Abstract:CV. Hamzah Tech Development is located on Mekar Sari village road, hamlet 2, Pulau Rakyat Asahan sub-district, when this company was formed, it was a community a gathering place for people who have abilities and are deep…
in the IT field. The aim of this community service activity is to develop the company in a way promote his company to look for potential new students while managing existing resources CV. Hamzah fits his era. What CV does. Hamzah still uses promotional banners and experiences from students who have studied the CV. The methods used in this activity are observation, training and assistance in digital use. Through an interview with Mr. Hamza as the owner of CV. Hamza has received information in building a promotion for the CV. Then through this observation it was found that after the training activities students studying at CV. Hamza can help promote through social media well. The results of carrying out activities are students who study at CV. Hamza, where the number of students has increased in adding students and is known to many people.
Keywords: promotion; technology; social media
Abstrak: CV. Hamzah Tech Development terletak di jalan desa Mekar Sari dusun 2, kecamatan Pulau Rakyat Asahan berawal terbentuknya perusahaan ini merupakan sebuah komunitas tempat berkumpulnya sebagian orang yang memiliki kemampuan dan mendalami di bidang IT. Tujuan dari Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini adalah untuk mengembangkan perusahaan dengan cara mempromosikan perusahaanya untuk mencari calon anak didik baru sekaligus mengelola sumber daya yang ada di CV. Hamzah sesuai zamanya. Yang dilakukan CV. Hamzah selama ini masih menggunakan spandu promosi dan kabar dari siswa-siswa yang pernah belajar di CV tersebut. Dengan metode yang dilakukan dalam kegiatan ini berupa observasi, pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan digital. Melalui sebuah wawancara dengan bapak Hamza sebagai pemilik CV. Hamza telah mandapatkan informasi dalam membangun sebuah mempromosikan CV tersebut. Kemudian melalui pengamatan ini telah dapat bahwa setelah kegiatan pelatihan siswa yang belajar di CV. Hamza dapat membantu mempromosikan melalui media sosial dengan baik. Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah siswa yang belajar di CV. Hamza, dimana jumlah siswa yang mengalami peningkatan dalam menambah siswa dan dikenal banyak orang.
Kata Kunci: media sosial; promosi; teknologi;
Abstract:This study aims to analyze the implementation of information technology in digital marketing in urban farming, especially in improving hydroponic vegetable marketing in Asahan Regency. The development of information technology…
nology has opened up new opportunities for urban farming actors to expand market reach through digital marketing strategies. The research method used is a case study with a qualitative approach, involving in-depth interviews and observations of urban farming actors as well as analysis of the use of digital platforms such as social media, e-commerce, and websites. The results of the study show that the implementation of digital marketing has proven effective in increasing sales and expanding the market, as well as supporting the sustainability of urban farming businesses by increasing product visibility, ease of transactions, and interaction with consumers. However, there are challenges such as limited technological knowledge for some business actors and uneven digital infrastructure. Therefore, training and technological support are needed for hydroponic farmers in order to maximize the potential of digital marketing in improving economic welfare in the urban agricultural sector.
Keywords: digital marketing; hydroponics; information technology; urban farming.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi informasi dalam digital marketing pada urban farming, khususnya dalam meningkatkan pemasaran sayur hidroponik di Kabupaten Asahan. Perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang baru bagi pelaku urban farming untuk memperluas jangkauan pasar melalui strategi pemasaran digital. Masalah yang terjadi di Sigit Hidroponik memerlukan pemanfaatan teknologi dibidang pemasaran produk agar produk dapat terjual dengan baik dan terus mengalami peningkatan agar siklus atau perputaran penamaan dan panen dapat berjalan lebih efekti dan efisien dengan waktu yang lebih produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku urban farming serta analisis penggunaan platform digital seperti media sosial, e-commerce, dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital marketing terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan memperluas pasar, serta mendukung keberlanjutan usaha urban farming melalui peningkatan visibilitas produk, kemudahan transaksi, dan interaksi dengan konsumen. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan pengetahuan teknologi bagi sebagian pelaku usaha dan infrastruktur digital yang belum merata. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan dan dukungan teknologi bagi petani hidroponik agar dapat memaksimalkan potensi digital marketing dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi di sektor pertanian perkotaan.
