Search Articles & Publications

Showing 92 articles found for "Pemikir"

Konseb Islamisasi ilmu pengetahuan Pada Studi kritis terhadap pemikiran Ismail  Raji al Faruqi dan Syad Naquid al Attas  Islamisasi ilmu pengetahuan : Studi kritis terhadap pemikiran Ismail  Raji al Faruqi dan Syad Naquid al Attas

Dedek Saputra, Zulmuqim, Fauza Masyudi
Abstract: Penelitian ini berjudul Konseb Islamisasi ilmu pengetahuan : Studi kritis terhadap pemikiran Ismail  Rajial Faruqi dan Syad Naquid al Attas Implikasi Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Ismail RajiAl-Faruqi. Ilmu pengetahuan… huan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Allah menempatkan ilmu sebagai suatu hal yang tidak boleh ditinggalkan. Selama ini agama Islam diyakini memiliki peranan yang sangat penting dalam mewarnai bangunan ilmu pengetahuan. Namun kenyataannya, masyarakat muslim seolah dipaksa untuk melaksanakan ajaran sekuler dalam kehidupan lantaran derasnya arus sekularisasi. Kondisi inilah yang menjadi keprihatinan para pemikir Islam, sebab bisa membahayakan keimanan Islam. Berkaitan dengan keprihatinan itulah muncul ide atau gagasan mengenai islamisasi ilmu pengetahuan sebagai upaya untuk menetralisir pengaruh sains barat modern. Al-Faruqi adalah salah seorang pemikir tentang islamisasi. Bagaimana konsep islamisasinya? serta apa implikasinya dalam kehidupan di Indonesia? Islamisasi pengetahuan tidak hanya sebagai wacana, tetapi membutuhkan implikasi nyata agar berguna bagi masyarakat luas. Al-Faruqi telah berupaya merealisasikan islamisasi pengetahuan dengan mendirikan kelompok-kelompok studi Islam. Gerakan tersebut dilakukan dengan tetap berprinsip pada ajaran tauhid agar tidak menyimpang dari ajaran agama. Beberapa perkembangan juga terjadi di Indonesia sebagai tanggapan dari Islamisasi ilmu, diantaranya: berdirinya sekolah- sekolah berbasis Islam dan maraknya koperasi-koperasi serta bank-bank syariah.Salah satu problem utama yang dihadapi umat Islam saat ini ialah westernisasi ilmu pengetahuan. Dimana ilmu mengalami demoralisasi dan deIslamisasi, sehingga ilmu yang seharusnya membawa kedamaian justru menimbulkan kekacauan dalam kehidupan.

Studi Kritis Terhadap Pembaharuan Pemikiran Pendidikan Islam Abdul Karim Amrullah, Abdullah Ahmad, Rahmah El-Yunisiyah, Dan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli)

Muhammad Al fathoni, Zulmuqim, Fauza Masyudi
Abstract: This article discusses the renewal  of Islamic education thinking from several figures in promoting Islamic education in Minangkabau. Among these figures are Abdul Karim Amrullah, Abdullah Ahmad, Rahmah El-Yunusiyah, and… d Sheikh Sulayman Ar-Rasuli. Therefore, the author wants to study a critical study of Islamic education thoughts Abdul Karim Amrullah, Abdullah Ahmad, Rahmah El-Yunusiyah, and Sheikh Sulaiman Ar-Rasuli. Islamic education activities in Minangkabau were born and grew and developed along with the entry and development of Islam in Minangkabau. Indeed, Islamic education activities are important experience and knowledge for the continuity of the development of Islam and Muslims both in quantity and quality. The purpose of this article is to explain how the renewal of Islamic Education thought developed by the leaders of Education in Mingkabau. The method used in this research is a library study (library reasearch) whose data collection is carried out by studying literature theory that has been collected from various sources

STUDI KRITIS TERHADAP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM  IBN MASKAWAIH, AL-GHAZALI DAN IBN KHALDUN

Marbun, Junaidi, Zulmuqim, Fauzah Masyhudi
Abstract: Ibn Maskawaih, Al-Ghazali and Ibnu Khaldun are three figures of Islamic thought, in fact these three figures are also known to have quite well-known concepts in Islamic education. This research uses research library research,… arch, by collecting previous articles and sources. The results of this research revealed that Ibnu Miskawaih emphasized the moral issues of society, human nature,. Imam Al-Ghazali is a leading Islamic thinker, both in education, Sufism, fiqh, morals and so on. Meanwhile, in Ibn Khaldun's view, the ultimate function of reason is the depiction (conceptualization) of reality objectively, in detail and in depth with a series of causalities in it. With this function, the mind is able to achieve perfect and enlightened development. Even though in the Muqaddimah Ibnu Khaldun praises the position of humans because of their reason, reason has clear boundaries.

