Efendi, Syahril, Fauzan Nurahmadi, Fuzy Yustika Manik, Seniman, T. Henny Febriana Harumy, Ivan Jaya, Yeni Absah, Muhammad Romi Syahputra, Liana Dwi Sri Hastuti, Pauzi Ibrahim Nainggolan, Tulus Joseph Herianto, Dewi Sartika Br Ginting, Yudhistira
Abstract:Abstract: The digital transformation of village administration has become an urgent need to enhance public service efficiency and ensure transparent local governance. This study analyzes the implementation of the Village…
Information System (SID) in Kuta Mbelin Village, STM Hulu Subdistrict, Deli Serdang Regency, as a mechanism for supporting administrative digitalization. It also evaluates the role of information technology in village governance and the integration of village statistical data within the framework of the Sustainable Development Goals (SDGs). The research employs a combination of literature review, field observation, and interviews with village officials and community members. The findings indicate that the adoption of SID in Kuta Mbelin Village improves administrative efficiency, accelerates public service delivery, and enables evidence-based data management that supports sustainable village development planning. This study recommends enhancing SID by integrating data analytics and strengthening information security to maximize its usefulness in village governance.
Keywords: village digitalization; village information system; governance; SDGs; kuta mbelin village
Abstrak : Transformasi digital dalam administrasi desa menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan efisiensi layanan publik dan tata kelola pemerintahan yang transparan. Penelitian ini menganalisis implementasi Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Kuta Mbelin, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, dalam mendukung digitalisasi administrasi desa. Studi ini juga mengevaluasi peran teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan desa serta integrasi data statistik desa dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs). Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan perangkat desa serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SID di Desa Kuta Mbelin meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat pelayanan publik, dan memungkinkan pengelolaan data berbasis bukti yang mendukung perencanaan pembangunan desa berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan optimalisasi SID dengan integrasi analitik data dan keamanan informasi untuk meningkatkan daya guna dalam tata kelola desa.
Kata Kunci: digitalisasi desa; sistem informasi desa; tata kelola pemerintahan; SDGs; desa kuta mbelin
Abstract:Abstract : The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) in secondary education demands teachers to enhance their digital competence to design adaptive and interactive learning experiences. However, preliminary observation…
bservation at MAN Surabaya indicated limited AI literacy and minimal exposure to H5P-based interactive tools.This training aimed to enhance the digital competence of MAN Surabaya teachers in utilizing Artificial Intelligence (AI) and H5P platform for developing interactive learning media. Using an ADDIE model-based capacity building approach, the training consisted of four phases: (1) needs assessment through pre-test, (2) conceptual training and hands-on practice, (3) mentoring for media development, and (4) outcome evaluation. Participants included 72 teachers from various subject backgrounds. Results demonstrated significant technological proficiency improvement: AI understanding increased by 11% (from 56% to 67%), while H5P awareness surged 58% (from 8% to 66%). Teachers successfully produced diverse interactive media including physics quizzes with instant feedback, visual-based 4P marketing materials, and psychology content using storytelling techniques.
Keywords: AI; digital literacy; H5P; interactive learning media, teacher
Abstrak : Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan menengah menuntut guru untuk meningkatkan kompetensi digital mereka guna merancang pengalaman pembelajaran yang adaptif dan interaktif. Namun, observasi awal di MAN Surabaya menunjukkan bahwa literasi AI masih terbatas serta paparan terhadap perangkat pembelajaran interaktif berbasis H5P masih minimal. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru MAN Surabaya dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan platform H5P untuk pengembangan media pembelajaran interaktif. Melalui pendekatan capacity building berbasis model ADDIE, pelatihan meliputi empat tahap: (1) asesmen kebutuhan melalui pre-test, (2) pelatihan konseptual dan praktik, (3) pendampingan pengembangan media, dan (4) evaluasi hasil. Peserta terdiri dari 72 guru dengan beragam latar belakang mata pelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan teknologi: pemahaman AI meningkat 11% (dari 56% menjadi 67%), sedangkan pengenalan H5P melonjak 58% (dari 8% menjadi 66%). Guru berhasil memproduksi berbagai media interaktif seperti kuis fisika dengan umpan balik instan, materi strategi pemasaran 4P berbasis visual, dan konten psikologi dengan pendekatan storytelling.
