Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan stres kerja terhadap kepuasan kerja pegawai di kantor Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kota Jakarta Timur. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian…
ini adalah rendahnya tingkat kepuasan kerja pegawai yang diduga dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan atasan serta tekanan kerja yang dialami sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan studi kepustakaan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 45 responden, yang diambil dari populasi pegawai di kantor Kelurahan Utan Kayu Selatan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dianalisis dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta pengujian hipotesis melalui uji T, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan software SPSS versi 27. Hasil penelitian uji T menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dengan parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai T hitung 6,791 > T tabel 1,681, sedangkan stres kerja dengan parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai T hitung 0,269 < T tabel 1,681. Gaya kepemimpinan dan stres kerja dengan simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai F hitung 26,702 > F tabel 3,220. Temuan ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan kerja, organisasi perlu memperhatikan gaya kepemimpinan yang diterapkan serta mengelola tingkat stres kerja pegawai secara efektif.
Abstract:Peran Organisasi Santri Darunnajah Cipining Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Santri Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining". Skripsi: Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (Tarbiyah), Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah,…
najah, Bogor, 2022, xii+ 79 halaman, dan lampiran. Untuk mengetahui Organisasi Santri Darunnajah Cipining Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Santri Darunnajah 2 Cipining menurut para ahli. Metode Penelitian kualitatif, data primer dan sekunder. Observasi, Wawancara, dokumentasi. Hasil Penelitian ditemukan bahwa Dalam membentuk karakter kepemimpinan santri ialah karakter diri yang belum terbiasa menyesuaikan atau belum mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren dan juga faktor pertemanan yang tidak bisa di jadikan pemacu semangat. Faktor penghambat dalam membentuk karakter santri dalam hal kepemimpinan, santri kurang aktif dalam melakukan kegiatan OSDC yang seharusnya santri itu ikut dalam kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan. Faktor penghambat dalam sarana dan prasarana untuk membentuk karakter santri di pondok pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam kegiatan OSDC tidak ada yang kurang meliputi: Peran dan faktor pendukung dan penghambat.
Abstract:Penelitian ini menganalisis gaya komunikasi pejabat publik dalam merespons krisis politik dan sosial yang terjadi pada 29–31 Agustus 2025 di Indonesia, ketika aksi demonstrasi besar-besaran pecah akibat kontroversi kenaikan…
aikan tunjangan DPR dan menimbulkan eskalasi berupa kerusuhan, penyerbuan gedung DPRD, serta pembakaran fasilitas publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gaya komunikasi pejabat—baik defensif, teknokratis, maupun akomodatif—serta mengkaji dampaknya terhadap persepsi publik dan mobilisasi aksi massa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis), berdasarkan pernyataan pejabat di media, konferensi pers, dan unggahan media sosial, yang kemudian dipadukan dengan respons publik melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi defensif dan teknokratis memperparah ketidakpercayaan publik, sementara respons akomodatif pemerintah datang terlambat dan gagal meredam eskalasi. Media sosial terbukti memainkan peran strategis sebagai arena counter-narrative yang mempercepat delegitimasi komunikasi elit, dengan memobilisasi solidaritas digital menjadi aksi nyata di jalanan. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara gaya komunikasi pejabat, dinamika digital, dan eskalasi demonstrasi kontemporer. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya model komunikasi pejabat publik yang lebih transparan, empatik, dan partisipatif dalam menghadapi krisis demi menjaga legitimasi politik dan stabilitas sosial.
