Abstract:penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai Implementasi dan Relevansi Hukum Islam dalam bahan ajar Pendidikan Agama Islam pada Kurikulum Merdeka di SMAN 3 Banjarmasin. Kurikulum Merdeka dalam mata…
ta pelajaran Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar matang secara spiritual, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman yang kuat tentang dasar-dasar agama Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam ruang lingkup Negara Republik Indonesia, terutama dalam bidang muamalah. Namun, meskipun bahan ajar tersebut mencakup 30 materi yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah, tidak semua materi dibahas secara komprehensif. Pembahasan hukum Islam dalam materi yang diajarkan hanya mencakup beberapa topik seperti asuransi, bank, koperasi, pernikahan, hukum khamar, narkoba, al-kulliyah al-khamsah, dan waris. Selain itu, terdapat pengulangan materi antara jenjang kelas X dan XI, yang menunjukkan adanya keterbatasan dalam keberagaman dan kedalaman pembahasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan merupakan penelitian lapangan (field research) yang bertujuan untuk menggali data secara langsung dari objek penelitian, yaitu guru pengajar Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Banjarmasin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana implementasi dan relevansi hukum Islam dalam bahan ajar tersebut, serta memberikan wawasan tentang pengembangan bahan ajar yang lebih komprehensif di masa depan.
Abstract:Imitating Reality atau yang artimya meniru realita membahas karya lukisan still life flora yang mengimitasi kenyataan, dengan menyoroti berbagai teknik dan pendekatan yang digunakan oleh pelukis untuk menciptakan kesan kehidupan…
ehidupan yang nyata. Setiap pelukis menggunakan teknik lukis dan karakter yang berbeda-beda sesuai dengan impresi dan visi mereka terhadap objek yang akan divisualisasikan di atas kanvas. Permasalahan dalam penciptaan ini bagaimana memvisualisasikan objek berupa komposisi yang terdiri atas benda organik dan anorganik. Metode yang dipergunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksplorasi media cat minyak. Sampelnya adalah lima karya seni lukis yang diciptakan oleh lima orang pelukis dari Bandung. Analisis kekaryaan dikaji dari objek utama, komposisi, tekstur, penggunaan warna, dan pencahayaan untuk menghadirkan kedalaman visual serta kesan realis yang memukau. Objek yang divisualisasikan kedalam karya seni lukis, menggunakan berbagai sudut pandang yang berbeda dan bahasa visual yang menarik, membuktikan bahwa mengamati objek yang nyata bukan semerta-merta menyalin semua unsur dari objek tersebut ke dalam karya seni lukis secara utuh namun memanfaatkan keberagaman pendekatan yang unik antar pelukis dengan memanfaatkan imajinasi dan proses kreatif dalam menciptakan karya seni lukis. Hasil dari penciptaan ini berupa karya seni lukis still life flora tidak hanya sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan dan refleksi tentang dunia sekitar.
Abstract:Warna merupakan elemen penting dalam seni lukis, khususnya dalam genre still life, karena mampu menciptakan suasana, memperkuat makna, dan membangkitkan emosi penonton. Lukisan still life, dan warna tidak hanya berfungsi…
sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang kaya akan simbolisme dan ekspresi. Pemilihan palet warna, intensitas, saturasi, serta harmoni atau kontras antar warna berperan dalam menentukan suasana yang dihasilkan, mulai dari kehangatan dan keakraban hingga melankolia atau kekosongan. Warna juga memiliki kemampuan untuk membangun narasi visual, misalnya, warna-warna cerah seperti kuning dan oranye sering dikaitkan dengan kehidupan, energi, dan optimisme, sementara warna-warna gelap seperti biru tua dan hitam dapat menyiratkan ketenangan, misteri, atau bahkan kesedihan. Penggunaan warna dalam still life sering mencerminkan tema yang ingin diungkapkan oleh seniman, seperti kemewahan, kefanaan, atau keindahan alam. Permasalahan dalam penelitian ini menyoroti bagaimana seniman menggunakan warna sebagai strategi untuk memengaruhi interpretasi audiens terhadap objek yang dilukis, menjadikan warna sebagai komponen utama yang memperkuat keterkaitan emosional antara karya dan apresiator. Metode dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan eksplorasi kekaryaan. Sample dalam penelitian ini adalah empat karya seni lukis yang dibuat dengan cat minyak di atas kanvas. Studi ini mencakup analisis karya-karya penting dalam genre still life untuk mengeksplorasi hubungan antara warna, komposisi, dan makna. Dengan memahami peran warna dalam lukisan still life, apresiator dapat lebih menghargai kompleksitas dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.
