Abstract:Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara kepatuhan prosedural penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Indonesia, dengan pemulihan ekosistem. Melalui studi kasus terstruktur,…
r, dokumentasi hukum 14 bulan, observasi lapangan, dan analisis citra satelit dievaluasi terkait kepatuhan terhadap KUHAP pada tiga tahap penegakan hukum (penyidikan, penuntutan, persidangan) serta indikator lingkungan (tutupan vegetasi, konsentrasi merkuri, keanekaragaman hayati). Temuan utama menunjukkan bahwa kasus yang mematuhi ketat timeline KUHAP mencapai pemulihan ekosistem 40% lebih cepat dibanding kasus tertunda. Pohuwato mencatat tingkat konversi menjadi vonis bersalah 75% (di atas rata-rata nasional 60%), dengan korelasi positif kuat (r=0,87; p<0,01) antara kualitas bukti lingkungan forensik dan keberhasilan penuntutan. Bukti konsentrasi merkuri terbukti sangat efektif, menghasilkan vonis bersalah pada 90% kasus. Meski aktivitas PETI menurun 85% dalam radius 5 km pasca-penindakan, peningkatan tutupan vegetasi hanya 15% dalam 6 bulan, mengindikasikan kecepatan pemulihan ekologis yang lebih lambat. Signifikan bahwa 70% tersangka menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam program restorasi, berkorelasi signifikan dengan integrasi bukti ilmiah (r=0,79; p<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa efisiensi prosedur hukum tidak hanya menghentikan kerusakan lebih lanjut, tetapi juga menjadi fondasi kritis bagi percepatan pemulihan ekosistem. Studi ini menjembatani celah penelitian dengan menghubungkan secara empiris kepatuhan prosedur hukum dengan hasil lingkungan, sekaligus menantang pendekatan ekonomi pertambangan yang berpusat pada Eropa. Implikasi praktis mendesak pelatihan khusus bukti lingkungan bagi jaksa dan pedoman operasional integrasi data ilmiah ke dalam proses hukum. Temuan ini menyediakan landasan aksi bagi penyelarasan kerangka hukum Indonesia dengan realitas konservasi, sekaligus menawarkan model perlindungan hutan tropis bagi negara berkembang kaya sumber daya.
Abstract:Penelitian ini menganalisis implementasi kegiatan pemeliharaan tahun pertama (P1) dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Model UPSA di Desa Motinelo, Kabupaten Gorontalo, dengan fokus pada strategi adaptif untuk…
k mengatasi tantangan kematian bibit akibat kondisi musim kemarau. Dilaksanakan dari Oktober hingga Desember 2025, penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan pemantauan lapangan sistematis pada lahan seluas 2 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) "Mentari Hijau". Pengumpulan data melibatkan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi visual terhadap delapan aspek kegiatan pemeliharaan tahun pertama sesuai dengan pedoman teknis RHL. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa distribusi bibit ke lubang tanam telah dilaksanakan secara lengkap dengan total 2.000 bibit yang terdiri dari Nyatoh (250 batang), Nangka (250 batang), Alpukat Biji (1.000 batang), dan Alpukat Okulasi (500 batang). Namun, tingkat kematian bibit mencapai 35%, dengan angka tertinggi pada Alpukat Biji (40%) akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Pemeliharaan teknik konservasi tanah telah dilaksanakan pada seluruh area seluas 2 hektar, dengan teras bangku (60%) dan teras gulud (40%). Aplikasi hidrogel sebanyak 3 kg terbukti sebagai strategi adaptif yang efektif, sementara kegiatan penyiangan dan pendangiran baru mencapai 60% dari total area. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa dominasi Hasil Hutan Bukan Kayu (62,5%) mencerminkan strategi KTH dalam mengoptimalkan manfaat ekonomi jangka pendek. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi adaptif dalam implementasi program RHL pada fase kritis pemeliharaan tahun pertama, terutama di wilayah dengan pola cuaca yang tidak menentu. Implikasi praktis meliputi kebutuhan penguatan kapasitas teknis petani hutan, pengembangan sistem pemantauan yang responsif, serta integrasi pengetahuan lokal dengan rekomendasi teknis berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan ketahanan program RHL terhadap fluktuasi iklim yang semakin tidak dapat diprediksi. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi teknik konservasi tanah dengan aplikasi hidrogel dapat secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bibit di wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.
