Abstract:Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hadist yang membahas terkait larangan meniup dan bernafas dalam bejana yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas serta relevansinya dengan praktik meniup makanan atau minuman panas di Masyarakat…
yarakat melalui pendekatan fiqh al-hadist. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kepustakaan (library research) yang di dukung oleh data lapangan (field research) dengan cara melalakukan penyebaran kuesioner melalui google form. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer dalam kajian ini bersumber dari Kitab Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad. Adapun data sekunder bersumber dari kitab syarah hadist, jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan tahkrij hadist, kajian sanad, perbandingan matan, dan analisis fiqh al-hadist yang bertujuan untuk mengetahui kandungan hukum dan hikmah yang terkandung dalam hadist tersebut. Setelah dilakukan analisis data, kemudian diperoleh hasil bahwa hadist mengenai larangan meniup dan bernafas dalam bejana berstatus shahih dengan sanad yang bersambung dan seluruh perawinya dinilai tsiqah. Hadist tersebut mengandung nilai kebersihan, Kesehatan, kepedulian terhadap orang sekitar, serta kesabaran. Kemudian, hasil survei menunjukkan bahwa kebanyakan dari responden masih melakukan praktik meniup makanan atau minuman panas meskipun telah mengetahui adanya hadist larangan tersebut. Kebaruan yang di hasilkan dari kajian ini terletak pada penggabungan analisis fiqh al-hadist dengan data lapangan mengenai pemahaman Masyarakat sehingga dapat memberikan gamabaran secara jelas mengenai relevansi hadist dalam praktik kehidupan sehari-hari serta dapat menjadi refrensi bagi penelitian selanjutnya.
Abstract:Operasi pengamanan hutan membutuhkan evaluasi berbasis data agar alokasi patroli, pemantauan satelit, dan respons penegakan hukum dapat diarahkan pada wilayah serta periode yang paling berisiko. Penelitian ini mengevaluasi…
si hubungan antara intensitas patroli dan luas deforestasi, perubahan waktu respons penanganan kasus setelah pemanfaatan pemantauan satelit near-real-time, serta pola temporal dan indikasi konsentrasi spasial temuan kayu ilegal di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif evaluatif berbasis data operasional Balai Penegakan Hukum Kehutanan. Data mencakup 150 titik patroli dan temuan kayu ilegal selama 1 Januari-31 Desember 2023, 10 sektor pengamatan hasil agregasi titik patroli, serta 30 pasang kasus respons yang dipadankan antara periode manual Januari-Juni 2022 dan periode berbasis satelit Januari-Juni 2023. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, uji-t berpasangan, ukuran efek Cohen's d, uji Kruskal-Wallis, dan identifikasi outlier berbasis persentil ke-90. Hasil menunjukkan bahwa intensitas patroli berasosiasi negatif dan signifikan dengan luas deforestasi pada tingkat sektor (B = -1,05; R2 = 0,919; F(1,8) = 91,03; p < 0,001). Waktu respons rata-rata menurun dari 51,5 jam pada metode manual menjadi 23,6 jam setelah pemanfaatan pemantauan satelit, dengan selisih rata-rata -27,9 jam, t(29) = -14,72; p < 0,001; dan Cohen's d = 2,69. Volume temuan kayu ilegal tertinggi terjadi pada Q3 atau Juli-September (60,2 +/- 14,5 m3), dengan perbedaan signifikan antarkuartal (H(3) = 28,74; p < 0,001). Sebanyak 80% titik outlier berada pada wilayah berkerawanan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi patroli terarah, pemantauan satelit, dan evaluasi spasial-temporal sederhana dapat memperkuat pengamanan hutan berbasis risiko. Namun, seluruh hasil perlu ditafsirkan sebagai asosiasi operasional karena penelitian bersifat observasional, jumlah sektor regresi terbatas, dan analisis spasial belum menggunakan pemodelan hotspot formal.
Abstract:Penelitian ini menganalisis implementasi kegiatan pemeliharaan tahun pertama (P1) dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Model UPSA di Desa Motinelo, Kabupaten Gorontalo, dengan fokus pada strategi adaptif untuk…
k mengatasi tantangan kematian bibit akibat kondisi musim kemarau. Dilaksanakan dari Oktober hingga Desember 2025, penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan pemantauan lapangan sistematis pada lahan seluas 2 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) "Mentari Hijau". Pengumpulan data melibatkan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi visual terhadap delapan aspek kegiatan pemeliharaan tahun pertama sesuai dengan pedoman teknis RHL. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa distribusi bibit ke lubang tanam telah dilaksanakan secara lengkap dengan total 2.000 bibit yang terdiri dari Nyatoh (250 batang), Nangka (250 batang), Alpukat Biji (1.000 batang), dan Alpukat Okulasi (500 batang). Namun, tingkat kematian bibit mencapai 35%, dengan angka tertinggi pada Alpukat Biji (40%) akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Pemeliharaan teknik konservasi tanah telah dilaksanakan pada seluruh area seluas 2 hektar, dengan teras bangku (60%) dan teras gulud (40%). Aplikasi hidrogel sebanyak 3 kg terbukti sebagai strategi adaptif yang efektif, sementara kegiatan penyiangan dan pendangiran baru mencapai 60% dari total area. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa dominasi Hasil Hutan Bukan Kayu (62,5%) mencerminkan strategi KTH dalam mengoptimalkan manfaat ekonomi jangka pendek. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi adaptif dalam implementasi program RHL pada fase kritis pemeliharaan tahun pertama, terutama di wilayah dengan pola cuaca yang tidak menentu. Implikasi praktis meliputi kebutuhan penguatan kapasitas teknis petani hutan, pengembangan sistem pemantauan yang responsif, serta integrasi pengetahuan lokal dengan rekomendasi teknis berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan ketahanan program RHL terhadap fluktuasi iklim yang semakin tidak dapat diprediksi. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi teknik konservasi tanah dengan aplikasi hidrogel dapat secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bibit di wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.
