Abstract:Praktik penilaian pembelajaran saat ini masih didominasi tes tertulis dan cenderung mengukur hafalan serta pemahaman konsep, sehingga belum mampu merepresentasikan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan proses sains siswa…
swa secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas asesmen autentik dalam meningkatkan keterampilan proses pembelajaran biologi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode meta-analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis 20 artikel penelitian eksperimen yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020–2026. Data dianalisis menggunakan perhitungan effect size untuk mengetahui kekuatan pengaruh asesmen autentik terhadap keterampilan proses sains siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar asesmen autentik penelitian memiliki nilai effect size pada kategori besar dengan nilai rata-rata di atas 1,78, yang mengindikasikan asesmen autentik memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan keterampilan proses pembelajaran biologi siswa. Penelitian ini menyimpulkan penerapan asesmen autentik efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA dan dapat digunakan sebagai alternatif penilaian yang lebih komprehensif dalam pembelajaran biologi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kewajiban zakat fitrah di Kelurahan Medan Tenggara. Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan…
an untuk menunaikannya menjelang Hari Raya Idulfitri. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap hukum, syarat, waktu pelaksanaan, serta tujuan zakat fitrah menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah tersebut secara benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan wawancara kepada masyarakat yang berprofesi sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Medan Tenggara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat pengetahuan responden terkait zakat fitrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memahami kewajiban zakat fitrah secara umum, namun masih terdapat beberapa aspek yang belum dipahami secara optimal, terutama mengenai ketentuan nisab, waktu wajib pembayaran, dan golongan penerima zakat. Faktor pendidikan, usia, serta akses terhadap informasi keagamaan turut memengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan sosialisasi mengenai zakat fitrah melalui lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan media informasi agar pemahaman masyarakat menjadi lebih baik dan pelaksanaan zakat fitrah dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Abstract:Wakaf memiliki potensi strategis yang besar bagi kesejahteraan umat, namun realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan akibat pengelolaan yang masih tradisional dan konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji…
aji manajemen wakaf masjid berbasis profesionalisme nadzir di Masjid Jamik Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data utama berupa wawancara mendalam, dipadukan dengan observasi langsung serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen wakaf di Masjid Jamik Medan saat ini berada dalam fase transisi dari pola konvensional menuju tata kelola modern yang lebih akuntabel. Secara struktural organisasi nadzir sudah terbentuk secara formal, namun implementasi fungsi manajemen ilmiah seperti perencanaan strategis yang terdokumentasi dan sistem akuntansi yang terstandar belum diterapkan secara menyeluruh. Profesionalisme nadzir masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi teknis, kurangnya pemahaman mendalam terhadap regulasi perwakafan nasional (UU No. 41 Tahun 2004), serta keterbatasan waktu akibat status kerja sukarela dan paruh waktu. Meski demikian, terdapat kesadaran yang kuat mengenai tuntutan transparansi dan digitalisasi, serta dimulainya inisiasi pemanfaatan aset secara produktif melalui kerja sama usaha lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas nadzir melalui pelatihan manajerial, pendampingan regulasi, dan penguatan kelembagaan menjadi kebutuhan mutlak untuk mengintegrasikan karakter moral dengan keahlian teknis modern secara berkelanjutan.
Abstract:Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman serta sikap remaja putri mengenai menstruasi dan penanganannya di SMPN 1 Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh…
h terbatasnya akses informasi kesehatan reproduksi yang benar serta masih kuatnya kepercayaan terhadap mitos menstruasi di kalangan siswi. Pendekatan yang digunakan adalah Problem Based Learning dengan model tutorial seven jump yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk melihat perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah dan sikap yang kurang tepat, sedangkan setelah kegiatan terjadi peningkatan yang cukup signifikan, meskipun masih terdapat sebagian kecil peserta yang belum mengalami perubahan optimal akibat faktor individu dan lingkungan.
