Abstract:The creative service industry, particularly wedding organizer services, has experienced significant growth in Indonesia due to changing lifestyles, increasing consumer expectations, and rising demand for professionally managed…
anaged wedding events. This study aims to analyze the Business Model Canvas (BMC) as a business strategy at Win Production Wedding Organizer in Bandar Lampung City. The Business Model Canvas, introduced by Osterwalder and Pigneur (2010), is used as a strategic framework to examine nine key business elements: customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, and cost structure. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation involving business owners, employees, and customers. Data validity was ensured using triangulation techniques. The findings indicate that Win Production targets middle and upper-middle income couples as its primary customer segment and offers integrated, professional, and flexible wedding services tailored to client needs. The business model demonstrates strong alignment across all nine BMC components, contributing to enhanced competitiveness and business sustainability. The study confirms that Business Model Canvas is an effective strategic tool for analyzing and improving business models in service-based industries, particularly wedding organizer businesses operating in competitive local markets.
Abstract:Abstract: Arya Wedding Decoration Sei Alim Ulu Village is a work that is engaged in services that lead to organizing an event or event, which can make it easier for customers or clients who order an event package to Arya…
Wedding Decoration to be held professionally with maximum results than done by the client. Arya Wedding Decoration in its implementation in organizing events consists of a team in the success of an event. The Arya Wedding Decoration Sei Alim Ulu Village in its implementation experienced several problems, namely the limited promotional media, namely only using social media applications, as well as the limited efforts to retain clients and find new clients in order to increase the existence of the Arya Wedding Decoration Sei Alim Ulu Village party. The problems that have been described underlie the need for a very popular technology whose presence has various features to know client opinions, event package promos, package ratings, event package testimonials, package orders and the convenience of contacting the Makeup and Decoration party because it is supported by an application that is directly connected to the Arya Wedding Decoration Sei Alim Ulu Village via live chat.
Keywords: CRM, wedding organizer, PHP and MySQL
Abstrak: Arya Wedding Decoration Desa Sei Alim Ulu merupakan pekerjaan yang bergerak dibidang jasa yang mengarah kepada mengorganisasikan suatu kegiatan acara atau event, yang dapat memudahkan pelanggan atau klien yang memesan sebuah paket event ke pihak Arya Wedding Decoration guna diselenggarakan secara professional dengan hasil yang lebih maksimal dari pada dikerjakan sendiri oleh klien. Pihak Arya Wedding Decoration pada implementasinya dalam menyelenggarakan event terdiri dari sebuah tim dalam menyukseskan sebuah event. Pihak Arya Wedding Decoration Desa Sei Alim Ulu dalam implementasinya mengalami beberapa permasalahan yaitu terbatasnya media promosi yaitu hanya menggunakan aplikasi sosial media, serta terbatasnya usaha mempertahankan klien dan mencari klien baru guna meningkatkan eksistensi dari pihak Arya Wedding Decoration Desa Sei Alim Ulu. Permasalahan yang telah diuraikan, mendasari perlunya teknologi yang sangat popular kehadirannya yang memiliki beragam fitur mengetahui pendapat klien, promo paket event, rating paket, testimoni paket event, pemesanan paket dan kemudahan menghubungi pihak Tata Rias dan Dekorasi karena sudah didukung dengan aplikasi yang langsung terhubung dengan pihak Arya Wedding Decoration Desa Sei Alim Ulu melalui live chat.
Kata kunci: CRM, wedding organizer, PHP dan MySQL.
Abstract:Abstract: Marriage is a husband and wife relationship between a man and a woman to form a family. There are several conditions in marriage that must be fulfilled both religiously and legally in force in Indonesia. To carry…
ry out the marriage, the prospective bride and groom must register at the nearest Religious Affairs Office (KUA), KUA is an institution established by the government to handle marriage matters. At marriages, various age groups are often found registering at the KUA. This research was conducted using the Data Mining technique through the K-Means Clustering Model to determine the age grouping of marriage which aims to make it easier for the Office of Religious Affairs in educating the prospective bride and groom from a future perspective and an economic perspective in terms of having a child. The research dataset is data on prospective wedding brides at KUA Rawang Lama, Panca Arga in 2022 with a total of 102 samples, by forming 3 clusters, namely: the Ideal cluster of 76 prospective wedding brides (age 19-30 based on husband's age and age 18-25 based on age wife), a good cluster of 20 prospective marriage brides (age 28-44 based on husband's age and age 24-37 based on wife's age), and a risky cluster of 6 prospective marriage brides (age 49-72 based on husband's age and age 39-58 based on wife's age), and produces a Silhouette Score of 0.57.
