Search Articles & Publications

Showing 613 articles found for "Muka"

Dampak Bullying Terhadap Kepribadian Dan Pendidikan Seorang Anak

Qariy Diana, Nur Rizki Farida, Robi Hidayat, Yosi Lara Jenita
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak bullying terhadap kepribadian dan pendidikan anak. Bullying adalah bentuk kekerasan yang dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap kesehatan mental dan emosional anak, yang… ng dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan harga diri yang rendah. Penelitian ini menemukan bahwa bullying dapat mengganggu kestabilan emosi anak dan menghambat pembentukan kepribadian yang sehat. Selain itu, bullying juga dapat mempengaruhi prestasi akademik dan pengalaman pendidikan anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa mencegah bullying membutuhkan upaya kolaboratif dari orang tua, guru, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran tentang konsekuensi negatif dari perundungan dan mendidik anak-anak tentang cara mencegah dan menanggapi perilaku perundungan. Dengan demikian, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang positif dan sehat bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.

Menulis Permulaan Pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Negeri Selwadu Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru

Susi Waemese, Vanensia Tasidjawa, Novi Tomhisa, Mersi Hukunala, Filien Tomhisa
Abstract: Menulis permulaan merupakan suatu bentuk kemampuan dasar untuk menyampaikan pola bahasa dalam bentuk tulisan. Namun dalam menulis permulaan ini banyak menjadi masalah bagi anak didik dalam perkembangannya. Hal tersebut juga… uga menjadi masalah untuk guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan menulis permulaan pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Negeri Selwadu Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskripif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan metode observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berkesulitan menulis permulaan, kepala sekolah, dan guru pengajar jenjang 4-5 tahun di PAUD Negeri Selwadu, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu kesulitan menulis permulaan yang dialami anak usia 4-5 tahun di PAUD Negeri Selwadu pada saat belajar menulis adalah sulitnya memegang pensil dengan benar, kurangnya kemampuan anak dalam memahami bentuk huruf sehingga  anak memiliki tulisan yang kurang jelas terbaca, terlambat dalam menulis, dan kesulitan selanjutnya adalah anak menulis dengan bentuk huruf terbalik. Faktor internal yang menyebabkan siswa kesulitan menulis permulaan salah satunya yaitu kemampuan motorik halus yang lemah, adanya gangguan persepsi pada anak, minat dan motivasi belajar yang rendah. Dan faktor eksternal yang menyebabkan siswa kesulitan menulis permulaan yaitu: kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, dan kurangnya strategi menangani kesulitan menulis melalui pembelajaran partisipatif di sekolah yang digunakan guru.

Perancangan Teknologi E-Poin Untuk Meningkatkan Kualitas Karakter Siswa Khususnya Tentang Kedisiplinan Di MI Salafiyah Syafi’iyah Putra Sukorejo

Muwasatil Muhtajin, Ahmad Homaidi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem e-Poin berbasis web guna meningkatkan kedisiplinan siswa melalui pencatatan pelanggaran dan prestasi secara digital di MI Salafiyah Syafi’iyah Putra… ra Sukorejo. Sistem e-Poin dirancang untuk menggantikan metode konvensional berbasis kertas yang kurang efisien dan kurang transparan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses pengembangan sistem mengikuti model Waterfall dalam Software Development Life Cycle (SDLC), meliputi tahapan pengumpulan kebutuhan, analisis, desain, implementasi, dan pengujian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem e-Poin mampu memberikan kemudahan dalam pendokumentasian pelanggaran, mempercepat proses pelaporan kepada wali santri, serta meningkatkan keterlibatan guru dan orang tua dalam pembinaan karakter siswa. Sistem ini dibangun menggunakan framework CodeIgniter 3 dengan database MySQL dan menyediakan fitur antarmuka yang mudah digunakan oleh berbagai pengguna, termasuk guru, admin, orang tua, dan siswa. Implementasi sistem ini mendukung program digitalisasi pendidikan yang sejalan dengan kebijakan Kurikulum Merdeka serta visi madrasah dalam membentuk siswa yang disiplin dan berkarakter.

