Search Articles & Publications

Showing 58 articles found for "Boost"

UTILIZATION OF BOOSTER CIRCUIT JOULE THIEF FOR GARDEN LIGHTING SOURCE OF VOLTAGE FROM THE SUN

Ananda, Ricki, Amin, Muhammad
Abstract: Abstract: Garden lighting from a sun source utilizes a series of joule thieves so that the lighting of the garden lights at night is bright. This research method uses a quantitative method because it must be tested on each&#8230; ch module so that it finds that there are three types of module systems to be combined, the booster or joule electronic thief module, the supply media solar module circuit, and finally, the control system with the Arduino nano board. The solar module used is a 1-watt solar module with 1n4004 diodes, which will convert the heat of sunlight into voltage. The voltage will be sent via the IC TP4056 input, the output from the IC TP4056 will charge the 18650 battery, which aims to ignite the booster circuit on the 12 W lamp, or the 3.7VDC input from the 18650 battery capable of turning on the 12W/220VAC led light. While the controller is connected to the LDR sensor and relay when the user makes the command, LDR > 800 of the provisions, the relay position from NC becomes open, or during the day, the relay will be in the NC position and turn off the 12W light in the booster circuit, while at night the relay will remain in the no position, so that it will connect the booster circuit voltage and turn on the 12W lamp (LDR < 800). Keywords: booster circuit; campus park lighting; solar panels   Abstrak: Penerangan taman dari sumber matahari memanfaatkan rangkaian joule thief agar penerangan lampu taman pada malam hari terang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dikarenakan harus diuji coba pada tiap modul, sehingga mendapati ada tiga jenis sistem modul yang akan digabungkan, modul elektronika rangkaian booster atau joule thief, rangkaian modul surya media pensuplly, dan terakhir sistem controller dengan board arduino nano. Modul surya yang digunakan modul surya 1 watt dengan dioda 1n4004, akan mengubah panas cahaya matahari menjadi tegangan . Tegangan akan dikirimkan melalui input IC TP4056, output dari IC TP4056 akan mengisi baterai 18650 yang bertujuan sebagai penyala rangkaian booster pada lampu 12 W, atau input 3.7VDC dari baterai 18650 mampu menyalakan lampu led 12W/220VAC. Sementara controller terhubung kesensor ldr dan relay, ketika perintah yang dibuat oleh user, ldr > 800 dari ketentuan, posisi relay dari nc menjadi open, atau siang hari, relay akan diposisi nc dan mematikan lampu 12W pada rangkaian booster, sementara jika malam hari relay akan diposisi no, sehingga akan menghubungkan tegangan rangkaian booster dan menyalakan lampu 12W (ldr < 800).   Kata kunci : panel surya, penerangan taman, rangkaian booster.  