Kata kunci: AI; H5P; guru; literasi digital; media pembelajaran interaktif,
Abstract:Abstract: Urban household food security is still constrained by limited land availability and a high dependence on external supply. A community service program conducted in Berkah Family Village Housing, Kubang Jaya Village,…
llage, aims to enhance food self-sufficiency through vertical hydroponics, organic waste processing, and e-commerce–based digital marketing training. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program increased hydroponic knowledge from 30% to 85%, assembly skills from 15% to 80%, plant maintenance understanding from 25% to 78%, and e-commerce skills from 0% to 75%. A single hydroponic tower produces 7.2–14 kg per cycle, with potential income ranging from IDR 435,000 (pakcoy) to IDR 1,400,000 (lettuce). Kale can be harvested continuously for more than one year every 7–10 days, yielding an average of 105 grams per plant and generating up to IDR 1,100,000 per harvest. Additionally, 20 households are able to process kitchen waste into liquid fertilizer. Overall, the program has proven effective in strengthening household food security and economic resilience while supporting the achievement of the SDGs.
Keywords: community empowerment; family food security; organic waste processing; urban farming; vertical hydroponics
Abstrak: Ketahanan pangan keluarga di perkotaan masih terkendala keterbatasan lahan dan tingginya ketergantungan pada pasokan luar. Program pengabdian di Perumahan Berkah Family Village, Desa Kubang Jaya, bertujuan meningkatkan kemandirian pangan melalui hidroponik vertikal, pengolahan limbah organik, dan pelatihan pemasaran digital berbasis e-commerce. Dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), terjadi peningkatan pengetahuan hidroponik dari 30% menjadi 85%, keterampilan perakitan dari 15% menjadi 80%, pemahaman perawatan tanaman dari 25% menjadi 78%, serta kemampuan e-commerce dari 0% menjadi 75%. Satu unit tower hidroponik menghasilkan 7,2–14 kg per siklus dengan potensi pendapatan Rp. 435.000 (pakcoy) hingga Rp. 1.400.000 (selada). Tanaman kale dapat dipanen berkelanjutan sampai lebih satu tahun, tiap 7–10 hari dengan rata-rata 105 gram per tanaman dan potensi Rp.1.100.000 per panen. Sebanyak 20 keluarga juga mampu mengolah limbah dapur menjadi pupuk cair, sehingga program ini efektif memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga serta mendukung SDGs.
Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; ketahanan pangan keluarga; pengolahan limbah organik; pertanian perkotaan; hidroponik vertikal
Abstract:Abstract: Community empowerment is essential for fostering independence and improving the quality of public services at the village level. Tanjung Baru Ranau Village, located in South Ogan Komering Ulu Regency, is known…
for its rich natural beauty. However, this potential has not been fully utilized by the village government due to the absence of digital media for promoting local tourism. To address this challenge, an empowerment program was carried out through digitalization initiatives, including socialization on the use of the village website, website management training, and the handover of the newly developed Tanjung Baru Ranau Village website. The website was designed to support administrative services, publish village information, and promote tourism potential. The implementation method consisted of initial observations to identify village needs and potentials, followed by program socialization, technical training on website operation, and ongoing assistance in implementing technological innovations. The results of the training show that the Tanjung Baru Ranau Village website was successfully developed and that village officials gained the necessary skills to manage it effectively. This improvement supports the realization of transparent and accountable governance and enables the optimal development of village potentials. Overall, the empowerment program successfully increased village officials’ understanding of the importance of digitalization in governance systems by 48%.
Keywords: digitalization; village information system; village website
Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Desa Tanjung Baru Ranau merupakan salah satu desa yang termasuk dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yang dikenal dengan potensi alamnya yang indah. Keindahan alam tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah desa karena belum menggunakan media digital untuk mempromosikan wisata lokal yang ada di Desa tanjung Baru Ranau. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pemberdayaan melalui sosialisasi digitalisasi melalui website desa dan pelatihan pengelolaan website seta penyerahan website Desa Tanjung Baru Ranau. Website ini dirancang untuk mencakup layanan administrasi, publikasi informasi desa, serta promosi potensi wisata. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi awal guna mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa, dilanjutkan dengan sosialisasi progra, pelatihan teknis pengelolaan website serta pendampingan implementasi inovasi teknologi. Hasil dari pelatihan pembuatan dan pengoperasian Website Desa Tanjung Ranau adalah terciptanya website desa dan keterampilan perangkat desa dalam mengelola website desa dengan baik dan benar agar dapat menyelenggarakan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan mampu mengembangkan potensi desa secara optimal. Secara keseluruhan pemberdayaan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman aparat desa sebesar 48% dalam memahami pentingnya digitalisasi dalam sistem pemerintahan.