Abstract:Olahraga Prestasi adalah Olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.…
ragaan. Pembinaan olahraga prestasi memerlukan perencanaan yang sistematis dan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang maksimal. Arung jeram merupakan olahraga prestasi dan olahraga rekreasi yang biasa dilakukan di sungai-sungai yang memiliki arus deras ataupun air tenang dengan menggunakan perahu karet yang dikendalikan atau diarahkan oleh awak perahu. International Rafting Federation. Faktor yang memberikan dukungan agar tercapai prestasi olahra adalah dari pembinaan dan pembangunan olahraga itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan adanya persaingan yang ketat untuk mendapatkan prestasi olahraga yang masimal. Bersaingan ketat tersebut terjalin dalam kanca nasional maupun internasional. Ketertinggalan prestasi olahraga nasional merupakan masalah besar bagi sebuah bangsa. Inti dari tujuan olahraga itu sendiri merupakan pengembangan keharmonisan umat manusia secara paripuna. Kabupaten Cilacap terletak di ujung barat Jawa Tengah, kabupaten Cilacap sebagai Kabupaten yang memiliki FAJI menjadi salah satu kabupaten yang di aliri air sungai serayu yang berhilir dilaut selatan tepatnya dikabupaten Cilacap. Walaupun kabupaten cilacap merupakan daerah pinggir laut yang dimana tidak memiliki sungai yang berjeram tidak mengurangi potensi kabupaten cilacap untuk tidak bisa berprestasi di olahraga arung jeram, banyak mahasiswa dari kabupaten cilacap yang mencari ilmu diluar kabupaten cilacap seperti di purwokerto kabupaten banyumas, mahasiswa tersebut dapat belajar di pencinta alam ataupun di unit kegiatan mahasiswa cabang olahraga arung jeram misalnya, sehingga menjadi potensi untuk pembinaan prestasi arung jeram untuk kabupaten Cilacap. Perkembangan prestasi Federasi arung jeram FAJI Cilacap dalam pelaksanaan program latihan sudah cukup bagus, dibuktikan dengan adanya program latihan. namun dalam aspek sarana prasarana harus perlu di optimalkan karena sarana prasarana adalah faktor penunjang untuk meraih prestasi yang bagus.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna puisi-puisi dalam antologi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar dengan pendekatan hermeneutik Wilhelm Dilthey. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji nilai-nilai yang terkandung…
rkandung dalam beberapa puisi, khususnya nilai religius, moral, dan sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan fokus utama pada interpretasi makna serta penggalian nilai-nilai tersebut dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu. Sumber data yang digunakan dari tujuh puisi, yaitu: (1) Aku, (2) Selamat Tinggal, (3) Doa, (4) Sajak Putih, (5) Sebuah Kamar, (6) Senja di Pelabuhan Kecil, dan (7) Catetan Th. 1946. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik dari Wilhelm Dilthey yang mengacu pada tiga konsep utama, yaitu Erlebnis (pengalaman hidup), Ausdruck (ungkapan), dan Verstehen (pemahaman). Teknik analisis data berpusat pada penerapan metode hermeneutik dalam menginterpretasikan makna puisi, yang mencakup proses identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi. Data dianalisis melalui beberapa tahapan, seperti analisis larik dalam bait, analisis kata dalam larik, interpretasi makna, serta penyampaian pesan atau amanat dari puisi tersebut. Hasil penelitian ini dengan menggunakan Hermeneutik milik Wilhem Dilthey menunjukan (1) konsep Erlebnis meliputi: (a) pengalaman hidup Chairil Anwar. (2) konsep Ausdruck ini yaitu mendeskripsikan tentang bahasa kiasan, diiksi dan makna yang terdapat pada puisi. (3) konsep Verstehen meliputi: pemahaman tentang puisi karya Chairil Anwar menunjukkan bahwa tema religius berisi imajinasi penyair tentang kejujuran, taubat, dan kepasrahan kepada Allah swt. Unsur imajinatif dalam puisi yang berhubungan dengan nilai-nilai moral memperlihatkan gambaran perilaku menyimpang, seperti kerakusan, kekuasaan yang dijalankan secara otoriter, penolakan terhadap kebenaran, penyebaran kebohongan, serta kemerosotan nilai-nilai etika dalam masyarakat. Dari perspektif sosial, puisi juga menyoroti realitas kehidupan rakyat yang masih dirundung kesengsaraan dan terbelit kemiskinan. Mereka mengalami kelaparan, kekurangan finansial, tidak memiliki tempat tinggal yang layak, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa karya-karya Chairil Anwar merefleksikan beragam sisi kehidupan manusia secara mendalam dan luas.. Gaya penyampaian penyair yang menggunakan bahasa kiasan mampu membangkitkan emosi dan menyentuh hati pembaca, menjadikan puisinya mudah diterima dan dipahami secara mendalam.
