Search Articles & Publications

Showing 1635 articles found for "Kualitatif"

RUMAH ADAT SUKU BATAK SIMALUNGUN

Nur Aini, Safrida Napitupulu, Sutarini, Dinda Yarshal, Sujarwo
Abstract: Rumah adat merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan, pandangan hidup, dan struktur sosial masyarakat pendukungnya. Rumah adat Suku Batak Simalungun yang dikenal sebagai Rumah Bolon Simalungun… lungun memiliki ciri arsitektur yang khas serta fungsi sosial budaya yang penting dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rumah adat Suku Batak Simalungun dari aspek sejarah, bentuk arsitektur, fungsi sosial budaya, serta nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kegiatan adat, simbol identitas budaya, dan sarana pewarisan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, rumah adat Suku Batak Simalungun memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat lokal.

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Tanah Desa untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif: Studi pada Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor

Ahmad Hoerudin, Rusliandy, Agus Suarman Sudarsa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan tanah inventaris desa dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Meskipun desa memiliki… ki aset tanah strategis, pemanfaatannya belum optimal dalam menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan aparatur desa, tokoh masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif. Analisis menggunakan model implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan efektif akibat keterbatasan komunikasi, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, belum adanya standar operasional prosedur, serta lemahnya koordinasi kelembagaan. Pemanfaatan tanah desa masih bersifat konvensional dan belum mendukung pengembangan ekonomi kreatif secara sistematis. Namun demikian, terdapat potensi besar untuk mengembangkan sentra UMKM, ruang kreatif, dan kawasan wisata berbasis aset desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan, penyusunan regulasi yang jelas, dan perencanaan strategis diperlukan untuk mengoptimalkan tanah desa sebagai penggerak pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan Pendapatan Asli Desa secara berkelanjutan.

Business Model Canvas Universitas Nurtanio Bandung Sebagai Strategi Promosi Dan Kerjasama Pada Indo Defence Expo And Forum

Erlian Supriyanto, Chadziqatun Najilatil Mazda
Abstract: Indo Defence Expo & Forum merupakan salah satu pameran bidang pertahanan dan keamanan yang mempertemukan industri, pemerintah, dan akademisi. Akademisi dapat berpartisipasi pada Indo Defence Expo & Forum sebagai lembaga… pendidikan dan penelitian yang berperan dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi, misalnya melalui hasil penelitian Dosen dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Business Model Canvas Universitas Nurtanio Bandung pada Indo Defence Expo & Forum sebagai bentuk strategi promosi dan kerjasama. Penelitian kualitatif ini mengambil studi kasus di Universitas Nurtanio Bandung. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Data yang sudah terkumpul diuji keabsahannya menggunakan triangulasi kemudian dianalisis secara interaktif membentuk Business Model Canvas yang menyajikan strategi promosi dan strategi kerjasama Universitas Nurtanio Bandung melalui partisipaasi Indo Defence Expo & Forum. Hasil penelitian menunjukkan Universitas Nurtanio Bandung berpotensi besar untuk berpartisipasi pada Indo Defence Expo & Forum. Dengan berpartisipasi, Universitas Nurtanio Bandung dapat meningkatkan visibilitas dan reputasinya sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas, yaitu melalui kegiatan penyebaran hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus sebagai sarana promosi institusi dan kerjasama. Rekomendasi yang peneliti berikan adalah hendaknya Universitas Nurtanio Bandung berpartisipasi sebagai exhibitor pada kegiatan Indo Defence Expo & Forum 2026 untuk merealisasikan strategi promosi dan kerjasama yang terbentuk.

Dekonstruksi Metafora Gender dalam Tasawuf Klasik: Membaca Ulang Narasi Emansipatif dalam Karya Ibnu ‘Arabi, Rumi, dan Al-Ghazali

