Search Articles & Publications

Showing 3169 articles found for "Laku"

Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Bootcamp Trilogi Got Business Founder

Maulidian, Maulidian, P, Mutiara Dewi, Novita, Novita, Purnengsih, Iis
Abstract: The development of entrepreneurship among students has become a priority in higher education in Indonesia to address unemployment, leading Universitas Trilogi to organise the Trilogi Got Business Founder Bootcamp with the… e theme “Scaling the Future of Business: Sustainable and Responsible Innovation.” The aim of this activity is to provide in-depth understanding and practical skills in key aspects of entrepreneurship, including product development, digital marketing, and financial reporting. The bootcamp employed three main stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage involved scheduling, selecting speakers, and arranging facilities. The implementation stage comprised lectures, discussions, exercises, and case studies delivered by competent experts in their respective fields. The evaluation stage was conducted through questionnaires to assess the success of the event and its impact on participants. The evaluation results showed that the majority of participants were satisfied with the content delivered and the relevance of the activities to their needs. The methods used were effective in enhancing participants' understanding and practical skills in entrepreneurship. Overall, this bootcamp successfully achieved its objectives and made a positive contribution to the development of entrepreneurial capacity among students at Universitas Trilogi.   Keywords: bootcamp; digital marketing; entrepreneurship; sustainable innovation; university students   Abstrak: Pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi prioritas pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengatasi pengangguran, mendorong Universitas Trilogi mengadakan Bootcamp Trilogi Got Business Founder dengan tema “Scaling the Future of Business: Sustainable and Responsible Innovation”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam aspek-aspek penting kewirausahaan, termasuk pengembangan produk, pemasaran digital, dan pembuatan laporan keuangan. Metode yang digunakan dalam bootcamp ini mencakup tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan melibatkan perencanaan jadwal, pemilihan narasumber, dan penyediaan fasilitas. Tahap pelaksanaan terdiri dari ceramah, diskusi, latihan, dan studi kasus yang dilakukan oleh narasumber berkompeten di bidangnya. Tahap evaluasi dilakukan melalui kuesioner untuk menilai keberhasilan kegiatan dan dampaknya terhadap peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dengan materi yang disampaikan dan relevansi kegiatan dengan kebutuhan mereka. Metode yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta dalam kewirausahaan. Secara keseluruhan, bootcamp ini berhasil mencapai tujuannya dan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kapasitas kewirausahaan di kalangan mahasiswa Universitas Trilogi.   Kata kunci: bootcamp; inovasi berkelanjutan; kewirausahaan; mahasiswa; pemasaran digital

Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI)

Syahfitri, Jayanti, Muntahanah, Muntahanah, Irwandi, Irwandi
Abstract: SD Negeri 140 Seluma has a relatively large number of human resources, both teachers and students. However, this is also a challenge for partner schools where some of the problems that are often faced are the lack of knowledge… wledge and competence of teachers in providing digital teaching materials to facilitate differentiated learning, which impacts the formation of students' character optimally. This training and mentoring is an effort to improve teacher knowledge and competence in providing teaching materials. This activity involved 30 teachers through two methods, namely: socialization, training and mentoring (the practice of making AI-based learning videos). The activity results showed that all participants experienced an increase in understanding related to the concept of digital teaching materials and increased competence in making AI-based learning videos. This is evidenced by the products that have been produced by the training participants. Keywords: artificial intelligence; digital teaching materials; training;  accompaniment   SD Negeri 140 Seluma memiliki SDM dengan jumlah yang relatif banyak baik guru maupun peserta didik. Namun, hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi sekolah SD Negeri 140 Seluma  dimana beberapa permasalahan yang seringkali dihadapi yaitu masih minimnya pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyediakan bahan ajar digital untuk memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi, sehingga berdampak pada pembentukan karakter peserta didik secara optimal. Pelatihan dan pendampingan ini merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyediakan bahan ajar. Kegiatan ini melibatkan 30 orang guru melalui dua metode yaitu: sosialisasi, pelatihan dan pendampingan (praktik pembuatan video pembelajaran berbasis AI). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi video pembelajaran berbasis AI, yang dibuktikan melalui produk video yang dihasilkan.   Kata kunci: artificial Intelligence; bahan ajar digital; pelatihan; pendampingan

