Abstract:Abstrack: Indonesian for the Indonesian nation is the language of unity. Indonesian is also a communication tool for all Indonesian people. Therefore, Indonesian language learning is devoted to improving the ability of students…
tudents to communicate using Indonesian language properly and correctly verbally or in writing. The community service activity entitled "Training on the Use of Enhanced Spelling and Effective Sentences on Writing Official Letters for the Bintang Mulia Coal Course in Pematang Rambai Village, Nibung Hangus District, Batu Bara District" aims to train students in the Guidance for Bintang Mulia Coal Village Pematang Rambai properly and correctly. The method used in this conventional activity is material exposure, discussion, and practice. The speaker conducts explanations about the use of improved spellings and arguments effectively in writing official letters.
Keywords: Use of Enhanced Spelling and effective sentences on official letter writing
Abstrak: Bahasa Indonesia bagi bangsa Indonesia adalah bahasa persatuan. Bahasa Indonesia juga sebagai alat komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia dikhususkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik agar berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan maupun tulis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi judul “Pelatihan Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan Dan Kalimat Efektif Pada Penulisan Surat Resmi Bagi Kursus Bintang Mulia Batu Bara Desa Pematang Rambai Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara†bertujuan untuk melatih peserta didik yang ada padabimbingan kursus Bintang Mulia Batu Bara Desa Pematang Rambai dengan baik dan benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini konvensional yaitu paparan materi, diskusi, dan latihan. Pemateri melakukan penjelasan-penjelasan tentang penggunaan ejaan yang disempurnakan dan dalimat efektifpada penulisan surat resmi.
Kata kunci: Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dan kalimat efektif pada Penulisan surat resmi
Abstract:Abstract: This study aims to obtain (1) using role play to improve the students’ conversation for Class XI-5 of SMP Negeri 7 Tanjung Balai; (2) The form of learning activity for communicating in daily conversation by using…
by using the interactive media; (3) system of conversation learning in dialogue by using role play; and (4) the increase of students’ skills to practice English by using the interactive media. such as: video, picture from CD for communicating in the conversation and then students tried to practice english and used the expression in the classroom with the simple topic. Then used to provide speaking practice but can also develop listening. we can use conversation to introduce and practice a function, structure, or vocabulary, and to illustrate degrees of politeness, levels of formality, and values and attitudes of the target culture. We can also work with students to analyze written dialogues for any of these materials. conversations are useful for listening to and practicing pronunciation, intonation, and other phonological. result this training is also expected to provide motivation to learners in terms of active learning, innovative and creative.
Keywords: Interactive media, English conversation, Role playing method
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk memperoleh (1) penggunaan role playing atau bermain peran untuk meningkatan percakapan siswa XI-5 SMP Negeri 7 Tanjung Balai; (2) bentuk dari kegiatan pembelajaran untuk berkomunikasi dalam percakapan sehari – hari dengan menggunakan media interaktif; (3) sistem pembelajaran percakapan dalam dialog dengan menggunakan bermain peran; dan (4) peningkatan keterampilan siswa untuk berlatih bahasa inggris dengan menggunakan media interaktif seperti video, gambar dari CD untuk berkomunikasi dalam percakapan dan kemudian siswa mencoba untuk berlatih bahasa inggris dan menggunakan ekspresi di kelas dengan topik sederhana. Kemudian digunakan untuk memberikan latihan berbicara tetapi juga dapat mengembangkan dalam sesi mendengarkan. Kita dapat menggunakan percakapan untuk memperkenalkan dan fungsi mempraktikkan, struktur, atau kosa kata, dan untuk menggambarkan tingkat kesopanan , tingkat formalitas, dan nilai – nilai pencapaian sikap dan budaya. Kita juga dapat bekerja dengan siswa untuk menganalisis dialog tertulis untuk semua materi ini. percakapan berguna untuk mendengarkan dan mempraktikkan pengucapan, intonasi, dan phonologi. Hasil pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik dalam hal pembelajaran aktif, inovatif dan kratif.
Kata kunci: Media interaktif, Percakapan Bahasa Inggris, Metode bermain peran
Abstract:Abstract: The community service activity entitled "Training on Making Android Applications with Android Studio at junior high school 1 Tinggi Raja" aims to train existing students at junior high school 1 Tinggi Raja to create…
reate an Android application. Moreover, most students must have already had an Android phone, it would be more interesting and fun to be able to make an application on their own cellphone. The method used in this activity is a description and practice. The speaker performs explanations about Android and Android Studio itself, their functions and uses, after that the practice directly uses the Android Studio and how to build it so that it becomes an android file that can be installed on each student's cellphone. Some important points are explained and practiced in this activity, namely the introduction of the Android operating system, the introduction of Android Studio, how to design displays in Android Studio, and how to learn java coding in Android Studio so as to produce an android application.