Bayu Fermadi, Yuni Pangestutiani, Misbachul Munir, Aina Noor Habibah, Moh. Hasan Fauzi, Akhmad Ali Said, Moch. Bashori Alwi, Ali Asfiyak
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendekonstruksi representasi gender dalam teks-teks tasawuf klasik melalui pendekatan hermeneutika kritis. Fokus utama adalah mengungkap potensi narasi spiritual non-patriarkal… rkal yang tersembunyi di balik metafora gender yang kompleks dalam karya tiga tokoh sentral: Ibnu ‘Arabi, Jalaluddin Rumi, dan Al-Ghazali. Penelitian menggunakan metode analisis teks kualitatif dengan pendekatan hermeneutika dekonstruktif. Sumber data primer meliputi karya fundamental ketiga tokoh, yaitu Al-Futuhat al-Makkiyyah dan Fusus al-Hikam (Ibnu ‘Arabi), Masnavi-ye Ma’navi (Rumi), serta Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Mishkat al-Anwar (Al-Ghazali). Analisis dilakukan melalui eksplorasi tekstual, dekonstruksi binarisme gender, dan kontekstualisasi kritis terhadap realitas sosial-historis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tasawuf klasik mengandung dualitas mendasar antara semesta metafora spiritual yang transformatif dan realitas institusional yang patriarkal. Ibnu ‘Arabi menawarkan landasan ontologis egaliter melalui konsep Wahdat al-Wujud, yang meruntuhkan hierarki esensial gender. Rumi menggunakan metafora erotis yang ambigu untuk mengaburkan batas gender dan mensakralkan sifat feminin. Sementara itu, Al-Ghazali memperlihatkan kontradiksi internal antara wacana normatif patriarkal dalam Ihya’ dan visi kosmologis inklusif dalam Mishkat. Tasawuf klasik bukanlah monolit patriarkal, melainkan medan wacana yang kaya akan potensi dekonstruktif terhadap binarisme gender. Pembacaan kritis terhadap metafora gender dalam karya ketiga tokoh ini mengungkap “arsip internal” yang dapat mendukung spiritualitas non-biner dan emansipatif. Namun, potensi ini sering terbelenggu oleh struktur institusional dan pembacaan dominan yang patriarkal. Penelitian ini menyoroti pentingnya hermeneutika kritis dalam membuka ruang penafsiran yang lebih adil gender dalam tradisi intelektual Islam.

Analisis Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Abepura dalam Mengurangi  Prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa

Hiskia C. M. Saioper, Jackson Yumame, Ilham
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura dalam upaya mengurangi prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan… engumpulan data melalui wawancara mendalam kepada tenaga medis, staf administrasi, dan keluarga pasien ODGJ. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan RSJ Abepura secara umum sudah cukup baik, ditandai dengan fasilitas yang memadai, keandalan, daya tanggap, kompetensi tenaga medis, serta empati terhadap pasien dan keluarga. Namun, keterbatasan sarana, jumlah tenaga medis yang terbatas, serta stigma sosial menjadi hambatan dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan penurunan prevalensi ODGJ. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan peningkatan sarana dan prasarana, penambahan tenaga medis, edukasi masyarakat, serta upaya pengurangan stigma sosial untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keberlanjutan perawatan pasien.

Adaptasi Nilai-Nilai Tasawuf di Ruang Digital: Analisis Etika Ikhlas, Sabar, dan Tawadhu' dalam Komunikasi Media Sosial

Nur Rahma Shanty, Ali Asfiyak, M. Sirojudin Alfin Abas, Siti Isti’anah, M. Romadhon, Chafidz Kusnindar
Abstract: Perkembangan media sosial di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, namun sekaligus melahirkan berbagai problem etika seperti ujaran kebencian, disinformasi, performativitas religius,… gius, dan polarisasi sosial. Berbagai pendekatan normatif, hukum, dan teknis yang ada dinilai belum sepenuhnya mampu menyentuh akar persoalan etika komunikasi digital yang bersifat batiniah dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan adaptasi nilai-nilai tasawuf, yaitu ikhlas, sabar, dan tawadhu, sebagai fondasi etika komunikasi digital yang kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan atau library research, melalui analisis deskriptif-analitis dan normatif-konseptual terhadap literatur tasawuf klasik dan kontemporer serta kajian etika komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ikhlas berperan dalam membangun orientasi komunikasi yang berlandaskan kejujuran dan kemaslahatan, sabar berfungsi sebagai mekanisme pengendalian emosi dan ketahanan moral dalam merespons konflik serta arus disinformasi, sementara tawadhu mendorong sikap kerendahan hati epistemik dan dialog yang inklusif di ruang digital. Integrasi ketiga nilai tersebut membentuk kerangka etika komunikasi digital berbasis tasawuf yang bersifat holistik, spiritual, dan humanis. Meskipun menghadapi tantangan struktural akibat logika algoritmik dan budaya popularitas media sosial, pendekatan tasawuf menawarkan kontribusi penting dalam membangun komunikasi digital yang lebih beradab, bermakna, dan bertanggung jawab.

AKHLAK TASAWUF LOKAL DAN UNIVERSAL: STUDI KASUS INTEGRASI MISTISISME JAWA DAN AJARAN AL-GHAZALI DI MADRASAH

Bayu Fermadi, Yuni Pangestutiani, Misbachul Munir, Aina Noor Habibah, Moh. Hasan Fauzi, Akhmad Ali Said, Moch. Bashori Alwi, Ali Asfiyak
Abstract: Penelitian ini menganalisis proses sintesis antara tasawuf universal yang diwakili oleh pemikiran Imam Al-Ghazali dengan nilai spiritual lokal Jawa dalam konteks pendidikan madrasah di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif… ualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi mistisisme Jawa dan ajaran tasawuf Al-Ghazali dapat diterapkan dalam pendidikan madrasah tanpa menghilangkan esensi ajaran tasawuf maupun kearifan lokal Jawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat titik temu epistemologis antara tasawuf Al-Ghazali dengan spiritualitas Jawa, terutama dalam aspek maqamat (tingkatan spiritual), konsep makrifat, dan etika sosial. Penelitian ini menemukan bahwa model integrasi yang tepat dapat memperkaya pembelajaran akhlak-tasawuf di madrasah dengan tetap mempertahankan otentisitas ajaran Islam. Implikasi pedagogis dari temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan kontekstual yang menghargai kearifan lokal sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip tasawuf universal.

