Abstract:CV. Hamzah Tech Development is located on Mekar Sari village road, hamlet 2, Pulau Rakyat Asahan sub-district, when this company was formed, it was a community a gathering place for people who have abilities and are deep…
in the IT field. The aim of this community service activity is to develop the company in a way promote his company to look for potential new students while managing existing resources CV. Hamzah fits his era. What CV does. Hamzah still uses promotional banners and experiences from students who have studied the CV. The methods used in this activity are observation, training and assistance in digital use. Through an interview with Mr. Hamza as the owner of CV. Hamza has received information in building a promotion for the CV. Then through this observation it was found that after the training activities students studying at CV. Hamza can help promote through social media well. The results of carrying out activities are students who study at CV. Hamza, where the number of students has increased in adding students and is known to many people.
Keywords: promotion; technology; social media
Abstrak: CV. Hamzah Tech Development terletak di jalan desa Mekar Sari dusun 2, kecamatan Pulau Rakyat Asahan berawal terbentuknya perusahaan ini merupakan sebuah komunitas tempat berkumpulnya sebagian orang yang memiliki kemampuan dan mendalami di bidang IT. Tujuan dari Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini adalah untuk mengembangkan perusahaan dengan cara mempromosikan perusahaanya untuk mencari calon anak didik baru sekaligus mengelola sumber daya yang ada di CV. Hamzah sesuai zamanya. Yang dilakukan CV. Hamzah selama ini masih menggunakan spandu promosi dan kabar dari siswa-siswa yang pernah belajar di CV tersebut. Dengan metode yang dilakukan dalam kegiatan ini berupa observasi, pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan digital. Melalui sebuah wawancara dengan bapak Hamza sebagai pemilik CV. Hamza telah mandapatkan informasi dalam membangun sebuah mempromosikan CV tersebut. Kemudian melalui pengamatan ini telah dapat bahwa setelah kegiatan pelatihan siswa yang belajar di CV. Hamza dapat membantu mempromosikan melalui media sosial dengan baik. Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah siswa yang belajar di CV. Hamza, dimana jumlah siswa yang mengalami peningkatan dalam menambah siswa dan dikenal banyak orang.
Kata Kunci: media sosial; promosi; teknologi;
Abstract:This study aims to analyze the implementation of information technology in digital marketing in urban farming, especially in improving hydroponic vegetable marketing in Asahan Regency. The development of information technology…
nology has opened up new opportunities for urban farming actors to expand market reach through digital marketing strategies. The research method used is a case study with a qualitative approach, involving in-depth interviews and observations of urban farming actors as well as analysis of the use of digital platforms such as social media, e-commerce, and websites. The results of the study show that the implementation of digital marketing has proven effective in increasing sales and expanding the market, as well as supporting the sustainability of urban farming businesses by increasing product visibility, ease of transactions, and interaction with consumers. However, there are challenges such as limited technological knowledge for some business actors and uneven digital infrastructure. Therefore, training and technological support are needed for hydroponic farmers in order to maximize the potential of digital marketing in improving economic welfare in the urban agricultural sector.
Keywords: digital marketing; hydroponics; information technology; urban farming.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi informasi dalam digital marketing pada urban farming, khususnya dalam meningkatkan pemasaran sayur hidroponik di Kabupaten Asahan. Perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang baru bagi pelaku urban farming untuk memperluas jangkauan pasar melalui strategi pemasaran digital. Masalah yang terjadi di Sigit Hidroponik memerlukan pemanfaatan teknologi dibidang pemasaran produk agar produk dapat terjual dengan baik dan terus mengalami peningkatan agar siklus atau perputaran penamaan dan panen dapat berjalan lebih efekti dan efisien dengan waktu yang lebih produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku urban farming serta analisis penggunaan platform digital seperti media sosial, e-commerce, dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital marketing terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan memperluas pasar, serta mendukung keberlanjutan usaha urban farming melalui peningkatan visibilitas produk, kemudahan transaksi, dan interaksi dengan konsumen. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan pengetahuan teknologi bagi sebagian pelaku usaha dan infrastruktur digital yang belum merata. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan dan dukungan teknologi bagi petani hidroponik agar dapat memaksimalkan potensi digital marketing dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi di sektor pertanian perkotaan.