Kata kunci: digitalisasi; sistem informasi desa; website desa
Abstract:Abstract: This community service program at UMKM Adinda Food was conducted to address several managerial issues, including unstructured financial recording, unclear division of labor, and limited marketing practices. Using…
ng field observation, in-depth interviews, SWOT analysis, and implementation-based coaching, the program produced practical solution models consisting of simplified financial recording, standardized workflow arrangements, and the introduction of digital marketing practices. The results indicate that hands-on and context-based approaches effectively improve the SME owner's understanding of efficient and adaptive business management. This program contributes to current knowledge on contextual SME assistance strategies and provides a basis for applying similar models to other small enterprises with comparable characteristics.
Keywords: digital marketing; simple accounting; sme management; workflow.
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat pada UMKM Adinda Food dilaksanakan untuk menjawab permasalahan manajemen usaha, terutama pencatatan keuangan yang tidak terstruktur, pembagian kerja yang kurang jelas, serta pemasaran yang masih terbatas pada penjualan langsung. Melalui metode observasi lapangan, wawancara mendalam, analisis SWOT, dan pendampingan implementatif, kegiatan ini menghasilkan model solusi yang dapat digunakan UMKM secara praktis, meliputi pencatatan keuangan sederhana, pola kerja terstandarisasi, dan pengenalan pemasaran digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap tata kelola usaha yang efisien dan adaptif. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan mengenai strategi pendampingan UMKM yang kontekstual, serta membuka peluang penerapan model serupa pada usaha kecil lainnya dengan karakteristik sejenis.
Kata kunci: akuntansi sederhana; manajemen sdm; pemasaran digital; UMKM.
Abstract:Abstract: Women's political participation is an important aspect in sustainable village development. However, the involvement of women including the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, Banyumas faces obstacles…
cles ranging from a lack of understanding of political participation, village development, low education levels, time constraints, and traditional mindsets. This community service activity aims to increase the understanding, capacity, and political participation of women in the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, especially in the village development process. The methods used include FGD, direct observation, counseling, and village forum simulations. The results of the activity show that the PKK Ledug group has a high motivation to be involved in village development but still faces obstacles such as limited information regarding village political mechanisms and lack of self-confidence. After the community service was implemented, the PKK Ledug group was able to convey aspirations in a more structured manner. The village forum simulation showed an increase in the activeness of the PKK Ledug group in discussions and submitting program proposals. This community service proves that political awareness can be an effective strategy to increase the contribution of the PKK Ledug group in village development.
Keywords: women's political participation, village development
Abstrak: Partisipasi politik perempuan merupakan aspek penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Namun, keterlibatan Perempuan termasuk kelompok PKK di desa Ledug kecamatan Kembaran, Banyumas menghadapi hambatan mulai kurangnya pemahaman tentang partisipasi politik, pembangunan desa, tingkat Pendidikan rendah, kendala waktu, pola pikir yang masih tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, partisipasi politik perempuan kelompok PKK di desa Ledug, kecamatan Kembaran terutama proses Pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi FGD,observasi langsung,penyuluhan, simulasi forum desa. Hasil kegiatan menunjukkan kelompok PKK Ledug memiliki motivasi tinggi untuk terlibat dalam pembangunan desa tapi masih menghadapi kendala seperti keterbatasan informasi terkait mekanisme politik desa, minimnya kepercayaan diri.Setelah pengabdian dilaksanakan, kelompok PKK Ledug dapat menyampaikan aspirasi secara lebuh terstruktur.Simulasi forum desa memperlihatkan peningkatan keaktifan kelompok PKK Ledug dalam berdiskusi, mengajukan usulan program. Pengabdian ini membuktikan bahwa penyadaran politik dapat menjadi strategi efektif dapat meningkatkan konstribusi kelompok PKK Ledug dalam Pembangunan desa.
Kata kunci: partisipasi politik perempuan, pembangunan desa
Abstract:Abstract: The fisheries and livestock sectors in South Lampung Regency are among the main contributors to the local economy. However, this abundance of resources does not ensure adequate animal protein intake for the local…
al community. Low public awareness of animal protein consumption, limited knowledge of processing and value, and suboptimal utilization of local food resources in South Lampung mean that most fisheries and livestock products are still sold fresh. Lecturers in the Agricultural Technology Department, Politeknik Negeri Lampung, conducted outreach and training on the handling and processing of fisheries and livestock products to broaden the horizons of agricultural representatives in South Lampung Regency. The program included outreach and training on the importance of animal protein, selecting high-quality, fresh ingredients, and implementing hygiene principles in the production process. Participants also learned skills in meatball making, packaging, and proper storage. This program is expected to enhance the community's thinking skills, creativity, and skills, increase animal protein consumption, and boost community income by processing local food sources into superior products that are characteristic of South Lampung Regency.