Abstract:Pengelolaan pertambangan ilegal di wilayah adat Kalimantan Tengah memberi gambaran nyata dualisme sistem hukum nasional dan hukum adat, dengan kelemahan implementasi otonomi daerah. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka…
staka berbasis hukum nasional, analisis difokuskan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, doktrin hukum, serta prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya alam yang diatur oleh negara. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakharmonisan antara kerangka hukum nasional dan norma hukum lokal menciptakan ruang ketidakpastian hukum yang dimanfaatkan oleh pelaku pertambangan ilegal. Selain itu, desentralisasi kewenangan melalui otonomi daerah belum mampu menjembatani konflik antara rezim hukum yang berlaku, terutama karena lemahnya koordinasi tatanan pemerintahan dan belum optimalnya integrasi hukum adat ke dalam sistem hukum formal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan kerangka hukum tata kelola sumber daya alam yang lebih responsif terhadap hak-hak masyarakat adat dan selaras dengan prinsip keadilan ekologis serta kepastian hukum.
Abstract:Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memengaruhi cara anak-anak berinteraksi di dunia digital, termasuk melalui platform permainan daring seperti Roblox. Di samping memberikan dampak positif dalam hal pendidikan,…
didikan, seperti stimulasi kreativitas dan kerja sama tim, Roblox juga menimbulkan potensi bahaya terkait paparan konten yang tidak pantas, contohnya kekerasan, ujaran kebencian, dan eksploitasi daring. Kajian ini berupaya untuk mengkaji bagaimana peran orang tua dalam menjaga anaknya dari materi negatif dalam permainan daring Roblox, menggunakan metode yuridis normatif. Penelitian ini bakal mengkaji kerangka-kerangka hukum dalam negeri yang relevan, seperti dalam Pasal 28B ayat (2) dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mana UU Nomor 35 Tahun 2014 soal Perlindungan Anak, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik nom de plume UU ITE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun aturan hukum di Indonesia secara teori sudah memberikan perlindungan buat anak-anak di dunia advanced, penerapannya di lapangan masih jauh dari sempurna. Ini terjadi karena kemampuan orang tua dalam hal literasi digital yang masih rendah, plus kurangnya pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia maya. Karena itu, penting banget untuk memperkuat keterlibatan orang tua, di mana mereka berperan sebagai pemberi fasilitas, pendamping, dan pengawas kegiatan online anak. Kerja sama yang kuat antara keluarga, pemerintah, dan para pembuat platform digital jadi kunci utama buat menciptakan ruang digital yang aman, sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
Abstract:Penelitian ini menganalisis puisi “Aku” karya Chairil Anwar melalui pendekatan strukturalis dalam sastra, yang memandang karya sastra sebagai entitas otonom dengan makna yang terbentuk dari hubungan internal antara unsur-unsur…
nsur-unsur intrinsiknya. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan penekanan pada studi tema, pilihan kata, imaji, gaya, rima, tipografi, dan hubungan struktural antara unsur-unsur tersebut. Temuan menunjukkan bahwa puisi “Aku” mengangkat tema eksistensi dan individualitas, yang diekspresikan melalui pilihan kata yang tajam dan ekspresif, penggunaan metafora, hiperbola, dan pengulangan, disertai dengan rima yang bebas dan tata letak yang sederhana yang memperkuat sikap pemberontakan karakter lirik. Makna puisi tidak terbentuk secara terpisah, melainkan muncul dari kombinasi semua elemen struktural yang saling mendukung, sehingga puisi “Aku” dapat dianggap sebagai karya sastra dengan kekuatan struktural yang kokoh dan penggambaran sikap eksistensial yang kuat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh wali kelas dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas V B MIS Darunnajah Cipining Bogor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan…
kenyataan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an, seperti ketidaktepatan dalam tajwid, makharijul huruf, kefasihan bacaan, dan tartil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi wali kelas dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an meliputi: pendekatan individual kepada siswa, pembiasaan membaca setiap hari, kolaborasi dengan guru tahfidz, penguatan motivasi, serta evaluasi berkala. Faktor pendukung dalam strategi ini antara lain adanya kerja sama dengan orang tua dan lingkungan madrasah yang religius. Sedangkan faktor penghambatnya mencakup kurangnya motivasi beberapa siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan perbedaan tingkat kemampuan siswa. Dengan strategi yang tepat dan pendekatan yang menyeluruh, kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dapat meningkat secara bertahap.