Kata kunci: digital marketing; hidroponik; teknologi informasi; urban farming.
Abstract:This community service activity was carried out in the Kampung Sejahtera Mangrove Forest, Bengkulu City and partnered with POKDARWIS 212. The Kampung Sejahtera mangrove forest is located in Kampung Melayu District, Bengkulu…
ulu City. This community service aims to solve priority problems that exist in partners, namely: Partners and the community still do not understand the positive impact of the existence of mangrove forest ecotourism on economic improvement; Lack of knowledge of the community around the mangrove forest ecotourism environment regarding the preservation and maintenance of mangrove forests; Lack of integrated information and promotion by mangrove forest POKDARWIS 212 partners. Community service activities are carried out with an initial observation stage through a pre-activity questionnaire, followed by an implementation stage with socialization and training, and the next stage conducts an evaluation. The outputs produced in this community service are: The formation of the 212 mangrove forest POKDARWIS cooperative; The formation of a Joint Business Group (KUBE) of MSMEs from the community around mangrove ecotourism; The existence of 3 mangrove-based creative products; The reforestation of mangrove forests that will be cultivated in the mangrove forest ecotourism of the prosperous village; The existence of an integrated website as a promotional forum; and 6) The existence of signboards as information media.
Keywords: ecotourism; community based; mangrove forest of the prosperous village; bengkulu cit
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Hutan Mangrove Kampung Sejahtera Kota Bengkulu dan bermitra bersama POKDARWIS 212. Hutan mangrove Kampung Sejahtera ini berada di Kecamatan Kampung melayu, Kota Bengkulu. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan prioritas yang ada pada mitra, yaitu: Mitra dan masyarakat masih belum memahami dampak positif keberadaan ekowisata hutan mangrove terhadap peningkatan ekonomi; Kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar lingkungan ekowisata hutan mangrove terkait pelestarian dan penjagaan hutan mangrove; Kurangnya informasi dan promosi yang terintegrasi oleh mitra POKDARWIS hutan mangrove 212. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tahap observasi awal melalui kuesioner pra kegiatan, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan dengan sosialisasi dan pelatihan, dan tahap selanjutnya melakukan evaluasi. Luaran yang dihasilkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Terbentuknya koperasi POKDARWIS hutan mangrove 212; Terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari UMKM masyarakat sekitar ekowisata mangrove; Adanya 3 produk kreatif berbahan dasar mangrove; Adanya reboisasi hutan mangrove yang akan di budidayakan di ekowisata hutan mangrove kampung sejahtera; Adanya website yang terintegrasi sebagai wadah promosi; dan 6) Adanya signboard sebagai media informasi.
Kata kunci: ekowisata; berbasis masyarakat; hutan mangrove kampung sejahtera kota bengkulu
Abstract:Quality Village Bangau Putih in Parupuk Tabing subdistrict, Padang City, has a handicraft business made from coconut fibre. The problems faced by Kampung Berkualitas Bangau Putih in marketing its products include not utilising…
lising technology and the internet, not having an e-commerce website and not knowing about Search Engine Optimization (SEO) methods that can be implemented in digital marketing of handicraft products it produces. In addition, the bookkeeping of financial records still uses manual methods. Therefore, the PKM team held a service activity with a method consisting of several stages, namely conducting a survey to the partner's location to find out the partner's problems, then conducting training according to the partner's needs based on existing problems, then evaluating the results of training and mentoring if there are still obstacles. With this PKM programme, Kampung Berkualitas Bangau Putih understand the importance of technology and the internet in marketing their products and understand digital marketing using the SEO method.