Proyeksi Masa Depan Menurut Muhammad Quraish Shihab Dalam Tafsîr Al-Mishbâh

Muhammad Taufiqurrohman
Abstract: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proyeksi masa depan dalam Al-Qur`an menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsîr Al-Mishbâh. Muhammad Quraish Shihab adalah salah satu penafsir yang mengatakan bahwa prediksi… iksi masa depan merupakan salah satu aspek mukjizat Al-Qur`an. Semua peristiwa yang disampaikan Al-Qur`an jauh sebelum kejadian (baik yang sudah terjadi maupun belum terjadi) merupakan peristiwa ghaib yang harus diyakini dan menjadi mukjizat Al-Qur`an. Dalam Al-Qur’an ditemukan banyak ayat yang terindikasi berbicara tentang prediksi dan informasi masa depan, namun dalam karya ilmiah ini enam daripadanya menjadi pembahasan; tentang jasad Firaun yang awet dan tidak rusak, kemenangan Bangsa Romawi terhadap Bangsa Persia, dan kematian Abu Lahab, penaklukan kota mekah, dan kemenangan Romawi. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah tematik (maudhû’î), dikarenakan metode tersebut lebih mudah untuk memahami masalah. Metode ini secara rinci akan mengumpulkan ayat-ayat dengan permasalahan yang sama, kemudian semuanya diletakkan di atas satu judul lalu ditafsirkan dengan metode tematik dari beragam penafsiran, sebagaimana yang digariskan oleh Abdul Hayy Al-Farmawi.

Pengaruh Handphone Terhadap Individualisme Dan Nilai Persatuan Di Salah Satu SMKN Tangerang Selatan

Intan Nurhasanah, Beby Riski Apriliana, Fani Fadilah, Nabil Annisa Putri, Zia El-Ahmar Hanjani, Dadi Mulyadi Nugraha
Abstract: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan handphone terhadap sikap individualisme yang berpotensi melunturkan nilai persatuan pada Pancasila sila ke-3 di kalangan pelajar pada salah satu… tu SMK Negeri daerah Tangerang Selatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data dikumpulkan dari 115 responden yang dipilih secara acak melalui kuesioner secara online. Data yang bersifat kuantitatif ini dianalisis untuk mengukur tingkat individualisme pelajar, frekuensi penggunaan handphone, dan dampaknya terhadap interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelajar memiliki kecenderungan sikap individualisme yang tinggi ditandai oleh ketergantungan pada handphone dalam interaksi sosial. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan handphone yang berlebihan mempengaruhi penurunan kualitas interaksi tatap muka, rasa kebersamaan, dan solidaritas sosial. Hal ini berdampak pada lunturnya nilai persatuan sebagai inti dari sila ke-3 Pancasila, “Persatuan Indonesia”. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya pendidikan karakter dan peningkatan kesadaran akan penggunaan teknologi khususnya handphone secara bijak untuk menjaga nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar.

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Maluku Graha Motor Ambon

Welminci Yabloy, Paulus L. Wairisal, Geradin Rehatta
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Maluku Graha Motor Ambon. Manfaat Penelitian diharapakan dapat memberikan suatu pengetahuan bahwa adanya… ya motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dapat menciptakan suatu kinerja kerja yang baik di sebuah perusahaan atau dunia kerja. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan maksud untuk menemukan jawaban terhadap suatu fenomena atau pertanyaan melalui aplikasi pengolahan data yaitu menggunakan Software SPSS dengan metode Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian ini berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan .Arah pengaruh positif berarti bahwa semakin tinggi motivasi kerja maka kinerja akan semakin meningkat selain itu nilai koefisien determinasi sebesar 0,526 yang berarti 52,6% perubahan nilai kerja dapat disebabkan oleh variable motivasi kerja, sementara 47,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Peserta Didik Kelas IV UPT SDN 02 Sikumbang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan

Tegar Rahmansyah, Esa Yulimarta, Isnaniah, Ernawarnelis, Fitriani
Abstract: Penelitian ini dilakukan karena rendahnya hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran IPAS, ditandai dengan peserta didik kurang merespon materi pelajaran yang diberikan oleh guru, kurang aktifnya peserta didik… dalam mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat dan berdiskusi bersama teman. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui model Problem Based Learning.   Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Problem Based Learning. Subjek penelitian peserta didik kelas IV UPT SDN 02 Sikumbang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian menghasilkan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik dan data kualitatif berupa hasil lembar observasi guru dan peserta didik.   Hasil penelitian menunjukan dengan penerapan model Problem Based Learning dalam proses pembelajaran pada siklus I hasil belajar diperoleh persentase 47%. Pada siklus II meningkat dengan persentase ketuntasan 88%. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I diperoleh 90% dan siklus II meningkat menjadi 97%. Kemudian hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I diperoleh 50% dan pada siklus II diperoleh 92%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning di kelas IV UPT SDN 02 Sikumbang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS.