Pelatihan Canva Dan Capcut Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Kreativitas Guru Dan Peserta Didik Sekolah Dasar

Mair, Zaid Romegar, Sartika, Dewi, Heriasyah, Rudi, Gasim, Gasim, Permatasari, Indah, Purnamasari, Evi
Abstract: Abstract: One of the prioritized areas of knowledge is mastery of information technology on computers as a sustainable generation prepares to welcome Golden Indonesia in 2045. Canva and capcut training are part of efforts… s to develop 21st-century skills. This training is carried out to prepare teachers and students to become people who have innovative ideas for carrying out learning. SD Negeri 150, located at Jl. TP Demsi Husin Darmajaya Gandus, Pulo Kerto, Gandus District, Palembang City, served as the venue for this activity. The results of the observations made showed that the level of enthusiasm, communication skills, and creativity of teachers and students increased significantly, as evidenced by the publication of projects carried out during the training, which were shared via social media and teacher and principal communication groups. Keywords: canva dan capcut; innovation; teacher Abstrak: Salah satu bidang ilmu pengetahuan yang diprioritaskan adalah penguasaan teknologi informasi pada komputer, sebagai generasi keberlanjutan dalam menyiapkan tokoh berikutnya untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Tuntutan abad ke-21 merujuk pada keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dianggap penting untuk sukses dalam era globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat. Pelatihan Canva dan capcut merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan keterampilan abad 21. Pelatihan ini dilaksanakan  untuk mempersiapkan para guru dan peserta didik menjadi orang yang memiliki ide inovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 150, yang beralamatkan di Jl. TP Demsi Husin Darmajaya Gandus, Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pengumpulan data dari bahan pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil pengamatan yang dilakukan, bahwa tingkat antusias, keterampilan berkomunikasi, kreativitas guru, dan peserta didik meningkat secara signifikan, dibuktikan dengan publikasi projek yang dikerjakan selama pelatihan yang dibagikan melalui medsos, dan grup komunikasi guru dan Kepala Sekolah. Kata kunci: canva dan capcut; inovasi; guru

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Melalui Program Pelatihan Pemetaan Menggunakan Teknologi Drone Di Kecamatan Pemali

Fitriansyah, Hadi, Zulkia, Dwi Rizka, Setiawan, Fahri, Hartati, Lasmi, Syarani, Desti, Tamami, Khoirul, Cahyani, Dwi Rizky, Caesar, Muhammad Yusuf
Abstract: The lack of ability to operate advanced mapping technology such as drones creates limitations for village communities in Pemali District, resulting in low community participation and contribution in the planning and management… gement process of village areas. In fact, active community participation is very important to ensure that every development program is in accordance with local needs and conditions to achieve regional development planning as stated in the 2020-2024 RPJMN. For this reason, it is necessary to use drone technology to provide solutions by providing fast and accurate spatial data, as well as improving the technical skills of village communities in mapping and managing areas. Through drone training, it is hoped that village communities can be more independent and actively participate in development planning, as well as opening up new opportunities in the field of technology that can improve their welfare and quality of life. Meanwhile, the method used in community service is in accordance with POAC or Planning, Organizing, Actuating, Controlling. From all the activities and evaluations that have been carried out, the results and conclusions obtained are that training and outreach on the use of drones through community service is considered effective and useful in developing community capabilities and increasing insight into the Pemali sub-district. Keywords: community service; drone; pemali district   Abstrak: Kurangnya kemampuan untuk mengoperasikan teknologi pemetaan canggih seperti drone membuat Keterbatasan Masyarakat desa di Kecamatan Pemali ini menyebabkan rendahnya partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengelolaan wilayah desa. Padahal, partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi local untuk mencapai perencanaan pembangunan kawasan seperti yang tertera pada RPJMN 2020-2024. Untuk itu perlu peran penggunaan teknologi drone dapat memberikan solusi dengan menyediakan data spasial yang cepat dan akurat, serta meningkatkan keterampilan teknis masyarakat desa dalam pemetaan dan pengelolaan wilayah. Melalui pelatihan drone, masyarakat desa diharapkan dapat lebih mandiri dan berpartisipasi aktif dalam perencanaan pembangunan, serta membuka peluang baru dalam bidang teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Adapun, untuk metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini sendiri sesuai dengan POAC atau Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Dari keseluruhan kegiatan dan evaluasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa pelatihan serta sosialisasi penggunaan drone melalui pengabdian masayarakat ini diniai efektif dan bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan masyarakat dan menambah wawasan pada kecamatan pemali. Kata kunci: drone; pengabdian masyarakat; pemali