Abstract:Sisa makanan yang menempel pada bagian interproksimal terutama pada gigi berjejal sulit dijangkau dan dibersihkan menggunakan sikat gigi saja. Sisa makanan yang tidak dibersihkan secara sempurna dapat menyebabkan terjadinya…
nya penumpukan plak, terbentuknya karang gigi (kalkulus), dan dapat memicu terjadinya penyakit gusi (gingivitis) dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi (periodontitis), benang gigi merupakan metode yang paling direkomendasikan untuk menghilangkan plak di bagian interproksima. Penggunaan Benang gigi merupakan solusi untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di celah-celah gigi, menggunakan benang gigi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga Kesehatan mulut agar terhindar dari karang gigi (kalkulus), penyakit gusi (gingivitis), dan periodontitis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan benang gigi pada mahasiswa dan bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang menggambarkan respon mahasiswa terhadap penggunaan benang gigi seperti alasan tidak menggunakannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mau menggunakan benang gigi 44,8% alasan responden menggunakan benang gigi dominannya karena responden merasa penggunaan benang gigi itu penting responden mengatakan bahwa responden merasa nyaman saat menggunakan benang gigi dan benang gigi membuat celah-celah gigi lebih bersih dibandingkan menggunakan tusuk gigi. Dominan responden yang tidak mau menggunakan benang gigi 55,12% alasan responden tidak menggunakan benang gigi dominanya yaitu karena biaya yang mahal sehingga responden tidak mampu membeli benang gigi, dan lingkungan yang tidak terbiasa menggunakan benang gigi, dan responden mengatakan penggunaan benang gigi membutuhkan waktu yang lama sehingga responden malas menggunakan benang gigi.
Kesimpulan penelitian yaitu Sebagian besar Responden tidak menggunakan benang gigi, responden tidak menggunakan benang gigi dikeranakan kurangnya pemahaman tentang teknik penggunaan benang gigi yang benar, dan belum terbiasa untuk menggunakan benang gigi sehingga responden merasa sulit saat menggunakan benang gigi ini dikarenakan kurangnya promosi.
Abstract:Fakta menunjukan setiap tempat pasti ada perbuatan melawan hukum. Khususnya para pejabat daerah yang melanggar asas transparasi dan akuntabilitas. Serta melanggar etika dan hukum, berpotensi merugikan masyarakat dan menciptakan…
iptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap instunsi pemerintah. Penegakan hukum harus tegas menangani tindak gratifikasi. Perbuatan melawan hukumnya yaitu gratifikasi masalah yang sering terjadi berupa memberikan hadiah untuk niat yang tidak baik. Penerima gratifikasi dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan UU Tipikor serta menuntut pengembalian kerugian yang dialami negara. Pertanggungjawaban hukum bagi pejabat daerah yang menerima gratifikasi dalam pelayanan publik sanagt penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertanggungjawaban pejabat daerah yang terlibat gratifikasi serta peran penegak hukum dalam meminimalisir adanya gratifikasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Actual Approve). Hasil penelitian menunjukkan gratifikasi sudah dianggap sebagai bentuk suap. Lemahnya pengawasan secara internal juga menjadi faktor utama gratifikasi terjadi. Pelanggaran seperti ini mengakibatkan prinsip good governance menjadi tercoreng. Dapat ditarik menjadi kesimpulan bahwa peraturan yang sudah ada terkait gratifikasi masih terdapat kelemahan atau celah yang dimanfaatkan pelaku. Reformasi hukum dan peningkatan kesadaran menjadi kunci untuk mencipatakan penegakan hukum yang lebih adil dan efektif. Dalam penelitian ini untuk mengatasi gratifikasi dalam pelayanan publik dengan memperkuat sitem pengawasan di setiap instansi pemerintah serta meningkatkan pelatihan bagi pejabat daerah mengenai hukum antikorupsi.
