Abstract:Beras menjadi kebutuhan utama dalam mengolah berbagai macam makanan terutama nasi. Kebutuhan beras dari tahun ke tahun pun semakin tinggi. Hal demikian membuat para petani harus meningkatkan produktifitas padi yang akan…
ditanam. Akan tetapi petani masih menggunakan cara coba-coba dan mengandalkan kebiasaan turun temurun dalam menentukan benih padi yang ditanam. Sebagai contoh masih ada petani memilih benih padi berdasarkan harga benih yang murah dan yang memiliki masa panen lebih cepat. Dampaknya mengurangi harga jual hasil panen.Adapun tujuan penelitian ini adalah menerapkan teknologi informasi untuk mengetahui dan menentukan jenis padi yangunggul yang dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas padi. Metode yang peneliti pilih adalah metode AHP yang dikombinasikan dengan metode WP. Alasan metode AHP dipilih karena mampu menganalisis kriteria yang memiliki nilai konsistensi yang baik. Sedangkan WP dipilih karena memiliki kemampuan menganalisis alternative menjadi bentuk perangkingan dengan proses yang cepat dan mudah. Berdasarkan hasil analisis dari kombinasi AHP dan WP yang telah dilakukan, metode AHP mampu menghasilkan faktor prioritas yang menjadi nilai bobot untuk perankingan metode WP. Dan metode WP menghasilkan perankingan tertinggi benih padi unggul dengan nilai 0,204.
Abstract:Abstrack:To produce a 3D animated film requires a long process flow so that the processing time of manufacture is also prolonged. This is a constraint in the development of the local animation film in Indonesia for a long…
g time will lead to high production costs making it difficult to compete commercially with animated films from abroad who have abundant funds and the support of various parties in the country. Therefore, efforts to improve the competitiveness of local animated film and one of these efforts is by analyzing the stages of the manufacturing process and apply it to the process of making the actual 3D animated film.In general there are three stages of the filmmaking process, namely the 3D animation pre-production, production and post-production. Although this time the animation industry in Indonesia has not been detailed separates each of these stages, but still be important for designing detail the activities of these stages, in order to see the strengths and weaknesses of each process that existed at that stage. Therefore, this study was conducted with the hope to provide recommendations to improve the local animation industry.
Keywords: 3D Animation, Animation Film Pre-Production Stage, Princess Peacock Orange
Abstak: Untuk menghasilkan sebuah film animasi 3D membutuhkan alur proses yang panjang sehingga waktu pembuatannya juga berlangsung lama. Ini yang menjadi kendala dalam perkembangan film animasi lokal di Indonesia karena waktu yang yang panjang akan mengakibatkan tingginya cost production sehingga sulit untuk bersaing secara komersial dengan film animasi dari luar negeri yang memiliki dana berlimpah dan dukungan dari berbagai pihak di negaranya. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan daya saing film animasi lokal dan salah satu upaya tersebut adalah dengan menganalisa tahapan-tahapan proses pembuatan dan menerapkannya pada proses pembuatan film animasi 3D yang sebenarnya.Secara umum ada 3 tahapan proses pembuatan film animasi 3D yaitu pra produksi, produksi dan paska produksi. Meskipun saat ini industri animasi di Indonesia belum secara detail memisahkan setiap tahapan tersebut, namun tetap menjadi penting untuk merancang detail aktifitas dari tahapan tersebut, dengan tujuan untuk melihat kekuatan dan kelemahan dari setiap proses yang ada pada tahapan tersebut.
Kata Kunci: Animasi 3D, Tahap Pra Produksi Film Animasi, Putri Merak Jingga
Abstract:Abstrack: Diffable or the word that has defenition is “ Different Abled People†the term for disabled people. One example of disabled is people who do not have hands, so to write even have to use their feet. Along with…
. Along with the increasingprogress of computer technology, the role of computer technology has also increased for the benefit of humans. One of them is the field of human and computer interaction ( IMK) or also called Human Computer Interaction ( HCI) . Although computer technology equipment is accurate and reliable, but the interaction model that is carried out is not natural as humans interact with each other, the use of such equipment to operate it requires direct contact between user and the computer. For people who dissabilities who do not have hands, it will be difficult to do so. Computer vision based interaction techniques are candidates for natural interaction techniques. The human head can also be used to replace the function of a mouse that can be used to move the cursor up and down left or right for and to click on the mouse using the blik an eye. Detection using head movements has been widely applied including in the fields of entertainment, education, and security. The camera is a tool used to make head recognition. The camera is used as a sensor to detect head movements. Head motion detection is implemented by using opency phython.
