Abstract:Benda sehari-hari yang dibutuhkan oleh manusia, dapat menjadi sebuah karya seni. Benda yang dianggap tidak memiliki nilai estetis dalam waktu relatif singkat dapat berubah menjadi barang yang diminati oleh masyarakat. Permasalahan…
rmasalahan dalam studi ini bagaimana proses benda sehari hari dapat dialihkan menjadi sebuah karya seni lukis. Tujuannya untuk mencapai pemahaman yang dapat menjembatani seni dan masyarakat. Strategi untuk menjawab permasalahan tersebut menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam studi ini adalah karya seni lukis yang diciptakan oleh Andy Warholl, Jeff Kunz, Roy Lichtenstein dari tahun 1950—1960 an. Hasil dari studi ini karya yang dibuat oleh ketiga seniman tersebut mengungkapkan visualisasi dari objek keseharian. Objek visual sebagai point of interest mendominasi permukaan bidang kanvas. Warna-warna yang dipergunakan adalah warna kontras. Komposisi memusat dan mendominasi bidang 2 dimensi.
Abstract:Penelitian ini berjudul "Analisis Tindak Tutur Direktif pada Akun TikTok @KS dalam Menyelesaikan Isu Wanita Berhijab." Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tindak tutur direktif digunakan dalam…
alam konten TikTok yang berkaitan dengan isu perempuan berhijab. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena komunikasi yang terjadi di platform media sosial, khususnya dalam konteks interaksi antara kreator konten dan audiens. Melalui analisis video dan komentar, ditemukan bahwa tindak tutur direktif berfungsi untuk menyampaikan pesan-pesan ajakan, perintah, serta nasihat kepada audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang diunggah oleh @KS tidak hanya mengandung informasi, tetapi juga berperan dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap hijab dan stigma yang menyertainya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai penggunaan bahasa dalam konteks sosial media serta dampaknya terhadap persepsi masyarakat mengenai isu sensitif seperti jilbab.
Abstract:Mahārah Qiraah adalah salah satu keterampilan utama dalam pembelajaran bahasa Arab, yang bertujuan tidak hanya untuk membaca teks dengan lancar tetapi juga memahami maknanya. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program…
ram Tahsin dalam meningkatkan Mahārah Qiraah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri SYAHADA Padangsidimpuan. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara, ditemukan bahwa program Tahsin memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan membaca mahasiswa, baik dari aspek pelafalan maupun pemahaman. Program ini efektif dalam meningkatkan akurasi, kecepatan membaca, dan pemahaman teks tanpa mengorbankan isi makna. Mahasiswa juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam membaca teks berbahasa Arab. Temuan ini menegaskan bahwa program Tahsin berperan signifikan dalam mendukung penguasaan Mahārah Qiraah dan memperkaya pemahaman bahasa Arab mahasiswa.
Abstract:Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena mudah diolah dan memiliki kandungan nutrisi tinggi seperti karbohidrat, vitamin, protein, lemak nabati,…
bati, dan mineral. Bagian biji dan polong kacang panjang memiliki peran penting dalam membantu metabolisme tubuh serta memperlancar proses pencernaan pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas interaksi antara Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan dosis Rock Phosphate terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman kacang panjang. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial (RAK) 3 × 4 dengan 3 ulangan, menghasilkan 12 kombinasi perlakuan yang melibatkan dua faktor. Pemberian Rock Phosphate memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 HST, pengaruh nyata pada umur 10 HST, namun tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada umur 20 HST. Selain itu, Rock Phosphate juga berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 10 HST, tetapi tidak memengaruhi parameter lainnya yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikoriza memiliki pengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 10 HST, berat buah, dan infeksi akar pada umur 45 HST, tetapi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter lainnya. Dosis Rock Phosphate menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 HST, serta pengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 10 HST dan jumlah daun umur 10 HST. Pertumbuhan tanaman kacang panjang terbaik ditemukan pada dosis Rock Phosphate sebesar 200 gram per tanaman Jenis mikoriza juga memengaruhi berat buah per tanaman pada umur 90 HST serta tingkat infeksi akar. Pertumbuhan dan hasil terbaik dari tanaman kacang panjang dicapai dengan penggunaan jenis mikoriza campuran dan Glomus mosseae. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara dosis Ro. k Phosphate dan jenis mikoriza terhadap pertumbuhan maupun hasil tanaman kacang panjang.