Abstract:Tindakan mempublikasi informasi pribadi seseorang tanpa seizin pemilik data pribadi (Doxing) yang marak terjadi dalam interaksi digital termasuk dalam kegiatan jual beli melalui sistem jasa titip online (Jastip). Tujuan…
dari penelitian ini adalah guna menganalisis pertanggungjawaban hukum atas tindakan doxing yang diperbuat oleh pemilik layanan jasa titip online sebagai bentuk penghakiman atas tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelanggan. Pendekatan yuridis normatif digunakan untuk menggali permasalahan ini, yang berfokus pada pemahaman dan analisis aturan dan doktrin-doktrin hukum di Indonesia yang sudah ada dengan berpusat pada peraturan perundang-undangan terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tindakan doxing dapat dikenakan sanksi hukum berdasarkan Pasal 27A dan Pasal 27B UU ITE yang mengatur tentang pencemaran nama baik dan penyebaran informasi yang melanggar hukum. Selain itu, pada kasus penipuan yang terjadi dalam sistem jasa titip online, Pasal 28 ayat (1) UU ITE dapat menjadi landasan hukum yang lebih relevan menggantikan ketentuan umum dalam Pasal 378 KUHP. Penyedia layanan jasa titip online disarankan untuk menetapkan peraturan yang jelas mengenai kewajiban dan sanksi, serta kebijakan pembatalan sepihak atau tindakan hukum jika pelanggan gagal melunasi. Bentuk penyelesaian masalah yang dipertimbangkan secara matang tidak hanya mengakhiri masalah secara menyeluruh, tetapi juga mencegah munculnya permasalahan baru.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan Sektor Energi yang terdaftar…
rdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2019-2023. Indeks Corporate Social Responsibility mengikuti pedoman dari Global Reporting Initiative (GRI)-G4. Tobin’s Q digunakan sebagai proksi untuk nilai perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regrsi data panel dengan jumlah sampel sebanyak 11 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen. Profitabilitas diukur dengan menggunakan Return On Assets (ROA), leverage…
age diwakili oleh Debt to Equity Ratio (DER), likuiditas dihitung melalui Current Ratio (CR), dan ukuran perusahaan berdasarkan skala total aset. Dalam penelitian ini, kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR). Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder, seperti laporan tahunan perusahaan dan dokumen sekuritas. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini menghasilkan 110 data sampel yang diperoleh dari 22 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017-2021. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) dan leverage (DER) berpengaruh terhadap kebijakan dividen, sedangkan likuiditas (CR) dan ukuran perusahaan (Size) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen.
Abstract:Sate Taichan adalah sebuah inovasi dalam dunia kuliner yang berasal dari hidangan sate tradisional Indonesia, namun memiliki karakteristik yang membedakannya dari jenis sate lainnya. Hidangan ini menggunakan daging ayam…
yang dipanggang tanpa tambahan bumbu kacang, kecap manis, atau rempah-rempah yang berat seperti pada sate tradisional. Sebagai alternatif, Sate Taichan disajikan dengan sambal pedas, perasan jeruk nipis, dan taburan garam, yang menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan segar yang khas. Proses pembuatannya melibatkan marinasi yang minimal pada daging, umumnya hanya dengan garam dan merica, untuk mempertahankan rasa asli dan menciptakan tekstur yang empuk. Salah satu ciri khas dari Sate Taichan adalah warna dagingnya yang putih bersih, yang dihasilkan dari proses pemanggangan tanpa menggunakan kecap atau rempah yang pekat. Sate Taichan pertama kali menjadi populer di Jakarta dan dengan cepat menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia, menjadi fenomena kuliner yang digemari oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Daya tarik Sate Taichan tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada kesederhanaan bahan, penyajiannya yang modern, serta kesesuaian dengan tren makanan yang lebih ringan dan sehat. Popularitasnya juga didukung oleh kemudahan dalam penyajian dan fleksibilitas untuk berinovasi, seperti penambahan variasi rasa, pelengkap, dan teknik memasak. Dalam konteks hubungan antara manusia dan budaya, Sate Taichan mencerminkan perubahan preferensi masyarakat Indonesia terhadap makanan yang lebih praktis, estetis, dan memiliki cita rasa global, sambil tetap mempertahankan unsur lokal. Kehadirannya membuka peluang baru dalam bisnis kuliner, baik dalam skala restoran, gerai kaki lima, maupun usaha rumahan. Dengan kombinasi rasa pedas, segar, dan penampilan yang menarik, Sate Taichan tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kreativitas dan adaptasi kuliner Indonesia di era modern.
Abstract:Dalam filsafat pendidikan Islam, sumber utama pengetahuan adalah al-Qur'an dan Sunnah, yaitu wahyu yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw. al-Qur'an dianggap sebagai wahyu ilahi yang sempurna dan menjadi sumber…
er pengetahuan yang otoritatif dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Sunnah Nabi Muhammad saw juga menjadi sumber pengetahuan yang penting, karena merupakan contoh nyata dari penerapan ajaran al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Metode pencarian pengetahuan dalam pendidikan Islam melibatkan pembacaan, studi, dan refleksi terhadap al-Qur'an dan Sunnah. Pendidikan Islam juga mendorong penggunaan akal dan rasionalitas dalam memahami ajaran agama. Namun, akal tidak boleh bertentangan dengan wahyu, dan pemahaman akal harus selaras dengan ajaran al-Qur'an dan Sunnah. Proses pembentukan pengetahuan dalam pendidikan Islam melibatkan tahap-tahap seperti memahami teks-teks suci, mengkaji tafsir dan hadis, mempelajari sejarah dan konteks ajaran agama, serta menghubungkan pengetahuan dengan praktik kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam juga menekankan pentingnya pembentukan karakter yang baik dan moral yang kuat dalam proses pembentukan pengetahuan.