Abstract:Penelitian ini mengkaji peran manajemen hubungan masyarakat dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat terhadap integritas pendidikan Islam di Sekolah Islam Asrama Insan Kaffah di Tenjo, Bogor. Latar belakang penelitian…
ini menggambarkan pentingnya masyarakat sebagai pemangku kepentingan dalam mendukung lembaga pendidikan, terutama dalam hal pembiayaan, infrastruktur, dan pengembangan kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas strategi manajemen hubungan masyarakat dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat. Formulasi masalah berkaitan dengan implementasi manajemen PR dan faktor-faktor yang mendukung serta menghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan dokumentasi, observasi, dan wawancara untuk mengumpulkan data. Sekolah Islam Asrama Insan Kaffah telah menerapkan manajemen hubungan masyarakat secara efektif melalui program rutin, termasuk kelompok studi agama, gotong royong, dan kegiatan sosial, yang telah meningkatkan partisipasi masyarakat, menurut hasil penelitian. Namun, hambatan tetap ada, termasuk keterbatasan sumber daya dan kurangnya kesadaran di kalangan sebagian anggota masyarakat. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan strategis, evaluasi berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai implementasi razia ketertiban dilembaga Pendidikan kesesuaian antara hukum Islam dan hukum positif. Pelaksanaan razia memiliki urgensi penting yaitu menjadi…
njadi sarana penegakan disiplin yang nantinya akan membantu siswa memahami bahwa atuan dibuat bukan untuk membatasi, akan tetapi untuk membentuk karakter yang bertanggung jawab dan disiplin. Razia juga mendukung agar terciptanya lingkungan sekolah yang aman untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang di area sekolah serta mendorong siswa menjaga kebersihan, kerapian dan etika berpakaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris yaitu pendekatan yang dilakukan dengan cara mengadakan penelitian dengan menumpulkan data primer yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian melalui wawancara dengan responden dan narasumber yang berhubungan dengan penelitian. Pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan yang dilakukan dengan cara menelaah kaidah-kaidah atau norma-norma atau aturan-aturan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan razia ketertiban di lembaga pendidikan serta menilai kesesuaiannya dengan hukum positif dan hukum Islam. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah razia ketertiban telah dilaksanakan sebagai sarana pembinaan dan pendisiplinan siswa atau justru menyimpang menjadi tindakan perampasan atau penyitaan yang melanggar hak peserta didik.
Abstract:Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Selama ini, penilaian kinerja yang hanya dilakukan oleh atasan kerap dianggap kurang objektif, sehingga berisiko menimbulkan rasa ketidakpuasan dan menurunnya motivasi kerja. Untuk mengatasi…
atasi hal tersebut, diperlukan sistem penilaian yang lebih menyeluruh dan adil. Metode 360 Degree Feedback dipilih karena melibatkan berbagai pihak sebagai penilai, termasuk atasan langsung, rekan sejawat, serta penilaian diri, sehingga dapat memberikan potret kinerja yang lebih menyeluruh. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif non-statistik dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah pustaka. Responden yang dilibatkan adalah enam karyawan yang dipilih berdasarkan kriteria purposive sampling. Penilaian kinerja difokuskan pada tiga indikator utama, yaitu tingkat kedisiplinan, kompetensi teknis, dan aspek kepribadian, masing-masing dengan subkriteria serta bobot penilaian yang telah ditetapkan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa seluruh responden memperoleh kategori kinerja “Baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa pegawai telah memenuhi standar yang ditetapkan, namun tetap direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan lanjutan serta mendapatkan apresiasi berupa bonus guna meningkatkan motivasi dan kualitas kerja di masa mendatang.
