Search Articles & Publications

Showing 169 articles found for "Remaja"

Meningkatkan Kepercayaan Diri Remaja Melalui Workshop Self-Esteem Di MAN 2 Kota Makassar

Astiti Tenriawaru Ahmad, Darmawati, Nursakinah, Hasri Ainun Kursi, Nur Awalya, Adhe Indryani, Nurul Atikah FH, Annisa Suci Nandasari
Abstract: Masa remaja ialah masa peralihan seseorang dalam masa perkembangannya dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dalam masa ini juga terdapat beberapa aspek yang berkembang mulai dari fisik, sosial, hingga emosi individu. Perkembangan… mbangan inilah yang membuat sebagian besar remaja kesulitan dalam menampilkan kemampuan dirinya, sehingga diperlukan solusi untuk dapat meningkatkan self esteem atau bentuk penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Sehingga satu diantara usaha yang bisa dijalankan ialah melaksanakan workshop mengenai selft esteem. Metode yang dipakai pada pelaksanaan workshop berikut ialah melalui wawancara, kuesioner, pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Bersumber pengisian Pre-test dan Post-test yang mengisi sebanyak 40 siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terkait dengan self-esteem itu sendiri, yang sebelumnya rata-rata skor yang diperoleh siswa adalah M = 8,9 naik menjadi M = 9,6 setelah dilakukan pemberian materi dalam workshop mengenai self-esteem.

Mengatasi Pengaruh Negatif Pesimisme Terhadap Perkembangan Karier Remaja Dengan Strategi Layanan Bimbingan Dan Konseling Karier

Nazla Meyrisa Azmi, Nafla Athaya
Abstract: Pesimisme merupakan pemikiran negatif yang didasari oleh rasa takut dan pasrah terhadap situasi sulit. Dalam teori kognitif, sikap pesimisme terjadi karena disebabkan adanya kesalahan kognisi, yakni kognisi yang negatif.… Dengan kognisi yang negative itu, individu cenderung mengambil kesimpulan terlebih dahulu, dan itu suatu kesalahan. Pandangan negatif itu tidak hanya tertuju pada dirinya sendiri, lebih jauh bahkan untuk masa depannya. Pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja apabila dibiarkan begitu saja tanpa adanya bimbingan, sehingga jika dibiarkan begitu saja maka dapat mengembangkan kebiasaan buruk dan perilaku yang merusak diri, karena pada masa transisi dari kanak-kanak ke masa remaja awal hingga remaja akhir atau awal dewasa banyak sekali tahapan perkembangan yang akan dilalui dan berdampak pada perilaku yang ditunjukan, baik secara fisik ataupun kognitifnya. Artikel ini dibuat untuk mengetahui apa saja pengaruh negatif pesimisme terhadap perencanaan karier remaja, dan untuk mengetahui bagaimana strategi layanan dalam BK karier dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber. Tujuannya untuk memperoleh gambaran dan pola, serta keterkaitan antar variabel. Dengan melihat proses perkembangan karier dan indikator kematangan remaja pada aspek-aspek perencanaan karier remaja, maka dapat dihasilkan permasalahan yang sering dihadapi remaja pada tahap perencanaan karier yaitu, kurangnya informasi, kurangnya minat, kurangnya sumber daya, tekanan orang tua atau lingkungan, kurangnya kemampuan diri, kurangnya pengalamam, kurangnya dukungan, keterbatasan dalam merencanakan karier dan kecemasan tentang masa depan. Hasil penelitian menunjukkan pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja. Bimbingan Karier dapat menjadi alternatif pencegahan terjadinya dampak negatif tersebut dan menjadi solusi bagi remaja di sekolah dalam proses perencanaan karier remaja.

Gambaran Self Regulation Pada Remaja Dengan Keluarga Broken Home

Wulan Ayu Lestari, Ipah Saripah, Nadia Aulia Nadhirah
Abstract: Remaja dengan kondisi keluarga broken home sering kali mengalami tantangan dalam kemampuan regulasi dirinya. Kondisi kedua orang tua yang berpisah membuat remaja dengan keluarga broken home tidak memiliki model peran untuk… uk mengembangkan keterampilan regulasi dirinya, karena tidak memiliki contoh yang jelas tentang bagaimana mengatur emosi dan perilaku dalam situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang gambaran self regulation pada remaja dengan keluarga broken home serta implikasinya pada bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara yang dikembangkan berdasar pada teori self regulation Bandura, Schunk dan Zimmerman. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja atau siswa kelas XI SMAN 19 Bandung dengan kondisi keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran self regulation yang baik pada remaja dengan keluarga broken home terutama pada aspek mengatur standar dan tujuan dan aspek evaluasi diri.

