Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan coding blok visual dengan konteks etnomatematika Melayu Riau pada materi geometri bangun datar siswa kelas…
kelas 2 SD Negeri 192 Pekanbaru. Latar belakang didorong oleh rendahnya relevansi pembelajaran matematika dan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan Berpikir Komputasional (Computational Thinking/CT) (Astuti et al., 2023). Konteks etnomatematika Melayu, seperti motif Songket atau bentuk Tabak, digunakan sebagai dasar penyusunan algoritma coding (Ain et al., 2025). Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design, membandingkan kelompok eksperimen (perlakuan gabungan) dan kelompok kontrol (konvensional). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05), yang dibuktikan dengan nilai N-gain yang lebih tinggi. Integrasi budaya lokal dalam coding terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar sekaligus memfasilitasi visualisasi konsep geometri secara kontekstual dan algoritmik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika Melayu Riau yang terintegrasi dengan unsur coding pada materi bentuk geometri di…
i kelas II SD Negeri 192 Pekanbaru. Permasalahan pembelajaran geometri pada jenjang sekolah dasar umumnya berkaitan dengan sifat materi yang abstrak dan kurangnya media pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa. Penerapan etnomatematika melalui konteks makanan tradisional Melayu, seperti kue talam, kue lupis, kue lapis, dan lemang, diharapkan mampu membantu siswa memahami bentuk geometri secara konkret sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar menggunakan skala Likert 4 poin. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata persentase 96,5%. Aspek minat dan ketertarikan memperoleh persentase 96%, semangat dan ketekunan 96%, motivasi intrinsik dan kepuasan diri 99%, serta pengaruh media dan teknologi sebesar 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis etnomatematika Melayu Riau dengan integrasi coding mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan, menjadikan pembelajaran geometri lebih menarik, bermakna, dan kontekstual. Media ini juga berpotensi memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mengenalkan unsur teknologi secara sederhana dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Abstract:Perkembangan teknologi digital menuntut peningkatan literasi digital sejak usia dini. Namun, pembelajaran coding di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih terbatas dan belum terimplementasi secara optimal. Kegiatan Pengabdian…
kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembelajaran coding menggunakan Scratch guna meningkatkan kemampuan Computational Thinking dan Critical Thinking siswa SD. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan berbasis proyek (Project-Based Learning), serta evaluasi melalui observasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun algoritma sederhana, menggunakan loop dan variabel, serta melakukan debugging program. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan problem solving. Luaran kegiatan berupa modul pembelajaran Scratch, produk proyek siswa (animasi dan game sederhana), dokumentasi kegiatan, serta publikasi artikel ilmiah. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat literasi digital dan pola pikir komputasional siswa sekolah dasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana opini publik terbentuk di media sosial terkait kontroversi dugaan manipulasi program giveaway yang dilakukan oleh creator TikTok Willie Salim. Penelitian menggunakan metode…
de kualitatif deskriptif dengan pendekatan Teori Resepsi Encoding/ Decoding dari Stuart Hall untuk melihat bagaimana Masyarakat menafsirkan informasi yang beredar di berbagai platform media sosial. Fokus penelitian diarahkan perbedaan antara citra positif yang ditampilkan dalam video TikTok dengan fakta di balik layar yang kemudian diungkap melalui kanal YouTube Podcast Bang Denny Sumargo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Willie Salim sebagai kreator dermawan yang aktif membantu masyarakat selama periode 2023–2025 mengalami penurunan kepercayaan setelah muncul dugaan bahwa sebagian konten giveaway dibuat secara terencana atau settingan. Konten-konten tersebut sebelumnya berhasil menarik perhatian publik dengan jutaan penonton dan ratusan ribu likes. Temuan Penelitian juga memperlihatkan bahwa banyak netizen menganggap konten tersebut sebagai bentuk eksploitasi kemiskinan atau poverty porn demi mendapatkan perhatian dan popularitas di media sosial. Reaksi masyarakat kemudian terbagi menjadi beberapa kelompok. Sebagian besar berada pada posisi oposisi, yaitu menolak dan mengkritik tindakan tersebut karena dianggap tidak jujur. Sebagian lainnya berada pada posisi negosiasi, yaitu tetap mengkritik kebohongan dalam konten tetapi masih menghargai adanya bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Sementara itu, kelompok yang sepenuhnya mendukung Willie Salim semakin sedikit dan umumnya berasal dari pengikut setia yang tetap percaya pada sang kreator. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terbukanya informasi dari berbagai platform media sosial membuat audiens tidak lagi menjadi penonton pasif, tetapi lebih kritis dalam menilai konten digital. Fenomena ini juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyrakat terhadap pentingnya kejujuran, etika komunikasi, dan tanggung jawab moral dalam dunia media sosial.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Budaya Melayu Riau berbasis coding terhadap kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) siswa sekolah dasar.…
LKPD ini dikembangkan dengan mengintegrasikan unsur budaya lokal dan aktivitas coding sebagai upaya menumbuhkan kemampuan berpikir sistematis, logis, dan kreatif sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-posttest one group design, yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN 105 Pekanbaru tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan computational thinking, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi hasil belajar. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor siswa meningkat dari 64,63 menjadi 67,78 setelah penerapan LKPD, dengan nilai signifikansi uji t sebesar 0,406 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,032 termasuk kategori rendah, namun menunjukkan adanya tren peningkatan positif terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa. Hasil ini mengindikasikan bahwa integrasi budaya Melayu Riau dalam LKPD berbasis coding memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa, meskipun efektivitasnya masih memerlukan penguatan dari aspek pedagogis dan durasi penerapan.
