Abstract:Pengelola bandar udara yang ada di Indonesia yaitu PT. Angkasa Pura I (Persero). Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memiliki beberapa unit yang bertugas untuk memastikan agar bandara dapat beroperasional…
onal dengan baik. Salah satu unit yang ada di bandara tersebut yaitu Terminal Service Officer (TSO). Kendala yang sering terjadi saat unit TSO sedang melakukan pengawasan pada sisi darat (land side) adalah seringnya terjadi penumpukan flow penumpang, berseraknya trolley pada saat penumpang tiba di area keberangkatan dan kedatangan, pengguna layanan yang merokok tidak pada tempatnya, dan fasilitas yang tidak bekerja semestinya di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang pengambilan data penelitian bersumber dari petugas TSO yang bertugas mengawasi sisi darat (land side) area terminal penumpang. Sumber kedua berasal dari penggalian sumber data memalui wawancara secara semi terstruktur kepada narasumber Supervisor unit Terminal Service Officer dan petugas unit Terminal Service Officer. Selain itu, data dalam penelitian ini dilengkapi dengan data observasi dan dokumentasi berupa pengambilan gambar yang bertujuan sebagai penguat data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui pengawasan sisi land side oleh Terminal Service Officer (TSO) Sudah sesuai dengan indikator pengawasan adalah akurat, obyektif, koordinasi kerja, fleksibel dan realistis. Sedangkan untuk indikator tepat waktu dan pengawasan terpusat belum sesuai dengan indikator pengawasan dikarenakan kurangnya personel yang bertugas di lapangan. Dilihat dari jobdesk unit Terminal Service Officer (TSO) yang tertuang pada lembar SOP, unit TSO tidak dapat bergerak atau menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan dengan sendirinya, jobdesk unit TSO hanya sebatas memeriksa dan mengawasi, jika terdapat kendala di lapangan yang diluar dari jobdesk unit TSO, solusi yang dilakukan adalah dengan berkoordinasi dengan unit terkait.
Abstract:Evolusi industri 4.0 saat ini dapat dilihat secara jelas seperti apa perkembangan teknologi berkembang masif dan tidak dapat dibendung serta terjadinya persaingan dalam berinovasi untuk memenangkan industri yang semakin…
ketat. Transformasi relasi kerja masyarakat industrial dan digital tidak saja menciptakan pola dan cara kerja baru dalam pasar industri namun juga berpengaruh pada pemegang kebijakan dan pemegang kekuasaan yang dapat berubah sejalan perkembangan aset dan modal yang bergerak dengan cepat dalam masyarakat digit. Adanya relasi kerja masyarakat industrial dan digital bertujuan untuk membangun hubungan yang sinergis di dalam persoalan permasalahan ketenagakerjaan serta agar dapat mengembangkan bisnis dan inovasi agar setara bahkan melebihi secara global di era industri 4.0. Transformasi relasi kerja masyarakat industrial dan digital inipun telah membawa banyak perubahan seiring semakin canggihnya kemajuan teknologi, dengan adanya berbagai jenis platform digital di Indonesia memberikan banyak manfaat dalam mencapai efisiensi waktu dan cara kerja, efektifitas biaya produksi, produktivitas kinerja, inovasi produk dan layanan, kolaborasi dengan stakeholder, walaupun diaspek lain tidak dapat dipungkiri ada berbagai permasalahan yang belum terselesaikan. Oleh karena itu transformasi relasi kerja masyarakat industrial dan digital ini harus dijadikan sebagai solusi strategis dalam pertumbuhan teknologi dan tenaga kerja, ekonomi baru serta pelaku usaha dalam menciptakan kesejahteraan yang lebih mapan dan layak bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan dekriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif adalah suatu metode penelitian yang bertujuan memberikan gambaran rinci dan mendalam tentang fenomena atau kejadian.