Abstract:Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Selama ini, penilaian kinerja yang hanya dilakukan oleh atasan kerap dianggap kurang objektif, sehingga berisiko menimbulkan rasa ketidakpuasan dan menurunnya motivasi kerja. Untuk mengatasi…
atasi hal tersebut, diperlukan sistem penilaian yang lebih menyeluruh dan adil. Metode 360 Degree Feedback dipilih karena melibatkan berbagai pihak sebagai penilai, termasuk atasan langsung, rekan sejawat, serta penilaian diri, sehingga dapat memberikan potret kinerja yang lebih menyeluruh. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif non-statistik dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah pustaka. Responden yang dilibatkan adalah enam karyawan yang dipilih berdasarkan kriteria purposive sampling. Penilaian kinerja difokuskan pada tiga indikator utama, yaitu tingkat kedisiplinan, kompetensi teknis, dan aspek kepribadian, masing-masing dengan subkriteria serta bobot penilaian yang telah ditetapkan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa seluruh responden memperoleh kategori kinerja “Baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa pegawai telah memenuhi standar yang ditetapkan, namun tetap direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan lanjutan serta mendapatkan apresiasi berupa bonus guna meningkatkan motivasi dan kualitas kerja di masa mendatang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan beban kerja terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh motivasi kerja pada Lembaga Sertifikasi Profesi Permodalan Nasional Madani (LSP PNM). Metode penelitian…
enelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei kepada karyawan LSP PNM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja serta kinerja karyawan. Beban kerja juga berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja, namun pengaruh langsung beban kerja terhadap kinerja tidak signifikan. Motivasi kerja terbukti memegang peranan penting sebagai mediator dalam hubungan antara kompensasi dan beban kerja terhadap kinerja karyawan. Secara khusus, motivasi kerja memediasi pengaruh kompensasi terhadap kinerja secara parsial, sedangkan mediasi motivasi kerja pada hubungan beban kerja dan kinerja bersifat penuh. Temuan ini menegaskan pentingnya pemberian kompensasi yang adil dan pengelolaan beban kerja yang proporsional guna meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi manajemen untuk terus mengoptimalkan sistem kompensasi dan beban kerja yang seimbang serta mendorong komunikasi terbuka dengan karyawan demi peningkatan kinerja organisasi. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel lain yang berpotensi memengaruhi kinerja serta memperluas cakupan responden.