Abstract:Perbankan syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat, termasuk dalam layanan prioritas bagi nasabah kaya, yang memicu persaingan ketat antara bank seperti Bank Muamalat dan BSI dalam merebut pasar strategis ini.…
Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas layanan dan kepuasan terhadap loyalitas nasabah prioritas Bank Muamalat di Bandung, dengan pendekatan terstruktur berdasarkan model SERVQUAL dan teori perilaku konsumen untuk merumuskan strategi retensi yang lebih unggul dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kausalitas dengan desain cross sectional, melibatkan 116 nasabah prioritas Bank Muamalat Bandung yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik dengan bantuan SPSS. Hipotesis yang diuji mencakup pengaruh positif kualitas layanan dan kepuasan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap loyalitas nasabah prioritas. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa responden menilai kualitas layanan, kepuasan, dan loyalitas dalam kategori “Sangat Baik”, dengan penilaian tertinggi pada aspek kepercayaan dan rekomendasi, serta ruang perbaikan kecil pada responsivitas dan kesesuaian harapan. Tiga hipotesis yang diajukan terbukti, yakni (1) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas, dengan kontribusi sebesar 15,7% (p=0,022 < 0,05), (2) Kepuasan nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas, dengan kontribusi yang lebih besar yakni 72,6% (p=0,000<0,05), dan (3) Kualitas layanan dan kepuasan nasabah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas, dengan kontribusi gabungan sebesar 88,3% (p=0,000 < 0,05).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mana pengaruh Pengaruh Profesionalisme Dan Independensi Terhadap Kinerja Auditor Pada Kantor Akuntan Publik Yang Terdaftar Di Sulawesi baik secara simutlan maupun parsial. Penelitian…
an ini menggunakan pendekatan kuantitatif Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di wilayah Sulawesi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling oleh karena itu Sampel dalam penelitian ini adalah auditor yang terdaftar di BPK (https://sikap.bpk.go.id/) dan telah memiliki sertifikasi BPK dan bekerja di Kantor Akuntan Publik di Sulawesi, dengan jumlah total 49 Responden. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh langsung dari hasil kuesioner kepada responden, serta data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan untuk mendukung landasan teori penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Angket (Kuesioner). Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Regresi Linear sederhana melalui Sofware SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor pada KAP Se-Sulawesi. Independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor pada KAP Se-Sulawesi. Profesionalisme dan Independensi berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Auditor pada KAP Se-Sulawesi. Temuan ini menunjukkan bahwa ketika profesionalisme auditor dan Independensi meningkat maka, Kinerja Auditor akan cenderung mengalami peningkatan.
Abstract:Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama dalam menilai perkembangan ekonomi suatu negara. Berbagai kebijakan telah diimplementasikan guna menjaga kestabilan serta mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.…
lanjutan. Dalam konteks ini, inflasi dan jumlah uang beredar memiliki keterkaitan erat dengan dinamika pertumbuhan ekonomi, di mana keseimbangan antara keduanya memegang peranan penting dalam mendukung kinerja ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jumlah uang beredar dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Data yang digunakan bersifat sekunder dan bersumber dari World Bank, mencakup periode tahun 1991 hingga 2023. Metode analisis yang diterapkan adalah pendekatan Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh negatif secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi namun hanya dalam jangka pendek. Sementara itu, variabel inflasi terbukti memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Abstract:Latarbelakang: Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk menentukan status kesehatan anak. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia sebesar 57,6%.…
,6%. Prevalensi anak usia 5-9 tahun yang berobat ke dokter gigi sebesar 17,8%. Tingginya angka anak yang tidak berobat ke dokter gigi salah satunya disebabkan oleh kecemasan dental. Prevalensi kecemasan anak terhadap perawatan gigi dan mulut di Indonesia mencapai 22%. Kecemasaan saat perawatan gigi menyebabkan perlawanan oleh anak pada saat dokter gigi melakukan prosedur perawatan, sehingga konsentrasi dokter terahlikan karena adanya rasa cemas dan takut pada anak. Perilaku menghindari perawatan pada gigi anak dapat berkelanjutan sehingga anak memiliki persepsi yang menakutkan terhadap dokter gigi. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penggunaan audiovisual sebagai alat terapi untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas anak saat berkunjung ke fasilitas kesehatan gigi. Metode: Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Ekperimen (eksperimen semu). Metode quasi eksperimen merupakan salah satu jenis penelitian yang tujuannya membagi dua kelompok menjadi kelompok konrol dan kelompok intervensi untuk mengetahui tentang bagaimana penggaruh penggunaan boneka tanggan dalam mengatasi rasa takut anak. Hasil Penelitian: Sebanyak 78% responden (39 anak) merasa cemas ke fasilitas kesehatan mulut sebelum diberikan media audiovisual dan sebanyak 22% responden (11 anak) merasa sangat cemas ke fasilitas kesehatan mulut sebelum diberikan media audiovisual. Sebanyak 76% responden (38 anak) masih merasa cemas ke fasilitas kesehatan mulut setelah diberikan media audiovisual dan sebanyak 24% responden (12 anak) tidak lagi cemas ke fasilitas kesehatan mulut setelah diberikan media audiovisual.