PENGGUNAAN RANGKAIAN BOOSTER CONVERTER DAN IC-TP4056 UNTUK LAMPU JALAN MURAH

Ananda, Ricki, Handoko, Wiwin
Abstract: Abstract: PJU (Public Street Lighting), is regulated in the regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number 27 of 2018, concerning street lighting. In line with the statement of the village&#8230; ge minister, development of underdeveloped areas and transmigration (Mendes PDTT), eko putro Sandjojo, said that village funds could be used to make street lamps for villages that do not have street lights. The area of the northern ring road, sub-district of datuk bandar timur in the direction of the port of Teluk Nibung, part of the road has no street lighting at night, plus the road conditions are still classified as red soil. Based on the results of field observations, the team researched making cheap street lamps, by utilizing the basic work system of the joule tief circuit, where the input is 7.4 VDC (in 3.7VDC arranged in series-parallel) with a lamp load of 12 watts multiplied by 4 lamps, with a total load. 48 watts, get the frequency measurement results of 12.30 Khz and Iout 0.14A, and Vpk-pk 82 V. Charging input is 7.4VDC, the current 19800mAh in the battery is divided by the maximum current of the solar module 1 watt, which is 160mA, so the charging time the battery is in the range of 2.1 hours. For the design of the lampposts that were made, using a paralon pipe with a length of 5m, with a circle diameter of 9cm, and a second pole connecting 1.5 m long with a circle diameter of 5cm.   Keywords: Cheap street lights; joule tief series; 1 watt solar panel   Abstrak : PJU (Penerangan Jalan Umum), diatur dalam peraturan mentri perhubungan republik indonesia nomor 27 tahun 2018, tentang alat penerangan jalan. Sejalan dengan pernyataan mentri desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi (Mendes PDTT) eko putro Sandjojo, mengatakan bahwa dana desa bisa digunakan untuk membuat lampu jalan bagi desa yang tidak memiliki lampu jalan. Wilayah jalan lingkar utara, kecamatan datuk bandar timur searah menuju pelabuhan teluk nibung, sebahagian dari jalan tersebut tidak memiliki penerangan jalan dimalam hari, ditambah dengan kondisi jalan yang masih tergolong tanah merah. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan maka tim meneliti membuat lampu jalan murah, dengan memanfaatkan dasar sistem kerja rangkaian joule tief, dimana untuk input 7,4 VDC (in 3,7VDC disusun seri-paralel) dengan beban lampu 12 watt dikalikan 4 lampu, dengan total beban 48 watt, mendapati hasil pengukuran frequensi 12,30 Khz dan Iout 0,14A, dan Vpk-pk 82 V. Pengisian input 7,4VDC didapati, arus 19800mAh pada baterai dibagi dengan arus maksimum modul surya 1 watt, yaitu  160mA, sehingga lama pengisian baterai berada pada rentang waktu 2,1 jam. Untuk rancangan tiang lampu yang dibuat, menggunakan pipa paralon dengan panjang 5m, dengan diameter lingkaran 9cm, dan penyambung tiang kedua sepanjang 1,5 m dengan diameter lingkaran 5cm.   Kata Kunci : Lampu jalan murah; rangkaian joule tief; panel surya 1 watt

ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN SEPULUH KAPASITOR KERAMIK 6.8 NF/ 100V TERHADAP PENGIRIMAN DAYA TANPA KABEL DENGAN RANGKAIAN ROYER

Ananda, Ricki, Amin, Muhammad
Abstract: Abstrack: Wireless usage is no longer only able to send data or files, power delivery or power transfer can be applied using wireless networking technology system or also called wireless energy transfer. Research purposes,&#8230; s, to make prototype power wireless transfer by using royer oscilator circuit, and turning the load to the maximum with the minimum possible input. Using the 9.8 V input from Trafo 5A and changing the capacitor value of 6.8nf / 100v x10 C on the transmitter (coil transmitter bigger than coil receiver). Installation of each capacitor with a distance of 7 cm, give effect to maximal value increase, with Voltage 14.2 V, current 0.02 A, power 0.284 W and Decrease Freq 610.5 KHz. As for the distance of 12 cm also get a maximum value of 11.8 V voltage, current 0.02 A, and a decrease in Frequency 614 Khz. The greatest efficiency at both distances is obtained, and . To turn the load to the maximum (7 lamps used 7 W lamps with a total load 28 W), PWT connected to USB 5V, and connected to battery and booster converter circuit so the distance is 12 cm, obtained input voltage 2.2 and output voltage 47.8 V, with output power of 1.43 W, current 0.03 A, and percentage increase of 2072 voltage. Installation of capacitors affects the voltage values, current, distance and power on the receiver. To light a large load, used a series of booster converter to power 28 W load, with 3.7 V input on battery packed on USB 5V, type TP-4056.   Keyword : Royer Oscillator circuit, Power wireless transfer, Booster  converter circuit Abstrak: Penggunaan Wireless saat ini tidak lagi hanya bisa mengirim data atau file, pengiriman daya atau perpindahan daya bisa diterapkan menggunakan sistem teknologi jaringan nirkabel atau disebut juga wireless energy transfer. Tujuan penelitian, untuk membuat prototype power wireless transfer dengan menggunakan rangkaian royer oscilator, dan menyalakan beban secara maksimal dengan input seminimal mungkin. Dengan menggunakan input 9.8 V dari Trafo 5A dan perubahaan nilai kapasitor 6,8nf / 100v x10 C pada bagian transmitter (coil transmitter lebih besar dari coil receiver). Pemasangan tiap-tiap kapasitor dengan jarak 7 cm, memberi dampak peningkatan nilai  maksimal, dengan Tegangan 14.2 V, arus 0.02 A, daya 0.284 W dan Penurunan Freq 610.5 KHz. Sedangkan untuk jarak 12 cm juga mendapatkan nilai maksimal tegangan 11.8 V, arus 0.02 A, dan penurunan Frequensi 614 Khz. Efisiensi terbesar pada kedua jarak tersebut didapat, dan . Untuk menyalakan beban secara maksimal (beban digunakan lampu 7 W sebanyak 4 lampu dengan total beban 28 W), PWT dihubungkan ke USB 5V, dan terhubung ke baterai dan rangkaian booster converter, sehingga jarak 12 cm, didapat input tegangan 2.2 dan keluaran tegangan 47.8 V, dengan daya keluaran 1.43 W, arus 0.03 A, dan Persentasi kenaikan tegangan 2072. Pemasangan kapasitor mempengaruhi nilai tegangan, arus,jarak dan daya pada receiver. Untuk menyalakan beban yang besar, digunakan rangkaian booster converter untuk menyalakan beban 28 W, dengan input 3.7 V pada baterai yang dicas pada USB 5V, jenis TP-4056.   Kata Kunci : Rangkaian Royyer Oscillator, Power wireless transfer , Rangkain Booster

