Search Articles & Publications

Showing 1134 articles found for "Saran"

Utilization Of The Merdeka Teaching Application With Belajar.Id Account

Iqbal, Muhammad, Afandi, Adi Mas
Abstract: Abstract: SMP Negeri 7 Kisaran is a school with a driving status focused on developing student learning outcomes holistically. Although the COVID-19 pandemic is not over, learning activities must still be carried out. The… e Ministry of Education and Culture issued a breakthrough learning innovation that became its own attraction during the pandemic, namely the belajar.id account that allows one learning account that can access various digital learning flatforms. One of the flatforms supported by belajar.id on this devotion is the Merdeka Mengajar Application. The purpose of this PKM activity is about the use of flatform belajar.id so that it can be optimized as it should be. The result of this devotion gets some shortcomings in the independent teaching application, starting from the class can not be removed and assessments are only obtained from the ministry of education and culture, so that the expectations of teachers in the latest version of some of these features are available and other assessments can vary.       Keywords: account; belajar.id; learning; kemendikbud; media.   Abstrak: SMP Negeri 7 Kisaran merupakan sekolah dengan status penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik. Meski pandemi COVID-19 belum berakhir, Kegiatan pembelajaran harus tetap dilakukan. Kemdikbud mengeluarkan terobosan inovasi belajar yang menjadi daya tarik sendiri disaat pandemi yaitu akun belajar.id yang mengizinkan satu akun pembelajaran yang dapat mengakses berbagai flatform pembelajaran digital. Salah satu flatform yang didukung oleh belajar.id pada pengabdian ini yaitu Aplikasi Merdeka Mengajar. Tujuan dari kegiatan PKM ini tentang pemanfaatan flatform belajar.id agar dapat dioptimalkan sebagaimana mestinya. Hasil dari pengabdian ini mendapatkan beberapa kekurangan pada aplikasi merdeka mengajar, dimulai dari kelas tidak dapat dihapus dan assesmen hanya diperoleh dari kemdikbud, sehingga harapan guru pada versi terbaru beberapa fitur tersebut tersedia dan assesmen lainnya dapat bervariasi. Kata kunci: akun; belajar.id; media; kemendikbud; pembelajaran

Optimalisasi Pengelolaan Media Informasi Di Organisasi Pramuka Man 2 Banyumas

Andhita, Pundra Rengga, Suminar, Ratna, Vianka, Meyra Nanda
Abstract: Abstract: The Scout Movement is one of the major organizations in Indonesia. However, this greatness can fade if young people are not familiar with the scouting movement. This condition is currently being experienced by… the Ambalan Scout Organization of Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas. Although participation is mandatory, the number of those who remain in this organization is decreasing. The scouting movement is considered less popular than others. Based on this, the Ambalan Scouts Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas collaborated with the Communication Studies Program at University of Amikom Purwokerto to optimize the management of their information media (website, social media and wall magazines) through comprehensive training with the group achievement method. A mentoring method that emphasizes efforts to build group productivity by referring to input from group members and the achievement of output targets that were prepared jointly between the Ambalan Scouts Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas and the Communication Studies Program at the University of Amikom Purwokerto. The training, which was held on February 5, 2022, was a success with more than 39 participants. The final result of this activity shows that the participants' cognitive needs regarding media management have begun to be fulfilled, the ability of participants to develop media content and distribute it appropriately, and the formation of members' commitment to maintaining the continuity of media management has begun. However, to achieve even better results, this activity requires continuous training, particularly related to aspects of media technology and media visibility strategies. Keywords: Communication; Madrasah; Media; Organization; Scout             Abstrak: Gerakan pramuka merupakan salah satu organisasi besar di Indonesia. Namun kebesaran tersebut berpotensi pudar jika anak muda mulai tidak mengenal gerakan pramuka. Kondisi inilah yang dialami Organisasi Pramuka Ambalan Sunan Kalijaga dan Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas. Meski keikutsertaannya bersifat wajib namun diisinyalir jumlah yang bertahan di organisasi ini semakin menurun. Gerakan pramuka dinilai kalah populer dibandingkan lainnya. Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya pengelolaan media informasi. Berdasarkan hal tersebut, Pramuka Ambalan Sunan Kalijaga dan Dewi Masitoh MAN 2 Banyumas menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto untuk melakukan optimalisasi pengelolaan media inofrmasinya (website, media sosial dan mading) melalui pelatihan komprehensif dengan metode group achievement. Sebuah metode pendampingan yang menekankan upaya membangun produktivitas kelompok dengan mengacu pada input dari anggota kelompok dan pencapaian target output yang disusun bersama antara mitra dan anggota kelompok. Pelatihan yang diadakan tanggal 5 Februari 2022 ini berjalan sukses dengan diikuti oleh lebih dari 39 peserta. Hasil akhir kegiatan ini memperlihatkan mulai terpenuhinya kebutuhan kognisi peserta mengenai pengelolaan media, terbentuknya kemampuan peserta dalam menyusun konten media serta mendistribusikannya dengan tepat, dan terbentuknya komitmen anggota untuk menjaga kontinuitas pengelolaan medianya. Kata Kunci: Komunikasi; Madrasah; Media; Organisasi; Pramuka