Pendampingan Sustainable Livelihood Berbasis Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Rembitan

Pratama, Inka Nusamuda, Subandi, Azwar, Imam, Sadrul, Pratiwi, Yupitari Estu, Aprileana, Lady, Oktriani, Elisa
Abstract: The sustainable livelihood assistance program in Rembitan Village aims to improve community welfare based on local wisdom. The activity stages include initial identification of socio-economic and environmental conditions… of the village, preparation of activity plans based on community participation, as well as implementation of training and workshops. After the training, intensive mentoring is provided to help people apply new skills in their daily practice. The results achieved include increasing community capacity in sustainable agricultural techniques, developing better quality handicraft and traditional food products, as well as diversifying family income sources. Program evaluation shows a positive response from the community to training and mentoring activities, with indications of an increase in the local economy and awareness of the importance of sustainable natural resource management. This service activity not only succeeded in improving the economic welfare of the Rembitan Village community, but also strengthened local capacity in facing the challenges of sustainable development in the future.   Keywords: sustainable livelihoods; local wisdom; well-being; economy     Abstrak: Program pendampingan sustainable livelihood di Desa Rembitan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tahapan awal kegiatan meliputi identifikasi kondisi sosial-ekonomi dan lingkungan Desa, penyusunan rencana kegiatan berbasis partisipasi masyarakat, serta implementasi pelatihan dan workshop. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan intensif untuk membantu masyarakat menerapkan keterampilan baru dalam praktiknya sehari-hari. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam teknik pertanian berkelanjutan, pengembangan produk kerajinan tangan dan makanan tradisional dengan kualitas yang lebih baik, serta diversifikasi sumber pendapatan keluarga. Evaluasi program menunjukkan respons yang positif dari masyarakat terhadap kegiatan pelatihan dan pendampingan, dengan indikasi peningkatan ekonomi lokal dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Rembitan, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan dimasa mendatang.   Kata kunci: sustainable livelihood; kearifan lokal; kesejahteraan; ekonomi

Pelatihan Digital Tools Untuk Pemetaan Trend Menu Konsumen

Widyaningtyas, Dian, Budi Setiawan, Nur, Retnaningdiah, Dian
Abstract: Culinary is a very popular business in Indonesian society. This phenomenon has the consequence that the level of business competition becomes tighter, it is means that culinary businesses are always required to innovate… to survive in the long run. The main focus of this community service is providing training to culinary business owners to follow dynamic consumer taste trends. This training aims to provide solutions by creating innovation and knowing the latest consumer interests. The approach used in this training is discussion and mapping of partners' challenges, then knowledge assistance and provision are provided. The results of Google Trends training are generally able to make a real contribution to business owners in achieving consumer loyalty. Apart from that, this training increases partners' knowledge in utilizing the Google Trends application to determine product focus and product marketing locations. In particular, it can foster strong self-confidence in partners in using digital business.   Keywords: digital marketing; product trends; culinary; innovation.     Abstrak: Kuliner merupakan sebuah bisnis yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Fenomena ini membawa konsekuensi pada tingkat persaingan usaha yang semakin ketat, artinya pelaku usaha kuliner dituntut untuk selalu berinovasi agar dapat bertahan dalam jangka panjang. Fokus utama pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada pemilik usaha kuliner agar dapat mengikuti tren selera konsumen yang dinamis. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan solusi dengan menciptakan inovasi dan mengetahui minat konsumen terkini. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah diskusi dan pemetaan permasalahan mitra, kemudian diberikan pendampingan dan pembekalan pengetahuan. Hasil dari pelatihan Google Trends secara umum mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemilik usaha dalam meraih loyalitas konsumen. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan pengetahuan digital marketing mitra dalam menentukan fokus produk dan lokasi pemasaran produk. Secara khusus, dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat pada mitra dalam menggunakan bisnis digital.   Kata kunci: digital pemasaran; tren bisnis; kuliner; inovasi.

