Abstract:Perkembangan digitalisasi perpajakan di Indonesia mendorong hadirnya sistem administrasi Coretax sebagai upaya pembaharuan layanan perpajakan yang terintegrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ketaatan wajib pajak…
k dalam implementasi Coretax dengan menekankan pada peran persepsi kemudahan penggunaan sistem dan pengaruh sanksi perpajakan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam kepada wajib pajak orang pribadi karyawan yang memanfaatkan sistem Coretax dalam melaporkan SPT Tahunan. Temuan pada penelitian ini membuktikan bahwa mayoritas wajib pajak masih menghadapi kendala pada tahap awal penggunaan sistem, khususnya dalam memahami fitur-fitur yang tersedia serta alur pelaporan pajak. Namun, setelah memperoleh pendampingan dan pengalaman penggunaan, wajib pajak mulai merasakan kemudahan dari layanan yang terintegrasi dalam satu platform. Selain itu, sanksi perpajakan dan tuntutan administratif dari lingkungan kerja juga menjadi faktor yang mendorong kepatuhan wajib pajak dalam pelaporan pajak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak dalam implementasi Coretax dipengaruhi oleh interaksi antara penerimaan teknologi dan faktor perilaku.
The development of tax digitalization in Indonesia has encouraged the implementation of the Coretax administrative system as an effort to modernize and integrate tax services. This study aims to examine taxpayer compliance in the implementation of Coretax by emphasizing the role of perceived ease of use of the system and the influence of tax sanctions. The research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with individual employee taxpayers who utilized the Coretax system to file their Annual Tax Returns. The findings reveal that the majority of taxpayers still encountered difficulties during the initial stage of system usage, particularly in understanding the available features and the tax reporting procedures. However, after receiving assistance and gaining experience in using the system, taxpayers began to perceive the convenience offered by the integrated services within a single platform. In addition, tax sanctions and administrative demands from the workplace environment were also identified as factors encouraging taxpayer compliance in tax reporting. This study indicates that taxpayer compliance in the implementation of Coretax is influenced by the interaction between technology acceptance and behavioral factors..
Satrio Nur Fadhilah, Rina Puspita Sari, Neni Alfidah, Tarkawi, Nisah Khairani, Putri Andini, Putri Anggraeni, Eva Yulia, Selfi Meilani Putri, Sri Diana, Ismi Nur Faizah
Abstract:Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia, meningkatkan kecacatan dan kematian. Angka kejadian hipertensi setiap tahun terus mengalami peningkatan, penyakit ini sering disebut…
sering disebut sebagai silent killer. Karena seringkali tidak menimbulkan gejala (silent killer), hipertensi memerlukan pendekatan keperawatan berbasis komunitas dengan intervensi yang berfokus pada masyarakat guna mencapai pengendalian yang lebih efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada warga usia dewasa dan lanjut usia di lingkungan masyarakat. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti oleh 27 warga dewasa dan usia lanjut. Intervensi dilakukan 2 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat, terjadi peningkatan pengetahuan warga dari 59,3% menjadi 92,5% dalam kategori baik. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah rata-rata sebesar 8 mmHg (sistolik) dan 4 mmHg (diastolik) pada warga yang mengikuti kegiatan tersebut, yang menunjukkan efek positif dari intervensi non-farmakologis terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan edukasi kesehatan, latihan fisik berupa senam hipertensi, serta pemberian jus tomat terbukti memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan dapat dijadikan strategi intervensi non-farmakologis yang efektif di komunitas.
Abstract:Mitral Regurgitation (MR) terjadi ketika adanya kebocoran pada katup mitral, yaitu katup yang terletak di bagian kiri jantung sehingga menyebabkan aliran balik darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri jantung sehingga membuat…
mbuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dampaknya yaitu dapat menyebabkan menurunnya suplai nutrisi dan oksigen ke jaringan sehingga pasien dengan regurgitasi mitral mengalami gangguan kebutuhan dasar menurut Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, terutama oksigenasi, nutrisi, dan aktivitas. Salah satu penatalaksanaan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan manajemen energi yaitu dengan latihan ROM. Tujuan dari laporan kasus ini yaitu untuk mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap penurunan tingkat kelelahan pada anak dengan regurgitasi mitral. Metode yang digunakan pada laporan kasus ini yaitu deskriptif dari hasil observasi dan wawancara kepada pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan asuhan keperawatan yang komprehensif. Subjek penelitian pada studi kasus ini satu pasien anak dengan regurgitasi mitral. Hasil: Dari hasil pengkajian dan pemeriksaan fisik didapatkan data bahwa pasien lemas, sesak napas ketika aktivitas berlebih, dan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Diagnosis keperawatan utama adalah intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Berdasarkan hasil implementasi keperawatan selama 3x24 jam, intoleransi aktivitas teratasi sesuai target dengan latihan ROM aktif asistif setiap pagi dan sore. Kesimpulan: Latihan ROM terbukti efektif untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan kemampuan manajemen energi pada pasien dengan regurgitasi mitral.