Abstract:Menganalisis persepsi masyarakat terhadap efektivitas kebijakan program pemerintah di Kelurahan Tugu Utara. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui survei terhadap 110 responden menggunakan metode…
e stratified random sampling. Hasil menunjukkan bahwa transparansi, pelibatan masyarakat, dan distribusi manfaat menjadi faktor penting keberhasilan program. Namun, kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya partisipasi masyarakat, dan sosialisasi yang tidak merata masih menjadi hambatan. Rekomendasi penelitian mencakup peningkatan sosialisasi melalui media komunikasi yang beragam, peningkatan transparansi alokasi anggaran, serta pemberdayaan masyarakat untuk mendorong partisipasi dalam perencanaan dan implementasi program. Selain itu, implementasi e-government disarankan untuk mempermudah akses informasi dan meningkatkan kinerja program. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun program pemerintah memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, upaya perbaikan dalam aspek transparansi, komunikasi, dan partisipasi masyarakat diperlukan agar kebijakan lebih efektif dan inklusif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai memuliakan tamu dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 24-27, dikaitkan dengan pandangan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, serta relevansinya dalam konteks sosial kontemporer.…
porer. Ayat-ayat ini menggambarkan kisah Nabi Ibrahim AS yang menunjukkan penghormatan luar biasa kepada tamu yang tidak dikenal, dengan menyajikan hidangan terbaik sebagai wujud keramahan dan kesungguhan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis tekstual terhadap karya Ihya Ulumuddin. Tafsir ayat dan pandangan Al-Ghazali dieksplorasi untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip akhlak yang berkaitan dengan adab memuliakan tamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim AS memberikan teladan universal dalam menyambut tamu dengan sikap ramah, kesungguhan, dan tanpa pamrih. Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa memuliakan tamu merupakan sunnah yang sangat dianjurkan, karena menjadi wujud nyata dari adab Islami dan ukhuwah. Al-Ghazali juga memberikan panduan praktis untuk memuliakan tamu sesuai kemampuan tanpa memberatkan tuan rumah. Pembahasan menyoroti relevansi nilai-nilai ini dalam masyarakat modern yang cenderung individualistis. Memuliakan tamu dipandang sebagai cara membangun hubungan sosial yang harmonis, menunjukkan toleransi, dan menciptakan keberkahan. Kesimpulan menyatakan bahwa ajaran ini relevan sebagai pedoman akhlak dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah perubahan zaman. Nilai-nilai ini tidak hanya berakar pada tradisi keislaman, tetapi juga memiliki dimensi universal yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks budaya.
Abstract:Era digital telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses dan mendistribusikan informasi. Di satu sisi, kemajuan teknologi memfasilitasi komunikasi dan penyebaran berita, namun di sisi lain, hal ini juga memperburuk penyebaran…
yebaran hoaks dan framing negatif. Informasi yang keliru sering kali merusak struktur sosial, membentuk opini publik yang tidak objektif, dan menciptakan polarisasi di kalangan masyarakat. Dalam konteks ini, Islam melalui Surah An-Nisa ayat 83 memberikan pedoman penting untuk memverifikasi informasi sebagai langkah pencegahan terhadap dampak negatif dari berita palsu. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena framing dan hoaks dari perspektif Islam. Dengan merujuk pada ceramah Ustadz Adi Hidayat, penelitian ini mengeksplorasi relevansi pendidikan literasi media yang berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai solusi untuk melawan penyebaran informasi yang tidak benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten terhadap ceramah Ustadz Adi Hidayat serta literatur akademik yang berkaitan dengan framing, hoaks, dan literasi media. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi pesan moral, prinsip tabayyun, dan relevansi nilai-nilai Islam dalam konteks sosial yang sedang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun, sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam, merupakan metode yang efektif untuk melawan framing negatif dan hoaks. Pendidikan literasi media yang berbasis pada ajaran Islam terbukti dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya verifikasi informasi dan dampaknya terhadap stabilitas sosial. Integrasi antara literasi media dan nilai-nilai Islam memberikan solusi yang relevan untuk menghadapi tantangan informasi di era digital. Pendekatan ini tidak hanya membentuk masyarakat yang lebih kritis, tetapi juga meningkatkan tanggung jawab sosial dalam penyebaran informasi.
