Search Articles & Publications

Showing 2019 articles found for "Tara"

Kebijakan Pemimpin Kota Surabaya Terhadap Penanggulangan Bencana

Muhamad Irfan Nurdianssyah, Dewi Nurwati
Abstract: Kota Surabaya menghadapi risiko bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tsunami, sehingga kebijakan penanggulangan bencana yang efektif memerlukan peran aktif pemimpin daerah. Penelitian ini mengeksplorasi peran Wali… i Kota dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Surabaya dalam mendukung penanggulangan bencana melalui kebijakan dan kegiatan yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi dampak dan efektivitas langkah-langkah yang diambil oleh kedua pemangku kepentingan, menggunakan data sekunder dari peraturan daerah yang relevan. Kepemimpinan Wali Kota dinilai berdasarkan sembilan aspek: Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, pembentukan BPBD, Forum PRB, penyebaran informasi kebencanaan, Rencana Penanggulangan Bencana, Tataruang Berbasis Pengurangan Risiko Bencana, alokasi anggaran, RPJMD, dan dukungan lainnya untuk BPBD. Sementara itu, kepemimpinan Kepala Pelaksana BPBD dinilai berdasarkan enam aspek: pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, pengembangan sistem informasi, pendidikan dan logistik, penanganan kawasan rawan bencana, peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana, kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, serta pemulihan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Wali Kota Surabaya telah melaksanakan 8 dari 9 aspek penting penanggulangan bencana, mencerminkan komitmen kuat dalam memperkuat kerangka hukum dan operasional. Sementara itu, kepemimpinan Kepala Pelaksana BPBD juga efektif dalam menjalankan enam aspek utama. Kebijakan dan inisiatif Wali Kota Eri Cahyadi dan Kepala BPBD Agus Hebi Djuniantoro menunjukkan kesiapan dan kapasitas Surabaya dalam mengelola risiko bencana secara komprehensif sangat mendukung penanggulangan bencana di Kota Surabaya.

Analisis Konsep Pendidikan Jasmani Dan Rohani Anak Perspektif Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Susi Faridatul Khasanah, Abudzar Al-Jauziyyah, Arizqi Ihsan Pratama
Abstract: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah memandang antara hati, akal, ilmu terdapat kaitannya yang sangat erat. Hal ini terjadi karena manusia terdiri dari beberapa unsur yaitu ruh, akal dan badan. Menurut Ibnu Qayyim Anak yang sehat jasmaninya… smaninya belum tentu sehat ruhaninya, maka dari itu perlu adanya penyeimbang antara Pendidikan ruhani dan Pendidikan jasmani, Merujuk pada hal tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengkaji lebih dalam tentang Analisis Konsep Pendidikan Jasmni Dan Rohani Anak Perspektif Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Hasil dari penelitian ini adalah Menurut Ibnu Qayyim pendidikan jasmani adalah kesehatan dan afiat yang merupakan nikmat Allah yang paling besar dan mulia yang diberika kepada hamba-Nya, dengan cara a) menjaga kesehatan, b) mengenal macam-macam permainan olahraga, c) mengerti akan waktu-waktu yang tepat untuk olahraga, d) mengetahi tentang kurikulum pendidikan jasmani, dan manfaat olahraga. Sedangkan pendidikan rohani menurut Ibnu Qayyim yaitu tujuan pendidika hati atau rohani mencangkup berbagai dimensi yang berkaitan dengan pengembangan spiritual, dan moralitas individu.

Manajemen Bimbingan Dan Konseling Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas XI Di SMK Terpadu Rangganis

