Search Articles & Publications

Showing 2019 articles found for "Tara"

Sosialisasi Media Pembelajaran Anak Tunanetra Reading Interaction Console With Kinetic Intelligence Braille Versi Prototipe

Ricki Ananda, Muhammad Amin, Muhammad Iqbal Haitame Tambunan, Saifuddin Muhammad Jalil
Abstract: Abstract: The Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille prototype aims to introduce an innovative educational technology for blind students at SLB Negeri Kota Tanjungbalai. The school, under the… he authority of the Province of North Sumatra, has 111 students across elementary, junior high, and senior high school levels. SLBN Tanjungbalai is led by Mrs. Resti, S.Pd., supported by 13 teachers and 1 administrative staff member. This media integrates an interactive kinesthetic system, binary Braille sensors, and artificial intelligence (AI) capable of recognizing Braille letter patterns based on tactile input and providing real-time voice feedback. Braille letters are converted into six-dot binary codes (Braille-cell), such as A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), up to Z (101011). These binary combinations are detected by tactile sensors or push buttons, then processed by an ESP32S connected to a 2004 LCD with I2C, a DFPlayer Mini, and a speaker to produce the corresponding letter sounds. The socialization activity was conducted at SDLB Negeri Kota Tanjungbalai, involving companion teachers and eight blind students. The activities included device demonstration, usage training, and interactive trials. The results show positive responses from both teachers and students, as the media enhances motivation, accuracy, and speed in learning Braille letters. RICKI-Braille proved to be more interactive and adaptive compared to conventional Braille learning media. Keywords: Braille; visually impaired; inclusive learning media; assistive technology inclusive education;   Abstrak: Media Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille versi prototipe bertujuan memperkenalkan inovasi teknologi pendidikan bagi peserta didik tunanetra di SLB Negeri Kota Tanjungbalai. Sekolah yang berada di bawah naungan Provinsi Sumatera Utara ini memiliki 111 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. SLBN Tanjungbalai dipimpin oleh Ibu Resti, S.Pd., dengan dukungan 13 guru dan 1 tenaga tata usaha. Media ini memadukan sistem kinestetik interaktif, sensor Braille biner, dan kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengenali pola huruf Braille berdasarkan input titik-titik taktil, kemudian memberikan umpan balik suara secara real-time. Huruf Braille dikonversi menjadi kode biner enam titik (Braille-cell), misalnya A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), dan seterusnya hingga Z (101011). Sensor taktil atau push button membaca kombinasi biner tersebut, lalu memprosesnya melalui ESP32S yang terhubung dengan LCD 2004 + I2C, DFPlayer Mini, dan speaker untuk menghasilkan suara huruf yang sesuai. Sosialisasi dilakukan di SDLB Negeri Kota Tanjungbalai dengan melibatkan guru pendamping dan delapan siswa tunanetra. Kegiatan mencakup demonstrasi alat, pelatihan penggunaan, serta uji coba interaktif. Hasilnya, guru dan siswa memberikan respons positif karena media ini meningkatkan motivasi, ketepatan, dan kecepatan belajar huruf Braille. RICKI-Braille terbukti lebih interaktif dan adaptif dibanding media Braille konvensional. Kata kunci: Braille; tunanetra; media pembelajaran inklusif; teknologi asistif; pembelajaran inklusif

Penerapan E-CRM Dan Analisis BEP Untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Nugget Lele Di Pokdakan Tani Makmur