Keywords: android application, android studio, android
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi judul “Pelatihan Membuat Aplikasi Android dengan Android Studio pada SMPN 1 Tinggi Raja†bertujuan untuk melatih siswa-siswi yang ada pada SMPN 1 Tinggi Raja untuk membuat aplikasi Android. Terlebih lagi para siswa juga pasti sebagian besar sudah memiliki ponsel Android, hal ini akan lebih menarik dan menyenangkan jika dapat membuat aplikasi di ponsel sendiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskripsi dan praktek. Pemateri melakukan penjelasan-penjelasan tentang Android dan Android Studio itu sendiri, fungsi dan kegunaannya, setelah itu praktek langsung menggunakan Android Studio tersebut dan bagaimana cara build nya sehingga menjadi sebuah file android yang dapat dipasang di ponsel masing-masing siswa. Beberapa point penting yang dijelaskan serta dipraktekkan dalam kegiatan ini, yaitu pengenalan sistem operasi Android, pengenalan Android Studio, cara mendesain tampilan di Android Studio, dan bagaimana belajar koding java di Android Studio sehingga menghasilkan sebuah aplikasi android.
Kata kunci: aplikasi android, android studio, android
Abstract:Abstrak: Menurunnya minat membaca di kalangan English is an international language, so that the application of English covers all aspects of people's lives, especially in a company. The application of English can be seen…
in the company PT. Mandom Indonesia Batam, where some staff in certain parts such as frontliners, receptionists, ambassadors, and marketing must be able to use English because they are serving as reception guests both locally and internationally. Becouse of the importance of the role of English in PT. Mandom Batam Indonesia in interacting with guests, the workers there should be given the training in the application of the principles of cooperation and greetings in English (address forms). So that, they can create a positive impression while working.It can be important becouse Indonesian is famous for their modesty. cooperative principle).This is based on the theory of Grice in Crabtree (2003) that in communicating every speaker and speaker must be able to understand the four principles of cooperation in communication, among others, quality maxim, quantity maxim, maximance relevance and manner maxim. The training uses the lecture method and direct interaction with the training participants with interactive practice techniques on the material regarding the principles of communication cooperation (address forms.) From this service results can be seen increasing the understanding and skills of workers at PT Mandom Indonesia Batam on the principle of cooperation and greetings in English
Keywords: English Competence, Frontliner, Address form
Abstrak: Bahasa Inggris adalah bahasa Internasional sehingga penerapan bahasa inggris meliputi semua aspek kehidupan masyarakat terutama di sebuah perusahaan. Penerapan bahasa inggris dapat terlihat pada perusahaan PT. Mandom Indonesia Batam, dimana sebagian staff pada bagian tertentu seperti front liner, receptionist, ambassador, dan marketing harus mampu menggunakan bahasa inggris karna bertugas sebagai penerima tamu baik lokal maupun internasional. Melihat akan pentingnya peranan bahasa Inggris di PT. Mandom Indonesia Batam di dalam berinteraksi kepada tamu maka perlu kiranya diberikan pelatihan bagi perkerja di dalam penerapan prinsip kerjasama dan sapaan dalam bahasa Inggris (address forms) agar dapat menimbulkan kesan yang positif dari tamu asing terhadap sikap pekerja lokal yang terkenal dengan kesopanannya.Prinsip kerjasama (cooperative principle) ini didasari pada teori Grice di (Crabtree, 2013) bahwa di dalam berkomunikasi setiap penutur dan tertutur harus dapat memahami empat prinsip kerjasama di dalam berkomunikasi antara lain, quality maxim, quantity maxim,relevance maxim dan manner maxim. Pelatihan menggunakan metode ceramah dan interaksi langsung terhadap peserta pelatihan dengan teknik interactive practice terhadap materi mengenai prinsip kerjasama komunikasi dan (address forms.) Dari hasil pengabdian ini dapat terlihat peningkatan pemahaman dan keterampilan pekerja di PT Mandom Indonesia Batam terhadap prinsip kerjasama dan sapaan dalam bahasa Inggris
Kata kunci: Kompetensi Bahasa Inggris,Frontliner,Address Form
Abstract:Abstract: This community service aims to empower people who are members of the Yasayan Senyum Ibu Indonesia (YSII), so that they dare to appear to do public speaking. Empowerment needs to be done, considering the number…
of Foundation activities that require public speaking skills. The empowerment method used in this service has three stages. The first stage is to introduce and teach participants, how to find material or material to be delivered in public speaking, using the internet. After the material is obtained, they are asked to arrange the sentences that will be delivered in public speaking, then practice them one by one. The second method is to teach and practice the participants to hear a lot while memorizing the words that have been heard, to be memorized and repeated. This method is the basic method of public speaking, which relies a lot on memory, based on what is heard, then memorized. After memorizing, recited in public speaking activities. The third method is one by one the participants learn to recite flat voice intonation, as a basic technique in public speaking. The results of this service are public speaking modules that will be made HKI, popular articles in online media, and scientific articles in public service journals.