Sopi Fauziah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas XI di SMK Terpadu Rangganis. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya mutu pendidikan… dan daya saing yang masih menjadi perhatian, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan terarah. Untuk itu, manajemen layanan bimbingan dan konseling menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan bimbingan dan konseling melibatkan penyusunan program kerja yang mencakup strategi, tujuan, struktur, dan mekanisme yang terarah. Dalam pelaksanaan, siswa yang bermasalah mendapatkan layanan bimbingan dari guru BK setelah adanya laporan dari guru atau siswa lain. Siswa kemudian diberi arahan serta diperingatkan untuk tidak mengulangi pelanggaran yang sama, dengan komitmen melalui surat pernyataan. Faktor pendukung yang ditemukan adalah kerja sama antara guru BK, wali kelas, siswa, dan orang tua, serta keterbukaan siswa terhadap guru BK. Sementara itu, faktor penghambat termasuk jarak rumah siswa yang jauh dari sekolah, rendahnya motivasi orang tua dalam menegakkan tata tertib sekolah, dan pengaruh lingkungan yang kurang kondusif. Kesimpulannya, manajemen bimbingan dan konseling di SMK Terpadu Rangganis berhasil membantu meningkatkan kedisiplinan siswa melalui perencanaan dan pelaksanaan program yang matang. Meski terdapat kendala eksternal dan internal, pendekatan yang terarah dan dukungan dari berbagai pihak dapat membantu siswa lebih disiplin dan meningkatkan prestasi akademik.

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di SDIT Bahrul Fikri Depok

Assnia Aprilya Zahra, Heri Darmawan, Aal jalaludin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri Depok, khususnya di kelas 1 dan 4. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk mengikuti standar pendidikan… kan nasional, dengan fokus pada pengembangan potensi siswa melalui proyek pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru, serta bagian kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri belum maksimal, terutama karena masih kurangnya pelatihan yang diterima oleh guru. Meskipun demikian, kurikulum ini telah diterapkan secara bertahap di kelas 1 dan 4. Hambatan dalam implementasi mencakup kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan antara teori dan praktik dalam pembelajaran. Di sisi lain, dukungan dari pemerintah dalam bentuk penyediaan media pembelajaran dan pelatihan bagi guru menjadi faktor pendukung yang signifikan. Peran kepala sekolah juga sangat penting dalam proses ini, dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi. Pelatihan dan pendampingan yang berjenjang diharapkan dapat membantu guru lebih memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan lebih efektif. Kesimpulannya, meskipun implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri masih menghadapi berbagai tantangan, hambatan ini dapat diatasi dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Analisis Hambatan Belajar Matematika Di Kelas IV Mis Darunnajah Cipining Bogor

Umi Nawal Mumtaz, Heri Dermawan, Nailil Muna Shalihah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan belajar matematika pada siswa kelas IV MIS Darunnajah Cipining Bogor dan mengeksplorasi upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan tersebut. Dalam pendahuluan,… uan, diuraikan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh siswa, sehingga mempengaruhi motivasi dan hasil belajar mereka. Hambatan-hambatan ini penting untuk diidentifikasi agar dapat diberikan solusi yang tepat guna meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi di kelas, wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan wali siswa, serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara untuk uji validitas data, peneliti menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan belajar yang dialami siswa antara lain kesulitan dalam memahami operasi hitung pecahan, kesulitan dalam menyamakan penyebut, dan kesulitan mengubah pecahan menjadi desimal. Faktor-faktor penyebab hambatan tersebut berasal dari faktor internal, seperti rendahnya motivasi belajar, dan faktor eksternal, seperti kurangnya variasi metode pengajaran serta penggunaan media pembelajaran yang kurang maksimal.  Dalam pembahasan, peneliti memaparkan bahwa guru telah berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan berbagai strategi, seperti memberikan les privat, menerapkan variasi metode pengajaran, dan memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi.  Kesimpulannya, dengan pendekatan yang tepat dan upaya yang berkelanjutan, hambatan dalam belajar matematika dapat diminimalisir, sehingga kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi matematika dapat meningkat.

Manajemen Mutu Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa SMK Darunnajah 2 Cipining

