Search Articles & Publications

Showing 1351 articles found for "Pendidik"

Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Di Era Globalisasi Perspektif Al-Ghazali

Ilma Safitri, Novia Ulfa, Nadia Syarinur, Erlin Sarwila, Sukma Ningsih
Abstract: Di era globalisasi, pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan tuntutan kontemporer yang dinamis dan kompleks. Salah satu tantangan utama adalah memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berubah, termasuk… suk peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan, dan penguatan kompetensi guru. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepercayaan umat Muslim. Namun, pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masyarakat. Strategi manajemen pendidikan Islam yang efektif diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Pendidikan karakter dimaknai sebagai sistem penanaman nilai-nilai karakter yang mencakup pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama makhluk hidup, lingkungan, dan bangsa. Selain itu, globalisasi telah memengaruhi penyelenggaraan pendidikan, termasuk tujuan, proses, hubungan siswa-guru, etika, dan metode. Al-Ghazali, seorang tokoh Muslim terkemuka, menekankan bahwa pendidikan harus bertujuan untuk mencetak manusia yang sempurna di dunia dan akhirat. Ia percaya bahwa manusia dapat mencapai kesempurnaan dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Perspektif Al-Ghazali tentang pendidikan menyoroti pentingnya menyeimbangkan aspek duniawi dan spiritual, dengan menekankan pada pencapaian kebahagiaan di kedua alam tersebut.

Klasifikasi Media dan Sumber Belajar Dari Landasan Teori Penggunaan

shofiyullah, Muhammad, Saudah Nur Fitria Fajarianti, Arri Fadli Gunawan, Basori
Abstract: Media dan sumber belajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran yang efektif. Pemilihan media dan sumber belajar yang tepat sangat bergantung pada landasan teori yang mendasarinya. Tulisan ini bertujuan untuk… uk menyajikan ragam dan klasifikasi media serta sumber belajar berdasarkan landasan teori penggunaannya. Landasan teori yang dibahas meliputi teori belajar dan psikologi kognitif, teori konstruktivisme, dan teori keterlibatan kognitif. Setiap teori memberikan pandangan yang berbeda tentang bagaimana individu belajar dan berinteraksi dengan media dan sumber belajar. Dari perspektif ini, media dan sumber belajar dapat diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya, seperti keaktifan peserta didik, interaktivitas, jenis konten yang disajikan, dan tingkat keterlibatan kognitif yang dibutuhkan. Melalui pemahaman yang mendalam tentang landasan teori ini, pendidik dapat memilih media dan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik, sehingga dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.

Peran Dosen Dalam Meningkatkan Motivasi Pembelajar Dalam Diri Mahasisiwa

Irham Rohib Gibran
Abstract: Salah satu faktor penting dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran adalah motivasi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran yang dimiliki oleh mata pelajaran dalam meningkatkan motivasi… i siswa untuk belajar melalui strategi pengajaran yang tepat. Sebagai tenaga pengajar yang profesional, kita harus terus berusaha untuk meningkatkan profesionalisme dan inovasi dalam metode pengajaran sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data dari observasi primer dan juga data sekunder dari penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki guru yang dapat secara akurat menggambarkan kebutuhan, tujuan, dan perilaku mereka akan dapat mentransmisikan pengetahuan dengan lebih efektif. Strategi pengajaran yang berbeda, kompetisi yang sehat, kerja keras, dan aturan yang dibangun dengan baik dapat meningkatkan motivasi siswa. Hasil belajar yang optimal dan pemahaman materi yang mendalam juga memiliki dampak yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Pentingnya penelitian.

Situs Sejarah Penyebaran Islam: Makam Datuk Kota Bangun

Ika Purnama Sari, Lorenti Br Nenggolan, Mawaddah, Suci Larasati, Rizky C Manullang
Abstract: Makam Keramat Datok Kota Bangun merupakan salah satu situs budaya yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Deli Serdang, Sumatera Utara. ini bertujuan untuk mengkaji sejarah dan nilai budaya… yang terkandung dalam Makam Keramat Datok Kota Bangun. Syekh Datuk Kota Bangun, ulama besar Sumatera Utara, kunci penyebaran Islam, kontribusi meliputi pendirian masjid dan lembaga pendidikan Islam. Pengaruhnya terhadap Kota Medan, khususnya dalam pembentukan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi, terungkap. Makamnya dianggap keramat, dengan kisah mistis dan keajaiban, memperkuat legenda sebagai pendiri kampung. tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah dari Datuk Kota Bangun dan makamnya hingga sekarang ini.Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah,  dan pengembangan cerita sejarah dari zaman dahulu hingga masa kini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan instrument wawancara dan observasi.

