Search Articles & Publications

Showing 1312 articles found for "Kepada"

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Gadget Dengan Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Mepanga

Aisyah Fitriany Nur, Ni Nyoman Udiani, Vidya Urbaningrum, Waode Fitrah Sari
Abstract: Usia 4-6 tahun dapat disebut sebagai anak usia prasekolah dan termasuk dalam masa kanak-kanak. Pada masa ini merupakan masa yang sangat penting dan berarti karena anak akan memasuki lingkungan yang baru dan belum dikenal.&#8230; . Perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal misalnya kondisi fisiologi dan kondisi psikologi, dan faktor eksternal yaitu lingkungan, pola asuh orang tua, pengalaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan gadget dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Negeri 1 Mepanga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif obsevasional analitik, dengan rancangan penelitian Cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunaan porpusive sampiling dengan jumlah sebanyak 46 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua penggunaan gadget dan Format DDST.  Hasil penelitian ini menggunaan uji Chi-squeare, diperoleh nilai pengetahuan dan sikap p = 0,000 (p =<0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan gadget pada perkembangan anak usia 4-6 tahun. Saran dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan dapat mengembangkan pola asuh yang diberikan kepada anak-anak, dan selalu mengawasi penggunaan gadget yang tepat pada anak-anak.

Pengaruh Kompetensi Personal Religius Guru Agama Terhadap Akhlak Siswa Di SMP Negeri 1 Tinggi Raja

Mhd Ihsan, Indra Ramadona Harahap
Abstract: Karakteristik keperibadian  yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas  kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan&#8230; pakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha untuk memperbaiki anak didik untuk melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik untuk membangun kemandirian bagi kehidupannya. Perubahan tersebut adalah pembentukna jati diri dalam kehidupan anak, melalui bimbingan dan pengarahan yang sifatnya kontinyu agar terbentuk akhlak yang baik dalam setiap perilakunya, baik pendidikan agama dari orang tua dalam lingkungan keluarga maupun didikan guru dalam lingkungan sekolah serta masyarakat dimana ia hidup.Kita sering menemukan di sekolah anak-anak yang suka berkelahi, merokok, menjahili kawannya, tidak hadir ke sekolah, serta tindakan-tindakan negatif lainnya. Hal ini merupakan kerja keras yang harus difikirkan bagi seorang guru dalam melakukan pembinaan moral terhadap anak-anak tersebut. Untuk itu setiap guru harus memiliki strategi-strategi yang tepat dalam mengajak dan memberikan pemahaman kepada anak didiknya untuk mau berbuat baik di setiap aktivitas yang dikerjakannya.

Studi Kasus: Anak Berkebutuhan Khusus Tunarungu, dan Tunagrahita

Qariy Diana, Ahmad Al Akbar, Yeliza, Danil Putra, Dina Putri, Anisa Nusma, Siska Widyawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengenal dan mengetahui anak berkebutuhan khusus seperti tunarungu, dan tunagrahita dengan cara-cara terbaik dalam memberikan dukungan kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus ini. Masalah&#8230; utama yang dihadapi anak tunarungu, dan tunagrahita adalah keterbatasan dalam aspek komunikasi, perkembangan kognitif, serta mobilitas yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Dalam kegiatan ini, metode yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan orang tua dari anak penderita tunarungu, dan tunagrahita. Data dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab kelainan anak tunarungu, dan tunagrahita ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya sebagai berikut: 1) Faktor genetik, 2) Lingkungan, 3) Infeksi, 4) Cedera, 5) Masalah kesehatan selama kehamilan. Treatment yang dilakukan untuk menyembuhkan penderita tunarungu dan tunagrahita adalah dengan cara melakukan terapi. Adapun faktor penghambat terhadap proses penyembuhan adalah tingginya biaya pengobatan, dan biaya berkelanjutan ini memberikan beban finansial bagi orang tua si anak.

