Abstract:Abstract: Amidst growing global pressure for corporate sustainability, the integration of Green Human Resource Management (Green HRM) and Digital HR has emerged as a strategic imperative. While Green HRM aims to align human…
man resource practices with environmental goals, Digital HR offers a technological pathway to strengthen these initiatives. However, the success of such synergy relies heavily on the establishment of Employee Green Behavior (EGB), and a significant research gap remains in understanding this dynamic, particularly through a qualitative lens in the context of a resource-dependent emerging economy such as Riau Province, Indonesia. Therefore, this study aims to qualitatively explore the process by which the integration of Green HRM and Digital HR shapes EGB, ultimately influencing organizational sustainability within private sector firms in Riau. Adopting a constructivist paradigm, the study employed a qualitative multiple case study design. Data were collected from sustainability-oriented private firms in Riau through purposive sampling of participants from various organizational levels. Triangulation of data collection methods, including in-depth interviews, participant observation, and document analysis, was used to ensure the richness and credibility of the findings. The results indicate that the integration of Green HRM and Digital HR creates a dynamic synergy that serves as an accelerator of operational efficiency and environmental awareness. Digital HR acts as a crucial catalyst, strengthening Green HRM practices by enhancing employees' ability, motivation, and opportunity (AMO) to engage in green behaviors. Furthermore, EGB emerges as an essential bridge that translates policies into concrete actions, evolving from mandated in-role behaviors to voluntary extra-role behaviors, with its implementation heavily influenced by the local socio-cultural context of Riau. The implications of this study are twofold. Theoretically, this study contributes an integrated conceptual model that extends the Resource-Based View (RBV) and AMO theories in an under-researched developing country context. Practically, this study offers a strategic roadmap for leaders to design holistic HR strategies, leveraging digital tools as catalysts for green culture while navigating local socio-cultural dynamics and addressing the digital skills gap to achieve true organizational sustainability.
Keywords: Green HRM, Digital HR, Employee Green Behavior, Organizational Sustainability, Sustainable HR
Abstrak: Di tengah meningkatnya tekanan global untuk keberlanjutan korporat, integrasi antara Green Human Resource Management (Green HRM) dan Digital HR telah muncul sebagai sebuah keharusan strategis. Sementara Green HRM bertujuan untuk menyelaraskan praktik sumber daya manusia dengan tujuan lingkungan, Digital HR menawarkan jalur teknologi untuk memperkuat inisiatif ini. Namun, keberhasilan sinergi tersebut sangat bergantung pada pembentukan Employee Green Behavior (EGB), namun masih terdapat kesenjangan penelitian yang signifikan dalam memahami dinamika ini, terutama melalui lensa kualitatif dalam konteks ekonomi berkembang yang bergantung pada sumber daya alam seperti Provinsi Riau, Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kualitatif proses di mana integrasi Green HRM dan Digital HR membentuk EGB, yang pada akhirnya memengaruhi keberlanjutan organisasi di dalam perusahaan sektor swasta di Riau. Mengadopsi paradigma konstruktivis, penelitian ini menggunakan desain studi kasus jamak kualitatif. Data dikumpulkan dari perusahaan swasta berorientasi keberlanjutan di Riau melalui purposive sampling partisipan dari berbagai tingkatan organisasi. Triangulasi metode pengumpulan data, termasuk wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, digunakan untuk memastikan kekayaan dan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Green HRM dan Digital HR menciptakan sinergi dinamis yang berfungsi sebagai akselerator efisiensi operasional dan kesadaran lingkungan. Digital HR bertindak sebagai katalisator penting, memperkuat praktik Green HRM dengan meningkatkan kemampuan, motivasi, dan kesempatan (Ability-Motivation-Opportunity - AMO) karyawan untuk terlibat dalam perilaku hijau. Lebih lanjut, EGB muncul sebagai jembatan esensial yang menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan nyata, berkembang dari perilaku in-role yang diwajibkan menjadi perilaku extra-role yang sukarela, dengan implementasinya sangat dipengaruhi oleh konteks sosio-kultural lokal Riau. Implikasi dari penelitian ini ada dua. Secara teoretis, penelitian ini menyumbangkan model konseptual terintegrasi yang memperluas teori Resource-Based View (RBV) dan AMO dalam konteks negara berkembang yang kurang diteliti. Secara praktis, penelitian ini menawarkan peta jalan strategis bagi para pemimpin untuk merancang strategi SDM holistik, memanfaatkan alat digital sebagai katalisator budaya hijau sambil menavigasi dinamika sosio-kultural lokal dan mengatasi kesenjangan keterampilan digital untuk mencapai keberlanjutan organisasi yang sejati
Kata Kunci: Green HRM, Digital HR, Employee Green Behavior, Organizational Sustainability, Sustainable HR
Abstract:Abstract : Pertautan Ilmu dan Kekuasaan: Strategi Ulama Dalam Menavigasi Poros-Poros Politik. This study examines the interrelation between knowledge and power by highlighting the strategies of ulama in navigating political…
cal spheres in Indonesia. The focus lies on how religious scholarly authority is utilized to shape, maintain, or negotiate positions within political power structures. The study aims to understand the dynamics between religious knowledge and political interests, as well as their implications for the social legitimacy of the ulama. The research employs a qualitative descriptive approach, involving literature analysis, interviews with religious figures, and case studies of ulama involvement in contemporary politics. The findings indicate that ulama adopt adaptive strategies through moral narratives, scholarly authority, and social networks to sustain their influence amid political competition. In conclusion, knowledge and power are not separate entities but are deeply intertwined in shaping configurations of authority and legitimacy within politico religious society.