Keywords: Public Speaking, Internet, Information Technology
Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat yang tergabung dalam Yasayan Senyum Ibu Indonesia (YSII), agar berani tampil untuk melakukan public speaking. Pemberdayaan ini perlu dilakukan, mengingat banyaknya kegiatan Yayasan yang memerlukan keterampilan public speaking. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam pengabdian ini ada tiga tahap. Tahap pertama, adalah mengenalkan dan mengajarkan kepada para peserta, cara mencari bahan atau materi yang akan disampaikan dalam public speaking, dengan menggunakan internet. Setelah bahan di dapatkan, mereka diminta untuk menyusun kalimat yang akan disampaikan di dalam public speaking, kemudian mempraktikannya satu-persatu. Metode kedua adalah mengajarkan dan mempraktikan kepada para peserta untuk banyak mendengar sekaligus menghafalkan kata-kata yang telah didengar, untuk dihapalkan dan diulang kembali. Metode ini adalah metode dasar public speaking, yang banyak mengandalkan daya ingat, berdasarkan dari apa yang didengar, kemudian dihapalkan. Setelah hapal, dilafalkan dalam kegiatan public speaking. Metode ketiga adalah satu persatu peserta belajar melafalkan intonasi suara datar, sebagai teknik dasar dalam public speaking. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah modul public speaking yang akan dibuat HKI, artikel popular di media online, adan artikel ilmiah di jurnal pengadian masyarakat.
Kata Kunci: Public Speaking, Internet, Teknologi informasi
Abstract:Abstract: Libraries function not only as information centers but also as literacy spaces that require an orderly and communicative service environment. One supporting service in fostering such an environment is the delivery…
ery of literacy greetings to visitors. In practice, greetings are commonly delivered manually or through conventional bells, leading to inconsistency and dependence on staff availability. This study was conducted at the Amir Machmud Library, Ministry of Home Affairs, Jakarta, Indonesia, aiming to design and evaluate a Python-based scheduled audio alarm system for automated literacy greetings. An applied experimental method was employed, including system design, Python script development, scheduling configuration using Windows Task Scheduler, and direct system testing on a library computer connected to ceiling speakers. The system requires initial execution via Command Prompt (CMD) when the computer is powered on, after which it operates automatically according to predefined schedules. Testing results demonstrate that the system performs scheduled audio playback accurately and operates stably without further manual intervention. The findings indicate that the proposed system provides a practical and efficient solution to enhance service consistency and support a structured and conducive literacy environment in the library.
Keywords: scheduled audio alarm; library automation; python; literacy greeting.
Abstrak: Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai ruang literasi yang memerlukan suasana layanan yang tertib dan komunikatif. Salah satu bentuk dukungan layanan tersebut adalah penyampaian sapaan literasi kepada pengunjung. Dalam praktiknya, penyampaian sapaan masih dilakukan secara manual atau menggunakan bel konvensional sehingga kurang konsisten dan bergantung pada petugas. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan Amir Machmud, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Indonesia, dengan tujuan merancang dan menguji sistem alarm audio terjadwal berbasis Python sebagai media penyampaian sapaan literasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental terapan melalui tahapan perancangan sistem, pengembangan skrip Python, konfigurasi penjadwalan menggunakan Windows Task Scheduler, serta pengujian langsung pada komputer perpustakaan yang terhubung dengan speaker plafon. Sistem bekerja dengan mekanisme inisialisasi awal melalui Command Prompt (CMD) saat komputer dinyalakan, kemudian selanjutnya berjalan otomatis sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memutar audio secara konsisten dan stabil pada waktu yang telah diatur tanpa intervensi lanjutan dari petugas. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi sederhana dan efisien untuk mendukung terciptanya suasana literasi yang lebih terstruktur dan kondusif di lingkungan perpustakaan.
Kata kunci: alarm audio terjadwal; otomasi perpustakaan; python; sapaan literasi.