Pengamalan Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa Di Era 5.0 Dalam Menciptakan Keharmonisan

Efraim Amung, Heldi, Adi Saingo, Yakobus
Abstract: Terdapat tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era 5.0, di mana kemajuan teknologi dan informasi membawa dampak kompleks bagi masyarakat Indonesia. Era digital tidak hanya… mempermudah akses terhadap ajaran agama, tetapi juga menghadirkan budaya baru, seperti individualisme maupun konsumerisme, serta memicu penyebaran informasi yang menyesatkan sehingga dapat mengganggu keharmonisan masyarakat. Munculnya sikap individualisme dan budaya konsumerisme dapat mengikis rasa empati dan kepedulian sosial, yang berdampak pada penurunan moral dan ancaman terhadap persatuan bangsa. Untuk menangani tantangan ini, tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, khususnya pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era 5.0 dalam menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat. Metode yang digunakan yaitu studi pustaka dengan mengumpulkan data/infprmasi dari literatur yang relevan, termasuk buku, artikel, dan dokumen terkait. Analisa data akan diterapkan pendekatan komparatif terhadap berbagai literatur dan sumber yang relevan. Hasi pembahasan menemukakan bahwa dalam pengamalan Pancasila Sila Pertama perlu adanya semangat mewujudkan strategi komprehensif yang meliputi: pendidikan karakter yang Pancasilais, penguatan nilai-nilai keagamaan yang kondusif, dan peningkatan literasi digital yang kritis. Melalui kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil, dengan menghidupi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari, maka setiap orang akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada sesama karena menganggap semua manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang wajib dihargai, sehingga secara bersama-sama dapat mewujudkan keharmonisan yang utuh di tengah kemajemukan masyarakat.

Implementasi Nilai Pawongan Dalam Kegiatan Membuat Canang Untuk Membentuk Karakter Gotong Royong Peserta Didik Kelas VII 8 SMP Satu Atap Negeri 2 Ampibabo

Ni Wayan Suparni
Abstract: Gotong royong, sebagai salah satu nilai luhur budaya Indonesia, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Nilai ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial, tetapi… api juga menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. "Gotong royong merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan kesatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan bersama," sebagaimana diungkapkan oleh Geertz (1961) dalam penelitiannya mengenai masyarakat Jawa. Dalam konteks pendidikan, gotong royong dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif, di mana setiap peserta didik saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua peserta didik memahami dan menerapkan nilai gotong royong dalam proses belajar. Fenomena siswa yang egois, tidak mau membantu teman sekelas, dan selalu ingin menang sendiri semakin sering ditemukan. Menurut penelitian oleh Rachmadi (2019), "sikap egois di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh tekanan untuk berprestasi secara individual, sehingga mengesampingkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung." Sikap ini tidak hanya merugikan teman sekelas, tetapi juga merugikan diri sendiri karena mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang lain dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting. Sikap egois ini juga berdampak negatif pada dinamika kelas, di mana suasana belajar menjadi kurang kondusif dan penuh dengan persaingan yang tidak sehat. Dalam studi oleh Suryadi (2020), ditemukan bahwa "kelas dengan tingkat individualisme yang tinggi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan prestasi belajar yang lebih rendah." Oleh karena itu, penting untuk menemukan solusi yang dapat mendorong peserta didik untuk kembali mengutamakan kerja sama dan gotong royong dalam belajar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui pembelajaran berbasis praktik, seperti pembuatan canang sari. Canang sari, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam upacara keagamaan, dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan nilai gotong royong. Sebagaimana dikemukakan oleh Sudarsana (2017), "melalui praktik pembuatan canang sari, siswa dapat belajar pentingnya kerjasama, tanggung jawab, dan saling menghargai peran masing-masing dalam mencapai hasil yang diinginkan." Praktikum pembuatan canang sari tidak hanya memperkenalkan siswa pada aspek budaya dan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembuatan canang sari yang melibatkan berbagai langkah dan bahan membutuhkan kerja sama yang baik antar siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh Ratna (2018), "setiap tahap dalam pembuatan canang sari memerlukan kontribusi dari setiap anggota kelompok, sehingga tidak ada yang bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain."

Implementasi Pancasila Sebagai Pilar Demokrasi (Studi Kasus Jalan Jagung,Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan)

Nafisa Balqis Hrp, Putri Suci Ramadhani Sirait, Sartika Ramadani Srg, Dwinayla Astri, Noor Asninaeka Azzahra S Meliala, Anggun Suci Fadilla, Masrul Zuhri
Abstract: Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi pedoman bagi sistem demokrasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan sebagai pilar demokrasi dalam kehidupan… hidupan masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, studi literatur, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, berperan penting dalam menopang demokrasi yang inklusif, adil, dan berkeadilan sosial. Penerapan nilai-nilai ini tampak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti gotong royong, toleransi, dan musyawarah untuk mufakat. Penelitian ini juga menemukan tantangan dalam implementasi nilai-nilai Pancasila di era demokrasi modern, seperti individualisme dan kurangnya kesadaran akan pentingnya gotong royong. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang konsisten untuk menguatkan internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.