Abstract:Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku, salah satunya ditandai dengan gangguan proses pikir berupa waham. Waham menyebabkan pasien memiliki keyakinan…
kinan yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan, yang berdampak pada interaksi sosial dan kualitas hidup pasien. Terapi orientasi realita adalah pendekatan non-farmakologis yang bertujuan untuk membantu pasien meningkatkan kesadaran terhadap waktu, tempat, orang, dan situasi nyata, serta mengurangi gangguan proses pikir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi orientasi realita dalam mengatasi waham dan meningkatkan orientasi realita pada pasien dengan skizofrenia. Metode: Menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga evaluasi. Kasus: Ny. S, wanita usia 43 tahun, dengan diagnosis medis skizofrenia dan gejala utama berupa waham. Pasien memenuhi kriteria inklusi yaitu berusia 18–60 tahun, memiliki diagnosis skizofrenia dengan gejala waham, bersedia mengikuti terapi, dan kooperatif. Instrumen pengkajian meliputi wawancara terstruktur, kuesioner, observasi langsung, media gambar, dan data rekam medis. Hasil: Terapi orientasi realita dilakukan selama 7 sesi dalam 7 hari. Hasil menunjukkan adanya peningkatan orientasi realita dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Meskipun waham belum sepenuhnya hilang, terdapat peningkatan motivasi pasien untuk sembuh dan mencegah kekambuhan. Kesimpulan: Terapi orientasi realita terbukti efektif dalam meningkatkan orientasi realita dan mengurangi intensitas gejala waham pada pasien skizofrenia. Saran: Perawat disarankan untuk menerapkan terapi orientasi realita secara terstruktur sebagai intervensi pada pasien skizofrenia dengan gangguan proses pikir waham. Kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi dan mencegah kekambuhan.
Abstract:Latar belakang: Batuk berdahak merupakan salah satu gejala utama yang timbul pada pasien dengan tuberkulosis paru pada anak . Kondisi ini memerlukan perhatian serius karena berisiko menimbulkan gangguan sistem pernapasan,…
, khususnya bersihan jalan napas tidak efektif akibat akumulasi sekret. Teknik batuk efektif salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk membantu mengeluarkan sputum pada pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan teknik batuk efektif untuk meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dan subjek yang digunakan adalah pasien anak TB Paru dengan masalah bersihan jalan efektif di Rumah Sakit X Yogyakarta. Hasil: Penelitian ini dilakukan dengan cara dilakukan implementasi keperawatan selama 3x24 jam menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengeluarkan sekret, penurunan frekuensi napas dari 25x/menit menjadi 22x/menit, serta peningkatan skor kemampuan batuk berdasarkan SLKI dari skala 2 menjadi skala 4. Kesimpulan: Studi kasus teknik batuk efektif terbukti menjadi intervensi non farmakologis yang efektif dan aman dalam membantu membersihkan jalan napas pada pasien anak dengan TB paru, serta dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.
Abstract:Latar Belakang: Penggunaan gadget di kalangan pelajar dan mahasiswa juga dianggap sebagai suatu kebutuhan yang tidak terhindarkan mulai dari kalangan usia anak – anak hingga usia tua lebih banyak menghabiskan waktu pada…
a perangkat elektronik dan dunia internet, dan tentunya sering berinteraksi lebih banyak dengan layar gadget. Hal ini terbukti bahwa kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat merasakan adanya gangguan pada penglihatan. Tujuan penelitian: Mengetahui apakah ada atau tidaknya hubungan penggunaan gadget terhadap ketajaman penglihatan pada siswa keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang Tahun 2024. Metodelogi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa keperawatan kelas 10 SMKN 9 Kota Tangerang berjumlah 77 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner dan observasi menggunakan Snellen Chart. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian: Penggunaan gadget pada siswa keperawatan di SMKN 9 Kota Tangerang adalah Selalu menggunakan gadget dengan ketajaman penglihatan buruk. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan penggunaan gadget terhadap ketajaman penglihatan pada siswa keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang dengan hasil (p-Value= 0,00).
Abstract:Latar Belakang: Asap rokok merupakan salah satu penyebab utama berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, paru-paru, dan kanker. Remaja adalah kelompok yang rentan terhadap paparan asap rokok, baik secara aktif…
maupun pasif. Oleh karena itu, edukasi kesehatan tentang bahaya asap rokok sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang risiko yang ditimbulkan oleh asap rokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada remaja di SMK Citra Madani, Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Penelitian ini menggunakan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimen (quasi experiment) yang dirancang dengan One Group Pre-test Post-test without control. Sampel penelitian terdiri dari 60 remaja yang tehnik pengambilan sampelnya menggunakan nonprobability sampling dengan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa p – Value dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan diperoleh 0,000 <ɑ(0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho di tolak yang artinya Ada pengaruh edukasi kesahatan terhadap tingkat pengetahuan siswa/siswi SMK CITRA MADANI. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada remaja di SMK Citra Madani, Kabupaten Tangerang..