Keywords: meatball; food diversification; added value; community service; animal protein
Abstrak: Sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu kontributor utama bagi ekonomi lokal. Namun faktanya, melimpahnya sumber daya tersebut tidak menjadikan asupan protein hewani masyarakat sekitarnya tercukupi dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein hewani, terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan dan nilai tambah, serta belum optimalnya pemanfaatan sumber pangan lokal di Lampung Selatan menyebabkan sampai saat ini kebanyakan hasil perikanan dan peternakan masih dijual dalam bentuk segar. Sosialisasi dan pelatihan mengenai penanganan hingga pengolahan hasil perikanan dan peternakan dilakukan oleh Dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung, untuk membuka wawasan bagi perwakilan usaha tani di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya protein hewani, pemilihan bahan baku yang baik dan segar, serta proses produksi yang menerapkan prinsip higienitas. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat bakso, proses pengemasan, dan penyimpanan yang baik. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, kreativitas dan keterampilan masyarakat, meningkatkan angka konsumsi protein hewani, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan sumber pangan lokal menjadi produk unggulan dan ciri khas Kabupaten Lampung Selatan.
Kata kunci: bakso; diversifikasi olahan; nilai tambah; pengabdian; protein hewani
Abstract:Abstract: The Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille prototype aims to introduce an innovative educational technology for blind students at SLB Negeri Kota Tanjungbalai. The school, under the…
he authority of the Province of North Sumatra, has 111 students across elementary, junior high, and senior high school levels. SLBN Tanjungbalai is led by Mrs. Resti, S.Pd., supported by 13 teachers and 1 administrative staff member. This media integrates an interactive kinesthetic system, binary Braille sensors, and artificial intelligence (AI) capable of recognizing Braille letter patterns based on tactile input and providing real-time voice feedback. Braille letters are converted into six-dot binary codes (Braille-cell), such as A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), up to Z (101011). These binary combinations are detected by tactile sensors or push buttons, then processed by an ESP32S connected to a 2004 LCD with I2C, a DFPlayer Mini, and a speaker to produce the corresponding letter sounds. The socialization activity was conducted at SDLB Negeri Kota Tanjungbalai, involving companion teachers and eight blind students. The activities included device demonstration, usage training, and interactive trials. The results show positive responses from both teachers and students, as the media enhances motivation, accuracy, and speed in learning Braille letters. RICKI-Braille proved to be more interactive and adaptive compared to conventional Braille learning media.
Keywords: Braille; visually impaired; inclusive learning media; assistive technology inclusive education;
Abstrak: Media Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille versi prototipe bertujuan memperkenalkan inovasi teknologi pendidikan bagi peserta didik tunanetra di SLB Negeri Kota Tanjungbalai. Sekolah yang berada di bawah naungan Provinsi Sumatera Utara ini memiliki 111 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. SLBN Tanjungbalai dipimpin oleh Ibu Resti, S.Pd., dengan dukungan 13 guru dan 1 tenaga tata usaha. Media ini memadukan sistem kinestetik interaktif, sensor Braille biner, dan kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengenali pola huruf Braille berdasarkan input titik-titik taktil, kemudian memberikan umpan balik suara secara real-time. Huruf Braille dikonversi menjadi kode biner enam titik (Braille-cell), misalnya A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), dan seterusnya hingga Z (101011). Sensor taktil atau push button membaca kombinasi biner tersebut, lalu memprosesnya melalui ESP32S yang terhubung dengan LCD 2004 + I2C, DFPlayer Mini, dan speaker untuk menghasilkan suara huruf yang sesuai. Sosialisasi dilakukan di SDLB Negeri Kota Tanjungbalai dengan melibatkan guru pendamping dan delapan siswa tunanetra. Kegiatan mencakup demonstrasi alat, pelatihan penggunaan, serta uji coba interaktif. Hasilnya, guru dan siswa memberikan respons positif karena media ini meningkatkan motivasi, ketepatan, dan kecepatan belajar huruf Braille. RICKI-Braille terbukti lebih interaktif dan adaptif dibanding media Braille konvensional.