Analisis Tanam Tumpang Sari Tanaman Cabai Dan Mentimun Di Desa Tegalwera, Kabupaten Banyuwangi

Putri Yulia Ramadhani, Umrotun Maya, Dewi Retno Agustin, Galih Gading Ramadhani, Aldo Rizky Ramadhan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem tuanam tumpang sari cabai (Capsicum annum) dan mentimun (Cucumis sativus) di Desa Tegalwera, baik dari segi produktivitas tanaman maupun dampaknya terhadap ekonimi&#8230; konimi petani. Merode yang digunakan meliputi pendekatan eksperimen lapangan dan wawancara dengan petani lokal. Data dianalisis secara kuantitatif untuk hasil panen dan secara kualitatif untuk persepsi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanam tumpang sari memberikan manfaat signifikan, seperti efisiensi penggunaan lahan, peningkatan hasil panen hingga 15% dibandingkan monokultur, dan pengurangan serangan hamat berkat diversifikasi tanaman. Selain itu, pola ini dinilai lebih ekonomis karena menekan biaya pemeliharaan. Dengan demikian , tumpang sari tanaman cabai dan mentimun dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Tegalwera. Penelitian ini merekomendasikan pendampingan teknis kepada petani untuk penerapan lebih luas sistem ini.

Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di SMP IT Al Kahfi Kabupaten Bogor

Jamil Munawir
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendiskusikan secara lebih dalam tentang strategi pengembangan kompetensi profesional guru dalam meningkatkan  mutu pembelajaran di SMP IT Al Kahfi Kabupaten Bogor. Pendekatan&#8230; yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara kepada narasumber. Penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Strategi ataupun langkah-langkah yang digunakan Kepala Sekolah dan jajarannya dalam mengembangkan kompetensi profesional guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran ada yang bersifat formal dan non formal, untuk yang bersifat formal yaitu melalui penugasan mengikuti seminar ataupun pelatihan, dan untuk yang bersifat non formalnya adalah keikutsertaan guru-guru dalam pelatihan ataupun seminar atas dasar kesadaran sendiri. 2) Kendala dan tantangan yang dihadapi adalah kurangnya atau keterbatasannya penguasaan IT guru-guru di sekolah, keterbatasan waktu dan kurang updatenya metode-metode pembelajaran, sedangkan tantangan yang dihadapi adalah arus globalisasi dan klien yang jauh lebih beragam. 3) Hasil yang didapatkan setelah melakukan program pengembangan profesional guru adalah bisa dilihat dari penggunaan media pembelajaran berbasi IT yang hampir semua guru menggunakanya, pemanfaatan media pembelajaran di lingkungan sekolah dan meningkatnya kesadaran para guru akan pentingnya profesionalisme mereka dalam mengajar.

Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terkait Bahaya Perkembangan Tindak Nepotisme Di Indonesia

Ananda Adiyanti, Nayla Angelia Putri, Mutia Nur Adni, Hilwa Auliauzzahrah, Alfia Honey Assyariefa, Dadi Mulyadi Nugraha
Abstract: Nepotisme merupakan tindak kecurangan berupa penyalahgunaan kekuasaan demi mengutamakan kepentingan pribadi dan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman serta pandangan masyarakat terhadap kasus nepotisme&#8230; epotisme yang marak terjadi di Indonesia. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan sebanyak tujuh puluh informan dan dua informan sebagai sampel. Adapun teknik pengumpulan data berupa wawancara dan menyebarkan angket kepada masyarakat luas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat paham bahwa nepotisme merupakan tindak penyalahgunaan kekuasaan dalam lingkup keluarga saja. Padahal, nepotisme tidak hanya terbatas di lingkungan keluarga saja. Tindak nepotisme lebih luas, meliputi kerabat, keluarga dekat maupun jauh, kenalan, suatu golongan, dan sebagainya. Masyarakat perlu mengetahui bahwa tindak nepotisme ini merupakan tindak pidana, perbuatan yang dilarang oleh hukum dan dapat dikenai sanksi pidana. Sehingga pemerataan edukasi mengenai nepotisme kepada masyarakat luas terutama kepada masyarakat yang belum dapat tersentuh pendidikan yang sesuai standar dan mencukupi. Untuk mengatasi hal tersebut penulis merancang suatu media edukatif yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat mengenai praktik nepotisme secara mendalam.

