Search Articles & Publications

Showing 2093 articles found for "Part"

Edukasi Resiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Guru Di SMP Negeri 1 Huamual Maluku

Reva Arfa Dwiyani Samal, Bayu Prastowo
Abstract: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan muskuloskeletal akibat kompresi saraf medianus akibat aktivitas tangan berulang. Guru termasuk kelompok profesi berisiko tinggi karena aktivitas mengetik, menulis, dan menggunakan… gunakan alat bantu ajar. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan deteksi dini CTS pada guru di SMP Negeri 1 Huamual melalui edukasi dan pemetaan CTS. Metode pengabdian ini adalah edukatif partisipatif dengan media leaflet serta evaluasi pre and post test. Program pengabdian mencakup pemeriksaan CTS secara spesifik guna memperoleh pemetaan kondisi aktual. Pemeriksaan menunjukkan 40% responden positif CTS melalui Phalen’s Test. Sedangkan hasil evaluasi menunjukkan pemahaman guru meningkat signifikan dari 0–10% menjadi 100% pada seluruh aspek. Sehingga edukasi dan pemeriksaan rutin CTS perlu diterapkan secara berkala untuk profesi berisiko.

Implementasi Ayat Ekologis Melalui Penyuluhan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick di TPQ Baitul Muttaqin Semarang

Farida Putri Ramadhani, Wafiq Daniyatun Najwa
Abstract: Islam adalah agama yang sangat menaruh perhatian terhadap lingkungan, hal ini sangat gamblang dijelaskan dalam surat Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan yang terjadi di bumi ini adalah perbuatan tangan-tangan manusia yang memiliki… iliki krisis iman kepada Allah, berdasarkan data SPSN menunjukan pada tahun 2023 Indonesia menghasilkan 12,87 ton sampah plastik yang belum dimanfaatkan. Terlebih sampah plastik adalah sampah yang sulit terurai dan sampah plastik akan menyebabkan bencana jika tidak diolah dengan baik. Maka penulis mencoba untuk menawarkan sebuah inovasi kepada masyarakat dengan mengubah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat yakni ecobrick. Metode yang digunakan penulis dalam pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan sosialisasi pembuatan ecobrick di TPQ Baitul Muttaqin Semarang. Jenis peneitian ini adalah deskripsi kualitatif melalui participatory action research. Tujuan penelitian ini adalah untuk  meminimalisir sampah plastik di Semarang. Santri diperkenalkan dengan ayat ekologi sekaligus implementasi ayat tersebut, termasuk konsep 3R yang melibatkan (Reduce, Reuse, Recycle) utamanya daur ulang. Adapun hasil penelitian ini santri memahami dengan baik ayat ekologi serta pemanfaatan sampah plastik. Peran aktualisasi ayat ekologi ini tidak sekadar memberikan pemahaman kepada santri, tapi juga memberikan aksi nyata untuk menjaga lingkungan.

Pendampingan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Untuk Mencegah Stunting Di Desa Wonokusumo, Tapen, Bondowoso

Praptika Septi Femilia, Dwi Ayu Lestari, Hasby Haq Arihakim, Dina Akmaliyatul Hilyah, Bayu Aldi Tiya, Sitti Shofiatus Sholehah, Nur Uriva, Frenda Ninggar Marsiska, Novi So’imatul Fadilah, Feby Nurrahmawati, Rahmad Aditya Eka Febriyanto, Nova Lupita Nur Wulandari, Lusita Maisyaroh, Rika Fadilatul Laila, Ahmad Murobbiy W. F.
Abstract: Fenomena stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bondowoso yang memiliki prevalensi cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Desa Wonokusumo sebagai lokasi program pengabdian memiliki… ki kasus balita stunting yang perlu penanganan segera. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan fokus pada pencegahan stunting melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa, kader posyandu, serta masyarakat. Bentuk kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, sosialisasi pemanfaatan TOGA, serta aksi pendistribusian bibit sawi dan tomat ke tujuh dusun di Desa Wonokusumo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan pola asuh, perubahan perilaku menuju hidup sehat, serta kemandirian keluarga dalam memanfaatkan pekarangan untuk menanam TOGA sebagai sumber gizi tambahan. Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus stunting secara bertahap, yang menandakan bahwa program berbasis kearifan lokal ini dapat menjadi model preventif yang efektif, murah, dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat pedesaan.

Edukasi Penggunaan Media Penyebaran Pupuk Terhadap Efisiensi Waktu Pada Petani Masyarakat Lombok Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso

Darian Fahris Ghofur, Ainan Salsabila, Ayu Mafifah Sahila, Inayatul Fadiyah, Muhammad Zainur Roziqin, Alfiah Nuril Hidayah, Dinda Qurratul A’yuni, Shefi Anggraini, Shevira Tiara Pertiwi, Rosita Ali Nasiroh, Aulia Dewi Awwalina, Muhammad An’im Maulana, Madinatul Munawarah, Muslimatul Afiyah, Nor Hendra Safutra Bin Nuratim, Moh Syafri Ramdana
Abstract: Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian masyarakat di daerah pedesaan, termasuk di Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Penggunaan pupuk yang tepat dan efisien menjadi salah satu faktor kunci… nci dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, dalam praktiknya, proses pemupukan seringkali memakan waktu lama dan kurang efektif akibat keterbatasan pengetahuan serta metode penyebaran pupuk yang kurang optimal. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan media penyebaran pupuk menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat petani mengoptimalkan waktu dan tenaga dalam proses pemupukan. Adapun tujuan dari adanya pengabdian ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Lombok Wetan mengenai pentingnya efisiensi dalam proses pemupukan tanaman melalui pemanfaatan media penyebar pupuk, mensosialisasikan jenis dan cara kerja media penyebaran pupuk sederhana yang dapat membantu petani menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan pemupukan dan memberikan pelatihan atau demonstrasi langsung tentang penggunaan alat/media penyebaran pupuk yang praktis, efisien, dan sesuai dengan kondisi pertanian lokal. Metode pengabdian yang diterapkan ialah menggunakan metode PAR atau yang biasa disebut dengan Participatory Action Research. Metode PAR merupakan pendekatan penelitian dan pengabdian yang melibatkan langsung masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, hingga evaluasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji bagaimana proses sosialisasi dan edukasi tersebut dilakukan serta pengaruhnya terhadap efisiensi waktu masyarakat dalam kegiatan pertanian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok fokus dengan petani di Lombok Wetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang efektif dan edukasi yang berkelanjutan  mampu  meningkatkan  pemahaman  dan  keterampilan  masyarakat  dalam menggunakan media penyebaran pupuk sehingga proses pemupukan menjadi lebih efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunikasi yang tepat sangat penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pengelolaan waktu bagi masyarakat petani Lombok Wetan.

Sosialisasi Carbon Offset Berbasis Inquiry-Based Learning (IBL) untuk Meningkatkan Literasi Pohon pada Siswa SMK

Arum Sanjayanti, Mashudi Alamsyah, Maya Fadhillah, Saring
Abstract: Perubahan iklim merupakan tantangan global yang memerlukan langkah konkret untuk mengurangi emisi karbon. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah carbon offset melalui penanaman pohon, yang melibatkan partisipasi… aktif masyarakat. Pohon memiliki peran penting sebagai penyerap karbon dioksida, namun literasi siswa terkait fungsi ekologis pohon masih rendah. Literasi pohon menjadi kompetensi penting agar generasi muda memahami peran pohon dalam penyerapan karbon dioksida (CO₂). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pohon siswa khususnya terkait jenis pohon penyerap karbon, fungsi ekologis, dan manfaatnya bagi lingkungan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan ini menggunakan penerapan metode Inquiry-Based Learning (IBL) dengan pendekatan participatory learning yang melibatkan siswa kelas X di SMK di Jakarta. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan angket yang diukur dengan skala Likert yag bertujuan untuk mendapatkan data kepuasaan dan pemahaman literasi pohon. Penerapan tahapan Inquiry-Based Learning (IBL) dimulai dari merumuskan pertanyaan kritis,  merencanakan penyelidikan, mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan literasi pohon mengenai konsep carbon offset  dalam mitigasi perubahan iklim. Hasil tersebut korelasi dengan tingkat kepuasaan tinggi setelah mendapatkan sosialisasi carbon offset pada kategori “sangat puas” dan peningkatan signifikan dalam pemahaman literasi pohon pada siswa SMK, hal ini menumbuhkan kesadaran dan motivasi siswa untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan juga menstimulasi keterampilan berpikir kritis, kemampuan analisis data, dan refleksi ilmiah, sehingga literasi ekologis siswa meningkat secara signifikan.

Sosialisasi Penerapan Sistem Informasi Pada UMKM Ayam Bakar Gazebo Pematangsiantar

Siregar, Nur Hamida, Puspita, Rini
Abstract: Rumah makan Ayam Bakar Gazebo berlokasi di Jalan Dahlia No.1 Kota Pematangsiantar merupakan salah satu UMKM yang cukup ramai sehingga sering terjadi penumpukan pengunjung dan membuat antrian panjang hanya untuk memesan makanan.… akanan. Hal ini juga terjadi karena sistem pemesanan makanan di UMKM masih bersifat manual. Tujuan dilakukan program pengabdian ini adalah mengatasi permasalahan yang terjadi dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis web dan QR code. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui program pengabdian diperoleh hasil dan terbukti bahwa penerapan sistem informasi pada UMKM mampu meningkatkan kualitas layanan UMKM dan customer juga merasa dipermudah dalam melakukan pemesanan makanan

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pemilahan Sampah Dan Pembentukan Bank Sampah Dalam Mendukung Program NTB Zero Waste Di Kota Mataram (Studi Kasus Di Kelurahan Pagesangan)

Eta Kusmiati, Pipin Rahmad Hidayah, Muhammad Fajar Haryadi, Salmin, Rahmat Hidayat, Muhammad Aprian Jailani
Abstract: Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Mataram masih menjadi isu krusial, khususnya terkait pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Program NTB Zero Waste merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi… ovinsi Nusa Tenggara Barat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini, ibu rumah tangga memiliki posisi yang sangat strategis karena mereka merupakan pelaku utama dalam menghasilkan sekaligus mengelola sampah domestik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga melalui pelatihan pemilahan sampah serta pembentukan unit bank sampah di wilayah Kelurahan Pagesangan. Pelaksanaan kegiatan mencakup tahap sosialisasi, pelatihan teknis, pembentukan struktur organisasi bank sampah, serta pendampingan operasional di tahap awal. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memilah sampah, serta berhasil dibentuknya satu bank sampah aktif yang dikelola secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah lain guna mendukung keberhasilan Program NTB Zero Waste.