Memahami Peran Budaya Dalam Pelestarian Museum Al-Qur’an Di Kota Medan Pancing

Ika Purnamasari, Adinda Dwi Saputri, Alpida Sari, Joyanti Sirait
Abstract: Museum Alquran adalah sebuah museum yang didedikasikan untuk memamerkan dan mempelajari Alquran, kitab suci Islam. Peran budaya dalam pelestarian Museum Alquran sangat penting karena museum tersebut adalah tempat di mana… sejarah, nilai, dan tradisi budaya Islam dipamerkan dan dipelajari. Museum Alquran juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, di mana para peneliti dan pengunjung dapat belajar tentang Alquran dan sejarahnya, serta mempelajari nilai-nilai dan norma-norma budaya Islam. Selain itu, museum tersebut juga berperan sebagai pusat keagamaan, di mana pengunjung dapat datang untuk beribadah dan mempelajari ajaran Islam. Secara keseluruhan, peran budaya dalam pelestarian Museum Alquran sangat penting karena membantu mempertahankan dan mempromosikan nilai-nilai dan tradisi budaya Islam.

Persepsi Siswa MTs Muhammadiyah Terhadap Pembelajaran Online Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Reni Dianti Rukmini, Nafaisul Mustajada, Guntur Gunawan, Muhammad Istan, Paidi Gusmuliana
Abstract: Pada masa pandemi, pembelajaran berlangsung secara online. Banyak pembelajaran online yang di gunakan oleh guru untuk mempermudah proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana persepsi siswa terhadap… dap pembelajaran online yang digunakan guru dilihat dari aspek kegunaan, kemudahan penggunaan, dan niat penggunaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel 78 siswa dari 368 siswa MTs. Muhammadiyah. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket yang disebarkan melalui waka kurikulum menggunakan format google form. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan teknik presentase. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut : Dari aspek kegunaan 75% siswa setuju dengan pembelajaran online yang digunakan oleh guru selama proses pembelajaran. Dari aspek kemudahan penggunaan 70% siswa menyatakan pembelajaran online mempermudah siswa dalam pembelajaran. Dari aspek niat penggunaan 72% siswa antusias terhadap penggunaan pembelajaran online selama proses pembelajaran.

Efektivitas Budaya Wayang Kulit dalam Penyebaran Agama Islam di Nusantara oleh Wali Songo

Firman, Ade, Muhammad Hafidz Nasri, Syamsir
Abstract: Wayang kulit, pertunjukan wayang kulit tradisional Jawa, memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara (kepulauan Indonesia) selama abad ke-15, khususnya melalui upaya Wali Songo (Sembilan Orang Suci). Penelitian… litian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis efektivitas wayang kulit sebagai media dakwah Islam oleh Wali Songo dan relevansinya di masa kini. Temuan menunjukkan bahwa wayang kulit sangat efektif karena popularitasnya di kalangan masyarakat Jawa, sehingga memungkinkan ajaran Islam diintegrasikan secara damai tanpa paksaan. Strategi akulturasi budaya yang dilakukan Wali Songo dengan memodifikasi tokoh dan cerita wayang agar mengandung nilai-nilai Islam, menunjukkan penghormatan terhadap budaya lokal dan selaras dengan karakter Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Namun di zaman modern, keefektifan wayang menghadapi tantangan seperti menurunnya minat generasi muda, kurangnya pemahaman terhadap simbolisme wayang, dan beragamnya kualifikasi dalang (dalang). Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, studi ini menegaskan potensi wayang sebagai media dakwah kontemporer jika direvitalisasi melalui integrasi teknologi, peningkatan pengetahuan keislaman para dalang, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Wali Songo dalam membudayakan Islam dengan budaya lokal melalui wayang memberikan pembelajaran berharga bagi strategi dakwah masa kini. Pendekatan mereka mencontohkan bagaimana dakwah Islam dapat dilakukan secara damai, kontekstual, dan penuh hormat terhadap keragaman budaya, memberikan wawasan bagi para pendakwah modern untuk beradaptasi dan memanfaatkan platform media populer secara efektif sambil tetap menjaga kedalaman ajaran Islam.