Iqbal, Muhammad, Febby Madonna Yuma, Nurhasanah, Kevin Alfarer Ginting, Zuriah Br Saragih
Abstract: Abstract: Pokdakan Tani Makmur in Asahan Regency faced low sales of fresh catfish due to intense price competition in the local market. This community service program aimed to increase the economic value of catfish farming… ing through product diversification into catfish nuggets and the application of Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) as a supporting tool for digital marketing. The activities included socialization, production and packaging training, implementation of social media–based E-CRM, and Break Even Point (BEP) analysis to assess business feasibility. The results showed an improvement in partners’ skills in processing and marketing catfish products. With a monthly production capacity of 30 kg, where 1 kg yields 40 pieces or 10 packs of nuggets priced at IDR 5,000 per pack, partners achieved a monthly turnover of approximately IDR 1,500,000. The BEP analysis indicated an equilibrium point at 100 kg or around three months of operation with fixed costs of IDR 1,500,000. The E-CRM system served as a supporting medium to promote products and expand market visibility, while the main factors driving sales growth were product diversification and improved quality. This activity has implications for enhancing competitiveness and economic independence among small-scale fish farming groups. Keywords: BEP; catfish nugget; diversification; E-CRM; Pokdakan Tani Makmur   Abstrak: Pokdakan Tani Makmur di Kabupaten Asahan menghadapi permasalahan rendahnya penjualan lele segar akibat tingginya persaingan harga di pasar lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya melalui diversifikasi produk olahan menjadi nugget lele serta penerapan Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) sebagai pendukung strategi pemasaran digital. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan produksi dan pengemasan, penerapan E-CRM berbasis media sosial, serta analisis Break Even Point (BEP) untuk menilai kelayakan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam produksi dan pemasaran produk olahan. Dengan kapasitas produksi 30 kg per bulan, di mana 1 kg menghasilkan 40 potong atau 10 bungkus nugget dengan harga Rp5.000 per bungkus, mitra memperoleh omzet sekitar Rp1.500.000 per bulan. Analisis BEP menunjukkan titik impas pada 100 kg produksi atau sekitar tiga bulan operasional dengan biaya tetap Rp1.500.000. Penerapan E-CRM berperan mendukung promosi dan memperluas informasi produk, sementara faktor utama peningkatan penjualan berasal dari diversifikasi dan kualitas produk olahan. Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan daya saing dan kemandirian ekonomi kelompok pembudidaya ikan di daerah. Kata kunci: BEP; diversifikasi; E-CRM; nugget lele; Pokdakan Tani Makmur

Pengembangan dan Pelatihan LMS Interaktif Berbasis Game Untuk Literasi Numerasi Siswa SD Negeri 067240 Medan

Kiswanto, Dedi, Br Bangun, Melly, Napitupulu, Safrida
Abstract: Abstract: The literacy and numeracy achievements of elementary school students in Indonesia still face various challenges, despite showing an upward trend based on the results of the National Assessment. One cause is the… implementation of conventional and less interactive learning models. This community service activity aims to develop and train the use of the interactive Learning Management System (LMS) kelaspetualang.com integrated with Scratch-based educational games to support literacy and numeracy learning at SD Negeri 067240 Medan. The implementation method used an interactive workshop based on practice-based learning that included needs analysis, material development, training, implementation, mentoring, and evaluation. The activity participants consisted of 20 teachers. The evaluation was conducted using a 1–5 Likert scale questionnaire to measure understanding, interest, and effectiveness of the activity. The results of the activity showed that 18 teachers successfully developed and uploaded game-based teaching materials to the LMS, while two teachers experienced technical difficulties with the device. The evaluation results showed a very good level of understanding and enthusiasm, especially regarding interest in developing game-based learning media, although further mentoring is still needed on technical aspects. This activity has been proven to improve teachers' digital competence and literacy and has the potential to enrich literacy and numeracy learning in an innovative way. Keywords: educational; games; scratch; literacy; numeracy   Abstrak: Capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan berdasarkan hasil Asesmen Nasional. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang masih konvensional dan kurang interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan melatih pemanfaatan Learning Management System (LMS) interaktif kelaspetualang.com yang terintegrasi dengan game edukatif berbasis Scratch guna mendukung pembelajaran literasi dan numerasi di SD Negeri 067240 Medan. Metode pelaksanaan menggunakan workshop interaktif berbasis practice-based learning yang meliputi analisis kebutuhan, pengembangan materi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 untuk mengukur pemahaman, minat, dan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 18 guru berhasil mengembangkan dan mengunggah materi ajar berbasis game ke dalam LMS, sementara dua guru mengalami kendala teknis perangkat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman dan antusiasme yang sangat baik, terutama pada minat pengembangan media pembelajaran berbasis game, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan pada aspek teknis. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru serta berpotensi memperkaya pembelajaran literasi dan numerasi secara inovatif. Kata kunci: pendidikan; permainan; Scratch; literasi; numerasi.