Abstract:Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akuntansi syariah dalam pengelolaan keuangan masjid, dengan fokus khusus pada aspek transparansi dan akuntabilitas dana umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif…
itatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus Takmir Masjid dan Bendahara di tiga masjid besar di Kota Semarang, observasi partisipan terhadap proses akuntansi, serta analisis dokumen laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akuntansi syariah belum sepenuhnya optimal. Temuan utama mengungkap bahwa (1) sistem pencatatan keuangan masih bersifat sederhana dan manual, sehingga rentan terhadap kesalahan dan kurang informatif; (2) prinsip transparansi diaplikasikan secara terbatas, terutama melalui pengumuman laporan keuangan yang bersifat ringkas dan tidak rinci di papan pengumuman masjid; dan (3) akuntabilitas lebih banyak bersifat vertikal (kepada pengurus inti) dibandingkan horizontal (kepada jamaah secara luas). Pembahasan menyoroti kesenjangan antara prinsip ideal syariah, seperti amanah (kepercayaan) dan ‘adalah (keadilan), dengan praktik di lapangan yang masih dipengaruhi budaya organisasi yang kurang profesional dan keterbatasan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan implementasi akuntansi syariah memerlukan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) akuntansi yang sesuai dengan syariah, pelatihan berkelanjutan bagi pengurus, dan pemanfaatan teknologi informasi sederhana untuk meningkatkan kualitas pelaporan. Implikasi penelitian ini mendorong perlunya pedoman teknis pengelolaan keuangan masjid yang bersifat normatif-praktis untuk memperkuat kepercayaan publik dan memastikan dana umat dikelola secara lebih bertanggung jawab.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka hukum yang mengatur sistem keuangan digital syariah di Indonesia, menganalisis implementasinya dalam praktik, serta mengidentifikasi tantangan regulasi di tengah pesatnya…
transformasi teknologi. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan (literature review), penelitian ini mengevaluasi hukum positif, regulasi keuangan, dan prinsip ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum saat ini masih bersifat fragmentaris dan sektoral, bersandar pada UU Perbankan Syariah, UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, serta berbagai peraturan OJK dan Bank Indonesia yang belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik khusus inovasi digital syariah. Aspek kepatuhan syariah selama ini ditopang oleh fatwa DSN-MUI, seperti Fatwa No. 116/2017 tentang Uang Elektronik Syariah. Meskipun demikian, celah regulasi masih ditemukan, terutama terkait tata kelola fintech syariah, transparansi algoritma, keamanan siber, serta kompetensi teknis Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi platform digital. Penelitian ini menyimpulkan adanya urgensi pembaruan hukum, seperti pembentukan UU Digital Banking yang komprehensif atau sinkronisasi regulasi lintas sektoral yang mengintegrasikan nilai maqashid al-syari'ah (perlindungan harta dan jiwa) guna menjamin kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan keutuhan prinsip syariah dalam ekonomi digital nasional.
Abstract:Pengelolaan master data produk yang belum distandarisasi merupakan permasalahan umum pada UMKM di Indonesia, termasuk di sektor kuliner minuman. Penelitian ini mengkaji kondisi pengelolaan master data produk pada Jus Z.A.S,…
.S, usaha mikro penjualan jus buah di Kota Medan, beserta pengaruhnya terhadap konsistensi informasi penjualan. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal, melalui wawancara semi terstruktur kepada pemilik usaha dan observasi langsung di lokasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa Jus Z.A.S belum memiliki sistem dokumentasi master data produk yang terstruktur; informasi produk hanya tersimpan dalam ingatan pemilik dan catatan tidak terstruktur, tanpa atribut standar seperti kode produk, kategori, atau prosedur pembaruan data. Kondisi tersebut menyebabkan usaha tidak mampu melacak varian produk terlaris, menghitung omzet harian secara akurat, atau membandingkan performa penjualan antarperiode. Solusi yang diusulkan mencakup penerapan Master Data Management secara bertahap, dimulai dari standarisasi atribut data produk sebagai acuan utama pencatatan transaksi, yang dapat direalisasikan tanpa investasi teknologi besar. Temuan penelitian memperkuat posisi standarisasi master data sebagai prasyarat esensial bagi konsistensi informasi penjualan pada UMKM skala mikro.
Abstract:Audit fee merupakan besarnya biaya yang didapatkan oleh auditor dari perusahaan klien yang diauditnya. Belum adanya standar yang mengatur mengenai besaran pasti imbalan jasa audit yang harus dibayarkan oleh perusahaan klien…
ien membuat nilai fee audit bervariasi bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan key audit matters (KAM) dan ukuran perusahaan terhadap audit fee yang dimoderasi oleh komisaris independen. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2023 dan sampel yang diuji sebanyak 204 data berdasarkan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dan moderated regression analysis dengan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan KAM dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit fee. Komisaris independen tidak mampu memoderasi pengaruh pengungkapan KAM terhadap audit fee, sedangkan komisaris independen mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit fee. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru terkait faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya audit fee khususnya pengungkapan KAM sebagai standar audit baru.
Abstract:Temuan audit internal yang muncul secara berulang menunjukkan bahwa mekanisme pengendalian yang diterapkan organisasi belum sepenuhnya mampu mendorong kepatuhan prosedur secara konsisten pada seluruh unit kerja. Kondisi…
tersebut berpotensi meningkatkan risiko kesalahan operasional dan penyimpangan apabila tidak diantisipasi melalui pendekatan pengendalian yang bersifat preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kemampuan staf dan manajemen PT. Abdi Budi Mulia dalam menerapkan Checklist Self Assessment (CSA) Report sebagai instrumen evaluasi mandiri untuk mendukung pencegahan fraud dan mengurangi temuan audit internal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan penyusunan CSA Report, pendampingan implementasi, dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengendalian internal, manajemen risiko, dan pentingnya pengawasan mandiri dalam aktivitas operasional. Selain itu, peserta mampu menyusun indikator pengendalian, melakukan identifikasi risiko secara lebih sistematis, serta mengimplementasikan CSA Report sesuai dengan kebutuhan unit kerja masing-masing. Penerapan CSA Report juga mendorong terbentuknya mekanisme pengawasan yang lebih proaktif sehingga potensi kesalahan dan ketidaksesuaian prosedur dapat dikenali lebih awal sebelum menjadi temuan audit. Dengan demikian, implementasi CSA Report dapat menjadi alternatif solusi dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan mendukung upaya pencegahan fraud secara berkelanjutan pada lingkungan perusahaan
Recurring internal audit findings indicate that existing control mechanisms have not fully ensured consistent procedural compliance across all work units. Such conditions may increase the risk of operational errors and irregularities if preventive control measures are not adequately implemented. This community service program aimed to enhance the knowledge and capabilities of staff and management at PT. Abdi Budi Mulia in implementing a Checklist Self Assessment (CSA) Report as a self-evaluation instrument to support fraud prevention and reduce internal audit findings. The program employed a participatory approach consisting of problem identification, CSA Report training, implementation assistance, and activity evaluation. The results demonstrated that participants gained a better understanding of internal control, risk management, and the importance of self-monitoring in operational activities. Participants were also able to develop relevant control indicators, identify operational risks more systematically, and implement CSA Reports according to the specific needs of their respective work units. Furthermore, the implementation of CSA Reports encouraged a more proactive monitoring mechanism, enabling potential errors and procedural non-compliance to be identified before becoming audit findings. Therefore, CSA Report implementation can serve as an effective alternative for strengthening internal control systems and supporting sustainable fraud prevention efforts within the organization
Abstract:Kantor Desa Prapat Janji menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa, seperti pencatatan data yang masih dilakukan secara manual, keterlambatan pelayanan administrasi,…
, kesulitan dalam pencarian arsip, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas administrasi desa melalui penerapan sistem informasi administrasi desa serta penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan tata kelola berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi implementasi sistem. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi mampu meningkatkan kecepatan pengolahan data administrasi sebesar 75%, mempercepat proses pencarian arsip hingga 80%, serta meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam penggunaan teknologi informasi sebesar 85% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, tingkat kepuasan perangkat desa terhadap penggunaan sistem mencapai 88%. Implementasi ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Desa Prapat Janji.
The Prapat Janji Village Office faces several challenges in managing administrative processes and village governance, including manual data recording, delays in administrative services, difficulties in document retrieval, and the suboptimal utilization of information technology to support public services. This community service program aims to improve the effectiveness of village administration through the implementation of a village administrative information system and the strengthening of village officials’ capacity in managing digital-based governance. The methods employed include observation, needs assessment, training, mentoring, and system implementation evaluation. Preliminary results indicate that the implementation of the information system has increased the efficiency of administrative data processing by 75%, accelerated document retrieval processes by up to 80%, and enhanced the information technology competencies of village officials by 85%, based on pre-test and post-test evaluations. Furthermore, the satisfaction level of village staff regarding the use of the system reached 88%. The implementation is expected to promote more effective, efficient, transparent, and accountable public services in Prapat Janji Village.