Abstract:Latar belakang : Kejang demam merupakan kelainan neurologis tersering pada anak berusia 6 bulan – 5 tahun jika tidak tertangani dengan tepat beresiko terjadi apnea, hipoksia, hipoksemia, hiperkapnea, asidosis laktat, hipotensi,…
ipotensi, menyebabkan kelainan anatomis diotak sehinggga terjadi epilepsy dan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu. Tujuan: Memberikan gambaran asuhan keperawatan anak kejang demam dengan pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam kejang demam berulang di Ruang perawatan anak Rs AN-NISA Tangerang. Metode: studi kasus yang dilakukan dengan cara melakukan edukasi terhadap orang tua dengan memberikan kuesioner pre dan post berisikan 20 pertanyaan mengenai pengetahuan ibu terhadap kejang demam dan tindakan manajemen awal kejang demam pada anak Hasil : terdapat peningkatan pengetahuan setelah di lakukan edukasi tingkat pengetahuan orang tua meningkat dengan skor yang di dapat dalam pengetahuan orang tua mengenai kejang demam pada anak sangat baik Kesimpulan : Edukasi atau pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktek ibu tentang pencegahan kejang demam pada anak.
Abstract:Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak transformasi yang masif di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan alat digital guna…
menciptakan suasana belajar interaktif bagi siswa generasi Z dan Alpha. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan solusi atas keterbatasan literasi digital guru di SD Brainfor Islamic School melalui pelatihan intensif pemanfaatan Generative AI. Fokus kegiatan meliputi penggunaan AI Teks (ChatGPT, Notion AI) untuk administrasi, serta AI Multimodal (Gemini AI, Canva AI, Suno AI) untuk pembuatan RPP, ilustrasi kelas, dan musik edukatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) yang terdiri dari tahap sosialisasi, pelatihan hands-on, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan lonjakan rata-rata pemahaman peserta dari 35% pada tahap pre-test menjadi 88% pada tahap post-test. Seluruh peserta berhasil menghemat 50% waktu penyusunan administrasi dan menghasilkan minimal satu produk media pembelajaran interaktif secara mandiri. Pemanfaatan AI terbukti mereduksi kebosanan belajar siswa dan sangat membantu guru berinovasi.
The development of Artificial Intelligence (AI) technology has brought massive transformation in various sectors, including education. Teachers are required to adapt to digital tools to create interactive learning environments for Generation Z and Alpha students. This Community Service (PkM) aims to provide a solution to the limited digital literacy of teachers at SD Brainfor Islamic School through intensive training on Generative AI. The focus includes the use of Text AI (ChatGPT, Notion AI) for administration, and Multimodal AI (Gemini AI, Canva AI, Suno AI) for creating lesson plans, class illustrations, and educational music. The implementation method uses the Participatory Action Learning System (PALS) approach consisting of socialization, hands-on training, and evaluation stages. The results showed a surge in participants' average understanding from 35% in the pre-test to 88% in the post-test. All participants successfully saved 50% of their administration time and independently produced at least one interactive learning media product. The use of AI is proven to reduce student boredom and greatly helps teachers innovate.
Abstract:Permasalahan rendahnya minat kewirausahaan dan lemahnya pemahaman akuntansi dasar di kalangan siswa sekolah menengah menjadi tantangan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Pelatihan kewirausahaan berbasis simulasi digital…
ital seperti MonsoonSIM menawarkan pendekatan pembelajaran partisipatif yang mampu menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMA Darma Bakti Lubuk Pakam dengan tujuan membangun jiwa kewirausahaan siswa serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep dasar akuntansi melalui pengalaman belajar langsung. Pelatihan dilakukan selama dua hari melalui simulasi bisnis virtual berbasis tim, di mana siswa mengelola perusahaan secara menyeluruh mulai dari pengaturan modal, pengadaan barang, penjualan, hingga peramalan penjualan. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta dapat menjalankan simulasi dengan baik dan menunjukkan pemahaman yang lebih kuat terhadap alur dan pengambilan keputusan bisnis. Kegiatan ini membuktikan bahwa MonsoonSIM dapat menjadi media edukatif yang efektif dan menyenangkan dalam membentuk pola pikir wirausaha sejak usia sekolah. Program ini juga berpotensi direplikasi di sekolah lain sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis pengalaman (experiential learning).