Unayah, Abdul Saipon, Mahmun
Abstract: Pendidikan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengukur kemajuan masyarakat. Penerapan manajemen mutu pendidikan di sekolah dapat membantu mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran.… belajaran. Gangge (1997) mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku yang berbeda antara kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Di SMK Darunnajah, terdapat masalah dalam pemahaman materi oleh siswa yang perlu diatasi melalui penelitian tentang manajemen penjamin mutu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berlandaskan filsafat positivisme menurut Sugiono. Metode ini bertujuan menginterpretasikan fenomena dalam kondisi alami dengan peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball, serta pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data dilakukan secara induktif untuk menekankan makna daripada generalisasi. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, SMK Darunnajah memerlukan kerjasama jangka panjang dengan lembaga terkait bidang TKJ (Teknologi Jaringan Komputer), bukan hanya selama praktik kerja industri (prakerin), tetapi untuk periode yang lebih lama, seperti lima tahun. Langkah-langkah yang diterapkan termasuk MGMP, Bimtek, Tafsify I’gdad, Ta’hil, In House Training (IHT) dan Khutbatul ‘Arsy, serta supervisi guru. Namun, ada beberapa faktor penghambat seperti rendahnya kesadaran siswa, jumlah mata pelajaran kejuruan yang sedikit, kurangnya dana, dan gangguan fasilitas. Kerja sama jangka panjang antara SMK Darunnajah dan lembaga terkait sangat penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Faktor pendukung seperti tim pengawas dan evaluasi rutin berkontribusi pada perbaikan, sementara penghambat seperti kesadaran siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas, dan dukungan dana yang masih bergantung pada pesantren perlu diatasi. Dengan implementasi langkah-langkah perbaikan dan dukungan berkelanjutan, kualitas pembelajaran di SMK Darunnajah diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Reinterpretasi Estetika Tradisional Dan Etika Kontemporer Dalam Tarian Daerah

Ujang Maulana Yusup
Abstract: Seni pertunjukan, khususnya tarian daerah, berperan penting dalam merefleksikan dan memperbarui estetika budaya tradisional dalam konteks etika kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses reinterpretasi… tasi estetika tradisional dalam tarian daerah serta dampaknya terhadap keberlanjutan budaya. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis teori-teori terkait, dengan fokus pada interaksi antara estetika tradisional dan nilai-nilai etika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian daerah menggabungkan elemen estetika tradisional seperti gerakan, kostum, dan musik dengan nilai-nilai etika kontemporer yang muncul akibat globalisasi dan perkembangan teknologi. Penafsiran ulang elemen tradisional memungkinkan seniman untuk menciptakan karya yang relevan dan menarik di era modern, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya. Studi kasus seperti Tari Pendet dan Tari Saman menunjukkan bagaimana reinterpretasi dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya sambil beradaptasi dengan tuntutan kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun reinterpretasi membawa tantangan dalam menjaga autentisitas, ia juga membuka peluang untuk pelestarian dan inovasi budaya yang lebih luas. Dengan demikian, seni tarian daerah tetap menjadi medium vital dalam melestarikan dan memperbarui warisan budaya di tengah dinamika zaman.

Implementasi Program Darsul Idhofi Dalam Meningkatkan Kualitas Bahasa Santri Kelas 5 TMI Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Alan Budi Kusuma, Mukhlis Nasrulloh, Mahmun, M. Yogi Saputra
Abstract: Di masa modern ini sistem pendidikan sangat beragam, mengikuti perkembangan zaman. Pesantren Darunnajah cipining hadir dengan program yang baru yaitu program darsul idhofi, yang mana ini merupakan revitalisasi kurikulum… kuliyatul mu’allimin al-islamiyah (TMI) yang di jalankan oleh divisi pengajaran. Darsul idhofi adalah program unggulan yang ada di kurikulum TMI guna untuk peningkatan bahasa resmi pondok yaitu arab dan inggris dengan metode kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di kelas oleh kelas senior yaitu kelas 5 TMI, yang mana metode ini adalah visi dari kurikulum TMI sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan gambaran yang nyata dan tepat mengenai objek studi, berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan. Metode yang dipilih adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam konteks penelitian kualitatif, validitas data atau temuan dicapai ketika deskripsi peneliti sepenuhnya mencerminkan realitas yang diamati pada objek penelitian, tanpa ada perbedaan antara laporan dan kenyataan di lapangan. Pada Implementasi Program Darsul Idhofi Dalam Meningkatkan Kualitas Bahasa Santri Kelas 5 TMI di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menggunakan sistem POACE. Planning: Dengan adanya perencanaan dapat membuat kegiatan lebih efektif dan efisien. Dengan kata lain, perencanaan adalah dasar pokok acuan, gambaran dan patokan pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik, Organizing: Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Semua yang dipilih memalui proses, dilihat dari riwayat Ketika menjadi santri dan mempunyai ambisi tinggi, Actuating: proses pelaksanaan divisi pengajaran membuat kegiatan seperti, membuat persiapan mengajar (ta’hil), pemeriksaan persiapan ajar (taftisy i’dad tadris), KBM di kelas, dan perbaikan bahasa (tahsinul lughoh) yang semuanya berbasis bahasa arab dan inggris, Controlling: Pada aspek ini pengajaran melibatkan direktur TMI, kepala sekolah, dan guru-guru yang berkompeten di bidangnya, Evaluating: hasil dari program akan terlihat pada evaluasi mingguan, bulanan, dan tahunan yang semuanya di nilai dari laporan petugas kontroling dan hasil ujian mid dan semester 1 dan 2.

