Abstract:In Sei Beluru Village, Meranti District, there are still problems in understanding the legality of business permits and the importance of halal certification. Many micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the village…
ge do not yet have official business legality and halal certification, which is one of the inhibiting factors in expanding the market and increasing consumer confidence. The process of registering business legality and halal certification is considered complicated and requires adequate knowledge and assistance. The method used in this community service activity is direct training and assistance to cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village. The training includes socialization regarding the importance of business legality and halal certification, a guide to registration procedures and a simulation of the process of managing business permits and halal certification. Assistance is provided to assist participants in filling out forms, completing documents, and carrying out the application process independently. The purpose of this activity is to increase the understanding of entrepreneurs regarding the importance of business legality and halal certification and to assist them in the process of managing both aspects. After this activity is carried out, it is hoped that cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village can increase the competitiveness of their products in the market, especially markets that prioritize product halalness and clear business legality.
Keywords : business legality; halal certificate; training; cassava chips; UMKM
Abstrak : Di Desa Sei Beluru Kecamatan Meranti masih mengalami masalah pemahaman mengenai legalitas izin usaha dan pentingnya sertifikasi halal. Banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa tersebut yang belum memiliki legalitas usaha resmi dan sertifikasi halal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Proses pendaftaran legalitas usaha dan sertifikasi halal dianggap rumit dan memerlukan pengetahuan serta pendampingan yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha keripik ubi di Desa Sei Bluru. Pelatihan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal, panduan tata cara pendaftaran serta simulasi proses pengurusan izin usaha dan sertifikasi halal. Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta dalam mengisi formulir, melengkapi dokumen, dan melakukan proses pengajuan secara mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal serta membantu mereka dalam proses pengurusan kedua aspek tersebut.
Kata kunci: legalitas usaha; sertifikat halal; pelatihan; keripik ubi; UMKM
Abstract:The KKN program as a model of Community Service can be directed at efforts to build community capacity to be more advanced, independent and highly competitive. In accordance with the potential of Bumi Asih Village, Palas…
South Lampung District, KKN is intervened through Entrepreneurship Training for Management and Members of Karang Taruna. The training will motivate Karang Taruna members to continue to innovate and adapt to market conditions, dare to try new products, maximize services and expand markets to face competition and create new, more creative markets. Karang Taruna as a youth organization has a strategic role in developing villages. Karang Taruna Bumi Asih Village is committed to improving youth welfare through Entrepreneurship training to provide various skills and knowledge to spur innovative and inspiring creativity. The method applied is the ABCD (Assets Base Community Development) Pattern with stages; Discovery, Dreams, Design, and Destiny. With the ABCD pattern, youth organizations are directed to be able to recognize and identify social problems that occur, understand, formulate and implement appropriate resolution techniques. With training, Karang Taruna administrators and members will have a strong organizational foundation, be visionary, and have integrity in directing a better life in society. Karang Taruna's real actions can direct the lives of the younger generation in a way that can reduce the unemployment rate in Bumi Asih Village.
Keywords: entrepreneurship; karang taruna, and youth independence.
Abstrak: Program KKN sebagai model Pengabdian kepaad Masyarakat, dapat diarahkan pada upaya membangun kapasitas masyarakat agar lebih maju, mandiri dan berdayasaing tinggi. Sesuai potensi Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Lampung Selatan, KKN diintervensikan melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Pengurus dan Anggota Karang Taruna. Pelatihan akan memotivasi anggota Karang Taruna untuk terus melakukan inovasi dan penyesuaian dengan kondisi pasar, berani mencoba produk baru, memaksimalkan layanan dan memperluas pasar guna menghadapi persaingan serta menciptakan pasar baru yang lebih kreatif. Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membangun Desa. Karang Taruna Desa Bumi Asih berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pemuda melalui pelatihan Kewirausahaan guna membekali berbagai keterampilan dan pengetahuan guna memacu kreatifitas yang inovatif dan inspiratif. Metode yang diterapkan adalah Pola ABCD (Assets Base Community Development) dengan tahapan; Discovery, Dreams, Design, dan Destiny. Dengan pola ABCD, karang taruna diarahkan agar mampu menemukenali serta mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi, memahami, merumuskan dan mengimplementasikan teknik penyelesaiannya secara tepat. Dengan Pelatihan, pengurus dan anggota Karang Taruna akan memiliki dasar organisasi yang kuat, visioner, dan memiliki integritas dalam mengarahkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Aksi nyata Karang Taruna dapat mengarahkan kehidupan generasi muda secara sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Desa Bumi Asih.