Abstract:Rendahnya tingkat kemampuan siswa SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 dalam menulis teks laporan hasil observasi, serta keterbatasan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan…
ningkatkan keterampilan menulis siswa, menjadi latar belakang utama dilaksanakannya penelitian ini. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1) menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana; dan (2) mendeskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui penerapan model Problem Based Learning pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan desain dua kelompok, yaitu kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model Problem Based Learning, dan kelas X IPS 3 sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tulis untuk mengukur hasil belajar dan lembar observasi untuk menilai aktivitas pembelajaran. Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan uji t dua sampel independen (Independent Sample t-Test), diperoleh nilai thitung=3,672t_{hitung} = 3{,}672thitung=3,672 dan ttabel=1,994t_{tabel} = 1{,}994ttabel=1,994 pada taraf signifikansi 5% (α=0,05\alpha = 0{,}05α=0,05). Kriteria pengujian menunjukkan bahwa jika thitung>ttabelt_{hitung} > t_{tabel}thitung>ttabel, maka hipotesis nol (H0H_0H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1H_1H1) diterima. Berdasarkan hasil tersebut, karena nilai thitung(3,672)t_{hitung} (3{,}672)thitung(3,672) lebih besar daripada ttabel(1,994)t_{tabel} (1{,}994)ttabel(1,994), maka dapat disimpulkan bahwa H1H_1H1 diterima dan H0H_0H0 ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diuji, yang menunjukkan bahwa perlakuan atau metode yang diterapkan memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil belajar siswa. Artinya, hipotesis nihil (H₀) yang menyatakan bahwa penerapan model Problem Based Learning tidak efektif dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Hmelo-Silver (2004) dan Savery (2015), yang menegaskan bahwa Problem Based Learning mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui efektifitas penerapan model problem based learning dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana; 2) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan menerapkan model problem based learning pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X IPS 3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tulis dan lembar observasi.
Berdasarkan hasil penghitungan statistik dengan menggunakan uji t dua sampel independen (independen simple t test), diperoleh thitung sebesar 3,672 dan ttabel sebesar 1,994. Jadi thitung (3,672) > ttabel (1,994), hal ini menunjukan bahwa H1, diterima. Maka hipotesis nihil (Ho) yaitu penggunaan model problem based learning tidak efektif dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 ditolak. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 efektif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penanganan tindak pidana penipuan online oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Yogyakarta yang dinilai belum optimal dalam memberikan perlindungan hukum bagi…
agi korban, serta untuk merumuskan strategi penanggulangan penipuan online yang efektif guna menjamin perlindungan hukum yang maksimal.Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris yang dikombinasikan dengan pendekatan sosiologis dan peraturan perundang-undangan. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dengan aparat Kepolisian Resor Kota Yogyakarta dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan data sekunder terdiri atas bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dianalisis menggunakan metode analisis hukum kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan tindak pidana penipuan online oleh Kepolisian Resor Kota Yogyakarta belum mampu memberikan perlindungan hukum yang maksimal bagi korban. Hal ini disebabkan oleh lamanya proses hukum serta adanya hambatan koordinasi dengan lembaga eksternal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan akibat regulasi yang ketat dan prosedur birokrasi yang panjang. Akibatnya, korban sering kali tidak memperoleh kepastian hukum maupun kejelasan terkait kompensasi atau pemulihan kerugian yang dialami, sehingga hak-hak mereka belum terpenuhi secara optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap keputusan pembelian forklift di PT. Berca Mandiri Perkasa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif…
atif dengan teknik survei, di mana data diperoleh dari 50 responden dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, serta regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun konsumen menilai kualitas pelayanan dan harga tergolong baik, keduanya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian secara statistik. Hal ini mengisyaratkan bahwa keputusan pembelian forklift lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti reputasi merek, inovasi produk, dan rekomendasi pengguna sebelumnya. Berdasarkan temuan tersebut, PT. Berca Mandiri Perkasa perlu memperkuat strategi pemasarannya dengan memperhatikan faktor-faktor non-harga dan non-pelayanan untuk meningkatkan penjualan secara lebih optimal. Penelitian ini juga memberikan dasar bagi penelitian selanjutnya guna menelusuri variabel lain yang berpotensi memengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian alat berat.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan produktivitas kerja karyawan pada beberapa unit di PT XYZ yang diduga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara beban kerja dan imbalan, serta lemahnya penegakan disiplin…
plin kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan disiplin terhadap produktivitas kerja karyawan secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner tertutup kepada 91 karyawan tetap sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS versi 25, dengan tahapan uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik (termasuk uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kompensasi maupun disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja secara parsial. Selain itu, secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan. Temuan ini memperkuat pentingnya pengelolaan kompensasi dan penegakan disiplin sebagai strategi peningkatan produktivitas kinerja karyawan di sektor pengembangan properti.