Pengoptimalan Lahan Pekarangan Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Pada Kawasan Rumah Pangan Lestari

Dessyarti, Robby Sandhi, Apriyanti, Apriyanti, Asmike, Metik, Lestari, Novi Dwi, Choirunisa, Risma
Abstract: Abstract: Klangon Village is a hilly area which is located on the slopes of Mount Pan-dan and is in the Madiun Regency area which is one of the partner villages of Universitas PGRI Madiun. Klangon Village has an organization… tion in the field of agriculture, namely the “Karya Putri Tani” farmer group. The organization received funding aimed at the development of a sustainable food housing area (KRPL) but it was not yet optimal and running smoothly. The existence of these problems became the basis for conducting yard optimization activities for food security in the area of sustainable food houses. The methods used in the activities include mentoring and training in the form of demonstrations. Hope in this program can meet the needs, food security, and nutrition of the family which will ultimately improve the welfare of the community. The results achieved in the program are that the target group can implement a sustainable food home area in the form of "Green House Klangon" as an educational tool.       Keywords: optimization; accompaniment; krpl programme Abstrak: Desa Klangon merupakan daerah perbukitan yang letaknya di lereng Gunung Pandan serta berada di wilayah Kabupaten Madiun dimana menjadi salah satu desa mitra Universitas PGRI Madiun. Desa Klangon memiliki organisasi dibidang pertanian yaitu kelompok tani “Karya Putri Tani”. Organisasi tersebut memperoleh pendanaan yang ditujukan untuk pembangunan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) namun belum optimal dan berjalan lancar. Adanya permasalahan tersebut menjadi dasar diadakan kegiatan pengoptimalan lahan pekarangan sebagai upaya ketahanan pangan pada kawasan rumah pangan lestari. Metode yang digunakan dalam kegiatan mencakup pendampingan dan pelatihan berupa demontrasi. Harapan dalam program ini dapat memenuhi kebutuhan, ketahanan pangan dan gizi keluarga yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil yang dicapai dalam program yaitu kelompok sasaran dapat mengimplementasikan kawasan rumah pangan lestari dengan wujud “Green House Klangon” sebagai sarana edukatif. Kata kunci: optimalisasi; pendampingan; program krpl

Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila Menggunakan Media Kolam Terpal