Kata Kunci: kewirausahaan; karang taruna, dan kemandirian pemuda.
Abstract:Based on the results of the situation analysis in partner schools, it was found that the problems experienced by partners were a lack of innovation in classroom learning and a lack of resources that mastered technology in…
n learning. This community service activity aims to provide understanding and improve the skills of Jombang State SLB teachers in creating interesting and innovative learning media by integrating technology into learning. The learning media that will be produced is a digital dictionary for deaf students (KIRATU). This activity takes the form of socialization and training. The methods used are classical and individual methods. This PKM activity was said to be successful because the media product produced was very suitable for implementation in the classroom after being tested in the field and received a positive response and appreciation from the teachers. Teachers' understanding and skills also increased after participating in this activity.
Keywords: digital dictionary; inclusive students; KIRATU; technology
Abstrak: Berdasarkan hasil analisis situasi di sekolah mitra, ditemukan bahwa permasalahan yang dialami mitra yaitu kurangnya inovasi dalam pembelajaran dikelas serta kurangnya sumber daya yang menguasai teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan keterampilan para guru SLB Negeri Jombang dalam membuat media pembelajaran yang menarik serta inovatif dengan mengintegrasikan teknologi kedalam pembelajaran. Media pembelajaran yang akan dihasilkan berupa kamus digital untuk siswa tuna rungu (KIRATU). Kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan. Metode yang digunakan yaitu metode klasikal dan individual. Kegiatan PKM ini dikatakan berhasil karena produk media yang dihasilkan sangat layak untuk di implementasikan di kelassetelah dilakukan ujicoba dilapangan serta mendapat respon positif dan apresiasi dari para guru. Pemahaman serta ketrampilan guru juga meningkat setelah mengikuti kegiatan ini.
Kata kunci: kamus digital; siswa inklusi; KIRATU; teknologi
Abstract:Technological advancements can harness the potential of an area, particularly micro, small, and medium enterprises (UMKM). Many micro, small, and medium enterprises (UMKM) in Wringin Anom Village, Panarukan Subdistrict,…
Situbondo Regency, situated along the Pantura Road, remain undigitized, thereby hindering their potential to expand their customer base. Therefore, through the use of the WordPress platform, the 206 Community Service Students Group of Jember University introduced e-DIMMA, which stands for ‘Electronic List of Wringin Anom UMKM’ with the aim of providing information related to potential UMKM in the Wringin Anom Village area along with supporting data related to the products of the UMKM concerned. Thus, e-DIMMA will simplify the process for consumers to access information necessary for conducting buying and selling transactions. We use a method of science and technology diffusion, which involves three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation of activities commences with the analysis of problems, the socialization of work programs, the collection of data from UMKM, the development of websites, the training of website administrators, and the evaluation process. We will coordinate with the village government to assess the effectiveness of creating UMKM websites for product marketing with the goal of increasing market access for partner.
Keywords: digitalization; MSME; website
Abstrak: Kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang ada pada suatu daerah salah satunya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang terletak di sepanjang Jalan Pantura memiliki banyak UMKM yang belum terdigitalisasi sehingga potensi peningkatan konsumen belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, melalui pemanfaatan platform WordPress Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat 206 Universitas Jember memperkenalkan e-DIMMA yang merupakan singkatan dari Elektronik Daftar UMKM Wringin Anom dengan tujuan menyediakan informasi terkait UMKM berpotensi di wilayah Desa Wringin Anom dengan disertai informasi penunjang terkait produk dari UMKM yang bersangkutan. Sehingga, akan memudahkan konsumen dalam mengakses informasi hingga melakukan transaksi jual beli. Metode yang digunakan berupa difusi ipteks dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis masalah, sosialisasi program kerja, pengumpulan data UMKM, pembuatan website, pelatihan admin website dan evaluasi. Efektifitas pembuatan website UMKM sebagai sarana untuk pemasaran produk akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dengan capaian berupa peningkatan akses pasar bagi mitra.