Keywords: digital marketing, kampung berkualitas, search engine optimization, SEO
Abstrak: Kampung Berkualitas Bangau Putih yang berada di Kelurahan Parupuk Tabing, Kota Padang, memiliki usaha kerajinan tangan yang terbuat dari serabut kelapa. Beberapa masalah yang dihadapi oleh Kampung Berkualitas Bangau Putih dalam memasarkan produknya diantaranya adalah belum memanfaatkan teknologi dan internet, belum memiliki website e-commerce serta belum mengetahui tentang metode Search Engine Optimization (SEO) yang dapat diimplementasikan dalam pemasaran digital produk kerajinan tangan yang dihasilkannya. Selain itu, pembukuan catatan keuangannya masih menggunakan cara manual. Oleh karena itu, tim PKM mengadakan kegiatan pengabdian dengan metode yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu melakukan survey ke lokasi mitra untuk mengetahui permasalahan mitra, kemudian melakukan pelatihan sesuai dengan kebutuhan mitra berdasarkan permasalahan yang ada, selanjutnya melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan dan pendampingan jika masih terdapat kendala. Dengan adanya program PKM ini, masyarakat Kampung Berkualitas Bangau Putih menjadi paham tentang pentingnya teknologi dan internet dalam pemasaran produknya serta mengerti tentang pemasaran digital dengan metode SEO.
Kata kunci: kampung berkualitas; pemasaran digital; search engine optimization, SEO
Abstract:Stunting is a condition characterized by a child being too small compared to children of the same age. Simply put, stunting refers to the failure of a child's growth. The cause may be due to malnutrition during the growing…
ng period of the pregnant woman and child. Supplementary nutrition (PMT) is needed to address malnutrition that occurs in the age group of malnourished infants. It plays an important role in both the health, growth and development of the child. For this reason, the KKN team of Universitas Persatuan Guru 1945 NTT conducted community service in Manulai 2 Village, Kupang City, East Nusa Tenggara Province by conducting a counseling program on the prevention of stunting and additional food for mothers and children using the Community Education method, namely counseling which aims to increase understanding and awareness about the prevention of stunting and additional food for mothers and children. Counseling on the prevention of stunting and additional food for mothers and children has been successfully implemented. This activity increases community awareness about the importance of balanced nutrition to prevent stunting, with this increased knowledge, mothers can implement a healthier diet for their children. Increased knowledge and awareness of the community is expected to reduce stunt-ing rates in the region.
Keywords: supplementary food; stunting prevention
Abstrak: Stunting (kerdil) Ini adalah kondisi yang ditandai dengan ukuran anak yang terlalu kecil dibandingkan dengan anak pada usia yang sama. Sederhananya, stunting mengacu pada kegagalan pertumbuhan anak. Penyebabnya mungkin karena kekurangan gizi pada masa pertumbuhan ibu hamil dan anak. Pemberian nutrisi tambahan (PMT) diperlukan untuk mengatasi gizi buruk yang terjadi pada kelompok usia bayi gizi buruk. Ini memainkan peran penting baik dalam kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk itu, tim KKN Universitas Persatuan Guru 1945 NTT melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Manulai 2 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan melakukan program Penyuluhan tentang pencegahan stunting dan makanan tambahan bagi ibu dan anak dengan menggunakan metode Pendidikan Masyarakat yaitu Penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran tentang pencegahan stunting dan makanan tambahan bagi ibu dan anak. Penyuluhan tentang pencegahan stunting dan makanan tambahan bagi ibu dan anak telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting, dengan meningkatnya pengetahuan ini, ibu-ibu dapat menerapkan pola makan yang lebih sehat untuk anak-anak mereka. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat diharapkan dapat mengurangi angka stunting di wilayah tersebut.
Kata kunci: makanan tambahan; pencegahan stunting
Abstract:This community service aims to realize the MSME’s products of Dalu 10 B Tanjung Morawa Village residents as partners to be marketed online through an application-based e-commerce platform called Dalu 10 Store. Some of…
e of the problems faced in marketing MSME’s products, such as promotions only implementing in offline and online systems that utilize simple social media such as Instagram, Facebook, and WhatsApp without knowing the working system in depth. The implementation method of this activity includes counseling in the form of introducing the Dalu 10 Store application to village officials and residents; and training on the use of the Dalu 10 Store application to MSME owners. The result of this activity is the application of science and technology in the form of implementing the Dalu 10 Store application which is equipped with features that are easy to use by residents new to e-commerce applications to promote their MSME products. In addition, MSME owners have also used the application to promote their processed products. The system has several users, namely buyers who play a role in viewing, ordering products, and providing assessments. Meanwhile, MSME owners can view stock and income, upload product content, and process orders.