TAM’s Influence on Behavioral Intention to Use M-Din Mobile Banking Usage in West Java

Erick Ermawan, Ronny Samsul Bahri
Abstract: This study examines the influence of the Technology Acceptance Model (TAM), focusing on Perceived Ease of Use (PEOU) and Perceived Usefulness (PU), on users’ Behavioral Intention (BI) to adopt and continue using M-Din, a&#8230; a Sharia-based mobile banking application at Bank Muamalat in West Java. Employing a quantitative survey of 100 active M-Din users, data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that PEOU significantly affects PU, and both PEOU and PU significantly influence BI; additionally, PU partially mediates the effect of PEOU on BI. This research contributes to the digital banking literature by reaffirming TAM constructs within an Islamic finance context and offers practical recommendations for optimizing Sharia-compliant mobile banking strategies. Implications for enhancing user interface design and promoting key features to boost adoption are discussed.

Unlocking the Potential: The Impact of E-SPT and E-Filing Systems on Boosting Corporate Tax Revenue

Oktaviano, Benny, Sulistyorini Wulandari, Dian, Boru Tarigan, Nora Vira Yunika
Abstract: This study uses multiple linear regression analysis as the primary analytical tool to investigate the transformative effects of Electronic Self-Assessment Tax (E-SPT) and E-Filing systems on corporate tax revenue. By examining&#8230; mining the integration of these digital tools, the research highlights their significant impact on enhancing tax administration efficiency, accuracy, and compliance. E-SPT simplifies the tax reporting process, reduces administrative burdens, and minimizes errors through automated checks. E-Filing improves transparency and accountability by providing clear, traceable records of submissions. Together, these systems streamline tax compliance, increase taxpayer awareness, and boost overall revenue collection. The study is based on a sample of 100 corporate taxpayers registered at KPP Pratama. The findings indicate that the adoption of E-SPT and E-Filing systems results in significant improvements in corporate tax revenue, emphasizing the role of digital solutions in modernizing tax systems.

Klasifikasi Penyakit Alzheimer Menggunakan Data Mining Decision Tree

Yulina Sari, Zaehol Fatah
Abstract: Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi otak dan secara bertahap mengurangi kemampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, dan berfungsi secara mandiri. Ini merupakan jenis demensia yang paling&#8230; ing umum, dengan gejala awal yang biasanya terjadi pada individu di atas 65 tahun, meskipun dapat juga terjadi pada usia yang lebih muda. Beberapa gejala awal Alzheimer termasuk lupa akan peristiwa baru-baru ini, kesulitan menyelesaikan tugas sehari-hari, dan kebingungan tentang waktu atau tempat. Gejala penyakit dapat memburuk seiring berjalannya waktu, seperti kehilangan kemampuan berkomunikasi, perubahan suasana hati yang signifikan, dan penurunan fungsi fisik. Diagnosis tahap awal untuk penyakit Alzheimer dapat meningkatkan efisiensi terapi. Deteksi dini penyakit Alzheimer dapat memanfaatkan pendekatan matematis pada data mining untuk menganalisis data. Klasifikasi adalah salah satu metode data mining yang dapat diterapkan untuk pendeteksian dini atau prediksi penyakit Alzheimer. Penelitian yang berkenaan dengan klasifikasi penyakit Alzheimer belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini akan membandingkan performa algoritma C4.5 dan algoritma AdaBoost dalam klasifikasi penyakit Alzheimer menggunakan teknik pengujian percentage split dan k-fold cross validation. Selain itu, penelitian ini akan menggunakan metode Algoritma Decision Tree karena dapat ditafsirkan dengan mudah oleh manusia dan memililki akurasi yang tinggi sebesar 26.3%. Dapat mengubah data yang ada menjadi pohon keputusan dan aturan-aturan, sehingga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih sederhana.