Keyword: difabel, head, webcame, opencv python
Abstrak: Difabel atau kata yang memiliki definisi “Different Abled People†ini adalah sebutan bagi orang cacat. Salah satu contoh kaum difabel adalah orang yang tidak mempunyai tangan, sehingga untuk menulispun harus menggunakan kaki. Seiring meningkatnya kemajuan teknologi komputer, peranan teknologi komputer juga semakin meningkat yang digunakan untuk kepentingan manusia. salah satunya adalah bidang interaksi manusia dan komputer (IMK), atau sering disebut Human Computer Interaction (HCI). Keyboard, mouse, dan joystick merupakan salah satu perangkat keras yang sering digunakan untuk interaksi antara manusia dan komputer yang bersifat mekanis. Meskipun peralatan-peralatan tersebut akurat dan handal (reliable), tetapi model interaksi yang dilakukan tidak bersifat alami sebagaimana manusia berinteraksi dengan sesamanya, penggunaan peralatan-peralatan tersebut untuk mengoperasikannya membutuhkan adanya kontak langsung antara user dengan komputer. Untuk kaum difabel yang tidak mempunyai tangan, akan susah melakukan hal tersebut. Teknik interaksi berbasis visi komputer menjadi kandidat teknik interaksi yang bersifat alami. kepala manusia bisa juga digunakan untuk menggantikan fungsi mouse yang bisa digunakan untuk menggerakan cursor keatas kebawah kekiri maupun kekanan dan untuk melakukan klik pada mouse menggunakan kedipan mata. Pendeteksian menggunakan gerakan kepala telah diaplikasikan secara luas diantaranya pada bidang hiburan, pendidikan serta keamanan. Kamera (webcam) merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pengenalan kepala. Kamera ini digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi pergerakan kepala. Pendeteksian gerakan kepala diimplementasikan dengan menggunakan opencv python.
Abstract:application of this technological development is an expert system devoted to the diagnosis of disease, one of which is malaria disease. The method used is forward chaining. This malaria diagnosis expert system is designed…
d not only to diagnose symptoms ofmalaria but also how to prevent malaria. Expert system to diagnose malaria disease is built on the web.
Keywords: expert system, forward chaining, malaria, web.
Abstrak: Seiring kemajuan teknologi komputer yang semakin pesat, seluruh aspek-aspek yang berkaitan dengan kehidupan tak luput dari pengaruh perkembangan teknologi ini, begitu juga dengan dunia kesehantan. Bentuk penerapan dari perkembangan teknologi ini adalah sebuah sistem pakar yang ditujukan untuk diagnosa penyakit, salah satunya adalah penyakit malaria. Adapun metode yang digunakan adalah forward chaining. Pada sistem pakar diagnosa penyakit malaria ini dirancang tidak hanya dapat mendiagnosa gejala dari penyakit malaria saja tetapi juga bagaimana cara pencegahan dari penyakit malaria. Sistem pakar mendiagnosa penyakit malaria ini dibangun berbasis web.
Kata kunci: sistem pakar, forward chaining, malaria, web.
Abstract:Abstract: PT. Barettamuda Pratama Padang runs on the distribution of road construction materials at PU Bina Marga. Applications used for data processing of construction materials is limited to Microsoft Office. Problems…
that occur on the system that is running, difficulty when looking for the required data, often occur repetition of data when writing data on lapora, error writing data so that the reported data does not match the actual data. With the ongoing system, resulting in ineffectiveness in working on reports and time to process data on the construction of road construction is inefficient. In the proposed system is a computerized system to help process the data construction of road construction so that the problems encountered so far can be resolved. The construction of the old system on the new system will apply the Waterfall method. Excess waterfall method, practical in their systems, Development of a structured and controlled make the quality of the software is maintained.
Keywords: information system, construction of Road construction, waterfall method
Abstrak: PT. Barettamuda Pratama Padang berjalan pada kegiatan pendistribusian bahan pembangunan jalan pada PU Bina Marga. Aplikasi yang digunakan untuk pengolahan data bahan konstruksi hanya sebatas Microsoft Office. Permasalahan yang terjadi pada sistem yang sedang berjalan, kesulitan ketika mencari data yang dibutuhkan, sering terjadi pengulangan data saat menuliskan data tersebut pada lapora, kesalahan penulisan data sehingga data yang dilaporkan tidak sesuai dengan data yang sebenarnya. Dengan sistem yang sedang berjalan,mengakibatkan ketidakefektifan dalam mengerjakan laporan dan waktu untuk mengolah data pelaksanaan konstruksi pembanguan jalan tidak efesien. Pada sistem yang diusulkan merupakan sistem yang sudah terkomputerisasi untuk membantu memproses data pelaksanaan konstruksi pembangunan jalan sehingga permasalahan yang dihdapi selama ini dapat teratasi. Pembangunan sistem lama pada sistem baru akan menerapkan metode Waterfall. Kelebihan metode waterfall, praktis dalam merekaya sistem, Pengembangan yang terstruktur dan terkontrol membuat kualitas software tetap terjaga.