Keywords: e-commerce; product marketing; MSME; dalu 10 b village; dalu 10 store.
Abstrak: PKM ini bertujuan untuk membantu mewujudkan produk UMKM warga Desa Dalu 10 B Tanjung Morawa sebagai mitra untuk dipasarkan secara online melalui platform e-commerce berbasis aplikasi yang bernama Dalu 10 Store. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam memasarkan produk UMKM, seperti promosi hanya menerapkan sistem offline dan online yang memanfaatkan media sosial sederhana seperti Instagram, Facebook dan WhatsApp tanpa mengetahui sistem kerjanya secara mendalam. Metode pelaksanaan kegiatan ini diantaranya penyuluhan berupa pengenalan aplikasi Dalu 10 Store kepada perangkat desa dan warga; dan pelatihan penggunaan aplikasi Dalu 10 Store kepada para pemilik UMKM. Hasil dari kegiatan ini adalah penerapan iptek berupa implementasi aplikasi Dalu 10 Store yang dilengkapi dengan fitur yang mudah digunakan oleh warga yang baru mengenal aplikasi e-commerce untuk mempromosikan produk UMKM nya. Selain itu, pemilik UMKM juga sudah menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan promosi produk olahannya. Sistem memiliki beberapa pengguna yaitu pembeli berperan untuk melihat, memesan produk serta memberikan penilaian. Sedangkan, pemilik UMKM dapat melihat stok dan pendapatan, mengunggah konten produk dan memproses pemesanan.
Kata kunci: e-commerce; pemasaran produk; UMKM; desa dalu 10 b; dalu 10 store.
Abstract:Representing a significant effort to support local economic growth which is an essential goal of the government. This project aimed to transform the packaging of Resky chips into chips in a glass (CIS), enhancing their competitiveness…
ompetitiveness in the digital marketplace. Our partners faced several challenges, including limited knowledge of business management and marketing, insufficient production tools, and a lack of product innovation. The involvement of the community service team has provided renewed hope and guidance to these business owners. To tackle these issues, we utilized a combination of training and mentoring methods. Our training sessions covered key areas such as financial bookkeeping, production management, packaging innovation, marketing strategies, and product digitalization. As a result of these method, our partners have successfully adopted basic bookkeeping practices. The Resky chips have been rebranded with new packaging and labels, along with the introduction of a personal branding strategy for the CIS. They have also secured business license numbers (NIB) and distribution permits (PIRT), and we facilitated their application for a halal certificate. Resky’s Chips are now officially branded as CIS by Khasnah Food n Drink. Additionally, our partners have established a social media, with accounts on Instagram, a Facebook fan page, and a profile on Akkio Smart City, managed by the Gowa Regency Government.
Keywords: Chips; CIS; MSMEs; product digitalization; packaging innovation
Abstrak: Dukungan terhadap UMKM merupakan salah satu gebrakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian lokal. Tujuan dilakukannya PKM ini adalah untuk melakukan transformasi kemasan keripik ubi Resky menjadi keripik CIS (chips in a glass) agar dapat bersaing di dunia digital. Permasalahan utama yang dialami mitra adalah minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam manajemen usaha, minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam pemasaran, keterbatasan alat produksi dan inovasi produk belum dilakukan. Kehadiran pengusul PKM membawa harapan besar bagi mitra. Metode yang digunakan oleh pengusul yaitu pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilakukan meliputi pembukuan keuangan sederhana, managemen produksi, inovasi packaging, serta managemen pemasaran dan digitalisasi produk. Hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra telah mampu membuat pembukuan sederhana, kemasan baru dari keripik ubi resky telah disertai dengan label, personal branding cips in a glass, nomor izin berusaha (NIB), dan izin edar berupa nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pengusul juga telah melakukan pengajuan sertifikat halal untuk mitra. Saat ini keripik Ubi milik Ibu Resky telah berubah nama menjadi Keripik CIS by Khasnah Food n Drink. Mitra juga telah membuat media sosial berupa Instagram, fanpage facebook dan akun di Akkio Smart City milik Pemerintah Kabupaten Gowa.