Tinjauan Psikologi Perkembangan: Perkembangan Manusia Sejak Anak-Anak sampai Lanjut Usia

Septi Enjelika Naibaho, Ruthnovrimel Debora Rajagukguk, Dorlan Naibaho
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang perkembangan psikologi manusia dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia; fokus penelitian ini adalah bagaimana perkembangan psikologi kanak-kanak dan lanjut… usia terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Kemudian, data dianalisis menggunakan metode analisis tematik yang berbasis data. Empat orang yang terlibat dalam penelitian ini terkait dengan penelitian perkembangan psikologi manusia. Responden pertama terlibat dalam penelitian fase kanak-kanak, responden kedua terlibat dalam penelitian fase remaja, responden ketiga terlibat dalam penelitian fase dewasa, dan responden keempat terlibat dalam penelitian fase lanjut usia.

Metode Penanaman Karakter Kesabaran Pada Peserta Didik Jenjang Pendidikan Menengah Perspektif Al-Qur’an

Akhmad Shunhaji, Siskandar, Hanin Fathullah
Abstract: Penelitian ini termasuk dalam kajian pustaka, yakni peneliti melakukan kajian literatur berkenaan pendidikan karakter dan kitab tafsir. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan apa saja metode yang terdapat dalam… lam Al Qur’an dalam menanamkan pendidikan karakter kesabaran dalam perspektif Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yakni penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang terjadi pada subjek penelitian menghasilkan data deskriptif yang berujung pada kesimpulan tentang penelitian ini. Peserta didik jenjang menengah identik dengan usia remaja. Masa remaja adalah masa yang mana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, ia mengalami perubahan baik dalam sisi emosi, fisik, minat, maupun pola perilaku. Berbagai perubahan yang harus dilalui oleh remaja seringkali menghadirkan konflik dalam diri remaja, sehingga banyak dari mereka yang melalui masa ini dengan gamang. Karakteristik remaja yang sedang dalam proses menuju kedewasaan membutuhkan pendidikan karakter yang dilakukan dengan hati-hati dan bijaksana. Salah satu karakter yang butuh ditanamkan adalah karakter kesabaran. Dengan kesabaran, seorang remaja diharapkan bisa melewati masa yang penuh gejolak tersebut dengan baik. Peserta didik jenjang pendidikan menengah masuk ke dalam kategori masa remaja. Hasil pengolahan data terhadap 93 ayat yang mengandung lafaz kesabaran, peneliti menemukan empat metode yang digunakan dalam Al-Qur’an dalam pendidikan karakter kesabaran, yakni: Metode mau’izhah atau nasihat, metode targhîb dan tarhîb, metode kisah dan metode qudwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat metode tersebut dapat digunakan terhadap peserta didik jenjang pendidikan menengah yang masuk kategori fase remaja. Keempat metode tersebut termasuk metode-metode pendidikan karakter yang digunakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pengaruh Toxic Relathionship Pada Remaja Di Indonesia

Kettrin Dwi Maharani, Anna Dina Kalifa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dari tentang toxic relationship yang terjadi pada remaja di indonesia, dimana toxic relationship sering terjadi pada perempuan yang menjadi korban toxic relationship. Toxic relationship… nship dapat dialami antara pasangan, teman, kolega, dan bahkan anggota keluarga. Hubungan yang seperti ini rentan sekali membuat penderitanya menjadi tidak produktif, terjadinya gangguan secara mental, hingga dapat memicu terjadinya sebuah emosional yang berujung pada terjadinya tindak kekerasan. Ciri toxic relationship berupa kemarahan, ketidakbahagiaan, stres, frustrasi, serta beragam gangguan yang dilakukan pada sebuah hubungan. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harapan dan  harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship  dengan kesehatan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran terhadap toxic relationship dimulai dengan pengenalan dan identifikasi diri dalam hubungan toxic relationship. Dampaknya meliputi stres emosional, depresi, dan penurunan kualitas hidup. Mereka juga menciptakan ruang bagi pertumbuhan pribadi dan perubahan positif setelah keluar dari hubungan yang merugikan. Pertumbuhan positif melibatkan perubahan pola pikir, peningkatan kepercayaan diri, dan kemampuan menetapkan batasan hubungan. Dukungan sosial dan profesional memainkan peran penting dalam proses pemulihan.

