Search Articles & Publications

Showing 923 articles found for "Earning"

Penerapan Model Pembelajaran (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Pada Materi Panca YADNYA Di Kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2024/2025 Di SD Negeri 1 Tolai

I Made Wage Sasmita
Abstract: Penelitian  Tindakan  Kelas  ini  dilaksanakan  di  SD  N 1 Tolai pada  Kelas  V  Semester  I  Tahun  Pelajaran  2024/2025  yang  bertujuan  untuk  mengetahui  apakah  penggunaan  Model  Problem  Based  Learning  dapat … ased  Learning  dapat  meningkatkan  prestasi  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  Agama  Hindu Dengan Materi Panca Yadnya .  Metode  pengumpulan  data  yang  digunakan  adalah  tes  prestasi  belajar  yang  dilaksanakan  saat  berlangsungnya  proses  pembelajaran.  Untuk  memaknai  data  hasil  penelitian,  data  yang  telah  diperoleh  dianalisis  dengan  metode  analisis  deskriptif  kuantitatif,  dengan  menyajikan  rata-rata,  modus,  median  dan  prosentase  ketuntasan  belajar.  Hasil  yang  diperoleh  dari  penelitian  ini  adalah  Model  Problem  Based  Leaning  dapat  meningkatkan  prestasi  belajar  mata  pelajaran  Agama  Hindu.  Ini  terbukti  dari  hasil  yang  diperoleh  pada  awalnya  rata-rata  67,5,  dengan  prosentase  ketuntasan  belajar  33,33%.  Setelah  diberikan  tindakan  pada  siklus  I  prestasi  belajar  siswa  mengalami  peningkatan  menjadi  rata-rata  74,16,  dengan  ketuntasan  belajar  66,66%. ditetapkan  sehingga  penelitian  ini  adalah  Model  Problem  Based  Learning  dapat  meningkatkan  prestasi  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  Agama  Hindu  di  kelas  V  di  SD  N 1 Tolai

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Peserta Didik

Devin Anggara, Ade Marlia, Yulia Rahmi Fitri
Abstract: Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya  hasil belajar IPAS peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitan ini yaitu peserta didik kelas IV. Penelitian ini menghasilkan… lkan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari tes tulis berbentuk objektif, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi yang diisi oleh observer untuk mengamati aktivitas pendidik dan peserta didik. Setelah dilakukan penelitian sebanyak dua siklus, ternyata peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan hasil belajar peserta didik ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar. Perolehan pada siklus I adalah 40% pertemuan I, 46,6% pertemuan II, dan 53,4% pertemuan III. Pada siklus II yang diperoleh yaitu 60% pertemuan I, 66,7% pertemuan 2, dan 100% pertemuan 3 dengan kategori berhasil

Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Di kelas VI SD Negeri 24 Lundang Kabupaten Solok Selatan

Puti Hijratunnisa, Esa Yulimarta, Lili Ratnasari, Isnaniah, Yosi Lara Jenita
Abstract: Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar pendidikan Pancasila peserta didik di kelas VI SD Negeri 24 Lundang Kabupaten Solok Selatan. Solusi dari masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran… an Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik di kelas VI SD Negeri 24 Lundang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Negeri 24 Lundang pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, yang terdiri dari alur perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas VI. Pada siklus I diperoleh persentase 44,44% dan siklus II meningkat menjadi 83,32% dengan peningkatan sebesar 38,88%. Proses pembelajaran siklus I pada aktivitas guru 61,10% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33%. Pada aktivitas peserta didik siklus I diperoleh 55,55% dan pada siklus II meningkat menjadi 77,77%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berhasil terlihat pada peningkatan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas VI SD Negeri 24 Lundang Kabupaten Solok Selatan.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS DeModel Pembelajaran Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning Di Kelas IV SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik

Aris Ramendra, Animar Fauziah, Rosi Satria Ardi, Ade Marlia, Yosi Lara Jenita
Abstract: Penelitian ini di latar belakangi banyaknya siswa kelas IV SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik menghadapi kesulitan dalam pembelajaran IPAS. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan… memperbaiki tindakan pembelajaran dikelas menggunakan model pembelajaran Projeck Based Learning.               Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 15/III pada semester 1 tahun pembelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, yaitu berupa data hasil belajar siswa. Data tersebut diperoleh dari hasil tes evaluasi siswa yang dilakukan.               Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, masing-masing siklus dua pertemuan. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar dan nilai rata-rata kelas. Pada siklus I indikator keberhasilan didapatkan ketuntasan pembelajaran IPAS 69%. Sedangkan peningkatan nilai rata-rata kelas pada siklus II pembelajaran IPAS 94%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa PTK ini berhasil meningkatkaan hasil belajar IPAS siswa kelas IV.

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Peserta Didik Kelas V UPT SDN 02 Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan

Yesi Maiyulia, Zulmi Aryani, Yelly Martaliza, Animar Fauziah, Yosi Lara Jenita
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kualitas dan hasil belajar, solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini… ni untuk medeskripsikan peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah  peserta didik kelas V SDN 02 Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama II siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, yang terdiri dari  perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setelah dilakukan penelitian selama dua siklus diperoleh hasil  belajar Matematika siklus I pertemuan 1 59,1% pada siklus I pertemuan 2 68,1%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 77,2%  pada siklus II pertemuan 2 90,9%. Hasil pelaksanaan aktivitas pendidik siklus I pertemuan 1 75,7% pada siklus I pertemuan 2 81,8%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 87,8% pada siklus II pertemuan 2 93,9%. Aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 69,6% pada siklus I pertemuan 2 75,7%. Meningkat pada siklis II pertemuan 1 84,8% pada siklus II pertemuan 2 87,8%.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat  disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Project Based Learning (PJBL) berbasis TPACK di Kelas IV C SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan

M Stian Refotanabi, Ade Marlia, Rosi Satria Ardi, Animar Fauziah, Rosma Diana
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kualitas dan hasil belajar, solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini… ni untuk medeskripsikan peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah  peserta didik kelas V SDN 02 Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama II siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, yang terdiri dari  perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setelah dilakukan penelitian selama dua siklus diperoleh hasil  belajar Matematika siklus I pertemuan 1 59,1% pada siklus I pertemuan 2 68,1%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 77,2%  pada siklus II pertemuan 2 90,9%. Hasil pelaksanaan aktivitas pendidik siklus I pertemuan 1 75,7% pada siklus I pertemuan 2 81,8%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 87,8% pada siklus II pertemuan 2 93,9%. Aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 69,6% pada siklus I pertemuan 2 75,7%. Meningkat pada siklis II pertemuan 1 84,8% pada siklus II pertemuan 2 87,8%.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat  disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Understand Relative Pronoun: Important Connectors In English Sentences

Faiz Al Abid, Balqis Anis Wardah, Ok Silvia Hervina Damanik, Nabila Aulia Putri, Yani Lubis
Abstract: This research comprehensively examines the use of relative pronouns in English and their implications for language learning, both in academic and practical contexts. Relative pronouns such as who, whom, which, that, and… whose are essential grammatical elements in complex sentence construction and play a vital role in producing cohesive writing. Through a methodological approach combining descriptive analysis, literature studies, and field research involving 100 English major students, this research investigates various aspects of relative pronoun usage, including grammatical functions, contexts of use, common error patterns, and effective learning strategies. Research findings reveal that 75% of learner difficulties are related to misunderstandings in distinguishing between the use of who and whom, as well as confusion in the placement of that and which. Further analysis shows a significant correlation between mastery of relative pronouns and academic writing ability. This research also identifies and proposes a series of innovative learning strategies, including contextual approaches and corpus-based learning, which have proven effective in improving the understanding and use of relative pronouns. These findings provide substantial contributions to the development of English language learning materials and offer practical implications for teachers in designing more effective teaching strategies for the topic of relative pronouns.

The Use Of Board Game In Vocabulary Learning For The Eleventh-Grade Students

Ina Daril Hanna, Rini Listyowati
Abstract: This qualitative descriptive study investigated the impact of using board games into English vocabulary instruction for eleventh-grade students at MA Miftahul Ulum Bettet.  Data were collected through classroom observations,… ions, structured interviews with five students and the teacher, and document analysis (lesson plans, student reflections).  Thematic analysis revealed that board games significantly enhanced student engagement and motivation, fostering collaborative learning and contextualized vocabulary acquisition.  Students reported increased enjoyment and improved vocabulary retention compared to traditional methods.  While challenges related to time management and instructional alignment were identified, the findings strongly suggest that board games offer a valuable and effective supplementary approach to vocabulary instruction, aligning with constructivist and experiential learning principles.

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas IV SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan

Rosa Sari Ningrum, Erna Warnelis, Dian Sarmita, Esa Yulimarta, Desmaneni
Abstract: Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran mata pelajaran Matematika yaitu dengan presentase ketuntasan sebesar 42% dan yang belum tuntas 58%. Dikarenakan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran… embelajaran Matematika kelas IV SD Negeri 24 Lundang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada peserta didik kelas IV SD Negeri 24 Lundang yang peneliti lakukan dari tanggal 22 Juli 2024 s/d 31 Juli 2024 dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penilaian hasil belajar peserta didik pada kondisi awal mata pelajaran Matematika memperoleh persentase 42% pada siklus I memperoleh persentase sebesar 43,5%, karena tingkat keberhasilan peserta didik belum mencapai indikator keberhasilan maka penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II diperoleh 80%, maka terjadi peningkatakan 36,5%. Pada pengamatan aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dilihat pada siklus I aspek guru sebesar 68,5% dan siklus II 80% sehingga terjadi peningkatan pada aspek guru sebesar 11,5%, sedangkan pada aspek peserta didik siklus I sebesar 68,5% dan siklus II sebesar 80% sehingga terjadi peningkatan sebesar 11,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada peserta didik kelas IV SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Peserta Didik Kelas IV SDN 95/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci

Pahrur Rozi, Ade Marlia, Yelly Martaliza, Dian Sarmiita, Siska Widyawati
Abstract: Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia Peserta Didik. Hal ini disebabkan proses pembelajaran berpusat pada pendidik (teacher centered). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan… hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas IV SDN 95/III Tanjung Pauh Mudik dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitan ini peserta didik kelas V SDN 95/III Tanjung Pauh Mudik tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini diperoleh dari data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus masing-masing 3 pertemuan. Hasil belajar siswa diperoleh siklus I yaitu 31,25% pertemuan I, 37,5% pertemuan II, dan 50% pertemuan III. Pada siklus II hasil belajar Bahasa Indonesia adalah 62,5% pertemuan I, 68,75% pertemuan II, dan 100% pertemuan III. Penilaian pengamatan pendidik siklus I adalah 56,4% pertemuan I, 76,4%, pertemuan II, dan 82,1% pertemuan III. Untuk siklus II diperoleh hasil 83,5% pertemuan I, 92,8% pertemuan II, dan 99,2% pertemuan III. Sedangkan penilaian pengamatan aktifitas peserta didik siklus I diperoleh hasil 67,1% pertemuan I, , 85,6% pertemuan II, 89,8% pertemuan III. Untuk siklus II diperoleh 91,9%, pertemuan I, 99,2% pertemuan II, dan 100% pertemuan III. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas IV meningkat.