Kata kunci: digital marketing; hidroponik; teknologi informasi; urban farming.
Abstract:Quality Village Bangau Putih in Parupuk Tabing subdistrict, Padang City, has a handicraft business made from coconut fibre. The problems faced by Kampung Berkualitas Bangau Putih in marketing its products include not utilising…
lising technology and the internet, not having an e-commerce website and not knowing about Search Engine Optimization (SEO) methods that can be implemented in digital marketing of handicraft products it produces. In addition, the bookkeeping of financial records still uses manual methods. Therefore, the PKM team held a service activity with a method consisting of several stages, namely conducting a survey to the partner's location to find out the partner's problems, then conducting training according to the partner's needs based on existing problems, then evaluating the results of training and mentoring if there are still obstacles. With this PKM programme, Kampung Berkualitas Bangau Putih understand the importance of technology and the internet in marketing their products and understand digital marketing using the SEO method.
Keywords: digital marketing, kampung berkualitas, search engine optimization, SEO
Abstrak: Kampung Berkualitas Bangau Putih yang berada di Kelurahan Parupuk Tabing, Kota Padang, memiliki usaha kerajinan tangan yang terbuat dari serabut kelapa. Beberapa masalah yang dihadapi oleh Kampung Berkualitas Bangau Putih dalam memasarkan produknya diantaranya adalah belum memanfaatkan teknologi dan internet, belum memiliki website e-commerce serta belum mengetahui tentang metode Search Engine Optimization (SEO) yang dapat diimplementasikan dalam pemasaran digital produk kerajinan tangan yang dihasilkannya. Selain itu, pembukuan catatan keuangannya masih menggunakan cara manual. Oleh karena itu, tim PKM mengadakan kegiatan pengabdian dengan metode yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu melakukan survey ke lokasi mitra untuk mengetahui permasalahan mitra, kemudian melakukan pelatihan sesuai dengan kebutuhan mitra berdasarkan permasalahan yang ada, selanjutnya melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan dan pendampingan jika masih terdapat kendala. Dengan adanya program PKM ini, masyarakat Kampung Berkualitas Bangau Putih menjadi paham tentang pentingnya teknologi dan internet dalam pemasaran produknya serta mengerti tentang pemasaran digital dengan metode SEO.
Kata kunci: kampung berkualitas; pemasaran digital; search engine optimization, SEO
Abstract:In Sei Beluru Village, Meranti District, there are still problems in understanding the legality of business permits and the importance of halal certification. Many micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the village…
ge do not yet have official business legality and halal certification, which is one of the inhibiting factors in expanding the market and increasing consumer confidence. The process of registering business legality and halal certification is considered complicated and requires adequate knowledge and assistance. The method used in this community service activity is direct training and assistance to cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village. The training includes socialization regarding the importance of business legality and halal certification, a guide to registration procedures and a simulation of the process of managing business permits and halal certification. Assistance is provided to assist participants in filling out forms, completing documents, and carrying out the application process independently. The purpose of this activity is to increase the understanding of entrepreneurs regarding the importance of business legality and halal certification and to assist them in the process of managing both aspects. After this activity is carried out, it is hoped that cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village can increase the competitiveness of their products in the market, especially markets that prioritize product halalness and clear business legality.
Keywords : business legality; halal certificate; training; cassava chips; UMKM
Abstrak : Di Desa Sei Beluru Kecamatan Meranti masih mengalami masalah pemahaman mengenai legalitas izin usaha dan pentingnya sertifikasi halal. Banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa tersebut yang belum memiliki legalitas usaha resmi dan sertifikasi halal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Proses pendaftaran legalitas usaha dan sertifikasi halal dianggap rumit dan memerlukan pengetahuan serta pendampingan yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha keripik ubi di Desa Sei Bluru. Pelatihan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal, panduan tata cara pendaftaran serta simulasi proses pengurusan izin usaha dan sertifikasi halal. Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta dalam mengisi formulir, melengkapi dokumen, dan melakukan proses pengajuan secara mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal serta membantu mereka dalam proses pengurusan kedua aspek tersebut.