Analisis Hygieni Jajanan Tradisional Di Pasar Raya Kota Pariaman

Syafarman, Elsa Yuniarti, Linda Handayuni, Barlian E
Abstract: Pengolahan makanan tanpa memperhatikan kebersihan makanan dapat menyebabkan kontaminasi dan menyebabkan penyakit pada makanan. Diare bawaan makanan yang disebabkan oleh pedagang adalah salah satu contohnya.  Menurut Kamus&#8230; amus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Makanan yang hygenis  bertujuan bagaimana makanan tersebut berada dalam keadaan baik dan tidak menimbulkan penyakit. Metode yang digunakan merupakan pendekatan deskriptif dengan pengambilan data secara kualitatif yakni dengan melakukan observasi dan melakukan wawancara secara langsung kepada pedagang sebanyak 20 orang pedagang tradisional dan waktu penelitian dimulai bulan September sampai November 2024, tempat penelitian berada di Pasar Raya Kota Pariaman. Dengan menggunakan kriteria inklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti, populasi yang diambil terdiri dari seluruh penjual jajanan pasar tradisional (bukan yang dikemas secara industri) atau tanpa bahan pengawet. Sampel ini diambil menggunakan sistem purposive sampling. Tempat penjualan makanan, kondisi pribadi penjamah makanan, dan peralatan yang digunakan adalah variabel yang digunakan.Dengan memperhatikan sarana prasarana yang digunakan,  agar makanan jajanan tetap higienis., maka tempat yang baik untuk menjajakan makanan harus perlu diperhatikan agar tingkat hygienisnya makanan dapat dilakukan dengan baik. Di Pasar Raya Kota Pariaman masih ditemukan beberapa  tempat yang kurang tepat sebagai tempat untuk lokasi jajanan sehingga perlu pembenahan lokasi tersebut baik oleh pengelola pasar secara langsung maupun oleh Pemerintahan Kota Pariaman. Adapun lokasi yang ditemukan tersebut adalah  berikut: 1. Kontruksi bagunan sebahagian pedagang kurang layak seperti tempat yang kurang bersih, dekat dan bercampurnya dengan penjual lain yang bisa mencemari makanan tersebut seperti penjual ikan, daging dimana  banyaknya ditemukan lalat yang bisa membawa penyakit serta sanitasi pembuangan air pencuci yang terlihat kotor disekitar lokasi jajanan.  2. Lokasi Jajanan yang berada berbatasan langsung dengan jalan sehingga debu yang dihasilkan oleh pengendara bisa mengurangi hygienisnya makanan tersebut karena banyaknya makanan yang terbuka sehingga kemungkinan makan tersebut tercemar sangat besar. Sementara persyaratan harus dipenuhi selama proses menjajakan makanan dan makanan harus di tutup agar tidak terkontaminasi dengan debu. Lokasi panjaja makanan harus ditentukan agar guna untuk meningkatkan kualitas serta kebersihan makanan jajanan seperti dengan menetapkan sentra pedagang jajanan yang memenuhi standar seperti adanya tempat pembuangan sampah, jauah dari debu dan sanitasi yang baik sehingga pencemaran terhadap makanan tersebut dapat diatasi dan di cegah dengan baik.