Neurosains Dan Hubungannya Dengan Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI

Rani Selviani, Sutarto, Dewi Purnamasari, Aida Rahmi Nasution4
Abstract: Penelitian ini mengkaji hubungan antara neurosains dan pengembangan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Neurosains, sebagai cabang ilmu yang mempelajari sistem saraf dan otak, memberikan wawasan mendalam… tentang proses kognitif dan emosional yang mendasari pembelajaran. Penerapan prinsip-prinsip neurosains dalam evaluasi pembelajaran PAI dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran dengan lebih memahami bagaimana siswa memproses informasi, mengingat, dan memotivasi diri dalam konteks religius. Studi ini meneliti bagaimana pendekatan berbasis neurosains dapat diterapkan dalam perancangan instrumen evaluasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan individu siswa, mempertimbangkan aspek kognitif, emosional, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi neurosains dalam evaluasi PAI tidak hanya membantu dalam pengukuran capaian akademik siswa secara lebih komprehensif, tetapi juga mendorong pengembangan karakter dan pemahaman spiritual yang lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan evaluasi pembelajaran PAI berbasis neurosains menawarkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama yang adaptif dan holistik.

Pengembangan Dan Implementasi Kurikulum Ismuba Di SMP Muhmammadiyah 2 Curup

Mustajada, Nafaisul, Hafizah, Tamama, Selviani, Rani, Nelson, Nelson, Ngadri, Ngadri, Muhammad Idris
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah tentang penerapan kurikulum ISMUBA pada lembaga pendidikan Islam berbasis Muhammadiyah. Metode penelitian menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan… atan kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji dan memperoleh makna secara mendalam tentang pengembangan dan implementasi kurikulum PAI di SMP Muhammadiyah 2 Curup. Hasil dari penelitian bahwa pengembangan yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Curup dilakukan dalam dua aspek, yaitu pengembangan di dalam kelas dan pengembangan di luar kelas. Pengembangan kurikulum di dalam kelas dilakukan oleh guru ISMUBA dengan mengembangkan proses belajar mengajar yang meliputi strategi pembelajaran, metode, dan media pembelajaran. Sementara itu, pengembangan kurikulum ISMUBA di luar kelas dikembangkan dengan menciptakan suasana religius untuk lebih memaksimalkan proses internalisasi nilai-nilai karakter dan agama kepada peserta didik. Implementasi kurikulum ISMUBA di SMP Muhammadiyah Curup, salah satu guru masih menggunakan kurikulum KTSP 2013 meski kurikulum sekolah secara umum menggunakan kurikulum Merdeka. Dalam implementasi di kelas, guru PAI tidak begitu maksimal menyiapkan perangkat pembelajaran. Akan tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan tetap profesionalnya guru dalam mengajar.

Imperialisme Amerika, Keterlibatan Amerika Dalam Perang Dunia 2, Amerika Sebagai Negara Adikuasa

Arisya Rajagukguk, Anggun Ronauli, Hotmaida Berutu, Juan Vito Simanjuntak, Rizky C. P Manullang, Maharani br Purba, Flores Tanjung
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam Imperialisme Amerika, keterlibatan Amerika dalam perang dunia 2. Imperialisme Amerika Serikat adalah pengaruh ekonomi, militer, dan budaya Amerika Serikat di negara… gara lain, biasanya terkait dengan ekspansi atau perluasan ke wilayah asing. Perluasan berskala besar adalah tujuan utama sebuah imperium, seperti Imperium Britania. Konsep Imperium Amerika pertama kali dipopulerkan pada masa kepresidenan James K. Polk, yang membawa Amerika Serikat ke kancah Perang Meksiko–Amerika Serikat tahun 1846 dan aneksasi California dan wilayah barat lainnya lewat Perjanjian Guadalupe Hidalgo dan Pembelian Gadsden. Amerika Serikat juga terlibat dalam imperialisme di Filipina selatan pada tahun 1898-1946. Setelah selesainya masa Kolonial Spanyol di Filipina, Amerika datang ke Filipina selatan dengan menampilkan diri sebagai seorang sahabat yang baik, memberi bantuan untuk memerdekakan diri dari Spanyol. Namun, hal tersebut ternyata hanya taktik mengambil hati orang-orang Islam agar tidak memberontak. Amerika memandang peperangan tak cukup efektif meredam perlawanan Bangsa Moro, Amerika menerapkan strategi penjajahan melalui kebijakan pendidikan dan bujukan. Ternyata hal tersebut efektif dalam menguasai wilayah tersebut.