Kata kunci: digitalisasi; UMKM; website
Abstract:The future of the internet is the main destination for connecting people with ideas and information. Through the technology sector, which is growing rapidly, it plays an important role in increasing the progress of a region.…
ion. Various platforms work together to change the way humans interact through website technology which is the fastest and widest media in presenting and accommodating information. Government institutions, namely DSP3A, really need this technology, in addition to functioning as a promotional media, displaying institutional profiles and accommodating institutional activities. The method applied is through direct socialization and training to admins. The purpose of this service is to mentor the admin, one of the service devices that still has minimal knowledge about web management, totaling 4 people. The results of the mentoring are Mentoring for Admins/Operators, Explanation of Website Functions, Introduction to WordPress Dashboard Features, Collecting and preparing Data and Information for use in creating Social Media Content, Introduction to Manual Books as Learning Modules in using the WordPress Dashboard. Introduction and explanation of Cpanel and Hpanel.
Keywords: company profile; CMS wordpress; internet; mentoring; website
Abstrak: Masa depan internet menjadi tujuan utama untuk menghubungkan orang dengan ide dan informasi. Melalui sektor teknologi yang pertumbuhannya semakin berkembang pesat, sehingga menjadi peran penting untuk meningkatkan kemajuan suatu daerah. Berbagai platform saling bekerja sama untuk mengubah cara manusia berinteraksi melalui melalui Teknologi website yang merupakan media tercepat dan terluas dalam menyaji dan menampung informasi. Lembaga pemerintah yaitu DSP3A sangat membutuhkan teknologi tersebut, selain berfungsi sebagai media promosi, menampilkan profil lembaga dan menampung kegiatan lembaga. Adapun metode yang diterapkan adalah dengan sosialisasi dan pelatihan kepada admin secara langsung. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan mentoring kepada admin, salah satu perangkat dinas yang masih minim pengetahuan tentang pengelolaan web berjumlah 4 orang. Hasil mentoring adalah Pendampingan kepada Admin/Operator, Pemaparan Fungsi Website, Pengenalan Fitur Dashboard wordpress, Mengumpulkan dan mempersiapkan Data dan Informasi untuk digunakan dalam pembuatan Konten Sosial Media, Pengenalan Manual Book sebagai Modul Pembelajaran dalam penggunaaan Dashboard Wordpress. Pengenalan dan penjelasan Cpanel dan Hpanel.
Kata kunci: company profile; CMS wordpress; internet; mentoring; website
Abstract:Many vocational college graduates got difficulties during job interview process. Therefore, this community service activity aims to enhance vocational college students’ English communication skills, especially in public…
public speaking, during the job interview process. It was done online through a Zoom meeting, which was opened for vocational college students in Madiun City, East Java. The activity was done in May 2024, starting from the preparation, implementation, and evaluation process. It ran well and benefited vocational college students by equipping them with and broadening their knowledge regarding the job interview process. The participants’ feedback was positive, in which the survey results showed that the community service activity improved their public speaking skills and confidence. The participants also provided a rough description of the job interview process through mock interviews. It is hoped that a similar activity will be carried out continuously in the future.
Keywords: English, Public Speaking, Training, Vocational College, Vocational Students
Banyak lulusan kampus vokasi yang kesulitan saat menjalani proses interviu kerja. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris mahasiswa vokasi terutama pada public speaking di proses wawancara kerja. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting yang dibuka bagi mahasiswa vokasi di kota Madiun, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Mei 2024 yang dimulai dari proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi para mahasiswa vokasi dalam memperlengkapi dan memperluas wawasan mereka mengenai proses wawancara kerja. Umpan balik dari para peserta menunjukkan nilai positive dimana hasil survei menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan kemampuan public speaking para peserta dan rasa percaya diri mereka. Para peserta juga mendapatkan gambaran kasar mengenai proses wawancara kerja melalui kegiatan mock-interview. Diharapkan bahwa kegiatan sejenis dapat diadakan berkelanjutan di masa mendatang.
Kata kunci: Bahasa Inggris, Public Speaking, Pelatihan, Kampus Vokasi, Mahasiswa Vokasi
Abstract:Technological advancements have had a profound impact on the education sector around the globe including in Thailand and other developing countries. as in many other developing countries, there are major challenges in adapting…
adapting with the rapid development of technology. The school where the community service was held also faced similar issues. With an innovative approach through assessment training using technology, this community engagement activity is expected to be a positive step towards educational transformation, particularly in the southern part of Thailand. With the active involvement of teachers as well as full support from related parties, we can create a learning environment that is more dynamic, relevant, and globally competitive. A pre-test and a post-test were conducted at the beginning and the end of the training to measure teachers’ understanding in implementing digital assessment strategies. By equipping teachers with the knowledge and skills to implement digital assessment strategies, the training has had a measurable impact on professional development and instructional practices. In addition, the training provide access to further consultation or guidance, participants can feel supported and more confident in applying their learning in the classroom. The results of the pre- and post-training survey demonstrated a substantial improvement, averaging 51.3% increase across all survey items. This indicates the positive impact of the training in enhancing teachers' competencies in integrating technology into their assessment practices. Moving forward, schools in rural Thailand can apply the lessons learned from this workshop to enhance their own educational outcomes.
