Search Articles & Publications

Showing 2093 articles found for "Part"

Kontribusi Mahasiswa MBKM Ekonomi Syariah Dalam Meningkatkan Layanan Kesra Provinsi Kalimantan Tengah

Mila Febrianti, Haidi Hajar Widagdo
Abstract: Pengabdian ini merupakan bagian dari program magang MBKM mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah IAIN Palangka Raya yang dilaksanakan di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bertujuan… untuk mendukung efisiensi administrasi bantuan sosial dan koordinasi kegiatan keagamaan, khususnya pada Subbagian Sarana dan Prasarana. Mahasiswa terlibat aktif dalam penerimaan dan dokumentasi proposal bantuan, penginputan data bantuan sapi qurban, pendampingan kegiatan manasik haji di empat kabupaten, serta penyusunan laporan pengeluaran kegiatan. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ketertiban administrasi, akurasi data, serta efektivitas koordinasi antarinstansi. Selain itu, pengalaman ini juga memperkuat keterampilan profesional mahasiswa dalam menghadapi tantangan birokrasi dan pelayanan publik. Kolaborasi ini menjadi model sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintahan dalam mendukung pelayanan publik yang lebih baik.

Meningkatkan Refleksi dan Harapan Warga Binaan Perempuan Melalui Media Points Of You

Perdana Kusuma, Nur Lathifah Dzakiyyah Aqilah, Nur Salsabilla Syamsul, Nur Fa’izah Husain, Nur Arifah
Abstract: Kesiapan mental warga binaan perempuan menjelang bebas masih menjadi tantangan dalam proses pemasyarakatan. Minimnya intervensi psikososial seringkali menghambat penerimaan diri dan kesiapan reintegrasi sosial. Kegiatan… pengabdian LENTERA (Lewati Hari dengan Niat Baru, Temukan Harapan, dan Raih Makna) di Rutan Kelas I Makassar bertujuan memberikan ruang reflektif yang aman melalui media visual Points Of You. Metode ini mengajak peserta mengenali pengalaman hidup dan merancang masa depan secara lebih positif. Hasil Pre-test dan Post-Test dari sepuluh partisipan menunjukkan peningkatan skor refleksi diri, dengan perubahan signifikan pada beberapa individu. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mendorong kesadaran diri, memperkuat harapan, dan menjadi fondasi untuk pemulihan psikologis yang lebih manusiawi menjelang kebebasan.

Meningkatkan Kesadaran Akan Komunikasi Efektif Di Tempat Kerja Melalui Psikoedukasi Komunikasi Interpersonal

Amirah Amianty Agussalim, Faradillah Firdaus, Andi Miftahul Ginayah, Andi Aqilah, Muh Zhaky Aprillah
Abstract: Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai komunikasi interpersonal&#8230; melalui kegiatan bertema “Talk My Way: From Understanding to Uplifting” di CV X. Metode yang digunakan adalah ceramah partisipatif dan diskusi interaktif, dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Sebelumnya dilakukan need assessment kepada 37 karyawan melalui Google Form untuk mengidentifikasi permasalahan komunikasi yang ada. Kegiatan diikuti oleh 33 partisipan dari berbagai departemen, dengan materi meliputi konsep komunikasi interpersonal, Johari Window, dan kepribadian tangguh. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test (M = 2,85) dan post-test (M = 7,73), dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi mampu meningkatkan pemahaman karyawan terkait komunikasi interpersonal. Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kolaborasi kerja yang lebih harmonis, efisien, dan berorientasi pada produktivitas.

Efektivitas Assertive Training dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal pada Pegawai ASN UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan

Ismarli Muis, Khalwat Mukasyfah, Andi St Dzakiyyah Nurhaliza Pangerang, Nurul Fuadi Tahir, Marchanda Sarah Syahputri Jempot
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan asertif (assertive training) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada aparatur sipil negara (ASN) di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi,&#8230; Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Komunikasi interpersonal yang efektif sangat penting dalam lingkungan kerja birokrasi guna mendukung koordinasi dan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 orang ASN berpartisipasi dalam program pelatihan yang dilaksanakan selama satu hari dan terdiri atas ceramah, pelatihan, permainan peran (roleplay), serta relaksasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala komunikasi interpersonal yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari pretest (M = 70.60) ke posttest (M = 77,75). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013(p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pelatihan asertif secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal para pegawai. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan asertif sebagai salah satu bentuk intervensi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kerja di lingkungan birokrasi pemerintahan.