Kata kunci: legalitas usaha; sertifikat halal; pelatihan; keripik ubi; UMKM
Abstract:Karang Village, which is one of the villages in Semanding Subdistrict, has diversity in the livelihoods of its people. Likewise, the community-owned businesses have not yet shown a characteristic in Karang Village, which…
has an area of 156,002 Ha. Therefore, the service proposal team chose one type of business to be developed, namely pottery. There are quite a lot of pottery craftsmen in Karang Village, however, their economic conditions are far from prosperous. Seeing how complex the problems faced by partners are, it is necessary to prioritize the problems that will be overcome through this service activity, namely pottery diversification training and marketing promotion strategy training. The method goes through several stages, namely socializing the importance of diversifying pottery products. Partners can work directly to produce products other than pottery, finishing the product, and the pottery marketing stage. The results of this service are that the Karang Village community who participated in the training were able to make pottery in various forms, such as piggy banks, flower vases, ashtrays, and so on. As for marketing, these pottery products are marketed through social media.
Keywords: training; pottery; marketing
Abstrak: Kelurahan Karang yang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semanding memiliki keberagaman dalam mata pencaharian masyarakatnya. Begitu juga dengan usaha-usaha yang dimiliki masyarakatnya, belum menunjukkan suatu ciri khas di Kelurahan Karang yang memiliki luas wilayah 156.002 Ha. Oleh karena itu, tim pengusul pengabdian memilih salah satu jenis usaha yang ingin dikembangkan, yaitu gerabah. Pengrajin gerabah di Kelurahan Karang lumayan banyak, namun, kondisi ekonomi mereka sangatlah jauh dari kata sejahtera. Melihat betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi mitra, maka perlu prioritas terhadap permasalahan yang akan diatasi melalui kegiatan pengabdian ini, yaitu pelatihan diversifikasi gerabah dan pelatihan strategi promosi pemasaran. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi pentingnya diversifikasi produk gerabah, kemudian mitra diberi kesempatan untuk berkarya secara langsung menghasilkan produk selain gendok, finishing produk tersebut, dan tahap pemasaran gerabah. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Karang yang mengikuti pelatihan mampu membuat gerabah dalam bentuk bermacam-macam, seperti celengan, vas bunga, asbak, dan lain sebagainya. Sedangkan masalah pemasaran, produk-produk gerabah ini dipasarkan melalui media sosial.
Kata kunci: pelatihan; gerabah; pemasaran
Abstract:Technological advancements can harness the potential of an area, particularly micro, small, and medium enterprises (UMKM). Many micro, small, and medium enterprises (UMKM) in Wringin Anom Village, Panarukan Subdistrict,…
Situbondo Regency, situated along the Pantura Road, remain undigitized, thereby hindering their potential to expand their customer base. Therefore, through the use of the WordPress platform, the 206 Community Service Students Group of Jember University introduced e-DIMMA, which stands for ‘Electronic List of Wringin Anom UMKM’ with the aim of providing information related to potential UMKM in the Wringin Anom Village area along with supporting data related to the products of the UMKM concerned. Thus, e-DIMMA will simplify the process for consumers to access information necessary for conducting buying and selling transactions. We use a method of science and technology diffusion, which involves three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation of activities commences with the analysis of problems, the socialization of work programs, the collection of data from UMKM, the development of websites, the training of website administrators, and the evaluation process. We will coordinate with the village government to assess the effectiveness of creating UMKM websites for product marketing with the goal of increasing market access for partner.
Keywords: digitalization; MSME; website
Abstrak: Kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang ada pada suatu daerah salah satunya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang terletak di sepanjang Jalan Pantura memiliki banyak UMKM yang belum terdigitalisasi sehingga potensi peningkatan konsumen belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, melalui pemanfaatan platform WordPress Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat 206 Universitas Jember memperkenalkan e-DIMMA yang merupakan singkatan dari Elektronik Daftar UMKM Wringin Anom dengan tujuan menyediakan informasi terkait UMKM berpotensi di wilayah Desa Wringin Anom dengan disertai informasi penunjang terkait produk dari UMKM yang bersangkutan. Sehingga, akan memudahkan konsumen dalam mengakses informasi hingga melakukan transaksi jual beli. Metode yang digunakan berupa difusi ipteks dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis masalah, sosialisasi program kerja, pengumpulan data UMKM, pembuatan website, pelatihan admin website dan evaluasi. Efektifitas pembuatan website UMKM sebagai sarana untuk pemasaran produk akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dengan capaian berupa peningkatan akses pasar bagi mitra.