Sjahruddin, Herman, Hasmawati, Hasmawati, Data, Umar, Abu, Mursida, Darman, Darman, Farhan, Muhammad
Abstract: Abstract: The implementation of this PkM was carried out for ± 9 months in several stages, starting with observation and ending with a business feasibility analysis. This activity is held through a partnership program with… ith village-owned enterprises (BUMDes) Borong Pa'la'la and several residents who own ponds.  Tilapia cultivation in this PkM uses tarpaulin pond media (biofloc). The results of the business feasibility analysis provide evidence that there are four cost components (other than land) namely tarpaulin, seeds, fish feed, equipment and electricity costs which in total cost required for the cultivation period for four months, which is Rp. 2,560,000, - / 214 kg. (1500 tails) which are cultivated can generate sales in the range of Rp.26.000,- for each kilogram, thus generating Rp. 5.226.000,- which is obtained from 201 kg x Rp. 26.000,-. The results of tilapia cultivation carried out by villagers, BUMDes and service groups have been proven to provide additional income for residents, amounting to Rp. 2,666,000, - (Rp. 666,500, - / month). This result is relatively small if it is used as an economic support for the villagers, but can be used as an additional income for the residents so that the residents through the results of this PkM are given recommendations only as additional income that is oriented towards utilizing vacant land owned by the villagers Keywords: borong pa'la'la; business feasibility; cultivation; tilapia Abstrak: Pelaksanaan PkM ini di laksanakan selama ± 9 bulan dalam beberapa tahapan,  yang dimulai dengan observasi dan diakhiri dengan analisis kelayakan usaha. Kegiatan ini diselenggarakan melalui program kemitraan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) Borong Pa’la’la dan beberapa  warga pemilik kolam.  Budidaya ikan nila dalam PkM ini menggunakan media kolam terpal (bioflok). Hasil analisis kelayakan usaha memberikan bukti jika terdapat empat komponen biaya (selain lahan) yaitu terpal, bibit, pakan ikan, peralatan dan biaya listrik yang secara keseluruhan biaya yang dbutuhkan untuk masa budidaya selama empat bulan yaitu sebesar Rp.2.560.000,- /  214 kg. (1500 ekor) yang dibudidayakan dapat menghasilkan  penjualan pada kisaran harga Rp.26.000,- untuk setiap kilogramnya, sehingga menghasilkan Rp 5.226.000,- yang diperoleh dari 201 kg x Rp. 26.000,-. Hasil budidaya ikan nila yang dilakukan warga desa, BUMDes dan kelompok pengabdi terbukti dapat memberikan pendapatan tambahan warga, sebesar Rp.2,666.000,- (Rp.666.500,-/bulan). Hasil ini tergolong kecil jika digunakan sebagai penopang ekonomi warga desa, namun dapat digunakan sebagai tambahan pendapatan warga sehingga kepada warga melalui hasil PkM ini diberikan rekomendasi hanya sebagai pendapatan tambahan yang berorientasi untuk memanfaatan lahan kosong yang dimiliki warga desa. Kata kunci: borong pa’la’la; budi daya;  ikan nila; kelayakan usaha

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Di Sdn Kedungpeluk 2 Sidoarjo

Mahliatussikah, Hanik, Puspita Wardani, Ayu Windyawati, Nurcahyanti, Rosa Meilina, Aryani, Dian Fitra
Abstract: Abstract: The Implementation of the campus teaching independent learning program from the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia Batch II provides opportunities for students to add insight and gain… n experience in helping the teaching and learning process in elementary schools. Among the target partners is SDN Kedungluk 2, Candi District, Regency. Based on initial observations and direct interaction with students in classroom learning, it is known that students are less enthusiastic and less motivated in learning, making it difficult for teachers to deliver material. This resulted in the condition of the class being not conducive. That's why the PBL (Project Based Learning) model is applied because this model has proven to be successful in making students enthusiastic and competitive in their learning because it involves more exploration, interpretation, synthesis and information to produce various forms of learning outcomes which apparently get a positive response from students. PBL activities carried out included, among others, compiling a cooperation tree, learning the properties of light, collage of heroes, education about covid-19, providing life skill materials, teaching students to use laptops & Microsoft word. Learning that involves a lot of student activities is proven to make students more enthusiastic in learning. Learning by doing is in line with this PBL learning.   Keywords: Merdeka Belajar; Learning Model; Project Based Learning   Abstrak: Pelaksanaan kampus mengajar program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Angkatan II memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan mendapatkan pengalaman membantu proses belajar mengajar di sekolah dasar. Di antara mitra sasarannya adalah SDN Kedungpeluk 2 Kecamatan Candi Kabupaten. Berdasarkan observasi awal dan interaksi langsung dengan siswa dalam pembelajaran di kelas, diketahui bahwa peserta didik kurang  bersemangat dan kurang termotivasi dalam belajar sehingga menyulitkan guru dalam menyampaikan materi. Hal itu mengakibatkan kondisi kelas menjadi tidak kondusif. Karena itulah model pembelajaran PBL (Project Based Learning) diterapkan karena model ini terbukti berhasil membuta siswa bersemangat dan kompetitif dalam belajarnya karena lebih melibatkan eksplorasi, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar yang terrnyata mendapat respon positif dari peserta didik. Kegiatan PBL yang dilakukan anatara lain, menyusun pohon kerjasama, pembelajaran sifat-sifat cahaya, kolase pahlawan, edukasi tentang covid-19, memberikan materi life skill, mengajarkan siswa menggunakan laptop & microsoft word. Pembelajaran dengan banyak melibatkan aktivitas siswa ini terbukti membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar. Learning by doing menjadi sejalan dengan pembelajaran PBL ini.   Kata kunci: Merdeka Belajar; Model Pembelajaran; Project Based Learning