Efektifitas Penerapan Emotional Freedom Technique (EFT) Untuk Mengelola Stress Pada Guru SDN Mamajang II Kota Makassar

Andi Halima, Riskia Ruhi Alwati, Andi Zakiah Syafirah, Mufti Hatuljannah
Abstract: Stres merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami oleh guru sekolah dasar, terutama akibat beban kerja yang tinggi, tuntutan administratif, serta tekanan lingkungan kerja. Ketidakmampuan dalam mengelola&#8230; ola stres dapat berdampak pada penurunan kualitas pengajaran dan kesehatan mental guru. Kegiatan Psikoedukasi ini bertujuan untuk memberikan intervensi berupa pelatihan Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai metode praktis dalam membantu guru mengelola stres secara mandiri. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain One Group Pre-Test and Post-Test terhadap 11 guru di SD Negeri Mamajang II Kota Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Perceived Stress Scale (PSS) dan dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test melalui SPSS versi 26. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata stres partisipan menurun dari 24,91 menjadi 17,64 setelah mengikuti pelatihan EFT. Selain itu, tidak ada lagi partisipan yang berada pada kategori stres tinggi setelah intervensi, dan sebagian besar mengalami penurunan ke kategori stres sedang dan rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa EFT efektif sebagai strategi psikoedukatif dalam mengurangi stres guru dan dapat diterapkan dalam program kesejahteraan mental di lingkungan pendidikan dasar.

Membangun Versi Terbaik Diri: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Self-Esteem dan Self-Image Klien Rehabilitasi BNNP SULSEL

Andi Firda Tri Sabrina, Jennifer Graciela Turu’allo, Khezia Puspita, Dian Novita Siswanti
Abstract: Permasalahan rendahnya self-esteem dan self-image merupakan salah satu hambatan psikologis yang dialami oleh klien rehabilitasi penyalahguna narkotika, terutama akibat adanya stigma sosial. Pengabdian masyarakat ini bertujuan&#8230; ujuan untuk memberikan intervensi psikoedukatif yang mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran diri klien terhadap harga diri dan citra diri positif. Kegiatan dilakukan pada klien rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) melalui pendekatan partisipatif yang terdiri dari sesi pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan post-test. Materi disampaikan oleh psikolog klinis dengan metode aktif-reflektif, termasuk penulisan versi terbaik diri dan aktivitas eksplorasi kekuatan personal. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari pre-test sebesar 1,50 menjadi 3,56 pada post-test. Uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan setelah mengikuti psikoedukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi merupakan pendekatan non-medis yang efektif dalam mendukung pemulihan psikologis klien dan dapat dijadikan strategi intervensi alternatif dalam proses rehabilitasi narkotika.

Work-Life Balance: Menjaga Harmoni Antara Pekerjaan Dan Kehidupan Pribadi

Nurfitriany Fakhri, Andi Sabrina Fasha R. Sokku, Andi Zakiyah Rahmah Ikhsan, Aura Syifa Zulfa
Abstract: Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) merupakan aspek krusial dalam menunjang kesejahteraan karyawan dan mendukung peningkatan kinerja mereka. PT. Kalla Inti Karsa menghadapi beban&#8230; an kerja yang cukup tinggi, yang berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan para karyawannya. Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran karyawan terhadap pentingnya work-life balance melalui pendekatan psikoedukatif menggunakan media poster. Metode yang digunakan meliputi distribusi poster secara daring, disertai dengan pelaksanaan pre-test sebelum intervensi dan post-test sesudahnya untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta. Poster yang disebarkan memuat penjelasan mengenai pengertian work-life balance, penyebab ketidakseimbangan, ciri-ciri work-life balance yang sehat, serta cara meningkatkan work-life balance yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 62 karyawan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil pre-test memperlihatkan bahwa sebagian besar karyawan mengalami tekanan, keterbatasan waktu untuk diri sendiri, dan kurangnya fleksibilitas kerja. Pasca intervensi, sebanyak 95,2% menyatakan lebih memahami konsep work-life balance, 85,5% mulai menerapkan pengaturan waktu kerja dan pribadi agar lebih seimbang, dan 74,2% merasa lebih tenang. Sebagian besar juga menganggap informasi dalam poster jelas dan bermanfaat. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi visual efektif dalam meningkatkan kesadaran serta membentuk perilaku kerja yang lebih sehat. Kegiatan ini terbukti memberi kontribusi positif bagi kesejahteraan psikologis karyawan di lingkungan kerja.

