Showing 3 articles found for "Harmoni"

Overmacht Dalam Perspektif Hukum Perdata Internasional: Studi Kasus Pengiriman 800 Kera IPB ke Amerika Serikat

Calistha Naisyila Ifliansa, Nayla Syamrotul Azra, Zelda Savitri
Abstract: Perkembangan kontrak lintas negara dalam era globalisasi dapat menimbulkan kompleksitas dalam penerapan hukum, terutama hal tersebut terjadi dalam keadaan memaksa (overmacht atau force majeure). Artikel ini memberikan sudut… dut pandang penulis terhadap kasus antar Institut Pertanian Bogor ( IPB) dan Amerika Serikat perihal kegiatan ekspor 800 ekor kera, yang kemudian menimbulkan sengketa dikarenakan tindakan dokter IPB yang melumpuhkan induk kera dan menyuntik mati anak kera tersebut. Amerika menilai tindakan dokter IPB tersebut sebagai wanprestasi dan perbuatan melawan hukum, sedangkan pihak IPB berargumen bahwa hal itu merupakan keadaan memaksa (overmacht ). Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perbandingan hukum ( comperative law), menelaah pengaturan overmacht dalam hukum Indonesia, Amerika Serikat, dan Swiss, serta mengaitkannya dengan asas-asas Hukum Perdata INternasional ( Lex Loci Contractus, Lex Loci Solutionis, Lex Loci Delicti Commissi, dan Lex Cause). Hasil penelitian menunjukan bahwa overmacht diakui dalam hukum Indonesia dan Swiss, sehingga tindakan dokter IPB tersebut dapat dibenarkan. sedangkan dalam hukum Amerika Serikat , force majeure lebih sempit dan bergantung pada klausul kontrak, sehingga tindakan dokter tersebut tidak langsung bisa dianggap benar. Perbedaan ini menimbulkan ketidakpastian hukum dalam kontrak internasional. Artikel ini akan menjelaskan pentingnya pencantuman klausul force majeure dan choice of law dalam kontak lintas negara serta perlunya harmonisasi hukum internasional terkait standar keadaan memaksa

Peningkatan Minat Menabung Masyarakat Kudus Melalui Promosi Kreatif Produk Tabungan Harmoni Plus Bank BPR Nusamba Pecangaan Cabang Kudus

Dita Finorita, Suparwi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi promosi kreatif terhadap peningkatan minat menabung masyarakat Kudus melalui produk Tabungan Harmoni Plus di Bank BPR Nusamba Pecangaan Cabang Kudus. Latar belakang… lakang penelitian ini berangkat dari rendahnya literasi keuangan sebagian masyarakat serta perlunya inovasi dalam strategi pemasaran bank syariah. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan responden dari kalangan nasabah dan masyarakat Kudus. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi langsung terhadap praktik promosi kreatif, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif serta analisis hubungan untuk mengukur keterkaitan antara variabel promosi kreatif dan minat menabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi kreatif berupa gebyar undian, hadiah langsung, pemanfaatan media sosial, dan kegiatan berbasis komunitas berpengaruh positif terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam menabung. Promosi tidak hanya berfungsi sebagai strategi pemasaran, tetapi juga berperan sebagai instrumen literasi keuangan yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya menabung. Analisis juga menemukan bahwa keterlibatan masyarakat dalam event komunitas memperkuat hubungan emosional dengan bank, sehingga meningkatkan loyalitas nasabah. Di sisi lain, kendala yang muncul adalah keterbatasan literasi digital sebagian masyarakat dan perlunya pengawasan agar program hadiah tetap sesuai dengan prinsip syariah

Implikasi Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2025 terhadap Transaksi Digital Lintas Negara oleh Pelaku Usaha Indonesia

Muhammad Faiz Hakim, Deril Anshar Baik Irwanto, Yusril Mashur Tjaja
Abstract: Transformasi digital global telah mendorong peningkatan signifikan transaksi lintas batas (cross border digital transaction), yang pada akhirnya menimbulkan kebutuhan mendesak akan regulasi pajak yang adaptif dan efektif.… . Lahirnya Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2025 merupakan respon strategis pemerintah Indonesia untuk mengatur pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi digital lintas negara, sekaligus menjaga kepastian hukum serta meningkatkan penerimaan negara. Penelitian ini menganalisis secara komprehensif mengenai implikasi regulasi tersebut terhadap pelaku usaha Indonesia, baik domestik maupun asing, dengan fokus pada aspek implementasi teknis, kesesuaian dengan amanat konstitusi Pasal 23A UUD 1945, potensi sengketa perdagangan internasional, serta dampaknya terhadap kepastian hukum dan tanggung jawab kontraktual. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Perpres 68 Tahun 2025 berpotensi memperkuat level playing field dan meningkatkan daya saing usaha domestik, tantangan serius masih muncul terkait keterbatasan akses data transaksi, kepatuhan pelaku usaha asing, serta potensi disharmoni dengan prinsip perdagangan internasional seperti Most Favoured Nation (MFN) dan National Treatment. Dari perspektif konstitusional, regulasi ini memerlukan landasan yang lebih kokoh agar tidak dipandang sebagai ultra vires terhadap Pasal 23A UUD 1945. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi regulasi tersebut bergantung pada integrasi sistem lintas yurisdiksi, penyederhanaan beban administrasi, serta penguatan kerja sama internasional. Dengan demikian, Perpres 68 Tahun 2025 dapat menjadi instrumen penting dalam membangun sistem perpajakan digital yang adil, transparan, dan berdaya saing di tengah kompetisi ekonomi global.