Kata kunci: Braille; tunanetra; media pembelajaran inklusif; teknologi asistif; pembelajaran inklusif
Abstract:Abstract: Manual school bell operations in rural areas often cause schedule inconsistencies and reduced discipline. This community service implemented an automatic bell system using an Arduino Nano, RTC DS3231, and DFPlayer…
yer Mini at MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Activities covered needs assessment, system design, audio preparation, installation, training, and evaluation. The system achieved 100% timing accuracy and 40% cost efficiency compared to conventional bell systems. It operated reliably, produced clear audio, and integrated smoothly with the school’s sound system, improving punctuality among teachers and students. The solution is low-cost, easy to maintain, and replicable for other schools. Project outputs include one functional prototype, training materials, and a manuscript submitted to a nationally accredited journal. After this program, the partner experienced improved discipline among teachers and students due to a more organized and punctual bell schedule. In addition, school operators are now able to operate and maintain the system independently, resulting in more efficient school operations.
Keywords: arduino nano; automatic school bell; dfplayer; RTC DS3231; digitalisasi sekolah
Abstrak: Operasional bel sekolah yang masih manual di sejumlah sekolah pinggiran menyebabkan ketidakteraturan jadwal dan menurunnya kedisiplinan. Kegiatan pengabdian ini menerapkan sistem bel otomatis berbasis Arduino Nano, modul RTC DS3231, dan DFPlayer Mini di MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras dan lunak, perekaman konten audio, instalasi sistem, pelatihan operator, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan ketepatan waktu pembunyian bel hingga 100% dibandingkan sistem manual, serta menurunkan biaya implementasi hingga 40% dibandingkan bel komersial dengan fungsi sepadan. Sistem beroperasi stabil, memiliki kualitas audio yang jelas, dan terintegrasi baik dengan sound system sekolah, sehingga berdampak pada peningkatan kedisiplinan guru dan siswa. Solusi ini tergolong ekonomis, mudah dirawat, dan berpotensi direplikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Luaran kegiatan meliputi satu unit prototipe berfungsi, modul pelatihan, serta naskah artikel ilmiah yang diajukan pada jurnal terakreditasi nasional. Setelah kegiatan ini, mitra mengalami peningkatan kedisiplinan guru dan siswa karena jadwal bel menjadi lebih teratur dan tepat waktu. Selain itu, operator sekolah kini mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri sehingga kinerja operasional sekolah menjadi lebih efisien.
Kata kunci: arduino nano; bel sekolah otomatis; dfplayer; RTC DS3231; digitalisasi sekolah
Abstract:Abstract: This community empowerment initiative aims to enhance the digital readiness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Permata Baru Village, Ogan Ilir Regency, through the implementation of information…
systems and digital promotion strategies. Prior to the program, local MSME actors faced several challenges, including limited digital literacy, a lack of understanding of online marketing strategies, and minimal utilization of social media as a promotional tool, resulting in restricted market reach. The program adopts an educational and participatory approach, combining community-based learning, interactive discussions, and consultation sessions facilitated by lecturers and students from the Faculty of Economics, Sriwijaya University. The findings indicate strong enthusiasm among MSME participants and an improved understanding of how digitalization can expand market access. Participants have begun to utilize social media platforms such as Instagram, Facebook, and TikTok to promote their products. Overall, this initiative contributes to advancing digital literacy and technology-based marketing skills among rural MSMEs, thereby fostering inclusive and sustainable local economic growth.
Keywords: community engagement; digital literacy; digital promotion; information systems; MSMEs; rural development
Abstrak: Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Permata Baru, Kabupaten Ogan Ilir, melalui penerapan sistem informasi dan strategi promosi digital. Sebelum program ini dilaksanakan, para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, seperti terbatasnya literasi digital, kurangnya pemahaman mengenai strategi pemasaran daring, serta minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi sehingga jangkauan pasar mereka relatif sempit. Program ini mengadopsi pendekatan edukatif dan partisipatif, yang menggabungkan pembelajaran komunitas, diskusi interaktif, dan sesi konsultasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Temuan menunjukkan bahwa peserta UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi dan peningkatan pemahaman tentang bagaimana digitalisasi dapat memperluas akses pasar. Mereka telah mulai memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk promosi produk. Secara keseluruhan, inisiatif ini berkontribusi untuk memajukan literasi digital dan keterampilan pemasaran berbasis teknologi di kalangan UMKM pedesaan, yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; literasi digital; promosi digital; sistem informasi; UMKM; pembangunan perdesaan