Keywords: clustering; data mining; k-means; marriage
Abstrak: Pernikahan merupakan hubungan sebagai suami dan istri antara seorang laki-laki dan perempuan untuk membentuk sebuah keluarga. Terdapat beberapa syarat dalam pernikahan yang wajib dipenuhi baik secara agama maupun secara hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk melakukan pernikahan, calon kedua mempelai harus mendaftarkan diri pada Kantor Urusan Agama (KUA) terdekat, KUA merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani masalah pernikahan. Pada pernikahan sering ditemukan berbagai kalangan umur yang mendaftarkan diri di KUA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Data Mining melalui Model K-Means Clustering untuk menentukan pengelompokkan umur pernikahan yang bertujuan untuk mempermudah pihak KUA dalam mengedukasi calon mempelai pernikahan dalam sudut pandang masa depan dan sudut pandang ekonomi dalam hal memiliki seorang anak. Dataset penelitian ini adalah data calon mempelai pernikahan pada KUA Rawang Lama, Panca Arga pada tahun 2022 sebanyak 102 sampel, dengan membentuk 3 klaster yaitu : cluster Ideal sebanyak 76 calon mempelai pernikahan (usia 19-30 berdasarkan umur suami dan usia 18-25 berdasarkan umur istri), cluster baik sebanyak 20 calon mempelai pernikahan (usia 28-44 berdasarkan umur suami dan usia 24-37 berdasarkan umur istri), dan cluster beresiko sebanyak 6 calon mempelai pernikahan (usia 49-72 berdasarkan umur suami dan usia 39-58 berdasarkan umur istri), dan menghasilkan Silhouette Score 0.57.
Kata kunci: clustering; data mining; k-means; pernikahan
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana kualitas pelayanan dan promosi memengaruhi loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh simultan…
ultan dari variabel kualitas pelayanan (X1) dan promosi (X2) terhadap keputusan pembelian (Y). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa semua indikator kualitas pelayanan, promosi, dan keputusan pembelian dinilai baik oleh responden dengan persentase kepuasan antara 74,7% hingga 86,7%. Analisis korelasi mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan memiliki hubungan lemah dengan keputusan pembelian (r = 0,093), sedangkan promosi menunjukkan hubungan yang lebih kuat (r = 0,422). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,185 menunjukkan bahwa kontribusi kualitas pelayanan dan promosi terhadap keputusan pembelian adalah 18,5%, sementara sisanya 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar Rositta Wedding terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memaksimalkan promosi untuk memperkuat keputusan pembelian dan loyalitas pelanggan. Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk memasukkan variabel tambahan seperti kualitas produk dan variabel mediasi untuk meningkatkan akurasi dan pemahaman lebih dalam.
Abstract:Wedding organizer adalah suatu jasa yang berfungsi membantu calon pengantin dan keluarga nya dalam perencanaan acara pesta pernikahan. Wedding organizer sering kali dicari oleh masyarakat karena mempermudahkan dalam perencanaan…
ncanaan pesta pernikahan. Selama ini pemesanan pesta pernikahan dilakukan dengan cara biasa: pelanggan cukup datang ke rumah atau menelepon dan menanyakan apakah paket wedding planner sesuai dengan budget dan menanyakan fasilitas apa saja yang dimiliki wedding planner. Sistem aplikasi wedding organizer yang dibuat dengan memanfaatkan teknologi berbasis android. Sistem aplikasi wedding organizer berbasis android ini menggunakan prototype. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat prototype aplikasi wedding organizer berbasis android untuk wilayah Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem aplikasi wedding organizer dapat menginformasikan pilihan secara lengkap, pilihan wedding yang meliputi (Venue, Tenda, Baju Pengantin Pria, Baju Pengantin Wanita).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi tradisi donasi dalam perayaan pernikahan, peran dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan timbal balik…
ik dalam tradisi yang berkontribusi pada masyarakat etnis Jawa di Desa Bandar Setia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi donasi adalah praktik timbal balik berdasarkan kewajiban memberi, menerima, dan membalas. Donasi diberikan dalam bentuk uang, barang, atau tenaga sebagai dukungan kepada penyelenggara perayaan pernikahan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi meringankan beban ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas dan memperkuat jaringan sosial antar warga. Mekanisme respons yang tertunda membuat hubungan timbal balik berlangsung secara berkelanjutan. Keberlanjutan tradisi donasi dipengaruhi oleh kebiasaan turun-temurun, hubungan kekerabatan, serta kondisi ekonomi masyarakat. Meskipun mengalami penyesuaian akibat perubahan zaman, tradisi ini tetap bertahan karena didukung oleh nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat.