Abstract:Dalam artikel ini, mengeksplorasi asesmen formatif dalam kurikulum belajar merdeka belajar. Asesmen formatif yang berpusat pada penilaian selama proses pembelajaran, telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan…
atkan pemahaman dan pencapaian siswa. Guru dapat menggunakan metode ini secara teratur untuk memberikan umpan balik yang bermanfaat kepada siswa mereka, memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, dan memberikan mereka peluang untuk belajar lebih banyak lagi. Selain itu, artikel ini membahas beberapa cara asesmen formatif dapat membantu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, menciptakan suasana kelas yang inklusif dan berkolaborasi, dan memberikan fondasi yang kuat untuk pengembangan kurikulum yang adaptif dan responsif. Dengan memahami lebih banyak tentang manfaat asesmen formatif, para pendidik diharapkan dapat memasukkan metode ini dengan lebih baik ke dalam praktik pengajaran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak asesmen formatif dalam kurikulum merdeka terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Darul Qur’an Padang. Subjek dalam penelitian ini 2 orang guru yang merupakan seorang wakil kurikulum dan seorang kepala sekolah yang juga mengajar di kelas 9 . Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan wakil kurikulum dan kepala sekolah. Datanya dianalisis dengan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan judul penelitian.
Abstract:Pendidikan sejarah memiliki peran vital dalam pembentukan identitas bangsa, karena melalui pemahaman sejarah, generasi muda dapat mengenali akar budaya, nilai-nilai, serta perjuangan yang membentuk jati diri bangsa. Penelitian…
litian ini dilakukan dengan metode studi literatur untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan sejarah berkontribusi dalam memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum sejarah yang relevan dan kontekstual, serta peran guru yang kompeten, merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan sejarah. Kurikulum yang terintegrasi dengan sejarah lokal dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa mampu menjadikan pelajaran sejarah lebih bermakna dan relevan. Selain itu, guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran sejarah harus memiliki keterampilan pedagogis yang mumpuni dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Globalisasi yang membawa pengaruh budaya asing juga menjadi tantangan yang harus dihadapi, di mana pendidikan sejarah perlu beradaptasi agar tetap efektif dalam membentuk identitas nasional. Implikasi kebijakan yang direkomendasikan meliputi revisi kurikulum, peningkatan kapasitas guru, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sejarah, untuk memastikan pendidikan sejarah dapat berfungsi optimal dalam membentuk karakter dan kesadaran sejarah generasi muda. Dengan demikian, pendidikan sejarah dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga keutuhan dan kekokohan identitas bangsa di era globalisasi.
Abstract:Penelitian pengembangan ini dilakukan karena adanya permasalahan dalam penyajian materi sains di buku tematik kelas 6 yang kurang sistematis dan mendalam, mengakibatkan rendahnya minat baca siswa dan pemahaman materi yang…
g masih belum memadai. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan pengembangan Four-D, dengan tahapan pendefinisian, perancangan, pengembangan,, dan penyebaran. Validasi media dilakukan untuk e-modul interaktif menggunakan aplikasi Canva, yang kemudian direvisi berdasarkan hasil validasi tersebut. Implementasi dilakukan terhadap 37 siswa kelas 6B di SD Negeri wilayah Kecamatan Sambikerep, menunjukkan kevalidan dan kepraktisan yang sangat baik. Hasil belajar siswa setelah menggunakan e-modul interaktif menunjukkan peningkatan yang signifikan, melebihi kriteria ketuntasan minimal. Analisis tes menunjukkan peningkatan literasi sains dengan skor N-gain antara preteset dan posttest menunjukkan gain yang sedang. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa e-modul interaktif dengan aplikas Canva yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi sains pada siswa kelas 6. Sebagai saran, penelitian lebih lanjut dapat memperluas cakupan implementasi dan mempertimbangkan integrasi dengan metode pembelajaran lainya untuk meningkatkan efektivitasnya.
Abstract:Penelitian ini penting karena dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital, khususnya bagi para pendidik di SDN Dukuhsari 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemhaman…
man dan keterampilan penggunaan aplikasi Padlet sebagai platform pembelajaran yang inovatif. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pelatihan kolaboratif antara tim pelaksana dan tenaga pengajar, dengan pendekatan ceramah instruksional, sesi tanya jawab interaktif, dan Latihan praktis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan apilkasi Padlet. Namun penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk fokus yang terbatas pada satu sekolah dan evaluasi jangka Panjang yang belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melanjutkan pelatihan dan pendampingan melibatkan lebih banyak pihak terkait, dan melakukan evaluasi jangka Panjang untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang implementasi teknologi dalam pendidikan.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar melalui…
elalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis TPACK. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama II siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan sebesar 60.0% dan siklus II meningkat menjadi 93.3% terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 33.3%. Hasil pelaksanaan observasi guru pada siklus I diperoleh persentase 71.1%, dan meningkat pada Siklus II menjadi 93.3% terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 22.2%. selain itu, hasil pelaksanaan observasi peserta didik juga mengalami peningkatan, yakni dari 65.4% pada siklus I dan 92.9% pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 27.5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berbasis TPACK dapat meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci.
Abstract:Sistem informasi akuntansi konsinyasi menyediakan informasi untuk mengetahui mengenai alur proses akuntansi penjualan produk display UMKM binaan PLUT kabupaten Jember serta pengelolaan sistem informasi untuk memudahkan PLUT…
LUT dalam melayani UMKM binaan analisis alur proses didasarkan pada tinjauan terhadap sistem penjualan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penjualan konsinyasi,dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Service Learning dengan tujuan menerapkan hasil pembelajaran dengan dunia kerja berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh PLUT sebegai pihak komisyoner menerapkan metode tidak terpisah dengan pencatatan metode cash basis dimana pada saat periode akuntansiya mereka cukup menyajikan data harga barang masuk dan sisa atau selisih dari produk yang mereka jual.