Kata kunci: digitalisasi; UMKM; website
Abstract:Many vocational college graduates got difficulties during job interview process. Therefore, this community service activity aims to enhance vocational college students’ English communication skills, especially in public…
public speaking, during the job interview process. It was done online through a Zoom meeting, which was opened for vocational college students in Madiun City, East Java. The activity was done in May 2024, starting from the preparation, implementation, and evaluation process. It ran well and benefited vocational college students by equipping them with and broadening their knowledge regarding the job interview process. The participants’ feedback was positive, in which the survey results showed that the community service activity improved their public speaking skills and confidence. The participants also provided a rough description of the job interview process through mock interviews. It is hoped that a similar activity will be carried out continuously in the future.
Keywords: English, Public Speaking, Training, Vocational College, Vocational Students
Banyak lulusan kampus vokasi yang kesulitan saat menjalani proses interviu kerja. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris mahasiswa vokasi terutama pada public speaking di proses wawancara kerja. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting yang dibuka bagi mahasiswa vokasi di kota Madiun, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Mei 2024 yang dimulai dari proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi para mahasiswa vokasi dalam memperlengkapi dan memperluas wawasan mereka mengenai proses wawancara kerja. Umpan balik dari para peserta menunjukkan nilai positive dimana hasil survei menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan kemampuan public speaking para peserta dan rasa percaya diri mereka. Para peserta juga mendapatkan gambaran kasar mengenai proses wawancara kerja melalui kegiatan mock-interview. Diharapkan bahwa kegiatan sejenis dapat diadakan berkelanjutan di masa mendatang.
Kata kunci: Bahasa Inggris, Public Speaking, Pelatihan, Kampus Vokasi, Mahasiswa Vokasi
Abstract:Technological advancements have had a profound impact on the education sector around the globe including in Thailand and other developing countries. as in many other developing countries, there are major challenges in adapting…
adapting with the rapid development of technology. The school where the community service was held also faced similar issues. With an innovative approach through assessment training using technology, this community engagement activity is expected to be a positive step towards educational transformation, particularly in the southern part of Thailand. With the active involvement of teachers as well as full support from related parties, we can create a learning environment that is more dynamic, relevant, and globally competitive. A pre-test and a post-test were conducted at the beginning and the end of the training to measure teachers’ understanding in implementing digital assessment strategies. By equipping teachers with the knowledge and skills to implement digital assessment strategies, the training has had a measurable impact on professional development and instructional practices. In addition, the training provide access to further consultation or guidance, participants can feel supported and more confident in applying their learning in the classroom. The results of the pre- and post-training survey demonstrated a substantial improvement, averaging 51.3% increase across all survey items. This indicates the positive impact of the training in enhancing teachers' competencies in integrating technology into their assessment practices. Moving forward, schools in rural Thailand can apply the lessons learned from this workshop to enhance their own educational outcomes.
Keywords: teacher training; digital assessment strategies; southern Thailand
Abstrak: Dalam era globalisasi yang semakin cepat, pendidikan adalah salah satu aspek yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Di Thailand Selatan, seperti di banyak negara berkembang, ada tantangan besar dalam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sekolah tempat dimana program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan juga menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan inovatif melalui pelatihan penilaian menggunakan teknologi, kegiatan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah positif menuju transformasi pendidikan di wilayah Thailand Selatan ini. Dengan keterlibatan aktif dari para guru serta dukungan penuh dari pihak terkait, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, relevan, dan kompetitif secara global. Pre-test dan post-test dilakukan di awal dan akhir pelatihan untuk mengukur pemahaman guru dalam menerapkan strategi penilaian digital. Selain itu, pelatihan menyediakan akses ke konsultasi atau bimbingan lebih lanjut, sehingga peserta merasa didukung dan lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mereka di kelas. Setelah pelatihan selesai, kedua pihak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan memberikan dampak yang lebih positif dalam jangka panjang.