Efektivitas Leaderless Group Discussion dalam Meningkatkan Kinerja Kerja Sama Tim Pegawai UPT BKD Sulsel

Muh.Daud, Adita Salsabila Yusran, Khumairah Fath Lolo, A.Lily Nur Alfiah Darasti, Alvi Alisa Amelia
Abstract: Rendahnya efektivitas kerja sama tim merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh organisasi, termasuk di lingkungan UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.&#8230; Masalah ini berdampak pada terhambatnya penyelesaian tugas, ketidakseimbangan beban kerja, dan meningkatnya miskomunikasi antarpegawai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan metode Leaderless Group Discussion (LGD), yaitu metode diskusi kelompok tanpa pemimpin formal yang mendorong keterlibatan setara antaranggota tim. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menunjukkan kemampuan kerja sama tim yang baik, sesuai indikator yang dikemukakan oleh Davis (2014) mencakup tujuan yang sama, antusiasme, peran dan tanggung jawab, komunikasi efektif, resolusi konflik, pembagian kekuasaan (share power), dan keahlian anggota. Meski masih ditemukan individu yang kurang aktif, secara keseluruhan kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi, partisipasi aktif, dan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, metode LGD dapat menjadi strategi yang relevan dalam membentuk budaya kerja yang lebih kolaboratif dan partisipatif di instansi pemerintahan.

Efektivitas Silent Voice Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pegawai UPT Penilaian Potensi Dan Kompetensi BKD Sulawesi Selatan

Widyastuti, Natasya Azhara Mira Savira, Jizaira Qaza Sanzabillah Harun Sally, Adesia Kurnia Tahir, Nur Ismy Latif
Abstract: Komunikasi interpersonal memainkan peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, terbuka, dan produktif, khususnya dalam instansi pemerintahan yang dituntut mencapai visi dan misi institusional secara&#8230; ara kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas permainan Silent Voice sebagai bentuk intervensi psikologis dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pegawai UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Provinsi Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest, sebanyak 20 pegawai menjadi partisipan dalam kegiatan ini. Intervensi terdiri atas serangkaian aktivitas penulisan pengalaman emosional secara anonim, pemberian tanggapan empatik, serta diskusi reflektif yang memfasilitasi keterbukaan, empati, dan sikap positif antarpegawai. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan skor komunikasi interpersonal secara signifikan (p = 0,000), dari rata-rata pretest sebesar 34,70 menjadi 55,00 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan Silent Voice efektif dalam menumbuhkan kualitas komunikasi interpersonal, memperkuat hubungan antarpegawai, serta mendukung terciptanya budaya kerja yang suportif.

Memimpin Dengan Seimbang: Strategi Efektif Di Tengah Work Family Conflict Di PT. Esta Dana Ventura

Andita Dwi Putri Mevia Muller, Miftahul Jannah, Indi Latifah Ekaputri Usman, Nurfajrianty Rasyid, Muhammad Rhesa
Abstract: Perempuan yang bekerja sering dihadapkan pada tantangan peran ganda, yaitu sebagai pencari nafkah sekaligus pengelola rumah tangga, yang dapat memicu konflik antara tuntutan pekerjaan dan keluarga atau dikenal sebagai Work-Family&#8230; rk-Family Conflict. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas seminar bertema "Memimpin dengan Seimbang: Strategi Efektif di Tengah Work-Family Conflict" dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen konflik peran ganda pada perempuan pekerja. Peserta seminar ini melibatkan 19 kepala cabang mikro dan UKM PT Esta Dana Ventura di Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan mencakup wawancara dengan pihak Human Capital Business Partner dan observasi langsung terhadap aktivitas kepala cabang di PT Esta Dana Ventura. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran pre-test dan post-test menggunakan Google Form. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta setelah mengikuti seminar (Z = -3,738, p < 0,05). Dengan demikian, seminar ini terbukti sebagai intervensi edukatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan perempuan dalam menghadapi Work-Family Conflict.