Kata kunci: sistem informasi, konstruksi pembangunan jalan, metode waterfall
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten latihan dan soal yang merepresentasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada buku teks Matematika kelas VII SMP terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,…
et, dan Teknologi sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. Anifarka & Rosnawati (2023) menyatakan bahwa buku teks yang berkualitas seyogianya mampu memfasilitasi perkembangan kognitif peserta didik selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen analisis merujuk pada dimensi kognitif C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan) berdasarkan revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari total 485 butir soal dan aktivitas yang tersebar pada enam bab, sebanyak 147 butir (30,31%) tergolong dalam kategori HOTS. Distribusi HOTS tertinggi ditemukan pada Bab 5 tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (38,46%), sedangkan terendah pada Bab 1 tentang Bilangan (22,80%). Level kognitif yang paling dominan adalah C4-Menganalisis (58,50%), diikuti C5-Mengevaluasi (28,57%), dan C6-Mencipta (12,93%). Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan HOTS secara lebih sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya (Fanani, 2018)meskipun proporsinya perlu ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21.
This study aims to analyze the content of exercises and questions representing higher-order thinking skills (HOTS) in the Mathematics textbook for grade VII junior high school published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as teaching materials for the Independent Curriculum. Anifarka & Rosnawati (2023) stated that a quality textbook should be able to facilitate students' cognitive development in line with the established learning outcomes. The method applied in this study is content analysis with a qualitative descriptive approach. The analysis instrument refers to the cognitive dimensions C4 (Analyzing), C5 (Evaluating), and C6 (Creating) based on the revised Bloom's taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The research findings indicate that of a total of 485 questions and activities spread across six chapters, 147 items (30.31%) are classified as HOTS. The highest HOTS distribution was found in Chapter 5 on Linear Equations and Inequalities with One Variable (38.46%), while the lowest was in Chapter 1 on Numbers (22.80%). The most dominant cognitive level is C4-Analyzing (58.50%), followed by C5-Evaluating (28.57%), and C6-Creating (12.93%). This finding indicates that the Independent Curriculum textbooks have integrated HOTS more systematically than the previous curriculum (Fanani, 2018), although the proportion needs to be increased to meet the demands of 21st-century learning.
Abstract:Fenomena waithood pada generasi Z menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap kesiapan menikah (marriage readiness) di tengah dinamika sosial kontemporer. Jika dalam tradisi Islam kemampuan menikah dirumuskan melalui…
lui konsep al-ba’ah, masyarakat modern cenderung mengembangkan konstruksi marriage readiness yang lebih kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas hadits anjuran menikah tentang al-ba’ah, mengkaji pemaknaannya dalam literatur klasik, serta menjelaskan transformasi konstruksi marriage readiness pada Generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui library research yang dianalisis menggunakan metode takhrij hadits, yakni kritik sanad dan matan, serta analisis fiqh al-hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis anjuran menikah mengenai al-ba’ah berstatus sahih dan dapat dijadikan hujjah dalam hukum Islam. Secara klasik, al-ba’ah dipahami sebagai kemampuan biologis dan kemampuan finansial yang menjadi prasyarat seseorang untuk memasuki kehidupan perkawinan. Sementara itu, konstruksi marriage readiness pada generasi Z berkembang menjadi konsep multidimensional yang mencakup kesiapan ekonomi, emosional, psikologis, relasional, dan sosial. Penelitian ini menemukan bahwa transformasi tersebut tidak menunjukkan pertentangan dengan substansi konsep al-ba’ah, melainkan berupa perluasan indikator operasional mengenai kemampuan menikah sebagai respons terhadap perubahan sosial pada era disrupsi. Dengan demikian, marriage readiness dapat dipahami sebagai bentuk aktualisasi kontemporer dari konsep al-ba’ah yang tetap berorientasi pada terwujudnya kemaslahatan keluarga.