An Analysis Religion Values In The Novel Ground Zero By Agustinus Wibowo

Umar, Nursamsa Walkamar
Abstract: This research conducted by title analysis  religion values in the novel ground zero by Agustinus Wibowo. This research were aimed (1) To analyze the religion values in the novel ground zero by Agustinus Wibowo; (2)  To analyze&#8230; analyze the causes of religion values in the novel ground zero by Agustinus Wibowo. The method used was descriptive qualitative design. The source of the data is uses the primary data and secondary data. This research found that; (1) there was two kinds of religion value found in the ground zero novel namely; (1) positive religion valuethere are religion value of source of hope and optimism form that found on the data 01 and 21; promotes feelings of belongingness. This can be found on the data 3, 10,  12, 22, and 24; boosts self-esteem, and this can be found on the data 16, 17, and 25’ provides protection from existential threats. This can be found on the data 9, and 11; promotes healing of mind and body, this can be seen on the data 27; an improved mental and physical health, this data can be found on the data 20; encourages charity and altruism, this data can be found on the data 26;  and  (2)  negative roles of religion. In this case, that content of anxiety created through scientific and religious views. This can be found on the data 34; content of bad religious programming on data 19; content of the data 34 too; rationalisation for hatred and prejudice. This can be found on the data 18; Power hungry religious leaders, this can be seen on the data 13, 14 and 16; segregation of humanity, this can be seen on the data 2, 5, 7, and 18. (2) The cause of Religion value those found by Agustinus Wibowo in his trip was religion symbol that had been found in the trip and about the people with different religion who had met with him along of way.

Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Vaksinasi Booster Covid-19 Terhadap Tingkat Kecemasan Pre-Vaksinasi Booster 2 Di RW 007 Kutabaru

Amanda Putri, Solihati, Zahra Maulidia Septimar
Abstract: Latar belakang : Persepsi adalah salah satu aspek psikologis terpenting bagi manusia, karena mereka bereaksi terhadap berbagai aspek dan gejala di sekitarnya. Persepsi masyarakat terhadap vaksinasi dapat mempengaruhi kecemasan&#8230; emasan dan partisipasi mereka dalam melakukan vaksinasi. Salah satu sumber kecemasan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 adalah keamanan dan efektivitas vaksinasi, efek samping vaksin, kesalahpahaman kebutuhan akan vaksinasi, kurangnya kepercayaan pada sistem kesehatan, dan juga kurangnya informasi tentang penyakit COVID-19 yang dapat dicegah dengan vaksin. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat tentang vaksinasi booster covid-19 terhadap tingkat kecemasan pre-vaksinasi booster 2 di rw 007 kutabaru. Metode : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan cara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat dewasa rw 007 Kutabaru Kab. Tangerang yang berjumlah 155 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : hasil dari pengolahan data responden menggunkan chi-square menunjukkan Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan (p-value 0,000), persepsi keseriusan (p-value 0,006), persepsi manfaat (p-value 0,000), persepsi hambatan (p-value 0,000), isyarat untuk bertindak (p-value 0,000) dengan tingkat kecemasan pada masyarakat di RW 007 Kutabaru. Kesimpulan : hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi dengan tingkat kecemasan karena kecemasan saat mengikuti vaksinasi covid-19 dapat terjadi karena munculnya pikiran-pikiran yang ragu mengenai vaksin, dalam hal ini munculnya persepsi negatif terhadap vaksin dapat menimbulkan stress dan cemas. Sebaliknya, dengan terbentuknya persepsi yang positif terhadap vaksin akan mengurangi kemungkinan terjadinya kecemasan pada individu dalam mengikuti vaksinasi covid-19.