Keywords: teacher training; digital assessment strategies; southern Thailand
Abstrak: Dalam era globalisasi yang semakin cepat, pendidikan adalah salah satu aspek yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Di Thailand Selatan, seperti di banyak negara berkembang, ada tantangan besar dalam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sekolah tempat dimana program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan juga menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan inovatif melalui pelatihan penilaian menggunakan teknologi, kegiatan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah positif menuju transformasi pendidikan di wilayah Thailand Selatan ini. Dengan keterlibatan aktif dari para guru serta dukungan penuh dari pihak terkait, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, relevan, dan kompetitif secara global. Pre-test dan post-test dilakukan di awal dan akhir pelatihan untuk mengukur pemahaman guru dalam menerapkan strategi penilaian digital. Selain itu, pelatihan menyediakan akses ke konsultasi atau bimbingan lebih lanjut, sehingga peserta merasa didukung dan lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mereka di kelas. Setelah pelatihan selesai, kedua pihak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan memberikan dampak yang lebih positif dalam jangka panjang.
Kata kunci: pelatihan guru; strategi penilaian digital; thailand selatan
Abstract:In order to increase community participation in preventing the spread of mosquito-borne diseases, education for the community needs to be carried out through counseling. Tanggamus Regency is one of the areas in Lampung where…
here DHF occurred, where from January to June 2024 there were 227 cases. To increase public knowledge in Banjar Agung Udik Village, Pugung District, Tanggamus Regency regarding phytotelmata as a breeding ground for mosquitoes, this counseling was carried out. Counseling was carried out using the pretest, lecture and discussion methods, and practicum. The results of the counseling showed that most participants knew that DBD and malaria were transmitted by mosquitoes, but not all knew the name of the vector species. Participants knew where mosquitoes perched at home and how to avoid mosquito bites. Participants also know mosquito breeding places, but are new to phytotelmata in this counseling. The practicum carried out by participants successfully identified six plant species that were proven to be phytotelmata. Thus, it can be concluded that this counseling has succeeded in providing knowledge to the community about the potential of phytotelmata as a source of mosquito-borne diseases.
Keywords: Phytotelmata; Mosquito Borne Diseases; Mosquito Breeding Places; Mosquitoes Bite.
Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit tukar nyamuk itulah pendidikan kepada masyarakat perlu perlu dilakukan melalui penyuluhan. Kabupaten Tanggamus adalah salah satu daerah di Lampung yang kejadian DBD-nya dimana sejak Januari hingga Juni 2024 ada 227 kasus. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus terhadap fitotelmata sebagai tempat perindukan nyamuk maka penyuluhan ini dilakukan. Penyuluhan dilakukan dengan metode pretes, ceramah dan diskusi, serta praktikum. Hasil penyuluhan didapatkan bahwa sebagian besar peserta tahu bahwa DBD dan malaria ditularkan nyamuk, tetapi tidak semua tahu nama spesies namuk vektornya. Peserta tahu tempat hinggap nyamuk di rumah dan juga tahu cara menghindarkan diri dari gigitan nyamuk. Peserta juga tahu tempat-tempat berkembang biak nyamuk, tetapi baru mengenal fitotelmata dalam penyuluhan ini. Praktikum yang dilakukan peserta berhasil mengidentifikasi enam spesies tumbuhan yang terbukti menjadi fitotelmata.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan ini berhasil memberkan pengetahuan kepada masyarakat tentang potensi fitotelmata sebagai sumber penyebar penyakit tular nyamuk.
Kata kunci: Fitotelmata; Penyakit Tular Nyamuk; Tempat Perindukan Nymauk; Gigitan Nyamuk.