Abstract:Artikel ini membahas survey perilaku pemilih dalam politik elektoral Indonesia kontemporer. Tulisan berfokus pada dinamika diinternal Partai Golkar terkait pemberlakuan mekanisme survey opini publik dalam rekrutmen calon…
kepala daerah berdasarkan studi kasus di tiga kabupaten/kota di Riau, yakni Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Indragiri Hulu. Tulisan saya menganalisa respon elite dan kader partai di daerah terhadap kebijakan baru tersebut serta dinamika konflik yang ditimbulkannya. Selain itu, tulisan juga menganalisa faktor yang menyebabkan kemenangan dan kekalahan calon yang diusung Partai Golkar di Dumai, dan faktor kemenangan calon di Indragiri Hulu. Sumber data berasal dari kombinasi data yang diperoleh melalui teknik kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa kebijakan pimpinan pusat Partai Golkar menerapkan survey sebagai pertimbangan dalam rekrutmen calon kepala daerah, secara institusional diterima dan dipahami pimpinan partai di Riau. Namun, kader di daerah yang memandang survey kurang menguntungkan bagi penerapan strategi pemenangan partai di daerah, ataupun menghambat kesempatan kader mencalonkan diri dengan menggunakan perahu Partai Golkar; sehingga merespon kebijakan tersebut secara kritis. Mekanisme rekrutmen terbuka yang memberi kesempatan setara antara kader internal partai dan calon dari luar partai dinilai kurang menghargai kontribusi kader internal di daerah yang selama ini sudah bekerja keras untuk membesarkan partai.
Abstract:Program Jemput Bola di Gampong Lampulo merupakan salah satu pelaksanaan program yang membantu masyarakat gampong dalam kemudahan pengurusan administrasi. Program ini dijalankan diprakarsai oleh Dinas Kependudukan dan Registrasi…
istrasi Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Aparatur Gampong Lampulo. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peran Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh menciptakan partisipasi pada masyarakat Gampong Lampulo dan mengetahui keterlibatan masyarakat gampong dalam mengikuti kegiatan program jemput bola. Penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teori AGIL yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Penelitian ini berlokasi di Gampong Lampulo. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memiliki jumlah informan 6 orang. Teknik analisa yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 4 komponen AGIL yang terbentuk di lokasi penelitian yaitu : 1. Adaptation, Disdukcapil Kota Banda Aceh dan Aparatur Gampong Lampulo saling beradaptasi mulai dari penentuan jadwal pelaksanaan serta pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, 2. Goal Attainment, tujuan yang dituju bagi Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh dan Aparatur Gampong Lampulo memiliki kesamaan tujuan yaitu memudahkan proses administrasi bagi masyarakat, 3. Integration, diwujudkan dalam komunikasi dan konsolidasi Dinas Kependudukan dan Registrasi Kota Banda Aceh beserta Aparatur Gampong Lampulo yang solid. Selanjutnya, 4. Latent Maintenance, adanya komunikasi yang masih berlangsung antara Disdukcapil Kota Banda Aceh, Aparatur Gampong Lampulo, dan masyarakat Gampong Lampulo secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif. Bertujuan untuk mengetahui Profesional Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menunjang Kualitas Kerja di Balai Diklat Keagamaan Ambon yang dilatarbelakangi Kehadiran yang tidak…
tepat Waktu, Rendahnya Motivasi Kerja, Kurangnya keterampilan dan Pelatihan, Sarana dan Prasarana yang Tidak Memadai, dan Komunikasi yang Tidak Efektif.. Sampel pada penelitian ini berjumlah 42 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, kuisoiner menggunakan model analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa Profesional ASN (X) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Kualitas Kerja (Y). Meskipun hanya 22,4% dari variasi dalam Kualitas Kerja dapat dijelaskan oleh Profesional ASN, hasil ini menegaskan pentingnya profesionalisme ASN dalam meningkatkan kualitas kerja. Sementara itu, sekitar 77,6% variasi dalam kualitas kerja disebabkan oleh faktor-faktor lain yang perlu diidentifikasi dan diteliti lebih lanjut untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kerja ASN. Oleh karena itu, perlu diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain tersebut dan memahami bagaimana mereka dapat diintegrasikan untuk meningkatkan kualitas kerja secara keseluruhan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor motivasi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT. Mayora Indah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data…
ta dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sejumlah karyawan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen (motivasi dan gaya kepemimpinan) dengan variabel dependen (kinerja karyawan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik motivasi maupun gaya kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja yang tinggi dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan mendorong mereka untuk mencapai target dan tujuan perusahaan. Sementara itu, gaya kepemimpinan yang efektif, yang mencakup aspek-aspek seperti kepemimpinan transformasional dan partisipatif, juga terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja karyawan. Secara khusus, penelitian ini menemukan bahwa motivasi intrinsik, seperti pengakuan dan pencapaian, memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik, seperti gaji dan tunjangan. Selain itu, gaya kepemimpinan yang mendorong partisipasi dan komunikasi dua arah antara pemimpin dan karyawan mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga meningkatkan produktivitas dan kinerja. Kesimpulannya, untuk meningkatkan kinerja karyawan di PT. Mayora Indah, manajemen perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor motivasi internal serta menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif. Rekomendasi dari penelitian ini termasuk memberikan pelatihan kepemimpinan bagi manajer dan meningkatkan program pengakuan karyawan untuk memotivasi dan mendorong kinerja yang lebih baik.
Abstract:PT.Paragon Technology and Innovation adalah salah satu perusahaan kosmetik dan perawatan kulit terkemuka di Indonesia, yang terkenal dengan merek-merek terkemuka seperti Wardah, Make Over dan Emina. Penelitian ini untuk…
menganalisis Peran Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pengaruh Organisasi Terhadap Budaya Kerja di PT. Paragon Technology and Innovation. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui kuesioner terbuka kepada karyawan dari berbagai departemen. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia berpengaruh dalam membentuk budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif melalui program pelatihan yang efektif, rekrutmen yang selektif. selain itu, gaya kepemimpinan dan nilai-nilai perusahaan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi dan produktivitas karyawan. meskipun hasil statistik menunjukkan bahwa pengaruh manajemen sumber daya manusia dan organisasi terhadap budaya kerja tidak signifikan, pentingnya peran kedua faktor ini dalam praktik sehari-hari tetap relevan.
Abstract:Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi efek antara motivasi, sikap disiplin kerja, dan pencapaian tujuan kerja di lingkungan kerja. Data dikumpulkan melalui survei terhadap sejumlah karyawan di sebuah organisasi dan dianalisis…
dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian tujuan kerja, sementara motivasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan sikap disiplin kerja di antara karyawan dapat secara substansial meningkatkan pencapaian tujuan kerja. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan agar manajer fokus pada program pengembangan yang meningkatkan disiplin kerja. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin memediasi atau memoderasi hubungan antara motivasi dan tujuan kerja.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ekonomi, efisiensi dan efektivitas kinerja keuangan BLUD RSUD Sleman Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif.…
. Penulis menggunakan dokumen Laporan Realisasi Rencana Kerja dan Anggaran yang digunakan untuk penelitian ini dengan menegaskan bahwa indikator Value For Money sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 214 Tahun 2017. Objek penelitian ini adalah BLUD RSUD Kabupaten Sleman Kabupaten Sleman. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja BLUD RSUD Sleman Kabupaten Sleman masih kurang ekonomis dan tidak efisien, namun efektif berdasarkan Peraturan Pengukuran Kinerja Menteri Keuangan nomor 214 Tahun 2017.
Abstract:Lembaga yang sudah ada sejak dahulu, bahkan sebelum kemerdekaan adalah pondok pesantren. Di Pondok Pesantren Darunnajah 02 Cipining sendiri menerapkan sistem Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC), dalam penerapannya…
ya peneliti menemukan masalah yang terjadi dalam kedisiplinan santri, seperti banyaknya santri yang telat jama’ah shalat fardu, banyaknya pelanggaran bahasa, dan melanggar tata tertib bagian keamanan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 cipining yang akan membahas tentang manajemen kepengurusan (OSDC) dalam meningkatkan kedisiplinan santri. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dapat terlibat langsung dengan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam proses pengumpulan data dan sumber informasi yang sesuai dengan fokus penelitian manajemen kepengurusan Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining 2 Bogor. Dalam penerapannya OSDC dibagi menjadi beberapa bagian atau divisi dengan perencanaan mengawas kedisiplinan santri dalam kegiatan sehari-hari. dalam pengorganisasian Kepengurusan OSDC dibagi menjadi beberapa divisi yaitu Divisi Keamanan, Divisi Ibadah, Divisi Pengajaran, dan Divis Bahasa, dan Divisi-divisi tersebut bekerja sama untuk mendisiplinkan santri selama 24 jam, dan dalam pengontrolannya setiap divisi terjun langsung kelapangan untuk mengontrol keseharian santri. Mereka telah diberiakan wewenang oleh pimpinan pesantren dan di bawah naungan Departemen Pengasuhan Santri langsung untuk menjalankan amanah ini. Adapun faktor penghambatnya diantaranya kurangnya tanggung jawab pengurus OSDC dan kesadaran santri.