Komparasi Gerakan Dakwah Organisasi Tradisional Dan Modern (Nahdlatul Ulama Dan Muhammadiyah)

Akmalul M. Katili, Suparto
Abstract: Gerakan dakwah di Indonesia telah berkembang pesat melalui berbagai bentuk organisasi, baik tradisional maupun modern. Masing-masing memiliki karakteristik dan metode dakwah yang berbeda, yang memengaruhi cara ajaran Islam&#8230; am menyebar di masyarakat. Dua lembaga Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berkontribusi besar pada pengembangan dakwah dan kehidupan sosial-keagamaan bangsa. Terlepas dari kenyataan bahwa keduanya bertujuan untuk mengembangkan dan menyebarkan ajaran Islam, terdapat perbedaan yang signifikan dalam pendekatan, teknik dakwah, dan struktur organisasi yang digunakan oleh masing-masing. NU menggunakan pendekatan yang lebih tradisional dan kultural, mengutamakan pemahaman Islam melalui ajaran tasawuf, ritual keagamaan, dan pengajaran yang lebih sesuai dengan budaya lokal. Muhammadiyah, di sisi lain, menggunakan pendekatan yang lebih rasional, modern, dan terstruktur untuk melakukan reformasi dalam pemahaman Islam. Mereka juga mengutamakan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara NU dan Muhammadiyah dalam hal metode dakwah, kontribusi mereka kepada masyarakat, dan peran keduanya dalam dinamika sosial dan politik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana organisasi dakwah tradisional dan modern berbeda, serta strategi yang digunakan oleh masing-masing organisasi. Meskipun keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan, organisasi tradisional dan modern saling melengkapi dalam memperkuat dakwah Islam di Indonesia, dengan saling mengubah dan bekerja sama saat menghadapi tantangan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan dalam beberapa hal, NU dan Muhammadiyah keduanya berperan penting dalam membentuk citra Islam Indonesia yang moderat dan toleran.

Moderasi Dakwah Di Era Digital Dan Tantangannya

Apdil Abdilah, Canra Krisna Jaya
Abstract: Sebagai agama mayoritas, Islam memiliki banyak cara untuk melestarikan ajaran agama yang dilakukan oleh organisasi maupun perorangan sebagai dai yaitu melalui dakwah. Banyaknya aliran dan perbedaan pandangan di dalam agama&#8230; ma islam menjadikan perlunya moderasi dakwah untuk memastikan keadilan dan dakwah yang santun dan tidak memaksakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menhadirkan sumber data dan fakta yang kemudian dianalisis. Moderasi dakwah berarti menjalankan dakwah yang berada di posisi tengah tidak condoh kepada radikal dan tidak pada liberal. Moderasi di era sekarang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai media dakwah seperti Youtube, Instagram, facebook dan lain-lain. Namun penggunaan media dakwah digital memiliki banyak tantangan dan sisi negatif dimana banyaknya informasi dakwah yang hoax dan mudah menyebar serta dakwah yang mengandung ujaran kebencian. 

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berinvestasi Mahasiswa Dalam Pasar Modal Syariah

Muhammad Syafi’i Faturrahman, Muhammad Fauzan, Falda Yusdayani Putri, Bayu Aji Kurniansyah
Abstract: Dalam penelitian ini akan melakukan pengujian untuk menunjukan bagaimana minat mahasiswa untuk berpartisipasi di pasar modal syariah dengan meliputi faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi&#8230; investasi di pasar modal syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi di pasar modal syariah. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pemahaman mahasiswa mengenai kelebihan dan kekurangan investasi tersebut, literasi digital, kendala keuangan, serta pengaruh lingkungan terhadap minat mereka dalam mengelola uang dan berinvestasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengukuran skala. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada partisipan, dengan pilihan jawaban skala 1 hingga 4. Data kemudian dianalisis menggunakan program SPSS dengan tujuan untuk mengolah dan mengevaluasi data tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel bebas yang terdiri dari literasi digital, risiko investasi, pengaruh lingkungan dan keterbatasan finansial serta variabel terikat yang di olah dengan uji validitas dan reabilitas memberikan hasil bahwa semua variabel independent tersebut dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar dari r table dan Tingkat signifikan < 0,05 serta semua variabel juga dinyatakan reliabel dengan nilai Cronbach alpha > 0,60. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal syariah adalah Literasi Digital (X2), Variabel (X1) (X3) (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara individu.