Search Articles & Publications

Showing 1157 articles found for "Belum"

Analisis Pengelolaan Logistik Alat Kesehatan Di Puskesmas Anak Air Tahun 2025

Farenza Haqie, Febry Handiny, Febriyanti Nurysa
Abstract: Data Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan kelengkapan alat di Puskesmas Anak Air rendah (48,73%), dengan banyak alat rusak disimpan untuk diperbaiki (ASPAK, 2025). Kondisi ini menunjukkan perlunya pengelolaan logistik… yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan logistik alat kesehatan di Puskesmas Anak Air, Kota Padang, tahun 2025. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan pedoman wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 20 Agustus- 2 September 2025 . Data di analisis menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama membutuhkan alat kesehatan yang memadai untuk menunjang pelayanan. Kerusakan atau keterbatasan alat dapat menghambat pelayanan, sehingga pengelolaan logistik menjadi penting. Penelitian ini menganalisis pengelolaan logistik alat kesehatan di Puskesmas Anak Air Kota Padang tahun 2025. Hasil menunjukkan SDM mencukupi namun belum mendapatkan pelatihan khusus pengelolaan alat kesehatan dan tahapan proses perencanaan, pengadaan, penerimaan, pemeliharaan, inventarisasi dan pelaporan telah diatur dalam SOP. Sarana prasarana tersedia namun terbatas, terutama sterilisasi. Proses logistik berjalan sesuai SOP dengan koordinasi dan pengawasan Dinas Kesehatan. Kendala utama terdapat pada pengadaan dan keterbatasan sarana. Pengelolaan logistik alat kesehatan di Puskesmas Anak Air masih belum memenuhi standar, sehingga berdampak pada keterbatasan pelayanan. Pengelolaan logistik juga belum optimal, sehingga diperlukan penguatan melalui peningkatan kompetensi SDM, penyediaan sarana prasarana memadai, Disarankan agar dilakukan peningkatan kapasitas sarana prasarana dan penambahan fasilitas untuk menunjang program ini secara optimal.

Pengaruh Terapi Spritual Emotional Freedom Technique (Seft) Terhadap Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik

Putri Manda Sari, Rebbi Permata Sari, Willady Rasyid
Abstract: Pasien yang sudah lama menjalani tindakan hemodialisa  tetap masih mengalami kecemasan. Hal ini dikarenakan individu dengan hemodialisis jangka panjang sering merasa khawatir akan kondisi sakitnya yang tidak dapat diramalkan.… alkan. Kecemasan adalah kondisi neurofisiologis yang terjadi secara otomatis, ditandai dengan respon melarikan diri terhadap ancaman yang sedang dihadapi. Salah satu upaya mengatasi kecemasan dapat dilakukan terapi SEFT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Tk. III Dr. Reksodiwiryo Kota Padang Tahun 2025. Metode penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2025. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 19 responden. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kecemasan sebelum diberikan terapi  yaitu 27,42, rata-rata kecemasan sesudah diberikan terapi yaitu 18,42. Hasil uji statistik paired sample t-test diperoleh p-value 0,000. maka dapat disimpulkan bahwa Ada Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2025. Saran perawat dapat menerapkan SEFT kepada pasien dan pasien dapat melakukan terapi SEFT secara mandiri.

Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stress Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2025

Fadila, Setiadi Syarli, Tomi Jepisa
Abstract: Lansia adalah individu yang berusia di atas 60 tahun. Penuaan juga berdampak pada kondisi psikologis seperti stres. Indonesia sekitar 83,1% lansia mengalami stres diantaranya 49,2% mengalami tingkat stres sedang hingga sangat… angat berat dan 33,9% berada dalam tingkat stres ringan. Sumatera barat lansia yang mengalami stres 18,5%. Salah satu terapi non farmakologi menurunkan tingkat stres terapi relaksasi otot progresif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasy eksperiment dengan desain one group pretest-postest. Penelitian ini telah dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin pada bulan Maret-Agustus 2025. Pengumpulan data data dilakukan tanggal 07 – 11 Juli 2025. Populasi seluruh lansia di PSTW Sabai Nan Aluih berjumlah 110 dengan sampel 52 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivriat menggunakan Uji Paired T-Test Sample. Hasil penelitian didapatkan rata-rata stres sebelum diberikan terapi relaksasi otot progresif 24,67. Rata-rata stres sesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif 13,42. Ada Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025 (pvalue=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini terapi relaksasi otot progresif berpengaruh pada terhadap stres lansia Sabai Nan Aluih Sicincin. Diharapkan melalui pimpinan panti sosial tresna werdha dapat menambahkan program terapi relaksasi otot progresif yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama 20 menit.

Pengaruh Edukasi Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Tentang Pendidikan Seksualitas Pada Remaja Di SMPN 18 Padang Kota Padang

Sherly Adrianti, Syalvia Oresti, Rischa Hamdanesti
Abstract: Pendidikan seksualitas penting diberikan kepada remaja karena pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya edukasi membuat remaja rentan terhadap informasi keliru, perilaku seksual&#8230; sual berisiko, dan kekerasan seksual. Data KPAI menunjukkan 53% kasus kekerasan seksual dialami remaja, sedangkan DP3AP2KB tahun 2024 mencatat 35,6% kasus serupa. Data awal di SMPN 18 Padang juga menemukan 70% siswa belum memahami pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan remaja di SMPN 18 Kota Padang tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design pada 35 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 14–21 April 2025 menggunakan kuesioner dan media audiovisual, kemudian dianalisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,23 sebelum edukasi menjadi 12,23 setelah edukasi, dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan edukasi audiovisual terhadap pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksualitas, sehingga sekolah disarankan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran.

Pengaruh Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Di Wilayah Krja Puskesmas Andalas

Lutfi Dwi Acpa, Ledia Restipa, Rika Syafitri
Abstract: Lansia memiliki risiko jatuh yang tinggi akibat penurunan fungsi keseimbangan dan kekuatan otot postural. Pada Puskesmas Andalas, sekitar 60% lansia tergolong berisiko jatuh sedang hingga tinggi berdasarkan skor Berg Balance&#8230; ance Scale (BBS). Latihan Tandem Walking Exercise (TWE) merupakan metode yang dapat meningkatkan keseimbangan dan stabilitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh TWE dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain pre-eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dari Maret-Agustus 2025 dengan pengambilan data antara 26 Mei-21 Juni 2025. Populasi penelitian ini mencankup seluruh lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dan Sampel yang diambil sebanyak 17 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi TWE dilakukan selama 4 minggu (3 sesi/minggu, 10 menit/sesi), dengan resiko jatuh diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS). sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon signed rank test (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian di dapatkan Rata-rata resiko jatuh sebelum di lakukan tandem walking exercise pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas yaitu 24.88 dan rata-rata resiko jatuh sesudah di lakukan tandem walking exercise pada lansia yaitu 50.41 dengan selisih 23.59 serta adanya pengaruh signifikan dari latihan tandem walking exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia, dengan p-value 0,000.  Kesimpulan penelitian ini ada Pengaruh Dari Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia. Saran bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Andalas untuk menerapkan TWE sebagai intervensi keperawatan guna meningkatkan keseimbangan lansia dan mencegah jatuh pada lansia.

Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Anak Sebelum Dan Sesudah Pemberian Edukasi Tentang Pemilahan Sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al- Karimiyah Padang Tahun 2025

Dita Rahmadani, Febry Handiny, Gusni Rahma
Abstract: Pemilahan sampah yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kesehatan dan lingkungan. Dalam hal ini perlu dilakukan edukasi pada anak tentang pemilahan sampah untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak tentang pemilahan&#8230; emilahan sampah.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025.Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre test-post test. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Agustus 2025 dan pengumpulan data pada bulan Mei 2025. Analisis data secara univariat dan bivariat, Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre test-post test, Edukasi diberikan dengan metode ceramah dan menampilkan vidio tentang pemilahan sampah, dengan menggunakan  uji wilcoxon.Rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 16,57 dan sesudah edukasi sebesar 18,97. Nilai rata-rata skor sikap sebelum edukasi dan sesudah sebesar 24,00. Terdapat perbedaan pengetahuan (p-value=0.000). dan sikap (p-value=0.007) anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah pemberian edukasi tentang pemilahan sampah di Panti Asuhan Putra Darul Ma’arif Al-Kamariyah Padang Tahun 2025.  Disarankan kepada pengurus panti kerjasama dengan  puskesmas setempat untuk melakukan edukasi tentang pemilahan  sampah dan mengupayakan pengelolaan sampah menjadi barang bernilai ekonomis

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Imunisasi Tetanus Toksoid Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025

Nada Angelia, Febriyanti Nursya, Meta Dwi Andriani
Abstract: Cakupan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Sumatera Barat tahun 2023 sebesar 41,2% masih belum mencapai target 95% berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang. Puskesmas Padang Pasir mempunyai cakupan terendah&#8230; pemberian imunisasi tetanus toksoid sebesar 42,57% di Kota Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Padang Pasir pada bulan Maret – Agustus 2025. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 14 – 29 Juli 2025. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang berjumlah 59 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel total population. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,8% ibu hamil yang tidak patuh 60,5% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang 72,1% ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan suami. 51,2% ibu hamil yang tidak mendapatkan peran petugas kesehatan. Dalam imunisasi tetanus toksoid terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,041), dukungan suami (p value = 0,005), peran petugas kesehatan (p value = 0,020) dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid. Berdasrakan hasil pengetahuan, dukungan suami, peran petugas kesehatan berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Padang Pasir dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui penyuluhan yang terjadwal dan media edukasi yang menarik serta mudah dipahami. Hal yang perlu ditingkatkan dengan cara memberikan informasi yang akurat, pelayanan yang ramah, dan memanfaatkan setiap kunjungan ibu hamil sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi dan memotivasi pelaksanaan imunisasi.

Analisis Peran Pemadan Kebakaran Dalam Manajemen Bencana Di Kota Padang Tahun 2025

Auliana Putri, Gusni Rahma, Meyi Yanti
Abstract: Berdasarkan data BPBD Kota Padang, tercatat 198 kasus kebakaran pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 245 kasus pada tahun 2024. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memegang peran penting dalam pencegahan, penanggulangan,&#8230; angan, hingga penyelamatan korban kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemadam Kebakaran Kota Padang dalam manajemen bencana kebakaran tahun 2025, yang mencakup aspek input (personel, sarana prasarana, pendanaan, dan kebijakan), proses (pra, saat, dan pasca bencana), serta output yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi, dilaksanakan pada Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan, yaitu Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Kasi Pengawasan, Kasi Pencegahan, Kasi Operasional, Kasi Sarana dan Prasarana, dan Komandan Plenton. Data juga diperkuat melalui observasi lapangan dan telaah dokumen. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen kebakaran oleh Pemadam Kebakaran Kota Padang telah berjalan cukup efektif, dengan koordinasi lintas instansi yang optimal. Kebijakan yang diterapkan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun demikian, masih terdapat beberapa sarana yang belum terpenuhi, serta banyak peralatan yang sudah tidak layak pakai dan sulit mendapatkan suku cadangnya. Ketersediaan dana juga terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan operasional. Penanganan saat bencana berlangsung cukup terarah, namun tetap menghadapi kendala seperti keterbatasan armada dan alat, akses jalan yang sempit, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Secara keseluruhan, peran Pemadam Kebakaran Kota Padang dinilai cukup efektif dalam menjalankan tugasnya. Meski demikian, kendala terkait keterbatasan armada, alat rescue, akses jalan, dan partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan. Diharapkan petugas pemadam kebakaran dapat meningkatkan kedisiplinan dan kesiapsiagaan personel dalam setiap tahapan manajemen bencana.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Penjamah Usaha Makanan Dengan Penerapan Higiene Sanitasi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) Rumah Makan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025

Bunga Andina, Febriyanti Nursya, Meyi Yanti
Abstract: Capaian  pemeriksaan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) tahun 2023 diwilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Padang adalah 74% dan capaian terendah ke dua berada di  wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir (57,01%) dengan jumlah rumah&#8230; rumah makan sebanyak 107 rumah makan dan belum mencapai target 100%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap penjamah usaha makanan dengan penerapan higiene sanitasi TPP rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir pada bulan Maret-Agutus  dari tanggal 10-23 Agustus 2025. Populasi pada penelitian adalah penjamah usaha makanan rumah makan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Padang pasir sejumlah 107penjamah  rumah makan. Sampel penelitian sebanyak 52 penjamah usaha makanan diambil dengan teknik simple random sampling. Menggunakan alat ukur  kuesioner dengan cara wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 28,8% penjamah yang tidak memenuhi syarat, 46,2% penjamah memiliki tingkat pengetahuan rendah, dan 26,9% penjamah memiliki sikap negatif. Hasil uji statistik diperoleh bahwa adanya hubungan tingkat pengetahuan (p=0,005), dan sikap (p=0,013) penerapan higiene sanitasi Tempat Pengolahan Pangan (TPP) Rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir. Penerapan higiene sanitasi TPP rumah makan  dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, dan sikap. Saran peneliti kepada petugas kesehatan Puskesmas Padang Pasir Kota Padang khususnya pemegang program Kesehatan Lingkungan untuk sering memberikan pelatihan agar penjamah usaha makanan mengetahui pentingnya penerapan higiene sanitasi TPP rumah makan guna meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara optimal.

Analisis Pengelolaan Logistik Obat di Puskesmas Ambacang

Hafizur Rahman, Alkafi, Yulia
Abstract: Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 juga menunjukkan adanya puskesmas dengan kinerja farmasi rendah, termasuk Puskesmas Ambacang. Kondisi ini mengindikasikan kendala dalam pemenuhan standar pelayanan&#8230; an minimum, terutama keterbatasan SDM farmasi dan sarana sesuai Permenkes No. 26 Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang Tahun 2025. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan tabel checklist. Penelitian dilakukan bulan Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan 11 Juni–31 Agustus 2025. Data dianalisis melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian didapatkan input pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang sudah memenuhi standar minimal Permenkes No. 26 Tahun 2020. Meski demikian, kinerja apoteker belum maksimal dan sarana gudang penyimpanan masih belum sempurna karena beberapa alat belum tersedia. Proses perencanaan dilakukan di awal dan akhir tahun. Penyimpanan obat menggunakan metode FIFO dan FEFO. Penyerahan obat dilaksanakan bulanan dan triwulanan. Pencatatan serta pelaporan dilakukan setiap hari. Output penelitian ini menyimpulkan pengelolaan logistik obat sudah terlaksana. Pengelolaan logistik obat di Puskesmas Ambacang telah berjalan sesuai standar minimal Permenkes No. 26 Tahun 2020 tentang pelayanan kefarmasian di puskesmas. Diharapkan puskesmas segera mengadakan rapat evaluasi kinerja pegawai, memperjelas tupoksi tiap program, mengadakan pelatihan tenaga farmasi, serta melengkapi sarana dan prasarana gudang obat.