Abstract:Di antara permasalahan etika berpakaian dalam Islam memanjangkan pakaian sampai ke bawah mata kaki bahkan hingga menyapu jalan. Dalam Islam, isbal diperbolehkan secara mutlak bagi wanita. Namun, bagi laki-laki masih menjadi…
adi perbincangan di kalangan ulama karena praktik tersebut dapat berkaitan dengan sikap kesombongan. Terdapat banyak hadis yang menjelaskan tentang perkara isbal dengan berbagai bentuk redaksi dan penjelasan.Sementara itu, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa inti larangan tersebut bukan terletak pada panjang pakaian semata, melainkan pada unsur kesombongan yang melatarbelakanginya. Larangan memanjangkan pakaian melebihi batas isbal bagi laki-laki kerap menimbulkan perdebatan yang reduksionis karena hanya berfokus pada media celana atau sarung. pembahasan isbal dalam Hadis Sunan Abu Dawud nomor 3571 memberikan redaksi yang lebih komprehensif dengan memperluas cakupan isbal pada jenis pakaian lain serta mengaitkannya dengan aspek teologis berupa kesombongan (khuyala).Hadis tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama yang mendapat perhatian dalam ajaran Islam adalah sikap batin seseorang ketika berpakaian, bukan sekedar bentuk lahiriahnya.Oleh karena itu, kajian terhadap hadis ini menjadi penting untuk memahami hubungan antara etika berpakaian, nilai moral, dan tujuan syariat Islam.Dengan demikian, kajian hadis tentang isbal tidak hanya relevan dalam fikih, tetapi juga dalam pembentukan karakter Muslim yang menjunjung nilai kesederhanaan, kerendahan hati, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi debitur rentan dalam perjanjian kredit online dengan jaminan gadai emas syariah serta mengidentifikasi kelemahan implementasi prinsip syariah dan…
hak-hak debitur dalam praktik pembiayaan berbasis teknologi finansial. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (normatif) dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa debitur rentan seperti pedagang mikro, buruh harian, dan perempuan pra-sejahtera menghadapi ketidakseimbangan posisi tawar dalam perjanjian baku kredit online gadai emas syariah. Perlindungan hukum preventif diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn dan Pasal 18 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun dalam praktiknya banyak platform fintech syariah tidak sepenuhnya mematuhi prinsip keadilan dan transparansi. Klausula baku sering memuat ketentuan sepihak seperti penetapan biaya penitipan tidak proporsional, denda keterlambatan yang tersamar, serta mekanisme lelang tanpa pemberitahuan layak. Perlindungan represif melalui pengadilan atau BPSK sulit diakses debitur rentan karena biaya tinggi, waktu panjang, dan rendahnya literasi hukum. Penelitian menyimpulkan bahwa perlindungan hukum eksisting belum efektif, sehingga diperlukan penguatan regulasi kontrak digital syariah, peningkatan pengawasan Dewan Pengawas Syariah, serta kewajiban edukasi risiko bagi debitur sebelum persetujuan akad.
Abstract:Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara kepatuhan prosedural penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Indonesia, dengan pemulihan ekosistem. Melalui studi kasus terstruktur,…
r, dokumentasi hukum 14 bulan, observasi lapangan, dan analisis citra satelit dievaluasi terkait kepatuhan terhadap KUHAP pada tiga tahap penegakan hukum (penyidikan, penuntutan, persidangan) serta indikator lingkungan (tutupan vegetasi, konsentrasi merkuri, keanekaragaman hayati). Temuan utama menunjukkan bahwa kasus yang mematuhi ketat timeline KUHAP mencapai pemulihan ekosistem 40% lebih cepat dibanding kasus tertunda. Pohuwato mencatat tingkat konversi menjadi vonis bersalah 75% (di atas rata-rata nasional 60%), dengan korelasi positif kuat (r=0,87; p<0,01) antara kualitas bukti lingkungan forensik dan keberhasilan penuntutan. Bukti konsentrasi merkuri terbukti sangat efektif, menghasilkan vonis bersalah pada 90% kasus. Meski aktivitas PETI menurun 85% dalam radius 5 km pasca-penindakan, peningkatan tutupan vegetasi hanya 15% dalam 6 bulan, mengindikasikan kecepatan pemulihan ekologis yang lebih lambat. Signifikan bahwa 70% tersangka menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam program restorasi, berkorelasi signifikan dengan integrasi bukti ilmiah (r=0,79; p<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa efisiensi prosedur hukum tidak hanya menghentikan kerusakan lebih lanjut, tetapi juga menjadi fondasi kritis bagi percepatan pemulihan ekosistem. Studi ini menjembatani celah penelitian dengan menghubungkan secara empiris kepatuhan prosedur hukum dengan hasil lingkungan, sekaligus menantang pendekatan ekonomi pertambangan yang berpusat pada Eropa. Implikasi praktis mendesak pelatihan khusus bukti lingkungan bagi jaksa dan pedoman operasional integrasi data ilmiah ke dalam proses hukum. Temuan ini menyediakan landasan aksi bagi penyelarasan kerangka hukum Indonesia dengan realitas konservasi, sekaligus menawarkan model perlindungan hutan tropis bagi negara berkembang kaya sumber daya.