Abstract:Program Corporate Social Responsibility (CSR) Beasiswa Kejar Mimpi yang dilakukan oleh Bank CIMB Niaga ini dirancang sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pendidikan dan pengembangan generasi muda…
da di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program ini tidak hanya berhasil memberikan manfaat nyata kepada para penerima beasiswa, tetapi juga memperkuat citra positif Bank CIMB Niaga sendiri sebagai institusi yang peduli terhadap pembangunan sosial, khususnya di bidang pendidikan. Program ini mampu menciptakan hubungan emosional yang kuat antara bank dan masyarakat, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta memperkuat reputasi perusahaan di industri perbankan.
Abstract:Akuntabilitas dan transparansi merupakan dua prinsip fundamental dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Dalam konteks hukum administrasi negara, kedua prinsip ini memainkan peran krusial dalam menjamin…
in bahwa kebijakan dan tindakan pemerintah sesuai dengan aturan hukum, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam hukum administrasi negara di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis, mengkaji regulasi, doktrin hukum, dan praktik administrasi di berbagai lembaga pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi terkait akuntabilitas dan transparansi telah cukup memadai, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pemahaman hukum di kalangan aparatur negara dan budaya birokrasi yang kurang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas hukum dan perubahan budaya birokrasi untuk mendorong terciptanya pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Abstract:Bank Syariah menawarkan opsi kepada masyarakat yang menginginkan layanan perbankan sejalan dengan prinsip syariah. Dalam situasi persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan sangat penting untuk menganalisis kinerja…
keuangan bank syariah secara cermat guna untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhannya. Analisis kinerja keuangan bank syariah dilakukan dengan menggunakan pendekatan profitabilitas, yang merupakan indikator utama untuk mengevaluasi keefisienan dan keefektifan operasional bank. Profitabilitas atau profitability adalah sebuah indikator utama yang mencerminkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari aktivitas operasionalnya. Maka, kita bisa mengevaluasi profitabilitas dengan meninjau rasio-rasio seperti Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Profit Margin (GPM), dan Net Profit Margin (NPM). Rasio-rasio ini memberikan bagaimana gambaran tentang seberapa baik bank dalam menghasilkan keuntungan dari aset dan ekuitas yang dimiliki dan juga digunakan untuk menilai kinerja keuangan Berdasarkan data statistik, perkembangan aset dan pembiayaan bank syariah menunjukkan kecenderungan positif, meski upaya untuk mengelola risiko dan meningkatkan efisiensi operasional tetap merupakan fokus perhatian. Penelitian ini bermaksud untuk menelusuri faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas bank syariah dan kaitannya dengan praktik manajemen yang efektif serta manfaat manfaatnya. Dengan menganalisis kinerja keuangan bank syariah, diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi manajemen, investor, dan regulator. Analisis ini diharapkan dapat membantu dalam merumuskan strategi pengembangan yang efektif dan meningkatkan daya saing bank syariah di pasar keuangan yang semakin dinamis.
Abstract:Di era globalisasi saat ini, perkembangan pesat perbankan syariah di Indonesia memicu persaingan yang semakin ketat antar lembaga keuangan syariah, baik milik pemerintah maupun swasta. Untuk menghadapi persaingan ini, berbagai…
rbagai strategi diterapkan guna menarik calon nasabah serta mempertahankan loyalitas nasabah yang sudah ada. Kualitas pelayanan menjadi faktor penting yang memengaruhi loyalitas tersebut. Pelayanan yang berkualitas diharapkan dapat mendorong nasabah untuk menjalin hubungan yang kokoh dengan bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah di bank umum syariah. Kualitas pelayanan diukur menggunakan enam variabel utama, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan kepatuhan terhadap hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memastikan data yang digunakan telah terdistribusi secara normal. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden, didukung oleh data sekunder sebagai pelengkap. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu bank syariah dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kepuasan nasabah.
Abstract:Penelitian Perdagangan internasional adalah salah satu fondasi utama ekonomi global, memungkinkan negara-negara untuk bertukar barang dan jasa. Dalam hal ini, Latter of Credit ( L/C) berperan penting sebagai alat keuangan…
n yang menjamin pembayaran kepada eksportir dan memastikan pengiriman barang kepada importir.L/C adalah dokumen yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pembeli (importir) yang menjamin pembayaran kepada penjual (eksportir) asalkan syarat dan ketentuan dalam L/C tersebut dipenuhi. Penggunaan L/C dalam perdagangan internasional menawarkan berbagai keuntungan, seperti mengurangi risiko pembayaran, meningkatkan kepercayaan antara pihak-pihak yang terlibat, dan memfasilitasi transaksi yang lebih aman dan efisien. Proses penggunaan L/C melibatkan beberapa tahap, mulai dari permintaan pembukaan L/C oleh importir, penerbitan L/C oleh bank penerbit, pengiriman barang oleh eksportir, hingga penyerahan dokumen dan pembayaran oleh bank penerima. Selain itu, ada berbagai jenis L/C yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan transaksi, seperti Revocable L/C, Irrevocable L/C, dan Cornfirmed L/C, yang masing-masing menawarkan tingkat keamanan dan fleksibilitas yang berbeda. Dalam praktiknya, L/C tidak hanya memberikan perlindungan finansial tetapi juga membantu mengelola kebutuhan modal kerja dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.Oleh karena itu, latter of credit menjadi instrumen yang sangat penting dalam mendukung perdagangan internasional, memungkinkan perusahaan untuk melakukan transaksi lintas negara dengan lebih percaya diri dan aman. Studi ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang mekanisme dan manfaat L/C bagi para pelaku bisnis yang terlibat dalam perdagangan global. Keywords: Latter of credit, perdagangan internasional, dan ekonomi global.