Pengaruh Manajemen Diklat PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) Terhadap Kesehatan Santri Putra Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Ahmad Muhajir, Nur Rohmat, M Mukhlis Nasrulloh
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen Diklat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap kesehatan santri putra di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif… itatif dengan metode analisis regresi sederhana, penelitian ini melibatkan 57 responden yang dipilih dengan teknik stratified random sampling dari total populasi 808 santri. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitasnya, untuk mengukur manajemen Diklat PHBS serta kondisi kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual santri. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara manajemen Diklat PHBS dan kesehatan santri, dengan persamaan regresi Y = 40.580 + 0.667X dan koefisien korelasi sederhana rxy = 0.573. Penelititan ini mengindikasikan bahwa 31,6% kesehatan santri dipengaruhi oleh implementasi Diklat PHBS, sementara 68,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Diklat PHBS yang terstruktur dan sistematis dapat menjadi strategi penting dalam pembinaan kesehatan di pesantren, yang pada akhirnya mendukung proses pendidikan secara keseluruhan. Hal baru dari penelitian ini yaitu terletak pada penekanan pentingnya integrasi antara manajemen pendidikan Islam dan program kesehatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, yang jarang dibahas dalam penelitian sebelumnya. Hasil ini dapat dijadikan referensi bagi pengelola pesantren dan peneliti selanjutnya dalam mengembangkan strategi kesehatan yang lebih komprehensif di lembaga pendidikan Islam.

Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP Darunnajah Cipining

Hanna Farikha, Anjaludin, Nur Azizah
Abstract: Pendidikan merupakan elemen esensial dalam kehidupan manusia, terutama bagi generasi penerus bangsa. Kualitas pendidikan dapat dilihat dari kemampuannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk generasi muda yang cerdas,… erdas, berkarakter, bermoral, dan berkepribadian baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji manajemen kelas dalam meningkatkan prestasi akademik siswa kelas VIII di SMP Darunnajah Cipining, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat manajemen kelas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan kriteria dependabilitas, kredibilitas, dan konfirmabilitas. Penelitian yang dilakukan di SMP Darunnajah Cipining menunjukkan bahwa manajemen kelas di sekolah ini telah dijalankan sesuai dengan metode yang baik. Aspek-aspek manajemen kelas yang diterapkan meliputi perencanaan yang matang, pengaturan ruang kelas yang nyaman, pengelolaan waktu yang efektif, serta pengembangan aturan kelas yang mendukung lingkungan belajar yang kondusif. Sekolah juga menerapkan kegiatan belajar tambahan (Muwajjah) untuk membantu siswa mendalami materi yang belum dikuasai. Faktor pendukung manajemen kelas di antaranya adalah kurikulum yang relevan, fasilitas yang memadai, serta dukungan dari guru, orang tua, dan keaktifan siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan seperti kurangnya tenaga kebersihan dan siswa yang sering tertidur di kelas, yang dapat mengurangi semangat belajar. Manajemen kelas di SMP Darunnajah Cipining terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa kelas VIII. Dukungan dari kurikulum, fasilitas, guru, dan orang tua sangat berperan dalam keberhasilan ini. Meskipun demikian, hambatan seperti kurangnya tenaga kebersihan dan motivasi belajar siswa tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal di masa depan.