SEBUTAN ISTRI DALAM NARASI AL-QUR'AN: TELAAH KONSEPTUAL DAN KONTEKSTUAL KATA IMRA'AH, ZAUJ, DAN NISĀ’ PERSPEKTIF AL-FURŪQ AL-LUGHAWIYYAH

Hasyim, Muhammad, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Penelitian ini membahas makna dan konteks penggunaan tiga istilah dalam Al-Qur'an yang merujuk pada perempuan, yaitu imra'ah, zauj, dan nisā', khususnya dalam peran sebagai istri. Dengan pendekatan al-furūq al-lughawiyyah,… yah, penelitian ini mengeksplorasi perbedaan semantik konseptual dan kontekstual dari istilah-istilah tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan istilah ini tidak hanya berdasarkan makna literal, tetapi juga mencerminkan hubungan sosial, emosional, dan spiritual dalam konteks tertentu. Kata imra'ah sering digunakan untuk menggambarkan hubungan yang tidak harmonis, baik dalam aspek keimanan, pemikiran, atau peran, seperti pada istri Nabi Nuh dan Nabi Luth. Namun, istilah ini juga merujuk pada istri yang seiman tetapi menghadapi hambatan tertentu, seperti istri Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim. Sebaliknya, kata zauj digunakan untuk pasangan yang memiliki keserasian dan keselarasan, seperti pada Nabi Adam dan istrinya. Adapun nisā' digunakan dalam konteks kolektif atau hubungan yang menyiratkan keharmonisan, seperti dalam QS. Al-Baqarah 2:187, tetapi juga mengandung tanggung jawab besar, seperti pada istri-istri Nabi (QS. Al-Ahzab 33:30). Penelitian ini menegaskan fleksibilitas dan kedalaman bahasa Al-Qur'an dalam menggambarkan peran perempuan, sekaligus memberikan kontribusi signifikan pada kajian linguistik dan gender dalam Islam.

AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PERSPEKTIF KUNTOWIJOYO

Naura Nadhifah, Nasrullah Nasrullah, My Love Faizah Putri, Nisa Ulfi Jannah, Azza Aulia Rahmi Daud
Abstract: Al-Qur’an merupakan sumber ilmu bagi umat Islam baik di dunia maupun di akhirat. Kuntowijoyo sebagai seorang filusuf Islam mempunyai pandangan mengenai Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan bagaimana integrasinya terhadap sains… p sains sehingga ilmu di dunia Islam tidak tertinggal zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk emengetahui bagaimana pemikiran Kuntowijoyo terhadap Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan bagaimana konsep integrasi ilmu sains dan ilmu Islam yang dimiliki oleh Kuntowijoyo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Data didapat dari kajian-kajian tentang pemikiran Kuntowijoyo yang ditulis di artikel maupun-buku-buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kuntowijoyo memandang pesan dalam Al-Qur’an menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah konsep-konsep dasar dengan banyak istilah yang merujuk pada nilai normatif, doktrin etik, dan aturan-aturan legal serta ajaran-ajaran keagamaan pada umumnya. Adapun bagian keduanya adalah kisah-kisah historis atau amtsal. Menurut Kuntowijoyo, adanya kisah-kisah di dalam Al-Qur’an dimaksudkan untuk mengajak para pembacanya untuk merenungkan kebijaksanaan yang terkandung sehingga dapat diimplementasikan di kehidupan zaman sekarang. Adapun dalam integrase ilmu agama dan ilmu sains, Kuntowijoyo mempunyai konsep Ilmu Sosial Profetik (ISP), yang fokus terhadap 3 hal yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi.