Abstract:Abstract: Artificial Intelligence (AI) is currently gaining popularity across various industries, including healthcare, finance, and others. In this study, AI technology is employed to devise an optimal marketing strategy…
y for Code Verse Computer Accessories Store using the K-Means algorithm. As part of machine learning, the K-Means algorithm, categorized under unsupervised learning, is implemented to cluster sales data for computer accessory products over the last three months of 2023. The results of the K-Means analysis identify two main clusters. Cluster one (Cluster 1) comprises products such as Mouse, Keyboard, Monitor, Headset, and Speaker, indicating consistent purchasing patterns and high consumer interest. Recommendations are made to increase stock for Cluster 1. Meanwhile, Cluster two (Cluster 2) consists of Mic products with lower interest, and it is not advisable to increase stock. The implementation of K-Means provides insights into purchasing patterns, enabling Code Verse to develop more effective marketing and inventory management strategies.
Keywords: K-Means algorithm; artificial intelligence; clustering
Abstract: Kecerdasan Buatan (AI) kini meraih popularitas dalam berbagai industri, termasuk sektor kesehatan, keuangan, dan lainnya. Pada penelitian ini, teknologi AI digunakan untuk merancang strategi pemasaran optimal bagi Toko Aksesoris Komputer CodeVerse dengan menggunakan Algoritma K-Means. Sebagai bagian dari machine learning, Algoritma K-Means, yang termasuk dalam kategori unsupervised learning, diimplementasikan untuk mengelompokkan data penjualan produk selama tiga bulan terakhir tahun 2023. Hasil dari analisis K-Means mengidentifikasi dua cluster utama. Cluster pertama (Cluster 1) terdiri dari produk Mouse, Keyboard, Monitor, Headset, dan Speaker, menunjukkan pola pembelian yang konsisten dan tingginya minat konsumen. Rekomendasi untuk menambah stok diberikan. Sementara itu, Cluster kedua (Cluster 2) terdiri dari produk Mic dengan minat lebih rendah, dan tidak disarankan untuk menambah stok. Implementasi K-Means memberikan wawasan tentang pola pembelian, memungkinkan CodeVerse mengembangkan strategi pemasaran dan manajemen persediaan yang lebih efektif.
Keywords: Algoritma k-means; kecerdasan buatan; clustering
Abstract:This research was undertaken to analyze the influence of the Wordwall application on the speaking skills of eleventh-grade students at SMAN 1 Ciruas. Consequently, Wordwalluantitative methodology and a quasi-experimental…
design involving 82 participants, organized into two equally sized groups, namely the experimental and control groups. Data collection was conducted through speaking assessments administered prior to and following the treatment. The findings showed that students who received the treatment achieved better improvement in speaking skills than those in the control group. The average score achieved by the experimental group increased from 63.90 to 83.12, whereas the control group’s mean score rose from 66.15 to 74.34. The hypothesis test results revealed a significance value below 0.05 (p < 0.001), providing evidence of a statistically significant difference between the groups. The results point to the fact that the Wordwall application was effective in enhancing students’ speaking skills.. Consequently, Wordwall can be considered an effective technology-based learning tool for promoting speaking skill development in English language learning.
Abstract:Connectivism provides abundant enchanting experiences in ELT context due to the benefits that it offers. However, as the practice requires technology integration, physical, and psychological readiness, teachers discover…
challenges upon the implementation. This study aims at investigating the benefits and challenges of the practice in ELT context. Through content analysis qualitative study, the study attains the targeted exploration. 5 experienced English teachers are selected to conduct semi-structured interviews. The data were analyzed and reviewed by the researchers and experts for affording the valid results. The results provide valuable insights towards the issues that are raised. This study sheds a light on the essence of digital environment in ELT which assists the feasible various sources of learning to be attained. Findings revealed that Connectivism can definitely foster learners’ language skills, such as speaking, listening, and pronunciation through the various digital platforms that are provided. Interestingly, connectivism is advantageous for strengthening learners' 21st century skills, namely critical thinking, collaboration, communication skills, and creativity in learning English. On the other hand, the challenges encountered by teachers in integrating connectivism are 1) inadequate facilities and infrastructure, 2) lack of training and development in educator resources, and 3) low internet network access or the bandwidth.
Abstract:This study explores the role of rubrics in improving speaking skills among Generation Z students under the Merdeka Curriculum in Indonesia. By leveraging qualitative research methods, specifically in-depth interviews with…
h experienced English language teachers, the study delves into the practical applications, benefits, and challenges of rubric implementation. The findings reveal that rubrics significantly enhance student performance by providing clear, structured, and detailed feedback, aligning with Generation Z's preference for interactive and visually engaging learning experiences. Additionally, the study highlights the compatibility of rubrics with the objectives of the Merdeka Curriculum, emphasizing student independence and creativity. These insights underscore the necessity for educators to adopt and refine rubric-based assessments to meet contemporary educational goals and the unique characteristics of modern learners.