Keywords : Relation between Knowledge and Power, Ulama’s Strategies, Political Blocs
Abstract : Pertautan Ilmu dan Kekuasaan: Strategi Ulama Dalam Menavigasi Poros-Poros Politik. Penelitian ini mengkaji pertautan antara ilmu dan kekuasaan dengan menyoroti strategi ulama dalam menavigasi poros-poros politik di Indonesia. Fokus kajian terletak pada bagaimana otoritas keilmuan keagamaan digunakan untuk membentuk, mempertahankan, atau menegosiasikan posisi dalam struktur kekuasaan politik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika relasi antara pengetahuan keagamaan dan kepentingan politik, serta implikasinya terhadap legitimasi sosial ulama. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis terhadap literatur, wawancara tokoh keagamaan, serta telaah kasus keterlibatan ulama dalam politik kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama menggunakan strategi adaptif melalui narasi moral, otoritas keilmuan, dan jejaring sosial untuk menjaga pengaruh di tengah kompetisi politik. Kesimpulannya, ilmu dan kekuasaan bukan entitas yang terpisah, melainkan saling berkelindan dalam membentuk konfigurasi otoritas dan legitimasi dalam masyarakat politik-religius.
Kata Kunci: Relasi Ilmu dan Kekuasaan, Strategi Ulama, Poros Politik
Abstract:Abstract; This research aims to create and develop a web application as a place of information and complaints for visitors to the Harau European Village tour, which is located in the Harau Valley, Lima Puluh Kota Regency,…
, West Sumatra. This application was created to make tourists feel safe and comfortable. Its main features include problem reporting and an interactive map connected with Google Maps. This helps users search for nearby services and navigate easily. The system was created using the Agile method which includes planning, design, testing, and implementation stages. This research also includes user needs analysis and system testing with the black box method to ensure all functions work properly. The results showed that this application can work well according to user needs. This application makes it easier to access information, send reports online, and monitor reports directly. This application helps improve digital services at tourist attractions and makes the tourist experience safer and more efficient.
Keywords; web application; tourist report; information service; security; convenience; kampung eropa harau
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengembangkan aplikasi web sebagai tempat informasi dan pengaduan bagi pengunjung wisata Kampung Eropa Harau, yang berada di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Aplikasi ini dibuat untuk membuat wisatawan merasa aman dan nyaman. Fitur utamanya termasuk pelaporan masalah dan peta interaktif yang terhubung dengan Google Maps. Ini membantu pengguna mencari layanan terdekat dan menavigasi dengan mudah. Sistem dibuat menggunakan metode Agile yang meliputi tahap perencanaan, desain, pengujian, dan pelaksanaan. Penelitian ini juga termasuk analisis kebutuhan pengguna dan pengujian sistem dengan metode black box untuk memastikan semua fungsi bekerja dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini bisa bekerja dengan baik sesuai kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi ini mempermudah akses informasi, pengiriman laporan secara online, dan pemantauan laporan secara langsung. Aplikasi ini membantu meningkatkan layanan digital di tempat wisata dan membuat pengalaman wisatawan lebih aman dan efisien.
Kata kunci; aplikasi web; laporan wisatawan; layanan informasi; keamanan; kenyamanan; kampung eropa harau
Abstract:Transformasi digital sangat penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempertahankan daya saing di pasar yang dinamis saat ini. Meskipun potensi manfaatnya besar, namun banyak UMKM yang menghadapi tantangan…
gan dalam memahami seluk-beluk teknologi digital. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada sebuah UMKM, yaitu Warung Makan Mbak Sundari. Program pengabdian kepada masyarakat meliputi penerapan QRIS atau sistem pembayaran digital, pembuatan akun media sosial (khususnya Instagram), dan penyertaan lokasi makan di Google Maps. Transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga membuka peluang promosi dengan anggaran terbatas. Dengan menavigasi lanskap digital, UMKM seperti Warung Makan Mbak Siti Sundari dapat memperoleh keunggulan kompetitif di pasar yang sangat kompetitif.