Pengolahan Sampah Organik Sederhana Menjadi Kompos Dengan Teknologi Rolling Composter di Kelurahan Teritip

Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo, Gunawan, Adrian, Arman, Arman, Lodan, Maria Patricia Bale, Rachmalita, Nur Cholilah, Aini, Rifqi Irza Noor
Abstract: Sampah merupakan sisa dari produk yang sudah tidak digunakan lagi dari berbagai kegiatan manusia. Namun, sampah masih bisa bernilai ekonomis apabila dapat diolah menjadi produk tertentu. Permasalahan banyaknya sampah di… suatu daerah sejalan dengan banyaknya pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Balikpapan Timur dalam rentang waktu setahun, maka diperlukan teknologi komposting sederhana yang dapat mengolah sampah organik semaksimal mungkin. Salah satu alternatif penanganan sampah menjadi pupuk kompos dengan metode rolling composter disertai dengan pemilahan. Peralatan pengolahan sampah organik berupa rolling composter ini akan diperkenalkan kepada warga. Melalui kegiatan ini yang dilakukan bermaksud memberikan informasi terkait pengolahan limbah organik dengan menggunakan metode rolling composter. Proses dimulai dengan warga mengumpulkan sampah organik yang dihasilkan pada 1 hari ketempat rolling composter. Setelah EM4 dimasukkan warga akan menutup rolling composter dan memutar menggunakan tuas yang bertujuan untuk mencampurkan sampah secara merata. Hasil dari rolling composter yang siap dipanen akan dimanfaatkan sebagai pupuk. Tanaman hias merupakan salah satu media tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pemberian pupuk.

Pengembangan Kompetensi Dosen Dalam Penyusunan Proposal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Politeknik Aceh

Hasibuan, Arnawan, Siregar, Widyana Verawaty, Daud, Muhammad, Hilmi, Hilmi, Ichsan, Ichsan, Ardian, Ardian, Sari, Dewi Maya
Abstract: Research and community service (P2M) are crucial elements that higher education institutions can undertake to address the challenges and problems faced by society. According to the administrative system in higher education… on institutions, before initiating a P2M program, a series of processes, including the creation of a proper and correct proposal, are required. This proposal will then be submitted to the LPPM (Institute for Research and Community Service) as the coordinator of P2M activities. The quality of the P2M proposal significantly influences the implementation of these activities. Therefore, the quality and quantity of P2M proposal creation can be improved through training. This article will discuss the training conducted with the main objective of enhancing the ability of lecturers to prepare research and community service proposals within the Aceh Polytechnic environment. The training aims to ensure that lecturers can create proposals that meet administrative standards, thereby obtaining approval and support from the LPPM of Aceh Polytechnic. By improving the lecturers' ability to prepare proper and correct proposals, the quality and quantity of research and community service at Aceh Polytechnic will significantly increase.                    Keywords: P2M; three pillars of higher education; LPPM; research proposal     Abstrak: Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) adalah elemen krusial yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk mengatasi tantangan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Berdasarkan sistem administrasi di perguruan tinggi, sebelum dapat memulai program P2M ini maka diperlukan serangkaian proses termasuk pembuatan proposal yang baik dan benar yang nantinya akan diserahkan kepada pihak LPPM selaku koordinator kegiatan P2M. Pembuatan proposal P2M yang berkualitas akan sangat berpengaruh terhadap terlaksananya kegiatan P2M ini, terkait hal tersebut kualitas dan kuantitas pembuatan proposal P2M dapat ditingkatkan dengan dilakukannya pelatihan. Artikel ini akan membahas pelatihan yang dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Politeknik Aceh. Pelatihan ini bertujuan memastikan dosen mampu membuat proposal yang memenuhi standar administrasi, sehingga bisa mendapatkan persetujuan dan dukungan dari LPPM Politeknik Aceh. Dengan meningkatnya kemampuan dosen dalam menyusun proposal yang baik dan benar maka juga akan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di Politeknik Aceh akan mengalami peningkatan yang signifikan.   Kata kunci: P2M; tri dharma perguruan tinggi; LPPM; proposal penelitian