HIKMAH PERKEMBANGAN JANIN DI DALAM TIGA SELAPUT KEGELAPAN DI DALAM  RAHIM MENURUT TAFSIR TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’ANIL KARYA THANTHAWI JAUHARI

Adyaksa Adyaksa, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Ada banyak manusia khususnya umat muslim yang sudah mengetahui tentang proses penciptaan janin, akan tetapi mereka belum mengetahui sepenuhnya tentang penciptaan janin yang dibahas oleh peneliti saat ini. Dalam penelitian… n ini peneliti membahas tentang penciptaan janin dalam zulumat tsalats. Zulumat Tsalats memiliki peran besar dalam penciptaan janin, salah satunya dalam penjagaan janin selama proses penciptaannya dalam perut ibu. Maka dari itu peneliti akan memaparkan penjelasan mengenai proses penciptaan janin dalam Zulumatin Tsalats atau Tiga Kegelapan yang diambil dari pemikiran tokoh terkenal dalam tafsir sains terkenal yaitu Thantawi Jauhari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis kajian melalui studi kepustakaan (Library research). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rujukan utamanya yakni Tafsir Al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’anil Karim karya Thanthawi Jauhari. Melalui penelitian ini peneliti menemukan bahwa Thantawi Jauhari mengabsahkan mengenai adanya penciptaan janin dalam zulumatin tsalats. Adapun masa penciptaan janin dalam zulumatin tsalats. Jika dilihat dari pendapat Thantawi Jauhari, penciptaan janin terjadi dalam lima masa, yaitu masa nuthfah, masa ‘alaqah, masa mudghah, masa pembentukan tulang, dan yang terakhir masa pembentukan daging. Akhirnya peneliti menyadari bahwa mengungkap isyarat-isyarat ilmiyah yang terkandung dalam Al-Qur’an adalah perkara penting. Maka peneliti berharap semoga penelitian ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. Dan semoga peneliti selanjutnya dapat mengungkap isyarat-isyarat ilmiyah yang terkandung dalam Al-Qur’an yang belum pernah terungkap, sehingga dapat menambah wawasan kita semua mengenai ilmu yang ada dalam Kitab-Nya.

MAQASHID SYARIAH PEMIKIRAN AT-TAHIR IBN ASHUR

Syarifah Reny Anggraini, Tengku Khairina, Luqman Luqman
Abstract: Penelitian ini mengkaji pemikiran At-Tahir Ibn Ashur mengenai Maqashid Syariah, yang berfokus pada tujuan utama hukum Islam untuk mencapai kesejahteraan dan kebaikan universal dalam kehidupan manusia. Ibn Ashur, seorang… ulama besar dari Tunisia, dikenal dengan pandangan progresif dan inovatifnya dalam hukum Islam. Beliau menekankan pentingnya memahami tujuan di balik setiap hukum syariah dan menerapkannya sesuai dengan kondisi zaman modern. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan studi literatur, penelitian ini menggali konsep maqashid al-syariah yang dikembangkan oleh Ibn Ashur, termasuk perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, serta penambahan elemen-elemen baru yang relevan dengan perkembangan sosial dan ekonomi masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Ashur tentang maqashid syariah dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang kontemporer, seperti kesehatan publik melalui program vaksinasi, pengelolaan lingkungan untuk menjaga kesehatan dan sumber daya alam, serta pemanfaatan teknologi untuk pendidikan dan pengetahuan. Karya-karya Ibn Ashur, termasuk "Maqashid al-Syariah al-Islamiyah" dan "Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir", memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya pemahaman umat Islam tentang syariah dan menawarkan panduan praktis untuk menghadapi tantangan modern. Dengan demikian, pemikiran At-Tahir Ibn Ashur tentang maqashid syariah tetap relevan dan aplikatif dalam konteks kehidupan sehari-hari di era modern.

ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Olivia, Ahmad Sabri, Sasmi Nelwati
Abstract: Metode pengajaran yang inovatif dan kreatif yang mengutamakan pemikiran kritis, keterlibatan siswa, dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan dari Model pembelajaran ini adalah untuk membantu siswa menjadi… pemikir yang lebih otonom, kreatif, dan inventif yang dapat memecahkan masalah, menghasilkan ide-ide baru, dan menggunakan apa yang telah mereka pelajari di dunia nyata. Dengan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan prinsip-prinsip dan jenis-jenis model pembelajaran Inovasi dalam Pendidikan Agama Islam. Jenis Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Reseach) yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan datanya berupa studi literatur, dan analisis datanya menggunkan metode analisis isi (Content Analysis). Temuan ini menunjukkan bahwa tersedianya model pembelajaran Inovasi yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam akan memberikan inspirasi bagi siswa untuk mempelajari materi. Awalnya, pembelajaran Pendidikan Agama Islam terasa membosankan ketika menggunakan model tradisional yang terbatas di dalam kelas; namun, dengan menggunakan model CTL, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan di luar kelas, yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan yang menarik karena siswa diberi keleluasaan untuk mengekspresikan diri mereka. Dalam hal ini, Pendidikan Agama Islam menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran yang mutakhir, termasuk Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), Kontekstual, Pemecahan Masalah, Pendidikan Agama Islam, dan Pembelajaran Kooperatif.

Dialektika Pendidikan Islam dan Humanisasi: Telaah Kompartif atas Pemikiran Al-Ghazali dan Fazlurrahman

Roihan, Muhammad, Firdaus Mamad, Urwatul Wusqa
Abstract: Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan transformasi digital, pendidikan Islam diharapkan tidak hanya mengajarkan tentang agama, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang memiliki pemikiran kritis. Dalam hal ini,… ni, pemikiran Al-Ghazali dan Fazlurrahman memiliki kesamaan fokus pada manusia dalam hal pendidikan, meskipun pendekatannya berbeda. Namun, penelitian yang ada cenderung membahas keduanya secara terpisah, sehingga dialog antara konsep dan gagasan mereka belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini menganalisis persinggungan dan perbedaan pemikiran mereka untuk kontribusi pada humanisasi pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis kepustakaan ( Library Research). Semua data diperoleh dari karya-karya ilmiah terkait dan terbaru, lalu dijelaskan secara komaparatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya memandang Pendidikan sebagai proses pembentukan manusia, dengan tekanan Al-Ghazali pada pelatihan moral dan spiritual, sedangkan Fazlurrahman fokus pada integrasi ilmu dan pengembangan nalar kritis. Kedua pradigma saling melengkapi dan dapat diintegrasikan dalam kerangka humanisasi pendidikan Islam, menghubungkan dimensi etis, spiritual, intelektual, serta tanggung jawab sosial.

Tafsir Salafi Indonesia: Analisis Makna Pluralisme Agama Dalam Tafsir Juz Ámma Karya Firanda Andirja

Dwiki Farendra Sabri, Rigeffinaldi Rigeffinaldi
Abstract: Permasalahan dalam kerukunan umat beragama menjadi suatu problem yang cukup krusial, hal ini menyebabkan lahirnya pandangan-pandangan terhadap agama menjadi perhatian khusus, lahirnya pluralisme sebagai bentuk keniscayaan… n dalam keberagaman adat, budaya, maupun kepercayaan, yang selama ini diartikan sebagai sebuah solusi untuk mencapai kerukunan umat beragama. Firanda Andirja seorang ustad dan aktif dalam berdakwah bermanhaj Salafi ternyata menolak paham pluralisme ini,argumen-argumen penolakan beliau ini dideskripsikan dalam karya beliau tafsir Juz ‘Amma dengan menunjukan dalil-dalil yang menurut beliau merupakan pembantah paham pluralisme bahkan beliau menyebutkan pluralisme adalah paham dan aqidah yang berbahaya bagi umat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin meninjau dan menganalisis bagaimana kontruksi pemikiran Firanda Andirja dalam memahami pluralisme, apa saja ayat yang dijadikan landasan dalam menolak pluralisme oleh Firanda, dan bagaimana makna ayat-ayat tersebut dalam kitab tafsir lain. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman pluralisme dalam tafsir Firanda yang menganggap bahwa pluralisme merupakan aqidah yang berasal dari ideologi Salafi yang beliau anut yaitu cenderung ingin memurnikan ajaran tauhid, ayat-ayat yang Firanda jadikan sebagai dalil pembantah pluralisme seperti Qs Al-Kafirun ayat 6 justru dimaknai sebagai bentuk toleransi oleh mufasir lain.