Abstract:Salah satu masalah yang dihadapi yaitu dalam prinsip akad Al qordhul Hasan, menggunakan prinsip kerelaan atau keikhlasan, yang dapat berepengafih dalam proses kedepannya juga berpengaruh akan profit yang akan didapatkan…
oleh lbaga. Dalam pengabdian ini menggunakan metode penjajakan kepada mitr, serta melakukan pengamatan untuk menemukan strategi yang aas agar profit yang akan didapatkam stbil, dan memberikan pengertian terhadap mitra. Hasil dari pengabdian ini kan menambah wawasan kepada mitra dam Masyarakat luas tentang berbagaiacam prinsip yang terkandung dalam akad qordhul Hasan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan kolaboratif serta pendekatan pembelajaran yang aktif dan berbasis masalah dapat meningkatkan pemahaman akan keharusan bagi setiap mitra
Abstract:Dalam pembelajaran bahasa Inggris, hal utama yang harus dikuasai siswa adalah penguasaan Vocabulary. Karena Vocabulary sangat penting dalam belajar bahasa Inggris, siswa akan kesulitan belajar bahasa Inggris jika tidak memiliki…
emiliki Vocabulary. Peneliti menemukan bahwa dalam pembelajaran, siswa sering kali mengalami kesulitan dalam memahami arti suatu kata karena Vocabulary yang dimilikinya masih sangat lemah. Hal ini berdampak besar terhadap proses pencapaian kompetensi dasar dan hasil belajar, karena kurangnya penguasaan Vocabulary dapat menghambat pembelajaran bahasa Inggris. siswa yang mengikuti tes pendahuluan. mempelajari luasnya Vocabulary mereka. Peneliti telah menemukan metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran Vocabulary, dimana peserta didik diminta untuk menyusun potongan-potongan huruf menjadi kata sesuai gambar dan peserta didik diminta untuk menyusun potongan-potongan huruf menjadi kata sesuai gambar. Peneliti menggunakan metode studi literatur, yang dimana studi literatur adalahserangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca,dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Pemerolehan data didapatkan dari serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukan pembelajaran menjadi menyenangkan dan membuat meningkatnya /menambah pengetahuan tentang vocabulary Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Abstract:Pembelajaran bahasa Inggris di SMP/MTS diorientasikan agar siswa dapat mencapai tingkat fungsional, yaitu. berkomunikasi secara lisan dan tertulis memecahkan masalah sehari-hari. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris masih sering…
ering terlihat siswa tidak mau bertanya kepada guru , padahal mereka kurang memahami materi yang disampaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas metode focus group Discussion dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris . Siswa Kelas VIII mengikuti penelitian ini pada tahun ajaran 2023-2024. Siswa yang berjumlah 30 orang, 16 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari; “perencaaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi : hasil belajar siswa, observasi terhadap aktifitas selama pembelajaran, hasil post tes yang diberikan dan refleksi dari lembar kuis refleksi. Observasi kinerja guru dalam pembelajaran dengan metode Focus Group Discussion dan refleksi dari mitra peneliti, yang diambil pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akitivitas Guru meningkat dengan baik yaitu mencapai (standar skor “baik”) sudah menguasai dan menerapkan model Focus Group Discussion dalam pembelajaran dan pada akhir siklus 2 pada umumnya sudah berkisar pada (standar Skor” sangat baik ). Partisipasi siswa saat KBM pada petemuan pertama siklus 1 masih rendah (berkisar pada standar”cukup), tetapi pada pertemuan kedua siklus satu mulai meningkat( standar skor “baik”)dan suasana kelas semakin harmonis. Pada Akhir silkus 2 pada umumnya siswa sudah berpartisi “sangat baik” pada saat KMB. Hasil belajar siswa pada akhir Siklus 1 semakin meningkat menjadi 17 dari 30 siswa (64%) yang mencapai nilai standar ketuntasan belajar dibanding sebelum PTK berlangsung dari 30 siswa, 17 (60%) siswa yang tuntas. Pada akhir siklus 2 semakin membaik yaitu mencapai 25 dari 30 siswa (80%)
mencapai standar ketuntasan belajar, nilai mereka rata-rata di atas KKM: 70. Memperhatikan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pemebelajaran Focus Group Discussion, terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas VIII Menggunakan Model Focus Group Discussion pada SMP Negeri 2 Namohalu Esiwa
Abstract:Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di sekolah menengah dan bertujuan untuk Upaya Meningkatkan Daya Tarik Mata Pelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan…
n Media Audio Visual pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Namohalu Esiwa. media massa Penelitian ini diikuti oleh siswa kelas SMP VIII, total 30 mata pelajaran Bahasa Inggris. Informasi keberhasilan akademik siswa diperoleh melalui metode tes instrumental yaitu. Berupa tes akademik. Data kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa kelas VIII SMP semester I tahun pelajaran 2023/2024.Rata-rata hasil belajar siswa sebesar menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa kelas hanya mencapai 66,76 pada awal pembelajaran, meningkat menjadi 73,82 pada periode pertama, dan 83,82 pada pada periode kedua. Ketuntasan klasikal awal hanya mencapai 38,23%, meningkat menjadi 67,64% pada siklus I dan menjadi 94,11% pada siklus II dengan judul Upaya Meningkatkan Daya Tarik Mata Pelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan Media Audio Visual pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Namohalu Esiwa