Memberdayakan Limbah Kantong Plastik Menjadi Nilai Yang Ekonomis Di Madrasah Ibtidaiyah Al Ikhlas Dusun Sidomulyo

Ervinawati, Ervinawati, Siregar, Zulkifli Musannip Efendi, Asnora, Fadzil Hanafi
Abstract: Abstract: The existence of plastic waste has always been a major problem that threatens environmental sustainability. Increased plastic pollution in the soil can cause adverse effects on crops, and affect soil fertility.… Plants are important for the environment and ecosystem so that plastic damages plants in the ecosystem. Community service activities carried out are in the form of training. The methods used in this training are preparing tools and materials, presentation of training materials and product manufacturing techniques, and product manufacturing processes. This plastic waste recycling activity can help create a healthy environment free from plastic waste, promote the recycling movement of plastic waste, make new materials from recycled plastic waste, use recycled materials from plastic waste, implement marketing of materials recycled materials from plastic waste, as well as realizing consumer satisfaction from the use of recycled products from plastic waste. It turns out that plastic waste which is considered useless, worthless and dangerous because it cannot decompose quickly in the environment, can provide benefits and has economic value as well as can reduce the negative impact of using plastic waste. Keywords: plastic flowers; plastic waste recycling; plastic waste.  Abstrak: Keberadaan sampah plastik selalu menjadi masalah utama yang mengancam kelestarian lingkungan hidup. Meningkatnya pencemaran plastik di tanah dapat menyebabkan dampak buruk pada tanaman, dan mempengaruhi kesuburan tanah. Tumbuhan penting bagi lingkungan dan ekosistem sehingga plastik merusak tanaman di ekosistem tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah berupa pelatihan.  Metode yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu menyiapkan alat dan bahan, presentasi materi pelatihan serta teknik pembuatan produk, dan proses pembuatan produk. Kegiatan daur ulang sampah plastik tersebut dapat membantu terwujudnya lingkungan yang sehat bebas dari sampah plastik, menggalakkan gerakan daur ulang dari sampah plastik, membuat bahan-bahan baru dari daur ulang sampah plastik, menggunakan bahan-bahan daur ulang dari sampah plastik, terlaksananya pemasaran bahan-bahan daur ulang dari sampah plastik, serta mewujudkan kepuasan konsumen dari pemanfaatan produk-produk daur ulang dari sampah plastik. Ternyata sampah plastik yang dianggap tidak bermanfaat, tidak berharga dan berbahaya karena tidak dapat terurai secara cepat di lingkungan, dapat memberi manfaat dan bernilai ekonomis serta dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan sampah plastik.  Kata kunci: bunga plastik; daur ulang sampah plastik; limbah plastik.

Upaya Pembentukan Karakter Bangsa Berjiwa Nasionalis Dengan Tayangan Film “Battle Of Surabaya”

Izzalqurny, Tomy Rizky, Purbaningrum, Ajeng, Abdillah, Sayyid Achmad, Sijabat, Tioryta Grasella
Abstract: The character of nationalism is very important to be instilled as an effort to build a strong character in order to fortify the golden milestone of the Indonesian nation (the younger generation) against the negative impacts… cts of globalization. The activity of “Watching with Film Nationalism” was carried out to foster the nationalist and patriotic spirit of the younger generation as a golden milestone for the Indonesian nation. The method used is planning through observation and adjustment of work programs, submission of proposals, pre-implementation, implementation of activities, and evaluation of activities. This activity was carried out in December at one of the elementary schools in the village of MI Miftahul Huda Duwet Krajan with the target activities of students in grades IVb, V, and VI. This activity achieved results in the form of increasing the knowledge of MI Miftahul Huda students to be able to know more about the heroes who contributed to Indonesia, to form a patriotic character, and proud to be part of the Indonesian nation. Keywords: nationalism; patriotism; students   Abstrak: Karakter nasionalisme sangatlah penting untuk ditanamkan sebagai upaya pembentukan karakter yang kuat dalam rangka membentengi tonggak emas bangsa Indonesia (generasi muda) akan dampak negatif dari globalisasi. Kegiatan “Nonton Bareng Film Nasionalisme” dilaksanakan untuk menumbuhkan semangat nasionalis dan patriotis generasi muda sebagai tonggak emas bangsa Indonesia. Metode yang digunakan adalah perencanaan melalui observasi dan penyesuaian program kerja, pengajuan proposal, prapelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan desember di salah satu sekolah dasar desa duwet krajan MI Miftahul Huda dengan sasaran kegiatan siswa kelas IVb, V dan VI. Kegiatan ini mencapai hasil berupa  peningkatan pengetahuan siswa MI Miftahul Huda untuk dapat lebih mengenal tokoh pahlawan yang berjasa di Indonesia, untuk membentuk karakter patriotis dan bangga menjadi bagian dari Bangsa Indonesia. Kata kunci: nasionalisme; patriotisme; siswa