Kata kunci: pelatihan guru; strategi penilaian digital; thailand selatan
Abstract:In order to increase community participation in preventing the spread of mosquito-borne diseases, education for the community needs to be carried out through counseling. Tanggamus Regency is one of the areas in Lampung where…
here DHF occurred, where from January to June 2024 there were 227 cases. To increase public knowledge in Banjar Agung Udik Village, Pugung District, Tanggamus Regency regarding phytotelmata as a breeding ground for mosquitoes, this counseling was carried out. Counseling was carried out using the pretest, lecture and discussion methods, and practicum. The results of the counseling showed that most participants knew that DBD and malaria were transmitted by mosquitoes, but not all knew the name of the vector species. Participants knew where mosquitoes perched at home and how to avoid mosquito bites. Participants also know mosquito breeding places, but are new to phytotelmata in this counseling. The practicum carried out by participants successfully identified six plant species that were proven to be phytotelmata. Thus, it can be concluded that this counseling has succeeded in providing knowledge to the community about the potential of phytotelmata as a source of mosquito-borne diseases.
Keywords: Phytotelmata; Mosquito Borne Diseases; Mosquito Breeding Places; Mosquitoes Bite.
Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit tukar nyamuk itulah pendidikan kepada masyarakat perlu perlu dilakukan melalui penyuluhan. Kabupaten Tanggamus adalah salah satu daerah di Lampung yang kejadian DBD-nya dimana sejak Januari hingga Juni 2024 ada 227 kasus. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus terhadap fitotelmata sebagai tempat perindukan nyamuk maka penyuluhan ini dilakukan. Penyuluhan dilakukan dengan metode pretes, ceramah dan diskusi, serta praktikum. Hasil penyuluhan didapatkan bahwa sebagian besar peserta tahu bahwa DBD dan malaria ditularkan nyamuk, tetapi tidak semua tahu nama spesies namuk vektornya. Peserta tahu tempat hinggap nyamuk di rumah dan juga tahu cara menghindarkan diri dari gigitan nyamuk. Peserta juga tahu tempat-tempat berkembang biak nyamuk, tetapi baru mengenal fitotelmata dalam penyuluhan ini. Praktikum yang dilakukan peserta berhasil mengidentifikasi enam spesies tumbuhan yang terbukti menjadi fitotelmata.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan ini berhasil memberkan pengetahuan kepada masyarakat tentang potensi fitotelmata sebagai sumber penyebar penyakit tular nyamuk.
Kata kunci: Fitotelmata; Penyakit Tular Nyamuk; Tempat Perindukan Nymauk; Gigitan Nyamuk.
Abstract:Digitalization has become an important element in this modern era, especially for companies that want to remain competitive amidst increasingly fierce competition in various industrial sectors. However, many companies still…
ill face major challenges due to their reliance on manual methods in managing various operational aspects, including warehouse administration. Problems such as delays, recording errors and data inaccuracies often arise as a result of using traditional methods. This research method uses a qualitative descriptive approach with a focus on observation and interviews . The main goal of digitalization is to overcome these challenges by utilizing technology that can increase the effectiveness of employee performance and optimize various business processes, so that companies can operate more efficiently and accurately. The results of this research are that the effect of the effectiveness of digitalization implementation on employee performance has a very positive influence on employee performance, where the implementation of digitalization is obtained through training carried out by management. Likewise, with the role of administrative digitization in warehouse reception management, managers create barcodes on each product to make it easier to record incoming and outgoing goods at the warehouse.
Keywords: Administration; Digitalization; Employee Performance; Tiara Dewata Yeh Aya
Digitalisasi telah menjadi elemen penting dalam era modern ini, terutama bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di berbagai sektor industri. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan besar karena ketergantungan pada metode manual dalam mengelola berbagai aspek operasional, termasuk administrasi gudang. Masalah-masalah seperti keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan ketidakakuratan data sering kali muncul akibat dari penggunaan metode tradisional tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada observasi dan wawancara. Tujuan utama dari digitalisasi adalah untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja karyawan serta mengoptimalkan berbagai proses bisnis, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan akurat. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh efektifitas implementasi digitalisasi terhadap kinerja karyawan sangat berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang mana implementasi digitalisasi ini didapat melalui pelatihan yang dilakukan oleh pihak management. Begitu pula dengan peran digitalisasi administrasi dalam manajemen gudang penerimaan, pengelola membuat barcode pada setiap produk untuk mempermudah pencatatan barang masuk dan barang kaluar pada gudang
Kata Kunci: Adminisrasi; Digitalisasi; Kinerja Karyawan; Tiara Dewata Yeh Aya