Pengembangan Startup Digital Mahasiswa Melalui Program Inkubasi Bisnis Digital Pada Universitas Sumatera Utara

Harumy, Henny Febriana, Dewi Sartika Br. Ginting, Fuzy Yustika Manik, Nuzuliati
Abstract: Abstract: Digitalization 5.0 has opened wide opportunities for students to build digital-based startups. However, many student startups face challenges in financial management, developing a Minimum Viable Product (MVP),… and ensuring business sustainability. This program aims to implement Digital Business Incubation as a strategy for developing student digital startups. The methods used include observation, tenant selection, interviews, and intensive mentoring for incubation program participants. As a result of the selection process, 14 businesses were chosen to be incubated, consisting of service-based and product-based ventures. The program is designed to provide entrepreneurship training, financial management workshops, business legality assistance, investor networking opportunities, and technological support. The outcomes of the program indicate that through digital incubation, average 77,91% of the participating students were able to enhance their digital entrepreneurship skills, strengthen their business models, and optimize the potential for business sustainability. Therefore, Digital Business Incubation has proven to be an effective mechanism for fostering the growth of student digital startups that are adaptive, innovative, and competitive in the digital economy era. Keywords: bussiness digital, enterprise, student, service   Abstrak: Digitalisasi 5.0 telah membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk membangun usaha rintisan (startup) berbasis digital. Namun, banyak startup mahasiswa menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan keuangan, Minimum Viable Product, dan keberlanjutan usaha. Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan program Digital Business Incubation sebagai strategi pengembangan startup digital mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi observasi, seleksi tenant, wawancara, serta pendampingan intensif terhadap peserta program inkubasi. Dari hasil seleksi terpilih 14 usaha yang akan diinkubasi yang terdiri dari usaha yang bergerak dibidang jasa dan produk. Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan kewirausahaan, pelatihan keuangan, pendampingan legalitas usaha, akses bersama investor, serta dukungan teknologi. Hasil program ini menunjukkan bahwa melalui inkubasi digital, rata rata 77,91% mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan wirausaha digital, memperkuat model bisnis, serta mengoptimalkan potensi keberlanjutan usaha. Dengan demikian, Inkubasi bisnis digital terbukti menjadi mekanisme efektif dalam mendorong lahirnya startup digital mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era ekonomi digital. Kata kunci: bisnis, mahasiswa, jasa, startup digital  

Pelatihan Belajar Bahasa Inggris Dasar Pada Siswa SDN Bicorong II Pamekasan

Dandy Firatama, Aditya, Rizqi Azam Syaichon, Wa’idul Hasan, Fakhrur Rozi Arifin, Al Farisi, Nurul Ilmi
Abstract: Abstract: English is a universal language used in many countries around the world. SDN Bicorong II is located in Bicorong Village, Pamekasan Regency. Students often struggle with English and are reluctant to learn it. As… a means to improve their English communication skills, a tutoring program offers basic English instruction to SDN Bicorong II students. A total of 29 students participated in the community service program for basic English tutoring. Each session lasted 90 minutes and was conducted over two days. Socialization, instruction, mentoring, and assessment were part of the approach implemented to provide basic English tutoring to students. Only 17.24% of students who completed the test passed, while 82.76% of the other students failed, based on the learning outcomes of elementary school students before the tutoring program. The overall average score was 62. The results after the basic English tutoring program showed that of the 29 elementary school students who took the test, 86.21% passed and 13.79% failed. The data shows that students who did not pass the test got a score range of 55-69 while students who passed the test got a score range of 70-100. The average score of 29 students was 76. Thus, basic English tutoring can improve the abilities and learning outcomes of students at SDN Bicorong II. Keywords: basic english; communicative approach; evaluation; learning; training   Abstrak: Bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang digunakan di banyak negara di seluruh dunia. SDN Bicorong II terletak di Desa Bicorong Kabupaten Pamekasan. Para siswa biasanya kesulitan berbahasa Inggris dan enggan mempelajarinya. Sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mereka, program bimbingan belajar menawarkan pengajaran bahasa Inggris dasar kepada siswa SDN Bicorong II. Sebanyak 29 siswa berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat bimbingan belajar bahasa Inggris dasar. Setiap sesi berdurasi 90 menit selama dua hari. Sosialisasi, instruksi, pendampingan, dan penilaian merupakan bagian dari pendekatan yang diterapkan untuk memberikan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar kepada siswa. Hanya 17,24% siswa yang menyelesaikan tes lulus, sementara 82,76% siswa lainnya tidak lulus, berdasarkan hasil belajar siswa sekolah dasar sebelum program bimbingan belajar. Skor rata-rata keseluruhan adalah 62. Hasil setelah dilakukan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar menunjukan bahwa dari 29 siswa SD yang ikut tes 86,21% siswa lulus tes dan 13,79% siswa tidak lulus. Data menunjukan bahwa siswa tidak lulus tes mendapat rentang nilai 55-69 sedangkan siswa yang lulus tes mendapat rentang nilai 70-100. Hasil nilai rata-rata dari 29 siswa adalah 76. Dengan demikian bimbingan belajar bahasa Inggris dasar dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa SDN Bicorong II. Kata kunci: bahasa inggris dasar; evaluasi; pelatihan; pembelajaran, pendekatan komunikatif