Bahaya Sering Mengonsumsi Mie Instan Pada Remaja Di Sma Santo Lukas Penginjil Jakarta Utara

Cahya, Aloysius Prima, Jati, Mateus Bagas Nugroho, Marlina, Paramitha Wirdani Ningsih, Rasmada, Sada, Dampang, Damelya Patricksia, Wulandari, Agnes Maharani Puji
Abstract: Healthy behavior is related to efforts to maintain and improve health. One of the healthy behaviors is eating with a balanced menu. A healthy consumption pattern must be applied to meet daily nutrition. The provision of… special education to adolescents is expected to be able to provide knowledge, especially about nutritious food. Activities to provide education about nutritious food and nutritious food categories, Health Education about the benefits of nutritious food, Health Education about the recommendation to consume instant noodles, and Health education about the dangers of consuming excessive amounts of instant noodles to 33 respondents. The method used is the test work before and after the intervention. The delivery of material using the media continued with questions and answers from the presenters. The data results showed that the level of knowledge before the intervention was 15.2% and after the intervention showed an increase of 54.5%. The purpose of providing this education is expected that respondents will not only understand but also be able to apply it in their personal and family habits. Keywords: instant noodles; balanced nutrition; msg   Abstrak: Perilaku sehat adalah perilaku yang berkaitan dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Salah satu perilaku sehat adalah makan dengan menu seimbang. Pola konsumsi yang sehat harus diterapkan untuk dapat memenuhi nutrisi sehari-hari. Pemberian edukasi khusus kepada remaja diharapkan mampu memberikan pengetahuan khususnya tentang makanan yang bergizi. Kegiatan pemberian edukasi mengenai makanan bergizi dan kategori makanan bergizi, Pendidikan Kesehatan tentang manfaat makanan bergizi, memberikan Pendidikan Kesehatan tentang anjuran mengonsumsi mie instan, memberikan edukasi Kesehatan tentang bahaya mengonsumsi mie instan dalam jumlah yang berlebih kepada 33 responden. Metode yang digunakan yaitu pengerjaan test sebelum dan sesudah intervensi. Penyampaian materi dengan menggunakan media dan dilanjutkan dengan tanya jawab dari pemateri. Hasil data menunjukkan bahwa Tingkat pengetahuan sebelum diberikan intervensi 15,2% dan setelah dilakukan intervensi menunjukan peningkatan sebesar 54,5%. Tujuan dari pemberian edukasi ini diharapkan responden tidak hanya mengerti, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kebiasaan pribadi maupun keluarga. Kata kunci: gizi seimbang; mie instan; msg

Upaya Meningkatkan Aspek Keterampilan Berbahasa Siswa SD Melalui Cerita Anak Menggunakan Media Canva

Mizkat, Eva, Dailami, Dailami, Nasution, Muhammad Iqbal
Abstract: Pengabdian kepada masyarakat (PkM) program kemitraan masyarakat ini dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran sebagai upaya untuk meningkatkan aspek keterampilan berbahasa siswa, agar keterampilan berbahasa… rbahasa mereka lebih meningkat dengan memanfaatkan aplikasi digital. Tujuan dilakukannya PkM ini adalah untuk menciptakan hasil bahan bacaan yang sesuai dengan usia anak SD dalam bentuk softcopy dengan memanfaatkan aplikasi canva. Metode yang digunakan adalah pengajaran, pendampingan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa siswa SD lebih tertarik belajar membaca, mendengarkan, berbicara dan menulis yang merupakan aspek keterampilan berbahasa berbasis digital.