Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan asertif (assertive training) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada aparatur sipil negara (ASN) di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi,…
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Komunikasi interpersonal yang efektif sangat penting dalam lingkungan kerja birokrasi guna mendukung koordinasi dan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 orang ASN berpartisipasi dalam program pelatihan yang dilaksanakan selama satu hari dan terdiri atas ceramah, pelatihan, permainan peran (roleplay), serta relaksasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala komunikasi interpersonal yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari pretest (M = 70.60) ke posttest (M = 77,75). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013(p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pelatihan asertif secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal para pegawai. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan asertif sebagai salah satu bentuk intervensi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kerja di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Abstract:Permasalahan manajemen waktu di lingkungan kerja masih menjadi tantangan yang berdampak signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan psikoedukasi sebagai metode intervensi…
rvensi guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam mengelola waktu secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Peserta dalam kegiatan ini adalah 25 orang karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional VI Makassar 90004. Hasil analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen waktu setelah diberikan materi psikoedukasi, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 80.2 meningkat menjadi 92.2 pada post-test. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar <.001 menunjukkan bahwa program psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai manajemen waktu sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas hidup. Seminar psikoedukasi ini juga mendapatkan respons positif dari para peserta, yang menilai kegiatan ini bermanfaat dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, seimbang, dan memuaskan.
Abstract:Karyawan merupakan aset penting dalam organisasi yang memilikih kebutuhan psikologis termauk kemampuan mengelolah emosi dan berkomunikasi secara efektif dilingkungan kerja. Berdasrkan need assessment dan observasi terhadap…
ap karyawan PT. Primafood Internasional, ditemukan bahwa sebagian besar mengalami kesulitan dalm regulasi emosi yang berdampak pada efektifitas komunikasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi mengenai regulasi emosi untuk meningkatkan komunikasi efektifitas di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah seminar psikoedukatif dengan pendekatan non pelatihan yang dilengkapi pre-test dan post-test pada peserta sebanyak 16 orang karyawan. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari identifikasi masalah hingga pelaksanaan seminar. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pre-test adalah 0,00 menjadi 8,50 pada skor post-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan.Temuan ini menunjukkan bahwa seminar psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman karyawan mengenai strategi regulasi emosi dan keterampilan komunikasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program psikoedukasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang tekanan teman sebaya (peer pressure) pada remaja, khususnya anggota Pusat Informasi dan Konseling…
eling Remaja (PIK-R) di MAN 2 Makassar. Permasalahan tekanan teman sebaya diidentifikasi sebagai isu utama berdasarkan hasil survei data awal yang dilakukan terhadap anggota PIK-R. Penelitian ini menggunakan metode pemberian psikoedukasi yang disertai dengan pengambilan data melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 50 peserta berusia 15–17 tahun mengikuti kegiatan yang terdiri atas pre-test, penyampaian materi psikoedukasi, diskusi interaktif, dan post-test. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar peer pressure, aspek dan jenisnya, bentuk bentuk peer pressure serta faktor faktor yang memengaruhi terjadinya peer pressure. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test 3,1 dan post-test 9,2, dengan nilai p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan psikoedukasi yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap dinamika tekanan teman sebaya (Peer pressure). Dengan demikian, kegiatan psikoedukasi ini terbukti efektif dalam membekali remaja dengan keterampilan untuk mengenali, mengevaluasi, dan mengatasi pengaruh negatif dari lingkungan sosialnya. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya peran aktif remaja sebagai agen perubahan positif di lingkungan sekolah.
Abstract:Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) kerap menunjukkan perilaku agresif, khususnya dalam bentuk verbal, yang berdampak negatif terhadap proses rehabilitasi dan dinamika sosial di lingkungan pembinaan seperti Sentra Wirajaya…
a Makassar. Perilaku agresivitas yang tinggi dipengaruhi oleh lemahnya kemampuan regulasi emosi. Pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat agresivitas ABH melalui psikoedukasi pengelolaan emosi. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok, melibatkan 11 peserta berusia 16–19 tahun. Pendekatan kuasi-eksperimen digunakan dengan desain one group pre-test post-test menggunakan kuesioner Buss and Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Hasil menunjukkan adanya penurunan skor agresivitas dari rata-rata 53,8 menjadi 50,2 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi p = 0,008 (p < 0,05), menunjukkan bahwa psikoedukasi secara statistik efektif dalam menurunkan tingkat agresivitas. Program ini memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta dalam mengenali dan mengelola emosi secara sehat, seperti teknik relaksasi dan komunikasi asertif. Temuan ini memperkuat pentingnya psikoedukasi dalam mendukung proses rehabilitasi sosial ABH dan mencegah perilaku agresif di masa mendatang.
