial setidaknya membutuhkan tiga pendekatan, yaitu pendekatan sosial, pendekatan agama, dan pendekatan psikologi. Awal munculnya ormas Islam dapat dikelompokkan pada tiga alasan yaitu: pertama, dakwah Islami; kedua, pendidikan; dan ketiga, pemberdayaan ekonomi umat. Ketiga alasan inilah yang melatarbelakangi pergerakan Islam saat itu, sebab urusan politik diawasi dan dikontrol oleh penjajah Hindia Belanda. Kelahiran organisasi keagamaan Islam diawali dengan adanya Jami’at Al Khair di Jakarta (1905), kemudian Al Irsyad (1911), merupakan ormas keturunan Arab di Indonesia pengembangan dari Jami’at Al Khair, seterusnya muncul Syarikat Dagang Islam (1911), dan berikutnya lahir Muhammadiyah di Yogyakarta (1912), Persatuan Islam (1923) di Bandung, Nahdatul Ulama di Surabaya (1926), Al Jami’atul Washliyah di Medan (1930) serta Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) di Canduang Bukittinggi dan Al Ittihadiyah di Medan (l935).
Abstract:Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan edukasi manajemen jaringan komputer di MA Al-Washliyah Kisaran dalam rangka mempersiapkan siswa menghadapi era digital yang terus berkembang pesat. Permasalahan…
ahan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap dasar-dasar jaringan komputer, konfigurasi perangkat keras, keamanan jaringan, dan troubleshooting. Solusi yang diusulkan meliputi pelatihan praktis dan interaktif yang mencakup pengenalan konsep dasar jaringan, serta penerapan langsung melalui simulasi dan praktik langsung di lapangan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis siswa, memperluas wawasan mereka tentang pentingnya jaringan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja, serta mempersiapkan mereka agar mampu bersaing di era digital. Selain itu, program bertujuan mendukung pengembangan keahlian yang relevan dan mendorong inovasi di bidang teknologi informasi. Target luaran dari kegiatan ini meliputi publikasi jurnal nasional terakreditasi minimal Sinta 6 dan muncul dalam media massa, serta peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep jaringan komputer. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu mengelola dan memanfaatkan jaringan komputer secara efektif dan aman, serta memiliki kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan teknologi di masa depan. Pendekatan sistematis dan evaluasi keberlanjutan menjadi bagian integral dari pelaksanaan program ini.
Abstract:Perkembangan teknologi digital menuntut peserta didik untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas serta jiwa wirausaha yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Siswa Madrasah Aliyah sebagai generasi…
asi muda perlu dibekali keterampilan praktis yang dapat mendukung kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kreativitas dan menumbuhkan jiwa wirausaha siswa Madrasah Aliyah Al Washliyah Kisaran melalui pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan pembuatan produk desain seperti poster promosi, konten media sosial, dan desain kemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep desain visual, kemampuan menghasilkan karya kreatif berbasis digital, serta munculnya minat untuk memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi digital siswa, tetapi juga menanamkan pola pikir kreatif, inovatif, dan berorientasi pada peluang, sehingga mendukung pembentukan karakter wirausaha sejak dini.