Kata Kunci: Keripik; CIS; UMKM; digitalisasi produk; inovasi kemasan
Abstract:The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary…
business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business.
Keywords: website; UMKM; warung wawa
Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital.
Kata kunci: website; UMKM; warung wawa
Abstract:Abstract: Support for out-of-school children often faces challenges in facilitating skills and job opportunities. This project aims to provide practical solutions through the utilization of wood waste by processing it into…
to chicken coops. The support program employs activity methods that include training, hands-on practice in website management with partners, as well as simulations and trials throughout the activities. This initiative not only teaches technical skills and entrepreneurship but also prepares participants to become competent business actors. By involving out-of-school children in the production process of chicken coops, they gain direct experience in business management and product marketing. Furthermore, digital marketing training is provided to expand market reach and enhance participants' digital skills. This approach is expected to open job opportunities and improve the economic independence of the participants.
Keywords: dropout, chiken coop; digital marketing
Abstrak: Pendampingan bagi anak putus sekolah sering menghadapi tantangan dalam memfasilitasi keterampilan dan kesempatan kerja. Proyek ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis melalui pemanfaatan limbah kayu dengan mengolahnya menjadi keramba ayam. Program pendampingan menggunakan metode kegiatan yang meliputi pelatihan, praktik langsung dalam pengelolaan website bersama mitra, serta simulasi dan uji coba selama kegiatan berlangsung. Inisiatif ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknik dan kewirausahaan tetapi juga mempersiapkan peserta untuk menjadi pelaku usaha yang kompeten. Dengan melibatkan anak putus sekolah dalam proses produksi keramba ayam, mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan usaha serta pemasaran produk.Selanjutnya, pelatihan pemasaran digital diberikan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan keterampilan digital peserta. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi peserta.
Kata kunci: putus sekolah, keramba; pemasaran digital
Abstract:Binjai Baru Village, Datuk Tanah Datar District has great potential to be developed through entrepreneurship training, the absence of skills training, is one of the obstacles hindering economic progress. Many village youth…
th choose to travel, while many women working from home have free time that has not been used effectively. Seeing this situation, we feel encouraged to conduct training on making dish soap as a form of innovation in community empowerment, especially housewives, with the ultimate goal of improving skills in creating products of economic value and increasing the family budget by eliminating the need to buy dish soap every day. The methods used in this training are socialization, training or trials, and discussions or consultations. The purpose of this activity is to encourage creativity and provide knowledge in making dish soap, so that it can save expenses and open up new business opportunities. It can be concluded that the training activities have been successful and successfully carried out well. Villagers have mastered the material provided in the dish soap training activity.
Keywords: binjai baru village; empowerment; soap making.
Abstrak: Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar mempunyai potensi besar untuk untuk dikembangkan melalui pelatihan kewirausahaan, tidak adanya pelatihan keterampilan, merupakan salah satu hal kendalamenghambat kemajuan ekonomi. Banyak pemuda desa yang memilih merantau, sementara itu banyak ibu-ibu bekerja dari rumah memiliki waktu luang yang belum dimanfaatkan secara efektif. Melihat situasi ini, kami merasa terdorong untuk melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring sebagai bentuk inovasi pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga, dengan tujuan akhir meningkatkan keterampilan dalam menciptakan produk bernilai ekonomi serta meningkatkan anggaran keluarga dengan menghilangkan kebutuhan untuk membeli sabun cuci piring setiap hari. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sosialisasi, Pelatihan atau uji coba, dan diskusi atau konsultasi. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah mendorong kreativitas dan memberikan pengetahuan dalam membuat sabun cuci piring, sehingga dapat menghemat pengeluaran serta membuka peluang usaha baru. Dapat disimpulakan bahwa kegiatan pelatihan telah sukses dan berhasil dilaksanakan dengan baik. Warga desa telah menguasai materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan sabun cuci piring.
Kata kunci: desa binjai baru; pemberdayaan; pembuatan sabun.