Transformasi Digital UMKM Perikanan: Studi Kasus Poklahsar Bali Padang

Aisyah, Siti, Putra, Ari Limay Trisno, Sari, Siska Fitrima, Desmiati, Ira, Rustam, Dicky
Abstract: Abstract: This community service program was implemented with POKLAHSAR BALI, a fisheries MSME in Ulak Karang Utara, Padang City, whose members are mostly women and coastal youth. The main problems identified were traditional… ional production methods, unstructured business management, and marketing dependence on collectors, limiting added value. The program aimed to improve production capacity, strengthen business governance, and develop a website-based digital marketing strategy. A participatory-collaborative approach was applied through socialization, technical training, technology implementation, mentoring, and continuous evaluation. Innovations introduced included production SOPs, logbooks and simple bookkeeping, a gas-fueled drying oven, development of the website www.sejala.org, QR Code integration on packaging, and activation of social media and marketplaces. Evaluation showed significant improvements in partner skills, with average scores increasing from 2.7 to 4.0, particularly in business recording and digital marketing. Economically, average income rose by 25% and digital sales volume doubled. Sustainability was strengthened through cooperation with the Merah Putih Cooperative and regular coaching from the Padang City Marine and Fisheries Office, thereby enhancing the economic independence of coastal women and youth. Keywords: coastal women’s empowerment; digital marketing; fisheries MSMEs; local food products; padang city; website.   Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan bersama POKLAHSAR BALI, sebuah UMKM perikanan di Ulak Karang Utara, Kota Padang, yang mayoritas anggotanya perempuan dan remaja pesisir. Permasalahan utama mitra meliputi metode produksi tradisional, manajemen usaha yang belum tertata, serta pemasaran yang bergantung pada pengepul sehingga nilai tambah terbatas. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat tata kelola usaha, dan mengembangkan strategi pemasaran digital berbasis website. Metode partisipatif-kolaboratif diterapkan melalui sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Inovasi yang diperkenalkan meliputi SOP produksi, penggunaan logbook dan pembukuan sederhana, oven pengering berbahan bakar gas, pengembangan website www.sejala.org, integrasi QR Code pada kemasan, serta aktivasi media sosial dan marketplace. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dengan skor rata-rata naik dari 2,7 menjadi 4,0, terutama pada pencatatan usaha dan pemasaran digital. Secara ekonomi, pendapatan meningkat rata-rata 25% dan volume penjualan digital dua kali lipat. Keberlanjutan program diperkuat melalui kerjasama dengan Koperasi Merah Putih dan pembinaan rutin Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, sehingga mampu mendukung kemandirian ekonomi perempuan dan remaja pesisir. Kata kunci: kota padang; pemasaran digital; produk pangan lokal; pemberdayaan perempuan pesisir; umkm perikanan; website

Pemberdayaan UMKM Desa Nangewer Melalui Model Pasar Mingguan Partisipatif Untuk Kemandirian Ekonomi Lokal