Pelatihan Rebranding Produk Untuk Perluasan Pasar Sangkar Burung Di Kabupaten Jember

Zulianto, Mukhamad, Apriyanto, Bejo
Abstract: Abstract: Brands in SMEs consist of a set of factors, including marketability and market differentiation, brand awareness, relevance, culture, association, and equity. The most important thing to ask yourself when deciding… ng whether this is the right time to change your brand is whether SMEs can leverage any of the factors above to make SME consumers happier. Rebranding is an excellent way to change the target market for SMEs. Sees rebranding as a solution to a new management change or internal problem. Rebranding takes time and effort so that change will happen. Rebranding is carried out for SMEs to stimulate growth, expand, increase profits, strengthen their workforce, and gain a competitive advantage. This rebranding training was carried out using a training method. Due to the pandemic, the activity organizers visited five artisans to avoid crowds. The rebranding training opened the insight of the craftsmen about the benefits of managing a product brand. The rebranding training for birdcage artisans in Dawuhanmangli Village gained an understanding of branding. As a result of this training, artisans began to open themselves to introduce their products directly to consumers without a broker like before. The Bird Cage craft center in Dawuhanmangli Village, north of the center of Jember City, is well known in Indonesia. The location is 24 km from Jember City. The Bird Cage of Dawuhanmangli Village is the reason for being a place of service because it has advantages and characteristics that have the opportunity to open new markets for the region's superior products.          Keywords: branding; smes; bird cage Abstrak: Merek pada UMKM terdiri dari sekumpulan faktor, termasuk kemampuan pemasaran serta diferensiasi pasar, kesadaran merek, relevansi, budaya, asosiasi, dan ekuitas. Hal terpenting untuk ditanyakan pada diri sendiri saat memutuskan apakah ini waktu yang tepat untuk mengubah merek adalah apakah UMKM dapat meningkatkan salah satu faktor di atas untuk membuat konsumen UMKM lebih bahagia. Rebranding merupakan cara yang baik untuk mengubah target pasar UMKM. Melihat rebranding sebagai solusi untuk perubahan manajemen baru atau masalah internal. Rebranding membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga perubahan akan terjadi. Rebranding dilakukan bagi UMKM untuk merangsang pertumbuhan, memperluas, meningkatkan laba, memperkuat tenaga kerjanya, dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Pelatihan Rebranding ini dilakuan dengan metode pelatihan, dikarenakan pandemi, maka pelaksana kegiatan mendatangi 5 pengrajin untuk menghindari kerumuman. Pelatihan rebranding membuka wawasan para pengrajin tentang manfaat mengelola sebua brand sebuah produk. Hasil pelatihan rebranding pengrajin sangkar burung desa Dawuhan mangli mendapatkan pemahaman tentang branding. Dampak pelatihan ini pengrajin mulai mencoba membuka diri untuk mengenalkan produknya secara langsung kepada konsumen tanpa makelar seperti sebelumnya. Sentra kerajinan Sangkar Burung di desa Dawuhan mangli, wilayah utara pusat Kota Jember sudah dikenal luas di Indonesia. Kata kunci: merek; umkm; sangkar burung

Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Pada Bumnag Nagari Lasi

Arsyah, Ulya Ilhami, Pratiwi, Mutiana, Arsyah, Rahmatul Husna
Abstract: Abstract: Industrial era 4.0 brought changes in the economic field, and the consequence of this era was the birth of the digitization process in all fields. Digital marketing for business players is a very important part,… , even for BUMNAG Nagari Lasi. To support and advance the business, BUMNAG must be able to compete with the competition in the supply of quality products, so the necessary marketing strategy is capable of increasing sales and market expansion, the only one with digital marketing. BUMNAG managers are expected to have a desire to use digital devices, especially when presenting the products they sell. BUMNAG's ability to manage marketing through digital media will make it easier for the products to be known by many people and in demand. However, there are still many BUMNAGs that do not use digital marketing media as a marketing strategy, which makes BUMNAG unable to compete with other SMEs that have used this medium. Therefore, it was considered necessary to implement the activity to carry out training in digital marketing in the advancement of the Kopi Lasi BUMNAG Nagari Lasi. Keywords: digital marketing; marketing strategy; bumnag; lasi coffee    Abstrak: Era industri 4.0 membawa perubahan di bidang ekonomi, dimana konsekuensi dari era ini adalah proses digitalisasi di segala bidang. Pemasaran digital bagi pelaku usaha menjadi bagian yang sangat penting, termasuk bagi Badan Usaha Milik Nagari Lasi (BUMNag). Untuk mendukung dan memajukan bisnis, BUMNag harus mampu bersaing dengan kompetitor dalam menyediakan produk yang berkualitas, sehingga diperlukan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan penjualan dan perluasan pasar, salah satunya adalah digital marketing. Pengelola BUMNag diharapkan memiliki keterampilan dalam menggunakan perangkat digital terutama dalam memperkenalkan produk yang mereka jual. Kemampuan BUMNag dalam mengelola pemasaran melalui media digital akan memudahkan produk untuk dikenal banyak orang dan diminati. Namun masih banyak BUMNag yang tidak menggunakan media digital marketing sebagai strategi pemasaran sehingga BUMNag kalah bersaing dengan pelaku UKM lainnya yang telah menggunakan media ini. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Dimana implementasinya dilakukan secara bertahap seperti sosialisasi, pendataan, pembuatan sistem informasi digital marketing dan juga pelatihan admin. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sangat dibutuhkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pemasaran Kopi Lasi di BUMNag Nagari Lasi. Kata kunci: digital marketing; strategi pemasaran; bumnag; kopi lasi

Sosialisasi Aplikasi Android M-Magazine Solusi Sarana Mading SMA Negeri 5 Padang Selama Daring

Novalia, Elfina, Voutama, Apriade
Abstract: Abstract: Due to the Covid-19 pandemic, the teaching-learning process for the distribution of information at SMA Negeri 5 Padang is carried out online which has an impact on the learning process and information is not optimal… timal and impressed. Basically, schools have a source of information which is usually called Mading School during online learning, the process of disseminating information is not optimally accepted by all students. The socialization was carried out by introducing and providing training on the M-Magazine application to students and school teachers which were carried out in a hybrid/semi-offline manner as a substitute for an Android-based school wall magazine. Service activities use the Waterfall model with several stages of activities systematically or sequentially in a hybrid manner, namely Semi online/offline with a series of activities, socializing the making of the M-Magazine application, training, and implementing the M-Magazine application directly to students and teachers. As a substitute for digital school bulletin boards and can be installed on Android Gadgets for every student and teacher so that the process of disseminating information can be carried out optimally without being hindered by place and time and can be used at any time.    Keywords: making school; online; m-magazine; mobile; android.   Abstrak: Akibat Pandemi Covid19 proses belajar-mengajar penyaluran informasi Sekolah SMA Negeri 5 Padang dilakukan secara daring yang berdampak proses pembelajaran dan informasi tidak maksimal serta terkesan. Pada dasarnya Sekolah memiliki sumber informasi yang biasa disebut Mading Sekolah selama pembejaran daring berlangsung proses penyebaran informasi tidak maksimal diterima seluruh siswa. Sosialisasi dilakukan dengan memperkenalkan dan memberikan pelatihan tentang aplikasi M-Magazine kepada siswa dan guru Sekolah yang dilakukan secara hibrid/semi luring sebagaipengganti mading Sekolah berbasis Android. Kegiatan Pengabdian menggunakan model Waterfall dengan beberapa tahapan kegiatan secara sistematis atau berurutan secara hibrid yaitu Semi daring/luring dengan rangkaian kegiatan, sosialisasi pembuatan aplikasi M-Magazine, Pelatihan dan penerapan Aplikasi M-Magazine langsung kepada siswa dan guru. Sebagai pengganti sarana mading sekolah secara digital dan dapat diinstalkan di Gadget Android setiap Siswa dan Guru sehingga proses tersebarnya informasi dapat dilakukan secara maksimal tanpa terhalang tempat dan waktu dan dapat digunakan kapan saja. Kata kunci: mading sekolah; daring; m-magazine; mobile; android.