Abstract:Digitalization has become an important element in this modern era, especially for companies that want to remain competitive amidst increasingly fierce competition in various industrial sectors. However, many companies still…
ill face major challenges due to their reliance on manual methods in managing various operational aspects, including warehouse administration. Problems such as delays, recording errors and data inaccuracies often arise as a result of using traditional methods. This research method uses a qualitative descriptive approach with a focus on observation and interviews . The main goal of digitalization is to overcome these challenges by utilizing technology that can increase the effectiveness of employee performance and optimize various business processes, so that companies can operate more efficiently and accurately. The results of this research are that the effect of the effectiveness of digitalization implementation on employee performance has a very positive influence on employee performance, where the implementation of digitalization is obtained through training carried out by management. Likewise, with the role of administrative digitization in warehouse reception management, managers create barcodes on each product to make it easier to record incoming and outgoing goods at the warehouse.
Keywords: Administration; Digitalization; Employee Performance; Tiara Dewata Yeh Aya
Digitalisasi telah menjadi elemen penting dalam era modern ini, terutama bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di berbagai sektor industri. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan besar karena ketergantungan pada metode manual dalam mengelola berbagai aspek operasional, termasuk administrasi gudang. Masalah-masalah seperti keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan ketidakakuratan data sering kali muncul akibat dari penggunaan metode tradisional tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada observasi dan wawancara. Tujuan utama dari digitalisasi adalah untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja karyawan serta mengoptimalkan berbagai proses bisnis, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan akurat. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh efektifitas implementasi digitalisasi terhadap kinerja karyawan sangat berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang mana implementasi digitalisasi ini didapat melalui pelatihan yang dilakukan oleh pihak management. Begitu pula dengan peran digitalisasi administrasi dalam manajemen gudang penerimaan, pengelola membuat barcode pada setiap produk untuk mempermudah pencatatan barang masuk dan barang kaluar pada gudang
Kata Kunci: Adminisrasi; Digitalisasi; Kinerja Karyawan; Tiara Dewata Yeh Aya
Abstract:The problem discovered during interviews conducted between the principal, deputy principal, and lecturers at the Shanti Bhuana Institute was that when the SMPN 1 Teriak school was searched on the internet, no complete identity…
entity regarding the school was found, for example history, vision and mission, school excellence and school activities. both academic and non-academic. Based on the problem identification carried out at SMPN 1 Teriak school through interviews and observation methods, the principal hopes that there will be a website that the school can use as a medium for information and promotion. The solution offered by the Shanti Bhuana Institute lecturer was to develop a web profile for the SMPN 1 Teriak school, Bengkayang Regency using WordPress. The school's web profile was designed and developed by lecturers at the Shanti Bhuana Institute. The design and development of the web profile has been socialized and simulated to the school. This web profile can be used by schools to provide interesting content in the form of news about school activities, videos of school activities, and photo galleries of school activities. There are many things that the school can share through its web profile so that SMPN 1 Teriak, Bengkayang Regency can become better known to the public and can become a developing school with advantages that can be enjoyed by both teachers and pupils.
Keywords: Community Service; Web Profile; WordPress; SMPN 1 Teriak; Bengkayang Regency
Abstrak: Permasalahan yang ditemukan selama wawancara yang dilakukan antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bersama dosen Institut Shanti Bhuana adalah ketika sekolah SMPN 1 Teriak dicari di internet tidak ditemukan identitas yang lengkap terkait sekolah, misalnya seperti sejarah, visi misi, keunggulan sekolah, dan kegiatan sekolah baik akademik maupun non akademik. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan pada sekolah SMPN 1 Teriak melalui metode wawancara dan observasi, kepala sekolah mengharapkan adanya suatu website yang dapat digunakan sekolah sebagai media informasi dan promosi. Solusi yang ditawarkan oleh dosen Institut Shanti Bhuana adalah memgembangkan web profile untuk sekolah SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang menggunakan Wordpress. Web profile sekolah dirancang dan dikembangkan oleh pihak dosen Institut Shanti Bhuana. Perancangan dan pengembangan web profile tersebut telah disosialisasikan dan disimulasikan kepada pihak sekolah. Web profile ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memberikan konten yang menarik berupa berita kegiatan sekolah, video kegiatan sekolah, dan galeri foto kegiatan sekolah. Banyak hal yang dapat pihak sekolah share melalui web profile sehingga SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan dapat menjadi sekolah yang berkembang dengan keunggulan yang dapat dinikmati oleh guru maupun siswa/siswa.
Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Web Profile; Wordpress; SMPN 1 Teriak; Kabupaten Bengkayang.