Rhiswandi, Rhandi, Yus Djunaedi Rusli, Dedeh Kurniasih, Marsya Elianwar, Salsabillah Agustiawati
Abstract: Abstract: The community service program in Nangewer Village, Darangdan District, Purwakarta Regency, aims to empower local MSME actors and strengthen the village's economic independence post-pandemic through the development… ent of a participatory weekly market model. This activity involved 25 MSME actors, village officials, and Youth Organizations in planning, training, and implementing weekly markets combined with social activities such as mass gymnastics, local culinary, and children's games. The results of the evaluation showed an increase in the daily income of business actors from IDR 6.23 million to IDR 11.52 million, or an increase of 85%, with income stability of 40%. In addition to having an economic impact, this activity increases social interaction across hamlets and strengthens the role of women in household businesses. The main obstacles in the form of limited facilities and waste management are overcome through synergy with BUMDes and the support of the Village Fund. This activity shows good practices of collaboration between the community, village government, and universities in developing sustainable micromarkets, which can be replicated as a model of economic empowerment in other villages. Keywords: MSME; Community Empowerment; Weekly Market; Village Economy   Abstrak: Program pengabdian masyarakat di Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, bertujuan memberdayakan pelaku UMKM lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi desa pasca-pandemi melalui pengembangan model pasar mingguan partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 25 pelaku UMKM, perangkat desa, dan Karang Taruna dalam perencanaan, pelatihan, dan pelaksanaan pasar mingguan yang dikombinasikan dengan kegiatan sosial seperti senam massal, kuliner lokal, dan permainan anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pendapatan harian pelaku usaha dari Rp6,23 juta menjadi Rp11,52 juta, atau naik 85%, dengan stabilitas pendapatan 40%. Selain memberikan dampak ekonomi, kegiatan ini meningkatkan interaksi sosial lintas dusun dan memperkuat peran perempuan dalam usaha rumah tangga. Hambatan utama berupa keterbatasan fasilitas dan pengelolaan sampah diatasi melalui sinergi dengan BUMDes dan dukungan Dana Desa. Kegiatan ini menunjukkan praktik baik kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan pasar mikro yang berkelanjutan, yang dapat direplikasi sebagai model pemberdayaan ekonomi di desa lain. Kata kunci: UMKM; Pemberdayaan Masyarakat; Pasar Mingguan; Ekonomi Desa

PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATAN DAYA TARIK DAN PROMOSI AGROWISATA DESA HESSA AIR GENTING

parini, Parini, Andrew, Andrew Ramadhani, Iin, Iin Almeina Lubis, Anjani, Anjani
Abstract: Abstract: The development of the agrotourism sector has enormous potential to support the village economy and introduce local potential to the wider community. However, many agrotourism operators, especially village-owned… d enterprises (BUMDES) and agrotourism managers, still face obstacles in promoting and conveying information in an interesting and educational manner. This Community Service Activity (PkM) aims to apply Artificial Intelligence (AI) technology in a specially designed digital education platform to enhance the appeal and effectiveness of agrotourism promotions. Key features developed include an educational chatbot, AI-based virtual tours, a content recommendation system, and visitor data analysis. The activity was carried out through stages including identifying partner needs, digital literacy training, prototype development, and guidance on using social media platforms such as Facebook, Instagram, Twitter, and YouTube. The results of the activity demonstrate that the application of Artificial Intelligence (AI) can enhance creativity, promotional efficiency, and public interest in local agrotourism. Thus, the synergy between technology and local potential emerges as a highly effective strategy for advancing sustainable agriculture-based tourism. Keywords: Artificial Intelligence; digital education; agrotourism; promotion; tourist  village   Abstrak: Pengembangan sektor agrowisata memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung perekonomian desa serta memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas. Namun, masih banyak pelaku agrowisata khususnya BUMDES dan Pengelola agrowisata menghadapi kendala dalam promosi dan penyampaian informasi yang menarik dan edukatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sebuah platform edukasi digital yang dirancang khusus untuk meningkatkan daya tarik dan efektivitas promosi pada agrowisata. Beberapa fitur utama yang dikembangkan meliputi chatbot edukatif, tur virtual berbasis AI, sistem rekomendasi konten, dan analisis data pengunjung. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan literasi digital, pengembangan prototipe, dan pendampingan penggunaan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Youtobe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Artificial Intellegent (AI) dapat meningkatkan Kreaktivitas, efisiensi promosi, serta minat masyarakat terhadap agrowisata lokal. Dengan demikian, sinergi antara teknologi dan potensi lokal menjadi strategi yang sangat efektif dalam memajukan pariwisata berbasis pertanian secara berkelanjutan. Kata kunci: Artificial Intelligence; edukasi digital; agrowisata; promosi; desa wisata

Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Pada Remaja di RW O1 Galur-Jakarta Pusat

Pasaribu, Jesika, Lisum, Kristina, Aini, Jeni Nur
Abstract: Mental health for adolescents is important to recognize and improve adolescents' psychological well-being and resilience. Adolescents with good mental health have adaptive abilities to manage feelings and deal with the challenges… hallenges of daily life. The results of the initial study in student-managed families found that the majority of families expressed adolescents' vulnerability to mental health problems due to the impact of technological advances. Providing health education is expected to increase adolescents' self-recognition and increase knowledge to improve mental health. The community service method begins with the problem collection stage in the fostered area and continues with providing health education on the characteristics of adolescents/Gen Z and the importance of maintaining mental health at a young age. The results of filling out the questionnaire showed that the majority of adolescents, 73.68%, were in the moderate Psycho-logical Well-Being category and 52.63% were in the moderate Psychological Distress category. It is expected that adolescents can increase self-awareness and improve mental health in overcoming problems in everyday life. Keywords: adolescents; gen Z; mental health   Abstrak: Kesehatan mental untuk remaja penting untuk mengenali dan meningkatkan kesejahteraan psikologis dan ketahanan remaja. Remaja dengan kesehatan mental yang baik memiliki kemampuan adaptif untuk mengelola perasaan dan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Hasil studi awal pada keluarga kelolaan mahasiswa, ditemukan mayoritas keluarga mengutarakan kerentanan remaja pada masalah kesehatan mental akibat dampak kemajuan teknologi. Pemberian edukasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengenalan diri remaja dan meningkatkan pengetahuan untuk meningkatkan kesehatan mental. Metode pengabdian masyarakat dimulai dengan tahap pengumpulan masalah pada wilayah binaan dan dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan mengenai karakteristik remaja/Gen Z dan pentingnya menjaga kesehatan mental pada usia muda. Hasil pengisian kuesioner diketahui bahwa mayoritas remaja, sebesar 73.68% berada pada kategori Psychological Well-Being tingkat sedang dan 52.63% berada pada tingkat Psychological Distress kategori sedang. Diharapkan remaja dapat meningkatkan kesadaran diri dan meningkatkan kesehatan mental dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci:  remaja; gen Z; kesehatan mental

Making Use of Flashcards In Teaching English Vocabulary In Southern Region of Sumatera

Iman, Jaya Nur
Abstract: Vocabulary mastery is essential to young learners in learning English. This activity of community service was aimed at utilizing flashcards in English vocabulary instruction. A convenient sample of thirteen participants,… , mostly females between the ages of thirteen and eighteen, was chosen for this current activity. This was carried out in one of orphanages in Palembang, South Sumatera. To monitor and evaluate the degree of vocabulary achievement of the EFL learners, a vocabulary test was administered both before and after the intervention. The results indicated that the t obtained was much higher than the set t table and p value earned was much lower than .05. Therefore, it could be concluded that using flashcards significantly accelerated the acquisition of English vocabulary by young learners. Lastly, some fruitful implication were directed to future facilitators, researchers, and young learners, as participants. Keywords: flashcards; teaching; English vocabulary; young learners    Abstrak: Penguasaan kosakata sangat penting bagi pelajar muda dalam mempelajari bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memanfaatkan kartu flash dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris. Sampel yang terdiri dari tiga belas peserta, sebagian besar perempuan berusia antara tiga belas dan delapan belas tahun, dipilih untuk kegiatan saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu panti asuhan di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk memantau dan mengevaluasi tingkat pencapaian kosakata pelajar EFL, tes kosakata diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh jauh lebih tinggi daripada t tabel yang ditetapkan dan nilai p yang diperoleh jauh lebih rendah dari .05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu flash secara signifikan mempercepat perolehan kosakata bahasa Inggris oleh pelajar muda. Terakhir, beberapa implikasi yang bermanfaat ditujukan di masa mendatang kepada fasilitator, peneliti, dan pelajar muda, sebagai peserta. Kata kunci: kartu flash; pengajaran; kosakata bahasa Inggris; pelajar muda