“Aksi Bersih Desa”: Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kerja Bakti di Kolaka Timur

Listy Handayani, Rastika Dwiyanti Liaran, Paridah, Irma, Agnes Mersatika Hartoyo
Abstract: Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Talata, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur masih menjadi tantangan, ditandai dengan rendahnya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya sehingga kebersihan lingkungan… ngan tidak terjaga dengan baik. Sebagai bentuk respon terhadap masalah tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan “Aksi Bersih Desa” yang berfokus pada kegiatan kerja bakti rutin. Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu pada hari Jumat pada tanggal 16, 23, dan 30 Agustus serta 6 September 2024 dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo. Tahapan kegiatan pengabdian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan aksi bersih desa ini mendapat dukungan penuh dari aparat desa dan partisipasi aktif dari masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lingkungan desa, tempat ibadah, dan fasilitas umum tampak lebih bersih. Kegiatan ini tidak hanya berhasil memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga membangun kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap kebersihan. Dengan demikian, aksi bersih desa dengan kegiatan kerja bakti merupakan pendekatan yang efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat menuju lingkungan yang lebih sehat dan diharapkan kegiatan ini menjadi agenda rutin warga Desa Talata sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Sosialisai Strategi Optimalisasi Kinerja Pemasaran BUMDesa MHU Mart Melalui Integrasi Ekonomi Kreatif dan Pemasaran Digital

Vivy Kristinae, Erwin Prasetya Toepak, Bambang Supriyono, Kembara Sopather
Abstract: Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan instrumen vital dalam akselerasi ekonomi perdesaan, namun seringkali menghadapi tantangan dalam hal kapasitas pemasaran. Studi kasus pada BUMDesa MHU Mart di Kecamatan Mentaya Hilir… ilir Utara, Kotawaringin Timur, menunjukkan adanya keinginan untuk bertransformasi dari metode pemasaran yang sangat terbatas, hanya mengandalkan status WhatsApp, ke strategi yang lebih komprehensif dan berdaya saing. Ketergantungan pada metode pasif ini menghambat jangkauan pasar dan potensi pertumbuhan unit usaha minimarket yang dikelola. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan (1) meningkatkan pemahaman konseptual pengelola BUMDesa mengenai strategi pemasaran digital yang efektif, (2) memperkenalkan dan menanamkan prinsip-prinsip ekonomi kreatif sebagai fondasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif, dan (3) memfasilitasi perumusan rencana aksi awal untuk implementasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif melalui sosialisasi dan diskusi terfokus dengan para pegawai BUMDesa MHU Mart. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif, mengidentifikasi tantangan kontekstual, dan membangun rasa kepemilikan atas solusi yang dihasilkan. Luaran yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah peningkatan literasi digital dan wawasan ekonomi kreatif para pengelola, yang terukur melalui analisis diskusi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta, yang merasa program ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa model intervensi berbasis diskusi partisipatif efektif sebagai katalisator perubahan pola pikir dan pendorong adopsi awal inovasi pemasaran di tingkat BUMDesa.

Sosialisasi Sila Ke-4 Pancasila Dalam Mewujudkan Partisipasi Aktif Siswa Di Sekolah Dasar Negeri Biru 2 Majalaya

Ghaziyah Rukhiyah Shofa, Rifa Alfiatu Rohmatin, Putri Aulia Azahra, M. Rizky Ferdiansyah, Novia Fadilah Akbar, M. Rasya Anugrah Putra Rafa, Siti Wahyuni, Aldan Nugraha, Satria Wiguna, Muhammad Rafi Akmal, Hilmanul Hamdi Muhammad, Muhammd Iqbal Mulana, Dian Herdiana
Abstract: Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi sangat krusial di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi yang memengaruhi perilaku generasi muda. Sila keempat Pancasila, yang menekankan prinsip musyawarah… syawarah dan kebijaksanaan, relevan untuk ditanamkan sejak pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai demokratis dalam mendorong partisipasi aktif siswa di SDN Biru 2 Majalaya. Menggunakan metode pendekatan participant research, data diperoleh melalui observasi partisipasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual (CTL) diterapkan untuk menghubungkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa diskusi kelompok, kerja sama, dan pengambilan keputusan bersama mampu meningkatkan keberanian siswa, sikap tanggung jawab, dan kemampuan menghargai perbedaan. Guru berperan penting sebagai fasilitator demokratisasi kelas. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan sarana dan ketimpangan rasa percaya diri siswa, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap model pembelajaran karakter yang aplikatif dan demokratis.