Pemikiran Tokoh Ekonomi Islam dan Relevansinya terhadap Perekonomian Modern

Kanefi, Nikita Kaia, Irham, Mawaddah
Abstract: Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh besar dalam tradisi pemikiran Islam yang kontribusinya tidak hanya terbatas pada bidang sejarah, tetapi juga mencakup ilmu sosial dan ekonomi. Melalui karyanya Muqaddimah, ia mengemukakan… mukakan berbagai konsep ekonomi yang bersifat mendasar, seperti nilai kerja, pembagian kerja, peran negara, kebijakan pajak, serta keterkaitan antara ekonomi dan peradaban. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun dan menganalisis relevansinya dalam konteks ekonomi modern, khususnya dalam upaya mewujudkan sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif terhadap sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Khaldun bersifat komprehensif dan integratif karena memadukan dimensi ekonomi, sosial, politik, dan moral. Pemikirannya tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menawarkan landasan normatif dan praktis bagi pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Analisis Problem Bisnis Nyata dengan Pendekatan Kaidah Fiqhiyyah dan Solusi Aplikatif

Kamila, Aylsa, Alwi, Nazwa Habina, Anugerah, Syahputri, Sofyan, Abdurrahman
Abstract: Perkembangan dunia bisnis modern menghadirkan beragam problematika baru yang menuntut solusi tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga etis dan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problem bisnis nyata dengan… engan menggunakan pendekatan kaidah fiqhiyyah sebagai landasan konseptual dalam merumuskan solusi aplikatif yang sesuai dengan prinsip keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan analisis literatur dari berbagai sumber klasik dan kontemporer mengenai fiqh muamalah serta praktik bisnis modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem bisnis seperti ketidaktransparanan transaksi, praktik riba terselubung, dan manipulasi harga dapat diselesaikan melalui penerapan kaidah fiqhiyyah seperti al-yaqin la yazulu bisy-syak (keyakinan tidak hilang karena keraguan), al-dharar yuzal (bahaya harus dihilangkan), dan al-‘adah muhakkamah (kebiasaan menjadi dasar hukum). Pendekatan ini menegaskan bahwa hukum Islam bersifat dinamis dan solutif dalam menjawab tantangan ekonomi modern. Kesimpulannya, penerapan kaidah fiqhiyyah dalam bisnis bukan hanya menjaga kesesuaian syariah, tetapi juga menciptakan keadilan, keberlanjutan, dan kepercayaan dalam aktivitas ekonomi kontemporer.

لَا يَجوزُ الافْتِياتُ على الأئِمَّةِ وأصْحَابِ الوِلاياتِ فيما يَخُصُّهُم  “Tidak boleh mendahului (mengambil alih wewenang) para pemimpin dan pemegang otoritas dalam perkara-perkara yang menjadi kekhususan mereka”

Ardiansyah, Ricky, Rustiani, Annisa
Abstract: Kaidah fiqh "لَا يَجوزُ الافْتِياتُ على الأئِمَّةِ وأصْحَابِ الوِلاياتِ فيما يَخُصُّهُم" (tidak boleh mendahului/mengambil alih wewenang para pemimpin dan pemegang otoritas dalam perkara-perkara yang menjadi kekhususan mereka)… pemegang otoritas dalam perkara-perkara yang menjadi kekhususan mereka) merupakan salah satu kaidah fiqh yang fundamental dalam menjaga keteraturan sosial dan persatuan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, penjelasan, dalil, dan aplikasi praktis dari kaidah ini dalam konteks hukum Islam kontemporer. Melalui pendekatan analisis kualitatif terhadap literatur fiqh dan pendapat para ulama klasik maupun kontemporer seperti Al-Mawardi, Ibn Taymiyyah, dan Ibn Rajab, artikel ini menunjukkan bahwa kaidah tersebut bukan untuk memberikan kekuasaan mutlak kepada pemimpin, melainkan sebagai mekanisme untuk menjaga sistem hukum dan mencegah anarki sosial (fawda). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kaidah ini didasarkan pada prinsip-prinsip Sadd adz-Dzari'ah (menutup celah kerusakan) dan Jam'iyyah (kepentingan bersama), dengan pengecualian yang jelas ketika pemimpin memerintahkan kemaksiatan. Kesimpulannya, kaidah ini memiliki relevansi signifikan dalam menjamin ketertiban negara dan pencegahan perpecahan umat di era modern.