Abstract:Program beasiswa ini merujuk pada wasiat pendiri Pesantren Darunnajah, yaitu almarhum KH. Abdul Manaf Mukhayyar, yang dalam salah satu pernyataan reflektifnya menuliskan: "Kalau saya jadi orang kaya, saya akan membuka sekolah…
kolah gratis untuk kaum fakir dan miskin." Ungkapan tersebut tercantum pada sampul buku catatan pribadinya semasa beliau menempuh pendidikan di Jami’at Khair. Pernyataan ini merepresentasikan nilai-nilai filantropi dan misi sosial dalam pendirian lembaga pendidikan Darunnajah, khususnya dalam komitmennya terhadap kelompok masyarakat kurang mampu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Secara umum, program beasiswa yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor ditujukan kepada santri dari kalangan dhuafa serta peserta didik yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Beasiswa tersebut meliputi beberapa jenjang dan program, yaitu beasiswa untuk jenjang SMP, MTs, MA, dan SMK, serta program beasiswa khusus seperti Tholabul Minhah dan Beasiswa Tahfizh, yang masing-masing memiliki persyaratan dan mekanisme seleksi yang berbeda. Implementasi program ini sepenuhnya merupakan inisiatif internal lembaga tanpa adanya intervensi atau dukungan pendanaan dari pihak luar. Kemandirian ini mencerminkan integritas dan komitmen pesantren dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis sosial dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dampak positif dari pelaksanaan beasiswa ini terlihat dari tingginya apresiasi serta dukungan dari keluarga peserta didik penerima beasiswa. Tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat motivasi peserta didik dalam belajar. Di samping itu, keberadaan program ini turut merealisasikan amanah dan cita-cita para muwakif dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Abstract:Latar Belakang: Merokok merupakan kebiasaan yang berdampa buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut, salah stunya adalah terbentuknya stain (noda) pada gigi. Pewarnaan ini, terutama pada gigi anterior tidak hanya mengganggu…
u estetika tetapi, juga dapat memengaruhi kondisi psikologis individu, seperti rasa percaya diri dan citra diri. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologi stain bagi perokok pada orang dewasa di RT 37, RW 10 Kelurahan Liliba, Kota Kupang. Metode: penilitian yang di gunakan adalah deskriptip. Sempel berjumlah 41 orang laki-laki berusia 18-23 tahun yang merupakan perokok aktif. Pengumpulan data di lakukan melalui pemeriksaan stain menggunakan indeks loebene dan pengisian kuesiones dampak psikologis. Hasil: Penilitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stain sedang (73,18%) dan mayoritas responden (83,36) tidak mengalami dampak psikologis yang signifikan hal ini menunjukan bahwa meskipun terdapat perubahan warna pada gigi akibat merokok, sebagian besar individu belum merasa terganggu secara psikologis, Kemungkinan karna kurang kesadaran atau kepedulian terhadap estetika gigi dan kurangnya pengetahuan mengenai dampak stain. Kesimpulan: Bahwa kebanyakan perokok mengalami stain sedang namun tetap memiliki kondisi psikologis yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi serta memahami dampak merokok terhadap kesehatan mental dan fisik.
Abstract:Latarbelakang: Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk menentukan status kesehatan anak. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia sebesar 57,6%.…
,6%. Prevalensi anak usia 5-9 tahun yang berobat ke dokter gigi sebesar 17,8%. Tingginya angka anak yang tidak berobat ke dokter gigi salah satunya disebabkan oleh kecemasan dental. Prevalensi kecemasan anak terhadap perawatan gigi dan mulut di Indonesia mencapai 22%. Kecemasaan saat perawatan gigi menyebabkan perlawanan oleh anak pada saat dokter gigi melakukan prosedur perawatan, sehingga konsentrasi dokter terahlikan karena adanya rasa cemas dan takut pada anak. Perilaku menghindari perawatan pada gigi anak dapat berkelanjutan sehingga anak memiliki persepsi yang menakutkan terhadap dokter gigi. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penggunaan audiovisual sebagai alat terapi untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas anak saat berkunjung ke fasilitas kesehatan gigi. Metode: Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Ekperimen (eksperimen semu). Metode quasi eksperimen merupakan salah satu jenis penelitian yang tujuannya membagi dua kelompok menjadi kelompok konrol dan kelompok intervensi untuk mengetahui tentang bagaimana penggaruh penggunaan boneka tanggan dalam mengatasi rasa takut anak. Hasil Penelitian: Sebanyak 78% responden (39 anak) merasa cemas ke fasilitas kesehatan mulut sebelum diberikan media audiovisual dan sebanyak 22% responden (11 anak) merasa sangat cemas ke fasilitas kesehatan mulut sebelum diberikan media audiovisual. Sebanyak 76% responden (38 anak) masih merasa cemas ke fasilitas kesehatan mulut setelah diberikan media audiovisual dan sebanyak 24% responden (12 anak) tidak lagi cemas ke fasilitas kesehatan mulut setelah diberikan media audiovisual.