Perbedaan Respon Emosional Antara Remaja Perempuan Dan Laki-Laki Terhadap Faktor-Faktor Penyebab Depresi

Umadiyan, Salsabila, Kalifia, Anna Dina
Abstract: Pada penelitian ini respon emosional antara perempuan dan laki-laki terhadap faktor-faktor penyebab depresi dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perbedaan biologis, psikologis, dan sosial antara perempuan dan laki-laki… aki-laki memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap respon emosional mereka terhadap faktor penyebab depresi. Faktor-faktor seperti tekanan sosial, peran gender, hormon, dan pola pikir kognitif memainkan peran utama dalam memahami perbedaan ini. faktor-faktor yang mempengaruhi respons individu terhadap tantangan dan bagaimana stereotip gender dapat memainkan peran dalam pembentukan pola pikir. Melalui metode Narrative Review, Penelitian ini mengidentifikasi bahwa pengelolaan depresi yang efektif memerlukan pendekatan yang dapat mempertimbangkan perbedaan respon emosional antara perempuan dan laki-laki. Implementasi dari jurnal ini dapat membantu pengembangan intervensi yang lebih tepat sasaran dan personalisasi dalam penanganan depresi berdasarkan gender. Dan memberikan wawasan mendalam tentang perbedaan persepsi dan Problem Solving penanganan masalah antara kedua gender tersebut.

Analisis Isi Konten Gaya Hidup Remaja Dalam Mengimitasi Budaya Kekinian Di Instagram @Fuji_An

Rizka Fadhilatil Ummi, Anang Anas Azhar, Abdul Rasyid
Abstract: Penelitian ini membahas tentang bagaimana hasil dari konten gaya hidup remaja dalam mengimitasi budaya kekinian di Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan gaya hidup remaja dalam mengimitasi… imitasi budaya kekinian di Instagram apakah berdampak positif atau negatif. Penelitian ini menggunakan teori analisis konten dan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu wawancara mendalam dan observasi dengan remaja di desa Bandar Setia yang terdiri dari 10 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan. remaja di desa Bandar Setia dalam mengimitasi budaya kekinian di Instagram dilakukan secukupnya saja. Budaya tersebut juga lebih menghasilkan dampak positif bagi mereka seperti terlihat rapi dan menarik untuk dilihat.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dan Kepribadian Dengan Perilaku Seksual Pada Usia Remaja Di SMK Negeri 2 Palu

Jessy Stachy Jhoanthy Ganescha, Sringati, Arini
Abstract: Kesehatan reproduksi pada remaja menjadi salah satu permasalahan isu yang penting karena dapat berdampak pada kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial mereka. Selain itu, kepribadian juga memiliki peran yang signifikan&#8230; dalam membentuk perilaku seksual seorang remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kepribadian dengan perilaku seksual pada usia  remaja di SMK Negeri 2 Palu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 1.126 siswa(i) dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampiling sampel sebanyak 92 siswa(i). Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan reproduksi, kepribadian, dan perilaku seksual. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai pengetahuan reproduksi dan kepribadian p = 0,000 p =<0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kepribadian dengan perilaku seksual pada usia  remaja di SMK Negeri 2 Palu. Saran agar sekolah meningkatkan program pendidikan seksual yang mencakup aspek pengetahuan kesehatan reproduksi, nilai-nilai seksual, dan keterampilan pengambilan keputusan yang sehat.

Hubungan Pengetahuan dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu

Tiara Frisky Karmelia, Sringati, Katrina Feby Lestari
Abstract: Program Puskesmas Lambunu 2 yaitu mengadakan Posyandu memantau pertumbuhan balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian KMS, pemberian vitamin A, Praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak, pendidikan&#8230; gizi ibu dan balita, minum tablet tambah darah bersama untuk mengatasi anemia pada remaja putri, penyuluhan pada kelas ibu hamil. Program yang sudah dijalankan oleh Puskesmas Lambunu 2 sudah berjalan dengan baik sesuai aturan yang ada, hanya saja yang menjadi penghambat dalam program ini yaitu orang tua yang kurang paham mengenai program tersebut, masih sedikitnya orang tua yang mau meluangkan waktunya untuk program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini balita stunting di Puskesmas Lambunu berjumlah 37 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Analisis data menggunakan Uji  Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian  pola asuh orang tua sebagian besar cukup berjumlah 26 orang (70,3%),  kejadian stunting sebagian besar pendek berjumlah 34 orang (91,9%), pengetahuan sebagian besar cukup berjumlah 30 orang (81,1%). Pengetahuan diperoleh p-value 0,005 dan pola asuh diperoleh p-value 0,021. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat ada hubungan antara pengetahuan  dan  pola asuh  orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu. Saran bagi Puskesmas Lambunu 2 diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai stunting.