Abstract:Salah satu rintangan utama dalam perkembangan industri keuangan syariah, terutama di sektor perbankan, adalah kurangnya tata kelola yang memadai.Tidak optimalnya tata kelola ini terlihat dalam beberapa isu strategis, antara…
ara lain:- produk yang tidak variatif dan pelayanan yang belum sesuai dengan ekspektasi masyarakat,- kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang belum memadai, pemahaman dan kesadaran masyarakat yang masih rendah sehingga menimbulkan mispersepsi masyarakat berkaitan dengan istilah, akad dan produk, pandangan bahwa perbankan syariah berbiaya mahal, serta pengaturan dan pengawasan yang belum optimal. Pandangan keliru tersebut dapat diatasi melalui implementasi tata kelola yang baik pada perbankan syariah, salah satunya yaitu dengan transparansi.Transparan di sini adalah menguraikan informasi produk terkait secara jelas dan rinci,sehingga nasabah benar-benar memahami karakteristik produk tersebut secara tepat. Produk dalam situasi ini ialah mudharabah, oleh karena itu bank wajib memberikan informasi yang sangat terperinci kepada nasabah mengenai mudharabah tersebut. Setelah itu, nasabah akan benar-benar teredukasi mengenai mudharabah itu. Mulai dari definisi, prosedur pembagian keuntungan, hingga risiko dan manfaat yang diperoleh dari mudharabah, informasi yang diberikan juga harus konsisten dengan ketentuan pada Pasal 5 Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/6/PBI/2005 mengenai Transparansi Informasi Produk dan Penggunaan Data Pribadi.
Abstract:Artikel ini mengeksplorasi perbedaan mendasar antara empat instrumen keuangan yang sering digunakan dalam transaksi perbankan dan perdagangan internasional: bank garansi, letter of credit (LoC), wali amanat, dan kliring.…
Bank garansi berfungsi sebagai jaminan dari bank atas kewajiban debitur, memberikan perlindungan kepada pihak ketiga dalam hal gagal bayar. Letter of credit adalah instrumen yang menjamin pembayaran kepada penjual, sehingga meminimalkan risiko bagi kedua belah pihak dalam transaksi internasional. Wali amanat berfungsi sebagai perwakilan untuk menjaga dan mengelola aset pihak ketiga, sering digunakan dalam konteks investasi dan pengelolaan dana. Kliring, di sisi lain, adalah proses penyelesaian transaksi antara bank, yang memungkinkan transfer dana dan penyelesaian kewajiban secara efisien. Dengan memahami karakteristik, fungsi, dan konteks penggunaan dari masing-masing instrumen ini, pelaku usaha dan investor dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dalam pengelolaan risiko dan optimalisasi transaksi keuangan.
Abstract:Pengelolaan kewenangan yang efektif di perguruan tinggi merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi operasional organisasi pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep…
nsep kewenangan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan di perguruan tinggi, dengan fokus pada pembagian kewenangan, otonomi, serta tantangan dalam implementasi kewenangan tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel ilmiah, buku, dan laporan yang terkait dengan pengelolaan kewenangan di perguruan tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian kewenangan yang jelas dan merata antara pimpinan pusat dan unit-unit perguruan tinggi dapat meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengurangi potensi konflik internal. Selain itu, kewenangan dalam mengelola teknologi dan kebijakan berbasis digital sangat penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global. Namun, tantangan seperti ketidakjelasan pembagian kewenangan, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, dan infrastruktur yang belum memadai perlu diatasi untuk memastikan kewenangan dapat dikelola secara optimal. Oleh karena itu, perguruan tinggi disarankan untuk memperjelas pembagian kewenangan, memberikan pelatihan kepada pengelola, serta memperkuat budaya kerja yang transparan dan akuntabel.
Abstract:Karya musik merupakan objek dari Hak Cipta yang memiliki perlindungan hukum yang di atur oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Salah satu konflik hak cipta yang terdapat pada industri musik yaitu konflik…
lik antara Ahmad Dhani dan Once Mekel dimana Ahmad Dhani melarang Once Mekel membawakan lagu dari Band Dewa 19 saat Dewa 19 sedang melaksanakan tour, Once Mekel juga tidak membayarkan royalti kepada Ahmad Dhani selaku pemilik lagu-lagu Dewa 19 yang di bawakan oleh Once Mekel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi dari isi pasal undang-undang hak cipta dan kewajiban dari performer untuk pencipta lagu. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan secara analitis. Hasil penelitian memaparkan bahwa Once telah melanggar ketentuan karena tidak memiliki perjanjian lisensi. Kemudian performer yang tidak membayar royalti kepada pencipta melalui LMKN dikenakan denda dan sanksi.
Abstract:Pemanfaatan lahan pekarangan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga di Dusun Cangaan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, merupakan alternatif yang dapat memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat…
kat setempat. Banyaknya lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal menunjukkan potensi besar yang belum tereksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Dusun Cangaan mengenai teknik pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan keluarga. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan pemeliharaan tanaman. Kegiatan ini mencakup sosialisasi, penyuluhan mengenai pemanfaatan media tanam, pembibitan, pemupukan organik, dan teknik budi daya yang baik. Hasil dari pelaksanaan program menunjukkan adanya perubahan positif dalam pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan, yang diikuti dengan peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan pertanian rumah tangga. Dengan demikian, pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta memberikan kontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.