Abstract:Penelitian ini membahas peran pemimpin dalam manajemen konflik tim dengan menggunakan metode penelitian studi literatur atau biasa disebut studi pustaka. Studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pemimpin…
dalam manajemen konflik dalam tim. Metode penelitian dalam artikel ini dengan Pustaka yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian sebelumnya, dikumpulkan, dianalisis, dan disatukan melalui metode penelitian ini. Bisa diakui konflik adalah bagian yang melekat dalam dinamika organisasi atau tim, yang dipicu oleh perbedaan dalam kepentingan, nilai, dan persepsi antar anggota tim. Kepemimpinan yang efektif sangat penting dalam menavigasi konflik-konflik untuk mencegah gangguan dan menciptakan lingkungan yang konstruktif. Penelitian ini menggunakan literatur yang ada untuk membedakan strategi pemimpin yang dapat digunakan oleh pemimpin untuk mengelola konflik, termasukpenghindaran, akomondasi, kompetensi, kompromi, dan kolaborasi. Selain itu, peneliti membahas penyebab utama dari konflik, yang mencakup faktor manusia dan teori organisasi. Kumpulan temuan ini juga memiliki implikasi untuk mengindantifikasipengaruh pemimpin dalam manajemen konflik untuk pengetahuan dan sikap anggota tim. Artikel ini, berkontribusi pada pemahaman kepemimpinan dalam konteks manajemen konflik, menyarankan bahwa pemimpin harus mengembangkan keterampilan manajerial dan emosional untuk berkembang dalam situasi yang menantang.
Abstract:Capital Asset Pricing Model (CAPM) adalah alat fundamental di bidang keuangan, yang dikembangkan oleh William Sharpe, yang membantu investor mengevaluasi karakteristik risiko dan pengembalian aset dan portofolio. CAPM memberikan…
mberikan kerangka kerja untuk keputusan investasi yang terinformasi dengan menggabungkan faktor-faktor seperti suku bunga bebas risiko, beta aset, dan premi risiko pasar. Hal ini juga menentukan biaya modal bagi perusahaan, membantu dalam penganggaran modal dan proyek investasi. Model tiga faktor, yang merupakan perpanjangan dari CAPM, mencakup premi risiko pasar, premi ukuran, dan premi nilai. Model ini memungkinkan investor untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspektasi pengembalian suatu portofolio, sehingga menghasilkan strategi investasi yang lebih strategis dan dinamis. Dengan menganalisis ukuran dan nilai premi, investor dapat mengidentifikasi peluang di perusahaan kecil atau
saham yang dinilai terlalu rendah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. CAPM dan model tiga faktor memiliki kelebihan dan keterbatasan. CAPM menawarkan kerangka standar untuk membandingkan peluang investasi, meningkatkan kinerja portofolio, dan meningkatkan keuntungan secara keseluruhan. Model tiga faktor membantu investor memahami hubungan antara risiko dan pengembalian, mendiversifikasi portofolio, dan memanfaatkan anomali pasar. Namun, model-model ini mungkin mengabaikan risiko spesifik terkait industri atau faktor makroekonomi eksternal, sehingga menghasilkan kesimpulan yang bias dan pengambilan keputusan yang kurang optimal. Investor harus menggunakan pendekatan komprehensif terhadap manajemen portofolio, dengan mempertimbangkan analisis tambahan dan berbagai faktor untuk memitigasi risiko. Tinjauan literatur sistematis mengenai keuangan berkelanjutan dan keuangan hijau dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan mengikuti kerangka PRISMA. Proses ini mencakup mengidentifikasi kata kunci yang relevan, melakukan seleksi studi, mengekstraksi data yang relevan, menilai kualitas atau risiko bias, dan mensintesis temuan. Kesimpulannya, memahami berbagai model penilaian investasi dapat meningkatkan keterampilan investor dalam menavigasi pasar keuangan dan mencapai tujuan investasi mereka. Bukti empiris mendukung model tiga faktor, menunjukkan peningkatan akurasi dalam prediksi pengembalian aset. Dengan memasukkan faktor-faktor ini ke dalam strategi investasi, investor dapat menavigasi kompleksitas pasar dengan lebih baik dan membuat keputusan yang lebih tepat.
Abstract:Model Sikap Fishbein berfungsi sebagai kompas yang ampuh dalam riset pasar. Model ini memungkinkan bisnis untuk menavigasi perilaku konsumen, preferensi, dan proses pengambilan keputusan dengan lebih presisi. Pada prinsip-prinsip…
p-prinsip pemasaran, sikap merupakan evaluasi, perasaan, dan kecenderungan seseorang yang secara konsisten menyukai atau tidak menyukai suatu objek atau gagasan(Kotler dan Amstrong, 1997:173). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap sabun cuci piring Zymora dan menentukan atribut dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Survei dilakukan dengan kurang lebih 30 responden berusia 15-20 tahun, yang mengevaluasi atribut seperti tekstur, warna, kemasan, harga, aroma, tidak membuat iritasi kulit, dan hasil pemakaian tidak mencemari lingkungan menggunakan model multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling penting bagi konsumen adalah hasil pemakaian tidak mencemari lingkungan (4,80), tidak membuat iritasi kulit (4,73), kemasan (4,60), aroma (4,50), dan harga (4,46), mempengaruhi sikap kepercayaan konsumen. Pada peringkat pertama yaitu hasil pemakaian tidak mencemari lingkungan. Sebaliknya, pada atribut tekstur (4,40) dan warna (3,83) kurang menjadi penilaian bagi konsumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mempertahankan keunggulan dari produk sabun pencuci piring Zymora, fokus utama yaitu pada hasil pemakaian tidak mencemari lingkungan dan tidak membuat iritasi selanjutnya mengembangkan atribut lain.