Abstract:Rendahnya efektivitas kerja sama tim merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh organisasi, termasuk di lingkungan UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.…
Masalah ini berdampak pada terhambatnya penyelesaian tugas, ketidakseimbangan beban kerja, dan meningkatnya miskomunikasi antarpegawai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan metode Leaderless Group Discussion (LGD), yaitu metode diskusi kelompok tanpa pemimpin formal yang mendorong keterlibatan setara antaranggota tim. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menunjukkan kemampuan kerja sama tim yang baik, sesuai indikator yang dikemukakan oleh Davis (2014) mencakup tujuan yang sama, antusiasme, peran dan tanggung jawab, komunikasi efektif, resolusi konflik, pembagian kekuasaan (share power), dan keahlian anggota. Meski masih ditemukan individu yang kurang aktif, secara keseluruhan kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi, partisipasi aktif, dan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, metode LGD dapat menjadi strategi yang relevan dalam membentuk budaya kerja yang lebih kolaboratif dan partisipatif di instansi pemerintahan.
Abstract:Proses rekrutmen dan seleksi merupakan aspek fundamental dalam manajemen sumber daya manusia yang berperan strategis dalam menjamin ketersediaan tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan kebutuhan organisasi. Penelitian ini…
ni bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan sistem seleksi karyawan berbasis teknologi, khususnya melalui tes teori online menggunakan platform Google Form, sebagai solusi atas permasalahan efisiensi dan aksesibilitas dalam proses rekrutmen operator tambang di PT GHJ Triagung Mandiri. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan tahapan pelaksanaan mulai dari perancangan alur rekrutmen baru hingga monitoring dan evaluasi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penerapan tes online mampu memangkas waktu proses seleksi hampir 50% dibandingkan metode konvensional, memperluas jangkauan pelamar dari luar daerah, serta meningkatkan efisiensi dan objektivitas penilaian. Meskipun ditemukan kendala teknis terkait koneksi internet, solusi teknis telah diterapkan untuk mengurangi dampaknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa digitalisasi proses seleksi, khususnya pada tahap tes teori, merupakan pendekatan strategis yang mendukung efektivitas rekrutmen di sektor industri dengan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi. Rekomendasi untuk pengembangan ke platform digital yang lebih aman dan terintegrasi juga diajukan guna meningkatkan validitas serta perlindungan data dalam proses seleksi daring.
Abstract:Nomophobia adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan kecemasan berlebihan saat individu tidak dapat mengakses ponsel, dan menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Rendahnya kesadaran mengenai…
i dampak negatif penggunaan gawai berlebihan menjadi salah satu penyebab kurangnya penanganan dini terhadap nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman siswa SMP Negeri 33 Makassar mengenai bahaya dan strategi penanggulangan nomophobia. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest kepada 30 siswa kelas VII dan VIII. Materi disampaikan melalui metode ceramah interaktif yang disertai sesi tanya jawab dan refleksi pengalaman penggunaan gawai. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan rata-rata skor pretest sebesar 14,10 meningkat menjadi 34,46 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan ponsel secara sehat dan pencegahan nomophobia. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi guru Bimbingan dan Konseling, sekolah, dan orang tua dalam menyusun strategi intervensi edukatif berbasis psikologi yang mendukung kesehatan mental remaja.
Abstract:Komunikasi interpersonal memainkan peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, terbuka, dan produktif, khususnya dalam instansi pemerintahan yang dituntut mencapai visi dan misi institusional secara…
ara kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas permainan Silent Voice sebagai bentuk intervensi psikologis dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pegawai UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Provinsi Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest, sebanyak 20 pegawai menjadi partisipan dalam kegiatan ini. Intervensi terdiri atas serangkaian aktivitas penulisan pengalaman emosional secara anonim, pemberian tanggapan empatik, serta diskusi reflektif yang memfasilitasi keterbukaan, empati, dan sikap positif antarpegawai. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan skor komunikasi interpersonal secara signifikan (p = 0,000), dari rata-rata pretest sebesar 34,70 menjadi 55,00 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan Silent Voice efektif dalam menumbuhkan kualitas komunikasi interpersonal, memperkuat hubungan antarpegawai, serta mendukung terciptanya budaya kerja yang suportif.
Abstract:Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan perencanaan usaha koperasi di lingkungan pondok pesantren sebagai langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan para santri. Koperasi di pondok pesantren…
memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari santri serta memberikan pelatihan dalam bidang kewirausahaan. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini melibatkan analisis SWOT yang bertujuan untuk menemukan kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dihadapi oleh koperasi, serta penilaian kelayakan finansial untuk mengukur potensi keuntungan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan wawancara dengan pengurus koperasi dan para santri. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa koperasi memiliki prospek yang baik untuk berkembang, dengan adanya dukungan dari komunitas pondok pesantren. Analisis keuangan mengindikasikan bahwa koperasi mampu mencapai titik impas dalam waktu yang cukup singkat dan memberikan dampak positif terhadap pendapatan pondok pesantren.