Abstract:This study aims to evaluate the implementation of the Integrated Service Vehicle Program organized by the Department of Animal Husbandry and Fisheries of Blitar Regency using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation…
valuation model as a framework for developing improvement strategies. A descriptive qualitative approach was applied with data collected through in-depth interviews, observation, documentation, and questionnaires. The main informants consisted of program officers, while additional informants were farmers selected using the snowball sampling technique. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman with the assistance of NVivo software to facilitate thematic coding and data triangulation. The results of the study indicate that the Integrated Service Vehicle Program has generally achieved its objectives by providing animal health services, extension activities, and technical assistance to farmers in remote areas. However, several challenges remain, including limited resources, inconsistent scheduling, and insufficient public outreach. Based on the SWOT analysis, the recommended improvement strategies focus on enhancing coordination, strengthening staff capacity, utilizing information technology, and expanding service coverage. These findings are expected to contribute to improving the quality and effectiveness of the Integrated Service Vehicle Program under the Department of Animal Husbandry and Fisheries of Blitar Regency.
Abstract:The identification of error types based on Newman’s Procedure includes reading, comprehension, transformation, process skills, and answer encoding. The objective of this study is to describe the analysis of students’ errors…
errors in solving mathematical logic problems based on Newman’s Procedure. This research adopts a descriptive qualitative approach involving first year students enrolled in the mathematical logic course within the Information Systems program. Data were collected through a diagnostic test administered to three students representing different levels of academic ability: one low ability student, one moderate ability student, and one high ability student. Students’ ability levels were measured based on tests covering compound propositional logic and logical operations. Data analysis was conducted by classifying errors at each stage of Newman’s Procedure, tracing the underlying factors contributing to these errors, and relating them to students’ logical reasoning abilities. Accordingly, the research method employed in this study is descriptive qualitative research. The resulting error classifications were subsequently used by lecturers as a basis for recommending improvements in instructional strategies. The results indicate that students with low ability made errors across all stages from K1 to K5, students with moderate ability tended to make errors at the case exploration and process skills stages, while students with high ability were able to complete all stages systematically and consistently. These findings confirm that the Newman Procedure is effective in mapping students’ thinking errors. Therefore, the implementation of differentiated learning strategies that emphasize problem comprehension, case exploration, and logical verification is recommended to enhance students’ reasoning abilities
Abstract:The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) presents both opportunities and challenges for elementary education. Teachers play a strategic role in preparing young learners to understand and adapt to technology…
critically, creatively, and ethically. This study aims to analyze the role of elementary school teachers in integrating AI concepts through simple coding activities, as well as to identify the strategies and challenges encountered during implementation. The research employed a qualitative descriptive approach, using interviews, classroom observations, and document analysis as data collection techniques.
The findings reveal that teachers serve as digital learning facilitators, innovators in designing coding-based learning activities, and ethical guides who help students use technology responsibly. Simple coding activities effectively foster students’ logical thinking, creativity, and digital collaboration skills. However, limited technological infrastructure and insufficient teacher training remain major obstacles to sustainable implementation. Therefore, systemic support through educational policy, professional development, and adaptive curriculum design is essential.
Integrating AI concepts through simple coding in elementary schools not only enhances digital literacy but also cultivates ethical awareness and social responsibility toward technology. With collaborative support from educators, institutions, and policymakers, elementary education can become a foundational stage for shaping a generation that is intelligent, creative, and morally grounded in the era of artificial intelligence
Abstract:Electronic Medical Records (EMR) are designed to improve service quality, documentation accuracy, and administrative efficiency, including reimbursement through the Indonesian Case-Based Groups (INA-CBGs). However, incomplete…
plete medical assessments remain a challenge, potentially leading to service gaps and reduced hospital claims. This qualitative descriptive study was conducted at Dharma Yadnya General Hospital, Denpasar, which has fully implemented EMR since 2024. Data were obtained through in-depth interviews with five informants: two medical record officers, the head of the emergency nursing unit, the head of the inpatient nursing unit, and the head of the medical record department. Data analysis used the 3M framework: Man, Method, and Material. From the Man aspect, heavy workloads of doctors and the lack of administrative support staff often caused delays and incomplete documentation. From the Method aspect, although Standard Operating Procedures (SOPs) and system reminders existed, monitoring relied mainly on manual follow-ups via WhatsApp groups, limiting effectiveness. From the Material aspect, the EMR system was user-friendly and supported by weekly vendor maintenance, but occasional network disruptions and insufficient administrative staff still hampered real-time documentation. Incomplete medical assessments in EMR directly affect INA-CBGs claims, especially when comorbidities, complications, or procedures are not recorded, resulting in under-coding and reduced reimbursement. Strengthening human resources, enforcing SOPs, and improving system support are essential to ensure documentation completeness, service quality, and financial sustainability
Abstract:The accuracy of disease diagnosis coding is an important indicator in the management of medical records and health service claims. This study aims to determine the percentage of accuracy in coding pneumonia diagnoses based…
ed on ICD-10 according to the 2023 National Medical Practice Guidelines (PNPK) at Udayana Hospital II in Denpasar. The research method used was quantitative descriptive with a total sampling approach of 72 medical records of pneumonia patients during the period from October 1, 2024, to December 31, 2024. The research instrument was a checklist for assessing the accuracy of diagnosis codes based on the provisions of ICD-10 and PNPK Pneumonia 2023. The results showed that 51 files (70.8%) were coded accurately, while 21 files (29.2%) were coded inaccurately. The inaccuracy in coding was due to a lack of supporting tests, such as microbiological tests, as well as the excessive workload of the coders. These findings indicate the need for an analysis of coders' workload to measure the effectiveness and efficiency of their tasks, time management, and priorities. This study is expected to serve as evaluation material to improve the quality of service and efficiency of hospital administration.