Abstract:Paradigma sains seperti yang diartikulasikan oleh Ziauddin Sardar dan Archie J. Bahm, menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan etis untuk penyelidikan ilmiah. Perspektif Sardar menganjurkan ilmu yang mencerminkan…
minkan pandangan dunia yang beragam dan mempromosikan dialog antar budaya, terutama antara dunia Islam dan Barat. Kedua pemikir menyoroti perlunya mengintegrasikan pertimbangan etis ke dalam praktik ilmiah, dengan alasan bahwa pengetahuan harus melayani umat manusia dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis komparatif terhadap pemikiran Sardar dan Bahm terkait paradigma sains alternatif yang mereka usulkan. Artikel ini juga membahas konsep “Ilmu Postnormal” yang diperkenalkan oleh Sardar, yang mengakui kompleksitas dan ketidakpastian isu-isu kontemporer, menyerukan pendekatan pluralistik yang mengakomodasi berbagai perspektif budaya dan etika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif, Secara keseluruhan, pekerjaan ini menggaris bawahi kebutuhan mendesak untuk pergeseran paradigma dalam sains yang memprioritaskan inklusivitas, tanggung jawab, dan kesejahteraan semua makhluk hidup, bergerak melampaui kerangka tradisional yang sering mengabaikan implikasi sosial dari kemajuan ilmiah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep bunga bank dalam perspektif hukum ekonomi Islam, dengan fokus pada pendekatan normatif dan implementasi di lembaga keuangan syariah. Bunga bank sering menjadi isu kontroversial…
roversial dalam sistem keuangan Islam karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah. Artikel ini menawarkan model baru yang mampu meningkatkan inklusi keuangan melalui pengembangan produk keuangan syariah berbasis nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi konsep bunga bank dapat memberikan solusi strategis untuk memperkuat daya saing lembaga keuangan syariah sekaligus mendukung tujuan inklusi keuangan global yang berkelanjutan.
Abstract:Penafsiran lafadz lamastumunnisa' dalam surat An-Nisa’ ayat 43 telah menjadi sumber ikhtilaf di kalangan ulama fiqih, khususnya dalam mazhab Hanafi dan Syafi’i. Imam Hanafi menginterpretasikan lafadz ini sebagai bentuk kinayah…
uk kinayah yang mengacu pada hubungan jima’ (hubungan seksual) antara suami dan istri, bukan sekadar sentuhan fisik. Berdasarkan adanya alif dalam kata tersebut, Imam Hanafi berpendapat bahwa lamastumunnisa' mencakup makna yang lebih dalam, menunjukkan hubungan yang lebih intim. Sebaliknya, Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Umm menafsirkan kata lamastumunnisa' sebagai "menyentuh" secara literal tanpa melibatkan hubungan seksual, didukung oleh qiro'at dari Hamzah dan Kasa’i yang tidak menyertakan alif. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research). Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi secara mendalam pandangan kedua mazhab melalui analisis literatur klasik dan modern yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan pandangan tersebut dan memberikan wawasan tentang bagaimana metode istinbath hukum yang berbeda memengaruhi praktik ibadah dalam Islam.